Season1
Dita merupakan gadis cantik yang selalu di kucilkan keluarga nya, di saat pesta ulang tahun saudari tirinya bernama Sheila menjebaknya dengan mencampurkan obat perangsang di minuman Dita.
Nathan, seorang Ceo tampan yang banyak di kagumi oleh kaum hawa. Nathan yang menderita mysophobia yang alergi jika di dekati oleh wanita maupun di sentuh.
Sahabat nya bernama Daniel prihatin akan phobia Nathan hingga nekat memberi obat dan menyewa seorang pemuas nafsu.
Season ke 2
Menceritakan kehidupan dan perjalanan cinta dari twins L. Al yang gila dengan pekerjaan dan juga perfeksionis, sementara El kebalikan dari itu.
Lea, adik dari twins L yang sangat manja dengan IQ standar. Dia sangat mengagumi wajah pria yang berparas tampan, hingga banyak pria yang salah paham dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erma _roviko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Hardi begitu marah kepada Dita yang telah berani menolak penawarannya, Linda terus saja memanasi hingga membuat Hardi merasa terbakar.
"Kita culik saja anaknya? " usul Linda tersenyum licik.
"Bagaimana kita tau anaknya? aku tidak pernah melihatnya, " keluh Hardi yang mengusap wajahnya dengan kasar.
"Tentu saja kita awasi dan mengikutinya hingga pulang kerumah, " jawab Linda.
"Bagus, ayo kita lakukan, " Hardi menatap Linda dan mereka saling tersenyum licik. Mereka mengikuti Dita hingga kerumah dan melihat anak kembar yang berusia 5 tahun memeluk Dita. Linda dan Hardi sangat yakin jika itu adalah anak-anak yang mereka incar.
"Itu target kita, " bisik Linda, mereka berdua bersembunyi dari balik pohon.
"Foto mereka dan kita akan menyewa para penculik, " ucap Hardi.
Di saat Semua orang lengah, Al dan El yang sedang bermain petak umpet di culik oleh para penjahat suruhan Hardi, twins L di bius hingga tak sadarkan diri dan pingsan.
Al mengerjapkan mata melihat sekeliling ruangan yang sangat asing, ruangan kotor dan berdebu, "tempat ini kotor sekali, " gumamnya. Al melihat El yang masih pingsan atau lebih tepat tertidur, membuat Al sangat gemas dengan adiknya.
"Bahkan di saat seperti ini dia nyaman tertidur, dasar beruang hibernasi, " cibir Al dan menedang kaki El.
"Kenapa menendang ku? ucap El dengan suara serak setelah bangun tidur sembari menguap.
"Bahkan di saat seperti ini kamu masih bersantai?" omel Al.
"Heh ada apa? "
"Lihat lah sekeliling, kita ini ada dimana."
"Hehe.... apa kita di culik? "
"Sepertinya iya, " jawab Al yang berusaha melepaskan ikatan tali yang mengikat tangannya.
"Kamu sedang apa? " tanya El yang melihat Al menggesekkan tali menggunakan serpihan kaca.
"Tentu saja melepaskan tali seperti di film, " sahut Al
"Dasar bodoh, bukankah di telapak sepatu kita ada pisau?" El memutarkan bola matanya dengan jengah.
"Hehe....aku tidak ingat."
"Dasar pelupa. "
"Aku bukan pelupa tapi tidak ingat. " kilah Al.
"Ya terserahlah, cepat ambil pisau di telapak sepatuku. " titah El. Mereka berhasil membuka tali, saat ingin melarikan diri, terdengar langkah kaki yang mendekat. Twins L kembali dengan berpura-pura tangan terikat dan beberapa air mata di pipi sebagai penyempurna akting mereka.
"Hiks....hiks si.. siapa kalian? kenapa kalian menculik kami? " ujar Al.
"Kalian tidak perlu mengetahui siapa kami, yang terpenting kalian bertingkah laku dengan baik dan tidak membuat kami susah, " sahut salah satu dari penculik itu.
"Katakan siapa dalang nya? kami hanya anak berusia 5 tahun yang bahkan tidak memiliki musuh, " ucap El menatap mereka dengan wajah yang ketakutan.
"Hahah....dasar anak kecil! baiklah, aku akan menjawab siapa yang menculik kalian. Dia adalah Hardi dan juga Linda, dan kami tidak tau alasan mereka menarget kan kalian, " ucap salah satu penjahat dengan tertawa menyeringai.
"Ck, berhentilah tertawa paman, suaramu sangat nyaring di telingaku, " keluh El.
"Hei anak kecil, tutup mulut mu, atau mulut itu akan aku jahit, " sarkas salah penjahat.
"Yang bersuara mulutku, kenapa paman yang repot. " sewot El.
