Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.
Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.
Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.
Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.
Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.
Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Nabila berjalan kembali menuju kamar mereka. Di sana, sudah ada Reynaldo yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke luar kota dalam urusan perusahaan.
"Kau akan pergi?" tanya Nabila.
"Iya, tiga hari.." jawab Reynaldo datar.
"Whattt!! Tiga hari?" Nabila terkejut.
"Hemm.. Sebenarnya acara pembukaan kerja sama di Korea butuh waktu seminggu, tapi kemarin Bram sudah mengurusnya agar lebih cepat..!"
"Kau yakin ingin pergi?" ucap Nabila dengan nada lesu.
"Hemm.."
"Orang kalau ditanya itu bisa nggak sih nggak 'ham hem ham' begitu!" cetus Nabila kesal.
"Ada apa? Mengapa wajahmu ditekuk begitu?" tanya Reynaldo.
"Entahlah.." ucap Nabila kini duduk di ranjang mereka. Dia terlihat sangat tidak bersemangat hari ini.
"Nabila, katakan saja apa maumu. Aku bukan paranormal yang bisa mengerti isi hatimu tanpa kamu bicara.."
"Gapapa.."
"Yakin gapapa??"
"Iya gapapa.."
"Gapapa bagaimana? Lihat wajahmu seperti itu.."
"Is apaan sih udah dibilang gapapa kok!"
"Okelah kalau begitu.."
"Ya Tuhan mengapa pria ini menyebalkan sekali.." cicit Nabila pelan dalam hati.
"Aku mendengarnya Nabila, ayo katakan apa maumu? Aku tidak punya banyak waktu untuk hal tidak penting.."
"Ohh iya aku lupa, aku memang tidak penting. Yasudah, aku gapapa kok.."
"Astagaaa, bukan begitu Nabila.. Oke, katakan sekarang, kamu kenapa?" ucap Reynaldo kini duduk di sampingnya.
"Aku gapapa..!"
"Yakin gapapa?"
"Iya gapapa, berarti memang gapapa..!"
"Yaudah kalau begitu aku akan pergi tiga hari, kamu di istana saja ya..!"
"Ahhh pergilahhh.." ucap Nabila sambil berjalan menuju walk-in closet miliknya dan mengoceh tidak jelas.
"Monyet tidak jelas, nanti kalau ditanya pasti jawabnya gapapa! Kalau gapapa pasti terserah!!" gerutu Reynaldo dalam hati.
"Heiiii.. Monyet kecil, ada apa denganmu!! Aku tidak bisa pergi kalau kamu terus begitu!" teriak Reynaldo.
"Aku gapapa!!" teriak Nabila dengan suara sedih.
"Baiklah Nabila, aku lelah denganmu!!" gerutu Reynaldo kini berjalan ke walk-in closet.
"Nabilaaa katakan kamu kenapa??!" ucap Reynaldo yang langsung masuk ke dalam walk-in closet.
"Ahhhhhkkk bajingan tutup matamu!!" teriak Nabila yang sedang mengganti baju dan langsung menutup bagian dadanya.
"Siapa suruh kalau lagi begini pintunya tidak dikunci..!"
"Kamu punya tangan kan untuk mengetuk!" cetus Nabila yang langsung cepat-cepat memakai kaos oversize favoritnya.
"Lagipula kamu istriku Nabila, lihat sedikit juga tidak dosa kok.." ucap Reynaldo dengan polosnya.
"Apaaa?? Lihat sedikit?? Bughhhkkkk!! Dasaaarrr Mesumm!!" ucap Nabila berjalan keluar sambil memukul tangan Reynaldo.
"Hahaha bukankah seorang istri akan menjadi sepenuhnya milik suami ..." ucap Reynaldo kini menggoda Nabila.
"Heiiii kauu lupa kita hanya menikah kontrak, jangan pernah berpikir sampai kesana dasar mesumm!" cetus Nabila.
Reynaldo mendekat ke arah Nabila, kemudian dengan cepat menggendong tubuhnya ala bridal style. Perbuatan Reynaldo itu jelas membuat Nabila terkejut. Dia meletakkan Nabila di ranjang dan mengukung tubuhnya di bawahnya.
