NovelToon NovelToon
Bule Kepincut Gadis Pohon

Bule Kepincut Gadis Pohon

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Indira MR

Seminggu menjelang hari bahagianya, dunia Jamila runtuh seketika. Di sebuah gubuk tua di tepi sawah, ia menyaksikan pengkhianatan paling menyakitkan: Arjuna tunangannya, justru bermesraan dengan Salina, sepupu Laila sendiri. Sebagai gadis yatim piatu yang terbiasa hidup prihatin bersama kakaknya, Jamal, serta sang kakek-nenek, Engkong Abdul Malik dan Nyai Umi Yati, Mila memilih tidak tenggelam dalam tangis.
​Jamila mengalihkan rasa sakitnya dengan bekerja lebih keras. Dengan kulit hitam manisnya yang eksotis dan kepribadian yang pantang menyerah, ia mencari nafkah melalui cara yang tak lazim: live streaming di TikTok. Bukan sekadar menyapa penonton, Jamila melakukan aksi nekat memanjat berbagai pohon mulai dari jambu hingga durian sambil bercengkerama dengan para followers nya
​Awalnya hanya kagum pada keberanian Laila, Daren, pemuda tampan dari Eropa perlahan jatuh cinta pada ketulusan Jamila, dan berniat melamarnya, apakah Jamila menerima atau tidak ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indira MR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Rebutan Kipas Angin

Di depan pintu, berdirilah Jamila.

​Gadis itu mengenakan gamis berwarna peach dengan jilbab senada. Ia memegang rantang berisi makanan untuk Daren setelah disunat nanti. Jamila tidak berkata apa-apa. Ia hanya menatap Daren, lalu menyunggingkan senyum yang sangat manis ,senyum yang penuh ketulusan, dukungan, dan sedikit... harapan.

​"Mas Daren... sudah selesai?" tanya Jamila lembut. Suaranya terdengar seperti simfoni yang menenangkan badai di hati Daren.

​Daren mematung.

Ia melihat mata Jamila yang berbinar. Di belakangnya, Engkong Malik, Jamal, dan Jerry yang berjalan dipapah sambil mengangkang

​"Belum, Mil... Mas Daren mau kabur tuh!" kompor Jamal sambil menahan perih di perutnya karena tertawa.

​Daren menatap Jamila, lalu menatap Bang Doel yang berdiri di belakang dengan suntikan di tangan. Ia kembali menatap Jamila. Senyum gadis itu seolah berkata,

"Kalau Mas nggak berani sekarang, gimana mau jagain Mila selamanya?"

​Daren menarik napas panjang. Ia membuang jauh-jauh rasa takutnya.

​"Mila... Mas nggak jadi kabur," ucap Daren dengan nada heroik yang dipaksakan.

​Daren berbalik arah dengan gagah berani meski kakinya sedikit gemetar. Ia berjalan kembali menuju ranjang eksekusi.

​"Bang Doel! Silakan! Lakukan tugas Anda! Tapi tolong... jangan salah sasaran lagi. Kasihan Jerry, dia sudah over-capacity sekarang!" seru Daren.

​Dua jam kemudian, di teras rumah Engkong Malik.

​Dua orang pria duduk bersandar di kursi panjang dengan gaya yang sangat kompak: sama-sama memakai sarung, tangan satunya menyentuh bagian tengah. Mereka adalah Daren dan Jerry.

​Daren tampak meringis-ringis setiap kali ada lalat lewat, sementara Jerry tampak lebih pasrah dengan nasibnya yang tak terduga.

​"Jer... maaf ya," bisik Daren.

"Nanti saya kasih bonus gaji tiga bulan karena pengorbanan kamu."

​Jerry menghela napas, wajahnya masih sedikit sembab.

"Nggak apa Ren.Tapi jujur Ren ini perih, sakit"

​Engkong Malik keluar membawa piring berisi pisang goreng.

"Gimana? Enak kan? Tadi gue liat punya lu berdua, hasilnya emang top! Rapi! Besok kalau udah sembuh, gue ajak lo berdua mancing di pulau seribu."

Daren dan Jerry saling menatap dan menggelengkan Kepalanya, takut dikerjain Engkong nya Mila lagi.

​Jamal datang sambil membawa ponselnya. "Cekrek! Gue foto ya buat kenang-kenangan"

​"Jangan, Bang Jamal! Hapus!" teriak Daren dan Jerry bersamaan.