"Dasar anak kecil kurang ajar. "
Daniel yang mengetahui jika twins L menghilang dan menghubungi Nathan.
"Hallo."
"Hem."
"Anak kembar itu hilang dari pengawasan ku. "
"APA? kenapa bisa hilang? bukankah aku sudah memberikan mu tugas untuk mengawasi mereka. "
"Ma....maaf, saat aku kembali dari toilet, mereka sudah tidak ada."
"Bagaimanapun juga, temukan mereka atau kamu akan aku jadikan santapan buaya" ancam Nathan.
Nathan mematikan sambungan telfon karena kesal dengan pekerjaan Daniel yang tidak becus.
Sekarang pikirannya melayang menatap langit-langit, entah mengapa pikiran nya selalu berpusat pada anak kembar itu, padahal sebelumnya dia sangat kesal dengan tingkah laku twins yang menjengkelkan.
Beberapa saat kemudian, Nathan baru mengingat pernah memberikan salah satu anak kembar itu kamera pengintai, dia sudah menambahkan Gps di dalamnya. Dengan sangat antusias, Nathan membuka laptop dan mencari keberadaan si kembar.
"Semoga saja kamera pengintai itu masih ada di tangan mereka, " gumam Nathan. Hanya butuh 3 menit untuk mencari keberadaan twins L, Nathan menemukan titik lokasi yang berada di gedung tua. Dengan cepat, Nathan menghubungi Daniel dan memerintahkan untuk menyusulnya di gedung tua.
"Jangan berteriak paman, bisa saja pita suaramu putus, " ucap Al dengan santai.
"Baiklah, jangan salahkan aku jika aku menghukum kalian, " salah satu penculik berjalan mendekati twins L.
"Masuk perangkap, " batin Al tersenyum tipis.
"Aku ingin lihat, bagaimana kemampuan Al bekerja, " El hanya melihat adegan di depannya bagai penonton.
Salah satu penjahat yang mendekat, ingin mencengkram dagu, tapi kalah cepat dengan Al.
"Ahh sudahlah, aku malas berakting lagi paman" Al berdiri dan menatap remeh para penjahat itu.
"Aku juga ingin melihat hasil dari latihan dari papa Bara, " tambah El yang ikutan berdiri.
"Bagaimana kalian bisa lepas? " ucap para penculik yang terkejut.
"Ikatan mu sangat rapuh, " sahut Al.
"Kalian menantang kami? dasar anak kecil. "
"Aku hanya mengetes kemampuanku saja, tidak lebih. " sombong Al.
"Ck, mau sampai kapan kalian bicara? jika kalian berani langkahi dulu Al. " ujar El yang menunjuk Al. Sementara yang di tunjuk memandang El dengan malas.
Ada 10 orang penculik yang memakai pakaian hitam, berbadan besar tak membuat nyali twins L menciut. Mereka melawan dengan sangat santai.
"Badan saja yang besar tapi kekuatan sangat zonk, " cibir Al.
"Tampang garang tapi lemah, " tambah El.
10 penculik yang mendengar perkataan twins L membuat mereka mengepalkan tangan dan mengeraskan rahangnya.
"Kalian membuat kesabaran kami habis, " salah satu penculik itu mengertakkan giginya.
"Kalian semua payah, dan juga bodoh. Sepuluh penculik yang berbadan besar dengan wajah yang sangat garang menantang anak kecil yang baru berusia 5 tahun? sangat memalukan, " ujar El membuat para penculik semakin kesal.
Salah satu penculik yang di yakini adalah ketuanya mengeluarkan senjata api dan menembakkan ke udara, hingga perkelahian itu berhenti. Ketua penculik menembak twins L dan pastinya mereka menghindar dengan sangat cepat, tak lupa twins L mengeluarkan senjata api yang selalu melekat di paha mereka. Semua penculik itu kaget saat melihat twins L memegang senjata.
Dengan sangat lihainya, Al dan El memainkan pistol dan menembak satu persatu para penculik, di ruangan itu terdengar hanya suara tembakan dan juga teriakan.
Walau di tempat yang minim cahaya, tak membuat mereka kesulitan, mereka justru senang karena lawannya tidak bisa mendeteksi keberadaanya.
Sayangnya, El tertangkap oleh ketua penculik dan menodongkan pistol di kepala El.
"Sial, El selalu menyusahkan ku. "
"Keluarlah, atau dia akan aku tembak, " ucap ketua penculik.
Dengan terpaksa Al keluar dan melemar senjatanya sesuai intruksi ketua penculik. Di saat lengah, Al melempar shuriken tepat mengenai jantung ketua penculik. Di saat Nathan dan Daniel masuk ke gedung tua, melihat semua penjahat terbujur lemah, niat ingin menolong twins L. Tapi di luar dugaan, twins L bisa mengalahkan 10 penjahat yang menculiknya.