NovelToon NovelToon
Perjalanan Alma Mencari Ibu

Perjalanan Alma Mencari Ibu

Status: tamat
Genre:Komedi / Petualangan / Peningkatan diri -peningkatan kemmapuan / Murid Genius / Chicklit / Tamat
Popularitas:769.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Alma Fatara memiliki kisah masa bayi nan kelam. Kelam karena ia dibuang ke laut luas dan kelam karena belum diketahui ia anak siapa. Anak manusia atau anak ikan.

Setelah menuntaskan masa bergurunya di bawah asuhan Pemancing Roh dan Pangeran Kumbang Genit, Alma Fatara memulai perjalanan keduanya, yaitu pergi mencari orangtua kandungnya dengan hanya bermodal sebuah gelang emas.

Pusaka legenda Bola Hitam yang menjadi miliknya, justru memancing kedatangan orang-orang sakti untuk merebutnya, menciptakan ancaman kematian berkali-kali di dalam perjalanannya.

Kali ini, Alma yang dijuluki Dewi Dua Gigi, didampingi oleh lima sahabatnya yang setia dan kocak. Meski perjalanan mereka penuh bahaya dan maut, tetapi tawa dan bahagia melimpah dalam hidup mereka.

Kejutan besar menanti Alma saat ia akan bertemu dengan kedua orangtuanya. Siapkan diri Anda untuk terkejut dan tertawa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pete Emas 18: Raja Siluman Ikan

*Petaka Telaga Emas (Pete Emas)*

 

“Siapa orang yang membunuhi rakyatku?!”

Tiba-tiba terdengar suara teriakan yang menggelegar keras, bisa menandingi tingginya nada jeritan para prajurit Siluman Ikan yang terus terbakar api biru.

Alma Fatara lalu beralih memandang kepada sosok siluman ikan yang wujudnya berbeda. Wujud makhluk yang berdiri di dekat kursi tahta itu sama-sama siluman ikan, tetapi dia memiliki sisik tebal yang berwarna kemerahan berpadu warna putih keperakan pada bagian wajahnya. Ia memiliki sirip punggung yang lebih besar dan barwarna merah indah. Sama-sama tidak berbaju, tetapi cawat yang dipakainya berbahan kain warna emas. Di kepalanya pun ada sebuah perhiasan yang memiliki tiga butiran permata warna biru bening dan berkilau.

Makhluk itulah yang menjadi pemimpin tertinggi bangsa Siluman Ikan, yaitu Raja Siluman Ikan yang bernama Raja Cucutgada.

“Aku, si cantik Alma Fatara. Aku adalah penjaga kedamaian Desa Rangitan yang ingin menuntut nyawa kepadamu Raja Ikan!” seru Alma lantang.

“Aku Raja Siluman Ikan, bukan Raja Ikan!” ralat Raja Cucutgada. “Kau benar-benar tidak takut mati datang ke mari!”

“Hahaha!” Alma tertawa memperlihatkan gigi ompongnya, membuat Raja Cucutgada terkejut.

“Hahaha!” tawa sang raja sambil menunjuk Alma Fatara yang posisinya lebih rendah dari tahtanya.

“Kau lihat, Raja! Justru aku yang membunuhi para prajuritmu!”

“Hmmm! Memang hebat. Gadis cantik jelita ompong sepertimu bisa membunuh banyak prajuritku. Apakah kau tahu bahwa aku sedang marah?”

“Hahaha! Kalau marah, marah saja, Raja!” seru Alma seperti pemain teater dongeng kerajaan. Lalu serunya kepada semua prajurit Siluman Ikan, “Wahai, prajurit-prajurit Siluman Ikan! Jika kalian tidak mau mati, jangan ikut campur!”

“Hei! Siapa yang pemimpin di sini!” teriak Raja Cucutgada. “Sembarangan main perintah prajuritku!”

“Hahaha! Ini bukan main-main, Raja. Ini serius!” balas Alma. Lalu teriaknya lagi kepada para prajurit Siluman Ikan, “Ayo, siapa yang mau mati, maju!”

Ziiing!

Alma kembali memutar-mutar Bola Hitam di tangannya di atas kepala seperti koboy siap menangkap kuda liar. Di dalam garis putaran Bola Hitam muncul sepiring sinar biru sebesar satu pelukan cinta.

“Majuuu!” teriak Raja Cucutgada memerintah.

Namun, tidak ada seorang pun yang berani maju menyerang.

“Jika kalian yakin aku akan menang melawan raja kalian, jangan ikut campur, karena aku akan membunuh raja ini. Panglima Nau Tartari dan pasukannya sudah aku habisi. Pasukan di luar istana ini sudah aku bunuh semua!”

Mendelik-mendeliklah mata-mata ikan para prajurit itu mendengar koaran Alma.

“Apakah kalian ingin menyusul? Jika iya, maka dengan senang hati aku akan mengirim kalian kepada kematian!” tambah Alma.