​Jamila keluar membawa teh hangat, ia tersenyum melihat Daren yang sudah tampak lebih tenang. Meskipun hari itu dimulai dengan kesalahan teknis yang melibatkan burung Jerry, Daren merasa ia baru saja melewati ujian terbesar dalam hidupnya.

​"Minum dulu, Mas," kata Jamila.

​Daren meminum tehnya, lalu menatap Jerry yang ada di sampingnya.

"Jer, kita sekarang saudara se-sunatan."

​Jerry mengangguk lemah.

"Iya, Ren. Satu nasib, satu penanggungan, satu Mantri Doel."

" lo memang my best friend for ever Jerry"

" Terpaksa Ren, karena elo sering maksa gue"

" Tapi elo suka dan nurut saja" Daren garuk-garuk kepala merasa gak bersalah.

Begitu melihat Kayla mendekat dengan wajah khawatir, Jerry langsung memasang ekspresi paling menderita sedunia. Ia menyandarkan kepalanya ke tiang teras, matanya sayu, dan bibirnya sedikit digetarkan.

​"Ya ampun, Jerry! Kamu beneran ikutan disunat juga?" tanya Kayla panik, menghampiri Jerry.

​"Iya, Kay... Sakit banget," rintih Jerry dengan suara yang dibuat serak.

"Tadi ada insiden salah sasaran. Aku jadi korban pertama sebelum Bos Daren. Rasanya... seperti nyawa sudah di ujung tanduk."

Kayla yang memang dasarnya berhati lembut langsung merasa iba. Ia membuka kotak makanan yang dibawanya.

"Duh, kasihan banget. Aku bawain sate kambing sama ayam panggang buat semuanya, kamu harus makan yang banyak biar lukanya cepet kering."

​Tanpa disangka, Jerry tidak meraih piring itu. Ia malah menatap tangannya yang sebenarnya sehat-sehat saja.

"Tanganku masih lemas, Kay. Efek biusnya merambat sampai ke ketiak sepertinya."

​Kayla mendesah pasrah, lalu mengambil tusuk sate.

"Ya sudah, sini aku suapin. Buka mulutnya."Jerry tersenyum kemenangan. Di depan semua orang, asisten CEO itu disuapi sate dan potongan ayam panggang oleh Kayla dengan penuh perhatian.

Jerry mengunyah perlahan, matanya terpejam seolah-olah sate itu adalah obat paling mujarab di muka bumi.melirik Jamila yang sedang berdiri di dekat pintu sambil memegang teko teh. Daren berdeham keras-keras.

​"Ehem! Mila... Mas juga lapar. Mas juga habis berjuang bertaruh nyawa di tangan Bang Doel," kode Daren dengan tatapan memelas, berharap Mila melakukan hal yang sama seperti Kayla kepada Jerry.

"Mil, suapin kayak mereka"

tunjuk Daren ke arah Jerry.

​Jamila tersenyum kecil, lalu menggeleng pelan dengan wajah yang merona merah.Maaf ya, Mas Daren... bukan muhrim. Kan belum akad," jawab Jamila dengan nada yang sangat sopan tapi tegas.

Daren melongo. Ia melihat Jerry yang sedang mangap menerima suapan ayam panggang dari Kayla, sementara ia sendiri hanya bisa menelan ludah.

​"Tapi Mil, ini keadaan darurat medis..." rayu Daren lagi.

​"Enggak bisa, Mas Daren. Pamali," sahut Nyai Wati dari arah dapur, mendukung cucunya.

​Tiba-tiba, Jamal datang dengan tangan yang masih belepotan oli karena habis dari bengkel. Ia melihat adiknya menolak menyuapi Daren dan langsung merasa terpanggil sebagai calon kakak ipar yang baik.

​"Udah, Daren! Jangan sedih! biar Bang Jamal yang urus lu!" seru Jamal dengan semangat membara.

​Jamal menyambar piring nasi dari meja, lalu duduk dengan paksa di sebelah Daren. Dengan tangan yang kasar dan gerakannya yang tidak ada lembut-lembutnya, Jamal menyendok nasi dan sayur daun singkong dalam porsi raksasa.

​"Ayo, buka mulut lu! Aaaaa! Makan yang banyak biar burung lu cepet berkicau lagi!" teriak Jamal sambil menyodorkan sendok hampir mengenai hidung Daren.

