Devan Satria Chris dan Ayuni terpaksa menikah karena keduanya tidak mau membantah keinginan orang tuanya.
Ayuni yang bercadar membuat Devan sangat yakin jika gadis yang di pilihkan Mommy nya adalah gadis berwajah buruk rupa.
"Kak, aku harap kakak tidak menyentuh ku karena aku masih menstruasi"
"Siapa yang mau menyentuh mu? bahkan melihat mu saja aku sudah malas"
"Malas?, aku juga malas melihat wajah mu"
Ehk astaghfirullah.. Tuhan maafkan aku yang kurang ajar sama suami sendiri, habisnya dia juga tidak bisa menjaga lisan nya. batin Ayuni.
"Cih, memang wanita jadi-jadian, sudah ku duga cadar itu hanya penutup sifat buruk mu saja"
Aku yakin dia sangat jelek, pasti! batin Devan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takut, menghapus jejak
Malam harinya setelah selesai makan malam Ayuni dan Devan masuk kamar, keduanya masih saling mendiamkan karena saat ini masing-masing memiliki rutinitas sendiri.
Devan yang sedang mengecek ponselnya dan Ayuni yang sedang duduk di depan meja rias, Ayuni menatap pantulan wajah nya dia masih belum melepaskan kerudung nya.
"Aku akan tidur duluan" ucap Ayuni membuka suaranya.
"Hem" sahut Devan singkat, ekor matanya melirik ke arah istrinya.
Ayuni nampak sedang membuka kerudung nya dan setelah itu dia menyimpan kerudung nya di samping bantal nya, semua itu terus Devan lihat tanpa bosan.
Devan terdiam dengan ekor mata yang masih melihat apa yang sedang istri nya lakukan hingga akhirnya dia melihat Ayuni yang malah kembali berdiri lalu pergi ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Ayuni nampak sedang resah, dia mengganti pakaian nya dengan pakaian haram yang di berikan mertuanya.
"Pakai ini suami di jamin nempel, Mommy udah buktikan sendiri loh sayang, sampai tokcer anak empat malah"
Begitulah pesan yang di kirimkan mertuanya, Ayuni merasa malu untuk memakai lingerie nya, tapi satu sisi lain dia juga merasa berdosa karena telah menahan sesuatu yang memang sudah seharusnya dia berikan kepada suaminya.
"Jangan takut Yun rileks saja kamu harus bisa bersikap lebih dewasa untuk masa depan rumah tangga mu" ucap Ayuni mencoba menyemangati diri nya.
Setelah cukup lama berpikir Ayuni akhirnya memakai pakaian tipis itu, dia keluar dari kamar mandi dengan wajah gugup nya.
*Memakai ini ak*u seperti tidak memakai pakaian sehelai benang pun. batin Ayuni menggerutu.
Ayuni berjalan mendekati ranjang, dia mengerutkan keningnya aneh tidak mendapati suaminya di kamar nya.
"Huh, aku merasa tegang" gumam Ayuni sambil buru-buru masuk ke dalam selimut.
Di dalam selimut kaki nya tidak bisa diam karena Ayuni merasa sangat gugup, hingga beberapa menit berlalu dia mendengar suara klop pintu.
"Belum tidur?" tanya Devan berjalan mendekati ranjang.
"Em belum" sahut Ayuni gelagapan.
Devan melihat gelagat aneh istrinya, dia duduk di tepi ranjang dan matanya melirik ke arah Ayuni yang tidak biasanya memakai selimut sampai menutupi leher nya.
"Aku mau kamu malam ini" kata Devan.
Deg..
Jantung Ayuni berdebar dengan kencang, tiba-tiba tubuhnya merinding apalagi saat mendengar penuturan suami nya.
"Aku__" ucap Ayuni terhenti karena Devan kembali mengeluarkan suaranya.
"Apa sudah berhenti menstruasi?" tanya Devan.
Glek..
