NovelToon NovelToon
Gadis Tanpa Pesona

Gadis Tanpa Pesona

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:568.4k
Nilai: 5
Nama Author: Citoz

Ketika matahari menginginkan bulan, tetapi matahari harus tau sebatas mana dia harus berjuang (cz).

Sadar akan dirinya yang memiliki wajah dan penampilan yang kurang menarik, membuat Mia Faradillah harus membuang jauh-jauh harapannya untuk mendapatkan cinta yang tulus dari seorang lelaki yang mau menerima dirinya apa adanya.

Tetapi semua pendirian itu seakan goyah saat seorang kakak kelasnya yang cukup populer di sekolah itu, mencoba mendekatinya.

"Mengapa orang seperti kakak, mau berteman denganku ?" (Mia Faradillah).

"Habis kamu lucu sih, Jadi aku suka !" (Tio Martadinata).

Tapi kesalahpahaman terjadi sehingga membuat hubungan mereka merenggang dan menimbulkan kebencian di hati mereka masing-masing. Setelah beberapa tahun kemudian, mereka kembali di pertemukan dalam sebuah perjodohan.

Akankah perjodohan tersebut berjalan lancar ? Dapatkah mereka memperbaiki kesalahpahaman yang selama ini terjadi ?

Mari dibaca saja ya gaess.. Dan jangan lupa beri rating bintang limanya ya ⭐⭐⭐⭐⭐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citoz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berbanding Terbalik

"Kenapa diam ? Tidak mau ?" ucap Tio dengan ekspresi wajahnya yang datar.

"Bukan begitu" ucap Mia.

"Aku..." ucap Mia ragu-ragu.

Melihat Mia yang masih belum melakukan perintahnya, Tio lalu memegang dagu Mia agar semakin mendekat padanya. Kini sudah tidak ada sekat diantara mereka.

"Bukankah tujuanmu datang kemari untuk meminta maaf ?" ucap Tio.

"Ayo lakukan !" ucap Tio sambil menaikkan salah satu alisnya dan tangan yang masih memegang dagu Mia.

Kenapa dia semakin menjadi-jadi. Sekarang, dia berani melakukan skinship (kontak fisik) padaku.

Mia tampak berpikir.

Tinggal memanggil kakak saja kan ? apa susahnya. Mari kita selesaikan ini dan pulang.

Batin Mia.

"Ka-k.. Ti-..." belum sempat Mia menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba terdengar pintu ruangan dibuka.

Mia kaget bukan main saat Khusnul, sekretaris Tio tiba-tiba masuk ke dalam ruangan. Begitu juga Khusnul yang tak kalah terkejutnya menyaksikan pemandangan langkah didepan matanya. Mungkin hanya Tio yang kelihatan santai dan tenang disini. Seolah tidak terjadi apa-apa. Tetapi, sorot matanya mengarah tajam pada Khusnul sekarang.

Mia lalu buru-buru menepis tangan Tio dan melangkah mundur ke belakang agar sedikit menjauh dari Tio.

"Maaf.. Maaf.. Maafkan saya Pak Tio. Silahkan dilanjut saja" ucap Khusnul yang sudah siap untuk menutup pintu kembali. Khusnul terlihat gelagapan.

"Tidak apa-apa kok. Masuk saja. Kami juga tidak melakukan apa-apa" ucap Mia yang kini wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus, karena menahan malu.

Ah, aku sungguh malu sekarang ! Rasanya ingin mencari lubang buat masukin wajahku ke sana.

Batin Mia.

"Benar tidak apa-apa, Mbak Mia ?" tanya Khusnul yang kembali masuk ke dalam.

Mia mengangguk.

"Cepat katakan ada apa ?" ucap Tio pada Khusnul.

"Maaf, Pak. Sekarang sudah jam 1 siang. Saatnya meeting dengan perwakilan dari dinas pemerintahan di lantai 8. Pak Presdir juga sudah bersiap-siap di sana" ucap Khusnul yang sangat berhati-hati pada ucapannya.