"Nabila, aku hanya akan mesum kepadamu, lagipula tidak ada hukum yang salah jika menggoda istrinya sendiri.." bisik Reynaldo menggoda Nabila.
Bisikan Reynaldo membuat bulu kuduk Nabila merinding, ada getaran listrik dalam tubuhnya yang membuat jantungnya berdetak kencang.
"Apa yang kau lakukan Kadal air..?!" ucap Nabila dengan wajah memerah. Wajah Reynaldo dan Nabila sangat dekat, bahkan Nabila bisa merasakan hembusan napasnya.
"Memberitahu kepada monyet kecil ini, seperti apa mesum yang sebenarnya.." ucap Reynaldo menatap mata Nabila yang cantik.
"Heii kadal mesum awas gakk!!"
"Bagaimana bisa seorang istri mengatakan suaminya mesum...? Lagipula aku hanya menggoda istriku kok.."
"Ohh begitu? Apa Tuan Kadal Mesum lupa dengan bisnisnya sekarang, demi melancarkan aksi mesumnya.." ucap Nabila kini memeluk leher Reynaldo.
"Aku bisa menundanya jika kamu mau.." ucap Reynaldo semakin menggoda Nabila dengan mensejajarkan wajah mereka.
Nabila yang menyadari itu langsung memalingkan wajahnya.
"Kadal airrr sialann awass!! Kauu beraninya.." ucap Nabila kini semakin deg-degan akibat ulah Reynaldo.
"Hahahah" teriak Reynaldo yang berhasil membuat Nabila mati kutu.
Kini Reynaldo melepaskan kungkungannya dari Nabila dan duduk di sampingnya.
"Duduklah, katakan apa maumu? Aku tidak bisa menebak semua isi hati wanita.." ucap Reynaldo lembut kepada Nabila yang masih terbaring.
Nabila yang mendengar itu langsung duduk dan menatap wajah suaminya. Kini wajah Nabila terlihat sangat cantik, bahkan setiap hari semakin cantik di mata Reynaldo.
"Kau serius akan pergii..?" ucap Nabila menatap Reynaldo dengan sendu.
"Iyaaa.. ada hal yang harus aku selesaikan dan aku harus pergi mengurusnya.. hanya tiga hari saja kok.."
"Tapi..."
"Tapi kenapa??..."
"Yasudahlah pergii.." ucap Nabila sedih.
"Ayolahh Nabila, kamu kenapa? Kalau kamu begini terus, aku tidak bisa pergi!"
"Perginya sehari aja ya!! Aku bosan sendiri di istana!" ucap Nabila menunduk.
"Kamu bisa pergi berbelanja Nabila, tapi tetap harus dikawal oleh pengawal ya.."
"Tidak.. aku sudah tidak mood berbelanja, dan aku malas jika harus bertemu pelayan seperti kemarin..!"
"Kemarin kenapa?"
"Kamu tahu, waktu aku mau beli tas, pegawai toko itu sombong sekali! Bagaimana bisa dia bilang aku akan merusak tas itu, padahal aku cuma mau lihat detailnya! Aku benci ke Mall itu dan yah aku takkan kesana lagi!" ucap Nabila menceritakan masalahnya kepada Reynaldo.
"Aku akan mengurusnya nanti!" ucap Reynaldo datar.
"Mengurus apa?" ucap Nabila tersadar dia sudah menceritakan masalahnya kepada Reynaldo.
"Masalah kecil.. Yaudah, ganti pakaianmu.. kamu akan ikut ke Korea hari ini.."
"Haaa?? Tunggu, kamu bercanda kan?" ucap Nabila terkejut mendengar akan ikut ke Korea.
"Tidak..! Ganti pakaianmu, kamu akan ikut denganku hari ini.."
"Tapi..?"
"Tapi apa lagi? Mengapa kamu sedih?"
"Paspor dan visa aku tidak memilikinya...!"
"Kamu lupa siapa suami kamu!! Pergilah ganti pakaianmu dan tak perlu membawa barang apapun, di sana semua tersedia!" ucap Reynaldo datar sambil melirik jam di tangannya.
