Kalimat 'Mantan Adalah Maut' rasanya tepat jika disematkan pada rumah tangga Reya Albert dan suaminya Reyhan Syahputra
Reyhan merasa jika dirinya yang hanya seorang staff keuangan tidaklah sebanding dengan Reya yang seorang designer ternama, setidaknya kata-kata itu yang kerap ia dengar dari orang-orang disekitarnya
Hingga pertemuannya dengan Rani yang merupakan mantan kekasihnya saat sekolah menengah menjadi awal dari kehancuran bahtera rumah tangga yang telah dibangun selama tujuh tahun itu
Apa yang akan terjadi pada pernikahan ini pada akhirnya? Dapatkah Reya mempertahankan rumah tangga yang ia bina walaupun tanpa restu dari orang tuanya? Atau pada akhirnya semua akan berakhir?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CTPS 2
"Ma-maaf, saya akan tanggung jawab" Reya tergagap
"Tanggung jawab? Kamu mampu?"
"Saya gak semiskin itu yaa!" Reya balas menatapnya tajam
"Wahh.. Lo terlihat berani juga" Pria itu semakin mendekat, menatap wajah cantik Reya dengan intens "Reya Albert?"
Reya mengerutkan keningnya, dari mana pria tampan ini tahu namanya. Bahkan mereka baru bertemu hari ini
"Lo lupa? Ini gue!" Wajah dinginnya berubah antusias "Kapten tim basket, si keren penuh pesona, pangeran sekolah!"
Reya masih mencoba mengingat "Ayolah Reya"
Reya membulatkan matanya, mulutnya terbuka lebar "Revan? Revan Wiranata?"
"Oh my God.. princess Reya"
Revan bersorak, keduanya saling berpelukan. Meluapkan kerinduan yang sudah bertahun-tahun
"Apa kabar? Lo makin cantik aja" Revan mengurai pelukannya, tangannya berada dipundak Reya yang tubuhnya lebih pendek
"Lo kok berubah banget?"
"Makin ganteng yaa?" Revan menaik turunkan alisnya
"Kepedean banget"
"Cuma Lo yang gak pernah ngakuin ketampanan gue, princess Reya"
"Gue istimewa kan?"
Keduanya lalu terkekeh, beberapa kenangan masa sekolah seolah kembali melintas
"Van, soal mobil Lo.."
"Santai Reya, cuma masalah kecil"
"Tapi tadi Lo bilang kalau cat nya mahal banget!" Cicit Reya
"Udahlah, Lo santai aja. Lagian mobil gue bukan cuma satu"
"Dari dulu Lo emang tukang pamer" keduanya tertawa lagi
"Lo mau kemana?"
"Gue mau ke butik!"
"Kesampean juga Lo jadi designer?"
"Yup, dan tiga bulan lagi gue bakal ikut di pagelaran Milan fashion week"
"Wow, Lo keren banget sih" puji Revan
"Ya udah, gue duluan ya! Emm soal mobil Lo, gue minta maaf" Walaupun Revan sahabatnya, tetap saja ia tidak enak
"Lupain aja Re, aman kok"
"Makasih banget yaa, kapan-kapan mampir ke butik gue!" Ujar Reya
"Pasti, oh iya gue minta nomer Lo dong!" Revan menyodorkan ponsel miliknya dan Reya menerimanya
"Bentar!" Revan memegang tangan sahabatnya, menatap cincin emas yang melingkar dijari manisnya "Lo udah nikah?"
"Nih" Reya mengembalikan ponsel milik Revan "Iya, gue mau ngundang tapi Lo lagi di luar negeri"
"Waah CEO beruntung mana yang mendapatkan seorang Reya Albert?"
"Suami gue cuma staff keuangan di sebuah perusahaan property" Jawab Reya apa adanya
"What? Lo itu seorang princess Reya, kok bisa nikah sama staff. Minimal manager lah!"
"Gue cinta sama suami gue Van, gue juga udah punya anak satu!" Ujar Reya "Lo sendiri? Udah nikah?"
"Belum sih, tapi lagi proses. Semoga aja lancar, ini juga gue balik buat persiapan pernikahan. Kita LDR dua tahun terakhir" Jawab Revan
"Waah. Kapan-kapan kita kumpul yuk! Nanti gue ajak suami gue" Reya memberi saran
"Boleh banget, nanti gue kabarin!"
"Ya udah, gue duluan ya. Dan maaf banget buat mobil Lo" Ujar Reya sebelum akhirnya memasuki mobilnya
"Santai aja princess Reya"
Keduanya berpisah, jika bertemu dengan sahabat lama memang memerlukan waktu lama untuk sekedar mengobrol
***
Reya kembali kerumah ketika hari sudah gelap, seorang wanita paruh baya membukakan pintu menyambut kedatangannya
"Selamat malam Bu"
"Malam bik, emm Arlo udah tidur?" Tanya Reya, karena biasanya sang putra akan menyambut kedatangannya
"Iya Bu!"