Ah, untunglah. Ini kesempatanku untuk pergi dari sini. Ternyata tidak terasa. Sudah satu jam aku disini.

Batin Mia.

"Ya, sebentar lagi aku ke sana" ucap Tio.

"Ehhh, Kalau begitu aku juga pamit mau kembali ke kantor. Jam istirahat siangku sudah habis" ucap Mia.

Aku permisi pulang dulu, Tio" sambung Mia.

"Hem" ucap Tio berdehem.

"Oh iya, maksudku ka-k Ti-o" ucap Mia sambil melirik ke arah Khusnul dengan perasaan malu.

Mia lalu melangkah pergi, menuju ke luar ruangan.

"Kalau begitu saya ke meja kerja saya sebentar, Pak. Menyiapkan dokumen yang bapak perlukan saat rapat nanti" ucap Khusnul yang ikut menyusul Mia ke luar ruangan.

Tapi, tiba-tiba Mia teringat dengan kantong plastik yang berisi kotak bekal makanan yang masih berada di tangannya.

"Oh, Iya !" ucap Mia berbalik.

Dia berjalan kembali menghampiri Tio yang masih berdiri di sana.

"Aku lupa. Kebetulan aku dan Ibu membuat bekal makan siang untukmu. Maaf telah menghabiskan waktu makan siangmu. Makanlah setelah meeting selesai" ucap Mia sambil memberikan kantong plastik tersebut kepada Tio.

Tio memandangi kantong plastik itu cukup lama, namun akhirnya dia mengambil kantong tersebut dari tangan Mia.

Mia tersenyum. Dia merasa senang, karena Tio mau menerima bekal makan siang yang sudah susah payah dibuat oleh Ibunya dan dirinya.

"Kalau begitu aku permisi pulang dulu" ucap Mia.

Mia lalu berbalik melangkahkan kakinya menuju ke luar ruangan.

"Tunggu !" ucap Tio.

Mia menghentikan langkahnya.

"Biar sopir yang mengantarmu kembali ke kantor" ucap Tio.

"Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri kok" ucap Mia.

Tio mengernyit.

"Hmm.. Bukannya aku menolak. Tetapi, jalanan di kota ini macet. Jadi, lebih cepat sampai ke kantor, jika aku naik ojek saja" ucap Mia.

"Kamu memang keras kepala. Terserah, kamu saja" ucap Tio.

Mia kembali tersenyum.

"Kalau begitu, aku pulang ya" ucap Mia.

Mia lalu pergi ke luar ruangan. Dia melangkah menuju lift untuk keluar dari lobi perusahaan.

***********

Sementara, di luar sana. Zizi dan Kezia baru saja turun dari mobil, sehabis pulang dari makan siang diluar.

Tiba-tiba, Kezia teringat sesuatu. Dia lupa membeli softdrink favoritnya sewaktu keluar makan siang tadi.

Kezia memang mempunyai kebiasaan tak lazim saat harus mempresentasikan hasil kerjanya di depan banyak orang. Dia harus meminum softdrink favoritnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.

Dan siang ini, dia akan mempresentasikan rancangan desainnya di depan banyak orang. Beruntung, di sebelah Perusahaan mereka terdapat mini market yang menjual berbagai makanan dan minuman ringan.

"Kak Zizi duluan saja ya ke ruang rapatnya, ada yang harus aku beli" ucap Kezia.

"Loh, kenapa tidak membelinya tadi ?" tanya Zizi.

"Aku lupa. Pokoknya kakak duluan saja deh. Nanti, aku menyusul secepatnya" ucap Kezia.

"Oke, aku tunggu disana ya" ucap Zizi.

Zizi lalu masuk kedalam lobi dan berjalan menuju lift. Dia memasuki lift yang berbeda dengan yang dinaiki Mia.