Nabila yang mendengar perkataan Reynaldo, tanpa sadar langsung memeluk tubuh Reynaldo kemudian mencium kedua pipinya.
"Ahhhh makasihhhh..." ucap Nabila langsung berlari ke walk-in closet miliknya untuk mengganti pakaiannya.
Reynaldo yang mendapat serangan dadakan itu hanya terdiam terpaku, melihat Nabila yang langsung lari ke walk-in closet mereka.
"Apa yang dia lakukan? Sebenarnya siapa yang mesum, dia atau aku.." ucap Reynaldo memegang pipinya yang baru saja mendapat kecupan sang istri.
"Reynaldooo, apa kita akan liburann??" teriak Nabila dari dalam walk-in closet.
"Kita akan berbulan madu..!" balas Reynaldo dengan senyum tipis.
"Reynaldo jangan Mesummm!! Ingatt kita hanya..!"
"Diamlah! Kamu selalu mengatakan itu! Atau aku akan meninggalkanmu!"
"Tidak tidakk...! Kamu harus tahu, ini pertama kalinya aku keluar negeri!"
"Kamu bisa keliling dunia sekarang! Jadi cepatlah atau aku akan meninggalkanmu!!"
"Iya sebentar!! Aku sedang mencari baju yang pas!"
"Bajumu dua lemari! Dan kamu masih bingung? Mengapa kamu tak berbelanja kemarin?!"
"Tunggulah, aku hanya akan mengganti pakaianku saja, kamu tahu, waktu aku Sunday School kakak rohaniku bilang: 'Jika kau sabar maka kau akan disayang Tuhan..'"
"Apa sekarang kamu sedang mengguruiikuu??"
"Tidakkk! Aku hanya memberitahumu saja Hubby.." ucap Nabila berteriak dari dalam.
"Hubby?? Panggilan yang bagus.." ucap Reynaldo dalam hati.
Tiba-tiba Nabila keluar dari walk-in closet miliknya.
"Ayoo pergiii..!" ucap Nabila kini dengan menggunakan dress putih model Sabrina yang hampir sama dengan yang dia kenakan saat pertama kali bertemu Reynaldo.
Reynaldo yang menatap itu hanya terpaku melihat kecantikan Nabila. Meskipun tanpa riasan wajah, namun wajah natural Nabila mampu membuat pria manapun tertarik dengannya.
"Baiklah.. aku sudah lelah menunggumu.." ucap Reynaldo datar, berusaha menyembunyikan kekagumannya.
Nabila yang melihat wajah Reynaldo dengan cepat mendekat ke arahnya, menggandeng lengan pria itu.
"Heheh jangan seperti itu dong, kamu jadi jelek.. tapi nanti setelah kamu selesai meeting, apa kita bisa mencari makanan di Korea? Aku ingin mencoba Kimchi.." ucap Nabila tersenyum manis sambil mengikuti langkah kaki Reynaldo.
"Mengapa kamu harus berdrama dulu jika kamu ingin minta ikut?" cetus Reynaldo.
"Hehehe aku takut akan merepotkanmu jika aku ikut, tapi karena kamu sendiri yang mengajak, jadi aku merasa kamu tidak akan tertekan deh.." ucap Nabila polos.
"Terserah kamu saja! Kamu Nyonya istana ini.." ucap Reynaldo pasrah.
"Heheh kamu memang baikk suami kadal airku.."
"Dan kamu sangat tahu membuat orang stres, istri monyet kecilku..!"
Seluruh pengawal melihat interaksi mereka, mereka hanya tersenyum geli melihat kedua Tuan dan Nyonya mereka yang selalu bertengkar namun terlihat keduanya sangat menyayangi.
Di tempat lain, Ryan Chen sedang mencari informasi mengenai Nabila.
"Baiklah Nabila, aku akan membawamu pergi dari New York, seharusnya aku datang lebih awal untuk menolongmu, pasti harimu sangat berat... Aku akan menepati janji kita Nabila.. aku ingat betul bagaimana kamu mengatakan akan menungguku sampai kapanpun, dan yahh sama halnya denganku, aku tetap setia untuk menjaga hatiku di sana.." ucap Ryan menatap foto masa kecil dia dan Nabila.