Seketika Ayuni tidak bisa mengeluarkan suara nya, dan Devan melihat sikap Ayuni yang aneh itu menjadi semakin tertarik untuk menggoda istrinya.
Dengan santai Devan menyibakkan selimutnya, Ayuni yang tidak ada persiapan harus kehilangan penutup tubuhnya yang membuat Devan seketika bisa melihat tubuh istrinya yang menerawang karena baju haram itu.
"Waw, seperti nya kamu ingin menggoda ku" ucap Devan sambil menatap tubuh indah istrinya.
Hah?
"Tidak, i-ini di suruh Mom_" ucap Ayuni terhenti karena tiba-tiba Devan mengkungkung-kung tubuh nya.
Nafas Devan memburu saat dia berada di atas tubuh Istri nya, ini adalah kali pertama dia merasa seintim ini dengan seorang wanita.
Demi apapun Ayuni benar-benar sangat gugup, tapi dia juga bukan anak kecil lagi dia sudah menjadi seorang istri, dan ini adalah kewajiban nya memberikan kepercayaan lebih pada suaminya untuk memiliki nya.
"Kamu terlihat sangat seksi malam ini, Hem.. tubuh mu juga indah" Devan mendekatkan wajahnya ke wajah Ayuni.
"Mommy yang memberikan lingerie ini, aku tidak_" lagi-lagi Devan menyela ucapan nya.
"Hem, Mommy tau kalau putra nya tidak mendapatkan apa yang dia mau" ucap Devan santai.
"Maaf" Ayuni mengigit bibir bawahnya.
"Maaf mu tidak di terima terkecuali jika kau bisa membuat ku tidak menahan siksaan ini" kata Devan sambil mengusap bibir seksi Ayuni dengan satu jarinya.
Perlahan tapi pasti Ayuni merasa bibir nya dan bibir Devan bersentuhan, ia memejamkan matanya karena bagaimanapun ini juga pengalaman pertama untuk nya.
Keduanya berciuman dengan lembut, ralat tidak ada lembut karena baik Devan ataupun Ayuni keduanya sama-sama tidak pandai dalam berciuman.
Lama keduanya berciuman dan setelah selesai Devan menatap wajah cantik itu dengan mata sayu nya, tangan nya kini mengusap perut istrinya lalu Devan menunduk untuk mencium leher Ayuni.
Sebisa mungkin Ayuni mencoba untuk tidak berteriak, dia merasa jijik pada dirinya yang tubuhnya malah bisa di lihat banyak orang, dan Ayuni merasa kasihan pada Devan yang mendapatkan dirinya yang sudah kotor.
"Kenapa? apa kamu takut?" tanya Devan menghentikan aktivitas nya.
"Tidak, hanya saja aku merasa malu, seharusnya kakak bisa mendapatkan gadis yang tidak kotor seperti ku" balas Ayuni sambil memalingkan wajahnya.
Devan mendengar itu langsung merangkup kedua pipi istrinya, dia mengecup bibir Ayuni dua kali lalu menatap mata indah itu.
"Aku akan menghapus jejak mereka di manapun, percaya pada ku" kata Devan serius.
Ayuni ragu-ragu mengangguk kecil, dan keduanya kembali berciuman lagi.
🌹
Sesuai dengan judul, nggak fulgar ya🤐
nanti yang fulgar di cerita Daffin, doain dong biar Ntoon baik dan mau lolosin Daffin dan Jessy🥺
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗🙏
Beberapa x sy menemukan penerapan cadar yg kyknya slh kaprah..
Ini edukasi dan debatable.. Mari kita Adu argumen yg fair.. Dari mana dasarnya?,apa alasannya?
Dan setelah menikah krn sdh mahramnya istri tdk "lepas" cadar??? Bahkan lepas pakaian pun gpp.. Ini kok msh di pke cadarnya ketika sdh di kamar bareng suami?
itu hanya obsesi
jadi devan bisa bantu kamu