Mia yang baru saja keluar dari lift, berjalan menuju lobi untuk keluar dari perusahaan MD Group.

Mia berdiri di trotoar jalan, menunggu kendaraaan yang lalu lalang sepi untuk menyebrang ke seberang jalan. Tetapi di kejauhan, matanya mendapati Kezia yang sedang berjalan di trotoar jalan yang sama dengan tempatnya berdiri sekarang.

Tiba-tiba sebuah mobil minibus melintas dengan kencangnya melewati genangan air yang tepat berada di depan Kezia.

Byurrrr !!!

Cipratan air tersebut membasahi baju dan rok yang Kezia kenakan saat ini.

"Argghhh.. mobil sialan !" teriak Kezia.

Mia yang melihat pemandangan tersebut tidak dapat menahan tawanya. Untungnya, Kezia tidak mendengarnya dan sibuk memaki mobil yang langsung kabur begitu saja.

Rasakan ! Jahat hati sih ! Haruskah aku tertawa lebih kencang lagi agar dia mendengarnya ? Ah, lupakan. Aku harus segera kembali ke kantor.

Batin Mia.

Namun, saat Mia hendak melangkah menyebrang dia menghentikan langkahnya dan menatap Kezia yang duduk menepi ke tempat pemberhentian busway yang berada di dekatnya. Hanya ada Kezia disana. Dia menutupi wajahnya sambil terisak.

Dia menangis ? Kenapa dia terlihat menyedihkan. Apa aku harus ke sana untuk menghampirinya ? Ah.. apa peduliku ! Itukan urusannya.

Batin Mia.

Ketika lagi-lagi Mia ingin melangkahkan kakinya, dia kembali menghentikan langkahnya.

Haishh.. aku benci diriku. Tuhan, kenapa aku terlahir sebagai orang yang baik hati sih. Jadinya, aku tidak tegaan kan sekarang !

Batin Mia.

Mia lalu menghampiri Kezia yang tengah duduk sambil terisak menutupi wajahnya.

"Kezia, kamu kenapa menangis ?" tanya Mia.

Tidak mungkin kan karena kesakitan ? belum ada sejarahnya tuh, orang kesakitan karena di ciprat air ?

Batin Mia.

Kezia membuka telapak tangannya dan mendongakkan wajahnya menatap Mia.

"Bukan urusanmu !" ucap Kezia.

Aku tidak terkejut, sudah kuduga. Dia akan menjawab seperti ini.

Batin Mia.

"Ya, sudah kalau begitu. Padahal, aku sudah berniat ingin membantumu tadi" ucap Mia.

Mia lalu melangkah untuk meninggalkan Kezia. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti saat Kezia membuka suaranya.

"Bajuku basah semua, sedangkan waktu untuk membeli baju baru sudah tidak sempat lagi karena meeting akan segera di mulai. Padahal ini adalah kesempatanku untuk membuktikan kemampuanku dalam bekerja. Tetapi, tidak mungkin aku datang dengan penampilan seperti ini. Memangnya apa yang bisa kamu bantu.. hiks" Kezia masih terus menangis.

Mia tampak berpikir. Jarak mall atau pasar memang cukup jauh dari kantor ini. Apalagi, bila memesan ojek online untuk mengantar pakaian bisa memakan waktu yang lama. Tiba-tiba terbesit sebuah ide di kepala Mia.

"Aku tahu. Ayo ikut kakak !" ucap Mia.

"Kemana ? Ke Pasar atau Mall ? Sudah tidak sempat" ucap Kezia.

"Sudah, ayo ikut saja" ucap Mia.

Mia lalu menarik tangan Kezia. Mengajak Kezia kembali masuk ke dalam mini market. Mia meminta izin pergi ke toilet pada petugas mini market.

Setelah mendapat izin petugas mini market, Mia dan Kezia masuk ke dalam. Mia membuka pakaiannya dan memberikannya kepada Kezia. Sebagai gantinya, dia memakai pakaian kerja Kezia yang terkena cipratan air.