Alma lalu merubah posisi putaran Bola Hitam menjadi di samping. Putarannya menjadi vertikal.

“Jika wanita itu bisa aku jadikan tumbal, maka ilmu Kutukan Seratus Perawan akan sempurna. Dan aku bisa menjadi seorang raja tidak terkalahkan! Ayo …!”

Ziiing!

Alma melemparkan Bola Hitam seperti gaya membanting gangsing ke tanah. Bola Hitam terlempar lalu balik kembali ke tangan kanan Alma, sementara piringan sinar biru melesat berputar dalam posisi berdiri, menggelinding sangat cepat di permukaan lantai batu menuju tahta, di mana di depannya berdiri Raja Cucutgada.

Sinar biru yang seperti piringan gergaji mesin itu menciptakan garis yang dalam pada lantai batu yang dilewatinya.

“Perempuan terkutuk!” maki Raja Cucutgada sambil tiba-tiba menghilang dari tempatnya.

Zriing!

Bersamaan dengan terbelahnya tahta batu sang raja dan terbelahnya dinding di belakang tahta oleh sinar biru, Alma Fatara juga menghilang dari tempat berdirinya.

Bloom!

Tiba-tiba terdengar suara dentuman yang seakan ingin memecahkan jantung bagi yang mendengarnya, seiring di udara atas bertemu tinju Alma Fatara yang bersinar ungu berpijar dengan tinju bersinar merah menyilaukan mata milik sang raja.

Peraduan dua kesaktian tingkat tinggi itu mengguncang ruangan itu. Air dua kolam sampai bergolak, langit-langit yang sebelumnya sudah dihancurkan kembali runtuh, dan para prajurit berjengkangan karena terhantam gelombang ledaknya.

Sementara itu, Alma Fatara dan Raja Siluman Ikan saling terdorong keras di udara. Alma dapat mendarat dengan baik di lantai, demikian pula Raja Cucutgada.

“Hahaha! Aku sudah bisa mengukur kekuatanmu, Raja. Aku pastikan bahwa kau akan bisa aku bunuh. Karena kau telah menumbalkan gadis-gadis perawan Desa Rangitan, jadi tidak ada maaf bagimu. Jangan minta ampun kepadaku!” seru Alma agak-agak pongah.

Menurut ajaran gurunya yang lelaki, sikap pongah diperbolehkan dalam pertarungan atau peperangan untuk mengintimidasi mental lawan.

“Bah! Siapa pula yang ingin minta ampun kepadamu, Gadis Ompong? Rasakanlah kematianmu! Hiaaat!” teriak Raja Cucutgada lalu menghentakkan kedua lengannya yang tiba-tiba bersinar merah.

Ses ses ses …!

Sisik-sisik tebal pada kedua lengan Raja Cucutgada bergerak seolah terbuka sedikit, kemudian dari dalamnya berlesatan ramai sinar merah kecil-kecil. Jumlahnya mungkin seratus lebih.

Tanpa perlu menghindar atau mengadu ilmu, Alma Fatara cukup mengerahkan ilmu Tameng Balas Nyawa. Lapisan sinar ungu bening tapi tebal muncul menutupi tubuh Alma dari kaki hingga atas kepala.

Seng seng seng …!

Zruss!

Ctar ctar ctar …!

Semua sinar merah yang menghantam dinding perisai Alma, memantul lurus kembali ke asalnya, yang artinya semua menyerang balik Raja Cucutgada.

Alangkah terkejutnya Raja Cucutgada menyaksikan fakta itu. Giliran dia yang langsung menamengi dirinya dengan sinar biru gelap berwujud seperti cangkang kura-kura raksasa. Raja Cucutgada harus sedikit merunduk agar kepalanya ikut terlindungi.

Akhirnya sinar-sinar merah kecil itu meledakkan diri dengan riang gembira, seperti petasan orang kawinan.

Swess! Bluar!

“Arrgk!”

Bdak!

Setelah sinar-sinar merah itu habis berledakan menghantam ilmu perisai Raja Cucutgada, tiba-tiba seberkas sinar emas menyilaukan mata sudah menghantam dinding perisai cangkang kura-kura.

Hantaman ilmu Pukulan Bandar Emas yang merupakan salah satu ilmu pamungkas Alma, membuat sang raja siluman terpental hebat dengan darah termuncrat melalui mulut. Tubuhnya menabrak dinding istana dengan begitu keras.

“Hagrrr!” raung Raja Siluman Ikan begitu marah dengan luka parah yang dia alami.

Raja Cucutgada lalu berdiri dengan kaki menyilang, seperti orang berdiri menahan pipis yang kebelet. Sementara kedua tangan merentang miring ke atas.

“Hahahak!” tawa Alma melihat gaya itu.

Wusss!

Dari tubuh Raja Cucutgada menyebar luas satu kekuatan. Alma Fatara bahkan dengan cepat bisa merasakan kekuatan itu.