Daren terpaksa membuka mulut. Nasi dan sayur singkong itu masuk dengan paksa ke kerongkongannya. Ia ingin protes, tapi tenaga Jamal terlalu kuat. Daren hanya bisa melihat ke arah Jerry dengan tatapan penuh dendam, sementara Jerry justru mengedipkan sebelah matanya ke arah Daren sambil terus menikmati suapan dari Kayla.

Matahari makin terik, dan suhu udara di teras makin memanas. Daren dan Jerry kini duduk berdampingan, kaki mereka sama-sama terbuka lebar, ditutupi sarung yang menggelembung.

Di tengah-tengah mereka, terdapat satu buah kipas angin duduk merk lama milik Engkong Malik yang suaranya sudah seperti mesin helikopter tempur:

Werrrrr-trek-trek-trek-werrrr.

​Masalahnya cuma satu, kipas itu sudah tua dan rusak fitur swing-nya. Anginnya hanya bisa menembak lurus ke satu arah.

​"Geser ke sini dikit, Ren! Punya gue lebih butuh oksigen! Ini panasnya sudah level darurat!" rintih Jerry sambil menarik moncong kipas itu ke arahnya.

"Enak aja! Gue bosnya, gue yang bayar biaya sunatan kita berdua, jadi gue yang dapet jatah angin lebih banyak!" balas Daren tak mau kalah, menyentakkan kipas itu kembali ke arahnya.

" Gue sunat gratis.. dari Babe Dul " Jerry ngegas

"lu kagak mau Kalah, lagian lu kan udah dapet nutrisi kasih sayang dari Kayla, harusnya badan lu udah adem sendiri karena baper!"

​"Anget karena baper itu beda sama gerah karena luka, Ren! Ini perihnya kayak digigit semut api satu batalyon!" Jerry menarik kembali kipas itu.

​Di tengah keributan memperebutkan kipas angin itu, muncul dua bocah perempuan kembar yang menggemaskan, Rana dan Rani. Mereka berjalan mendekat dengan wajah penuh rasa ingin tahu.

​"Engkong... Om Daren sama Om Jerry kenapa?" tanya Rana polos sambil menunjuk ke arah sarung Daren.

" Iya Engkong, kenapa sarung nya menggelembung gitu? Ada kucingnya ya di dalem? Boleh liat nggak?" timpal Rani.

" JAANGAANNN!!! " Teriak Daren dan Jerry bersamaan.

Visualnya samaan sarungnya Derry dan Jerry sponsor sarung " Gajah Jongkok "

Bersambung.

1
Indira Mr
kasihan Jerry 🤣🤣🤣
Jing_Jing22
wkwkwkwk dia salah sasaran thor, waduh aman nggak tuh🙉
Indira Mr: Jerry malang 🤣🤣
total 1 replies
Jing_Jing22
aw aw aw daren awas hilang semua wkwkwl🙈
Indira Mr: he..he..🤣🤣
total 1 replies
Fathu
👍
evrensya
Pokoknya aku selalu dukung karya ini, semoga sukses masuk rangking top.
evrensya
Hmm.. Mas Bule 🤭
evrensya
Quotes Jamila di siang bolong, inspired by Salina. 🤭
Indira Mr: Ya Allah ..🤣🤣🤣
total 1 replies
evrensya
Seleranya Jerry berada di level max🤣
evrensya
Sudah gue Dugong itu si Salina🤣🤣🤦
Indira Mr: Salina kumat 🤣
total 1 replies
evrensya
Jamila kamu wajib bikin hareem. Biarkan aku jadi dayangmu😁
Indira Mr: daftar 🤣🤣🤣
total 1 replies
Syh.Mutiara
gak enak banget dijodhin, amit amit🤭
Syh.Mutiara
🤢
Syh.Mutiara
dasar cowok
Indira Mr: cowok hidung belang🤣
total 1 replies
Syh.Mutiara
basi
Syh.Mutiara
waduh...
Serena Khanza
masyaallah darren login 👍🏻😇
bener bener kek dpt hidayah atas kemauannya sendiri
Serena Khanza
valid nih pak ustad 🤭
Indira Mr: cosplay 🤣🤣
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
hahaha... ada ada aja Thor bikin ngakak
Wida_Ast Jcy
kaesihan juga jerry ya thor🤣🤣🤣
Indira Mr: kasihan Jerry 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ebit S
hahaha ya iya lah rugi.. dong.. 🤭🤭🙏🙏💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!