"Mereka sudah makan malam?"
"Sudah"
Setelah itu Reya menaiki anak tangga menuju kamarnya bersama Revan, ia cukup lelah hari ini
"Hay sayang" sapa Reya pada sang suami yang duduk bersandar diatas ranjang
"Kamu baru pulang?"
"Aku udah ngabarin kalau pulang telat kan? Aku sibuk banget di butik. Ada masalah sama beberapa baju yang akan ditampilin di runway, aku pusing banget tau gak"
Reya terus bercerita tentang masalahnya dan Reyhan diam mendengarkan, hingga Reya masuk ke kamar mandi
"Kamu udah makan?" Tanya Reyhan ketika Reya telah duduk meja riasnya
"Belum sih, gak sempet tadi"
"Nanti kamu sakit, Reya"
Reya mengulas senyumnya, pagi tadi memang keduanya masih perang dingin. Namun malam ini suaminya sudah perhatian lagi
"Temenin yaa" Reya terdengar manja, dirinya memang seorang independen women, tapi jika bersama Reyhan dia akan berubah menjadi wanita manja
"Ya udah, ayo!"
"Kamu udah makan?" Tanya Reya saat keduanya berjalan menuju dapur
"Udah, tapi aku mau makan lagi"
Senyum manis Reya tampilkan hingga keduanya berada dimeja makan
"Oh iya, tadi aku ketemu sama temen aku waktu SMA, dia ngajak kita ketemu!" Ujar Reya disela-sela kegiatan makan mereka
"Cowok?"
Reya mengangguk "Iya"
"Sama kayak Darren?"
"Maksudnya?"
"Dia juga naksir kamu?"
Reya menghela napasnya, ternyata masalahnya adalah cemburu. Padahal selama ini Reya tak pernah lagi meladeni Darren walaupun keduanya terbilang dekat
"Dia udah punya calon istri, Yang. Dia aja balik kesini karena mau nikah"
Reyhan hanya mengangguk saja, menghadapi satu orang seperti Darren saja membuatnya kesal apalagi harus nambah satu lagi
"Kamu mau kan?"
"Kamu atur aja jadwalnya! Tapi jangan sampai mengganggu waktu kerjaku, aku bukan bos yang bisa seenaknya" Sarkas Reyhan
"Kamu masih marah?"
"Enggak"
"Aku minta maaf deh, emm.. malam ini 'service' nya bakal full deh" Reya tersenyum menggoda
"Kamu lagi capek Reya, setelah makan istirahat aja!"
Reya memasang wajah merajuknya, ia memang lelah, tapi demi keharmonisan rumah tangganya maka akan ia lakukan
"Tapi aku pengen"
"Ya udah habisin makanannya!"
Keduanya makan malam sambil berbagi cerita, setelah selesai sepasang suami istri itu lalu kembali ke kamarnya dan melakukan aktifitas yang menambah lelah keduanya
***
Malam ini Reya datang bersama Reyhan untuk bertemu Revan dan calon istrinya. Sebuah restoran ternama dipilih Revan sebagai tempat kumpul mereka
"Ayo sayang! Kata Revan dia udah sampe" Keduanya saling bergandengan
"Reservasi atas nama Revan Wiranata?" Ujar Reya pada seorang pelayan
"Mari nyonya" Seorang pelayan wanita membimbing langkah Reya dan sang suami menuju sebuah ruang VIP
"Temen kamu sekaya apa?"
"Emm gak tau sih, tapi selain dia pewaris Wiranata corp, dia juga punya perusahaan IT"
Reyhan berpikir apa teman-teman Reya memang orang-orang berduit? Jangan lupa dengan Darren yang seorang pengusaha muda ternama
Pintu dibuka oleh pelayan, didalam sana Revan duduk bersama seorang wanita
Reya masuk dan Revan menyambutnya dengan senyum ramah
"Princess Reya!" Revan menyambut kedatangan sahabatnya dengan senyuman lalu keduanya berpelukan
"Maaf ya kita telat, bujukin anak dulu tadi"
"It's okay, Re"
"Oh iya kenalin dia Reyhan, suami gue!" Revan mengulurkan tangannya dan Reyhan menyambutnya
"Reyhan"
"Revan" Keduanya saling tersenyum "Oh iya, dia calon istri gue, sayang"
Reya menatap kearah wanita yang berdiri membelakangi mereka, sepertinya wanita itu tengah menerima telepon
"Sayang kenalin, dia Reya, sahabat aku" Wanita cantik itu tersenyum lalu menyalami Reya
"Rani"
Degh