Alma merasakan ada kekuatan yang menarik keluar energinya secara perlahan. Alma terkejut ketika melihat kepada para prajurit Siluman Ikan. Ia melihat ada pergerakan udara halus berwarna hijau yang keluar dari tubuh para siluman itu. Warna hijau yang kemudian banyak, bergerak terbang perlahan tapi pasti ke arah Raja Cucutgada.

Seolah-olah Raja Cucutgada sedang menyedot roh atau energi semua orang, termasuk Alma Fatara. Para prajurit itu hanya bisa terdiam berdiri di tempatnya dengan mulut ternganga.

Alma Fatara sempat terpaku. Namun, pikirannya yang memberontak cepat menyadarkannya agar dia berbuat sesuatu.

Alma cepat mengeluarkan Bola Hitam miliknya dan langsung melemparnya dengan gaya lempar bola bowling.

Cess! Sresss!

Dari gesekan Bola Hitam dengan lantai batu tercipta jalaran api biru yang sangat cepat ke arah depan. Api yang muncul bukan hanya segaris, tetapi meluas membentuk pola kerucut yang semakin jauh semakin melebar di lantai.

Ternyata, Raja Siluman Ikan tidak menghindari jalaran api biru yang kemudian membakar tubuhnya. Dan ternyata, Raja Cucutgada tidak merasa kepanasan.

Melihat fakta itu, Alma cepat memutar-mutar Bola Hitam di atas kepalanya.

Ziiing!

Tidak pakai lama, Alma langsung melempar piringan sinar biru ke samping.

Bug! Bug!

Terlihat satu dua prajurit sudah bertumbangan dalam kondisi lemah karena energinya tersedot oleh sang raja.

Crass!

Begitu cepat lesatan piringan sinar biru yang gerakannya memutari area lalu menebas pinggang Raja Cucutgada dari samping.

Raja Cucutgada hanya bisa terkejut sekilat karena tubuhnya telah jatuh berserak dalam dua bagian yang putus total. Ternyata Raja Cucutgada tidak berbeda dengan para prajuritnya ketika tubuhnya dipotong dua, yaitu sama-sama mati. (RH)

***********

Alihkan dukungan kalian ke Chat Story Author yang berjudul "Alur Cinta Si Om Genit" dengan vote, like, komen dan gift-mu, karena chat story Om sedang ikut lomba hingga Januari 2022. Biar Om Rudi senang dan tambah semangat untuk berkarya.

1
MARQUES
temennya gagap malah di ketawain dsr temen lucknut🤣
Umar Muhdhar
1
asta guna
sejauh ini. ini yg paling jauh dan seimbang jika berperang dg sanggana kecil. bahkan bisa mengalahkan pasukan sanggana meskipun ada 8 Dewi bunga, karena Alma selalu ngasih senjata2 level pro kepada abdi2nya yg nota benenya jg udah sakti
asta guna
ha-ha-ha bar bar sekali kau om rudi
asta guna
ha-ha-ha setan kau om author, pake menjelaskan lubang hidung segala. rusak dong imaginasiku
Om Rudi: jiahahahaha sabar Kang Mas
total 1 replies
asta guna
visualisasine koyok Hulk
Om Rudi: hulk nenek nenek
total 1 replies
asta guna
wuih sadis coek... lanjutkan kesadisanmu om rud
asta guna
ha-ha-ha lowbat, anjay
Om Rudi: jiahahahaha
total 1 replies
Dida Madu Pati
/Facepalm/
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
anjengan itu ya lucu udah tau kalah Mulu pke ngajak berantem
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂 𝘾𝙝𝙖𝙣
kedua saudara kalau bertengkar itu hal biasa tp kalau udah adu fisik ngeri juga
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
wah, alma. klu mau main yg bener, jangan kayak orang ngajk berkelahi. kasihan juling jitu, namanya jd melekat gitu sbb matanya mmg juling
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️: kalo ngikutin ceritanya seru banget... kocak parah... 😅😅
total 1 replies
❤️⃟WᵃfB∆rokah99 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
selamet lara, merupakan nama berdasarkan kisah hidupnya. namanya ortu, pasti berharap anaknya selamat ketika hadir diduni, namun krn sering sakit jd loro, alias lara
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
Alma seperti ketua geng deh, berkomando segala🤭🤣
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️: kelak jd seorang Ratu tanpa istana 😅😅😅
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
Alma ada2 aja tingkahnya
🍒⃞⃟🦅🦁ᵃʳᵗʰᵃanvarouv🍉🔥
ah kok bisa ada bayi, ibunya tega sekali
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
alma buat nama nya wkwkwk, sungguh terlalu
🏡s⃝ᴿ 🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
repot denger orang gagap
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
wehh keren ini pendekat desa iwakleket
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
😂😂🤣😂🤣terimakasih om sudah menghibur kami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!