"Apa tidak apa-apa kak, kalau kakak memakai pakaian itu ?" ucap Kezia menatap Mia.

"Tidak apa-apa. Kan kakak tidak diburu oleh waktu. Kakak bisa memesan pakaian lewat ojek online nanti" ucap Mia.

"Ya, sudah. Cepat sana ! Nanti, terlambat. Semua orang mungkin sudah menunggumu" ucap Mia.

Kezia kembali menatap Mia. Dan kali ini dia tersenyum.

"Kak Mia, terima kasih" ucap Kezia.

"Semangat ya ! Semoga berhasil" ucap Mia sambil mengangkat kedua tangannya, untuk menyemangati.

"Oke !" ucap Kezia sembari mengangkat jempolnya.

Kezia lalu berlari masuk ke dalam kantor.

**********

2 jam telah berlalu, Meeting mengenai pembangunan jembatan layang di pusat kota telah selesai. Perwakilan dari Dinas Pemerintahan menyetujui rancangan desain yang dibuat Kezia. Mereka bahkan memujinya.

Semua memberi ucapan selamat kepada Kezia, saat rapat telah selesai. Kini sebagian orang telah beranjak melangkah keluar, meninggalkan ruangan rapat.

Kezia menghampiri kakaknya, karena dari tadi hanya kakaknya yang tidak memberikan ucapan selamat.

"Kakak, aku berhasil !" ucap Kezia.

"Hmm.." ucap Tio.

Tio lalu menatap Kezia dari atas sampai ke bawah. Dia melihat Kezia yang mengenakan Rok pendek bewarna biru dan blazer bewarna senada.

"Bukankah ini pakaian yang Mia kenakan tadi ?" ucap Tio.

foto : Mia.

Kezia lalu melihat kembali pakaian yang dikenakannya.

"Iya kakak benar. Ini memang pakaian kak Mia" ucap Kezia.

Tio mengernyit. Dia lalu menaikkan salah satu alisnya seolah meminta penjelasan lebih lanjut.

"Tapi, aku tidak memaksa kak Mia untuk memberikannya padaku kok. Kak Mia sendiri yang memberikannya padaku, sewaktu pakaianku basah karena terkena cipratan air tadi" ucap Kezia.

"Tapi, kakak tahu dari mana kalau ini pakaian yang dikenakan kak Mia tadi ?" tanya Kezia.

Tapi Tio hanya diam.

Oh, Iya. Tentu saja dia kemari untuk bertemu dengan kak Tio, tunangannya. Tapi, untuk apa dia bertemu kak Tio ? Apa untuk mengadu pada kak Tio tentang ucapanku yang sangat kasar saat tadi malam ? Habis aku ! Kalau memang benar. Kak Tio pasti marah besar padaku.

Batin Kezia.

"Hmm.. Kak Tio, Apa kak Mia kemari untuk membicarakan kejadian semalam ?" tanya Kezia.

Tio masih diam. Tidak menjawab.

Tetapi Kezia yang masih penasaran terus bertanya pada Tio.

"Apa kak Mia berbicara sesuatu tentangku ?" tanya Kezia kembali.

Kali ini Tio tersenyum sinis, seolah mengejek.

"Melihat gelagatmu seperti ini. Sepertinya kamu telah berkata buruk kepadanya" ucap Tio.

Kezia menunduk.

"Walaupun sebenarnya aku sangat penasaran apa yang sudah kamu katakan kepadanya, tetapi sayangnya dia tidak mengatakan apapun kepadaku" ucap Tio.

Jadi, kak Mia benar-benar tidak menceritakan apa yang sudah aku katakan tentang dirinya kepada kak Tio ?

Batin Kezia.

Tio lalu berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati adiknya.

"Jangan berulah lagi, kalau kamu tidak mau aku kirim kembali ke luar negeri" ucap Tio sambil mengusap kepala adiknya.

Tentu saja Kezia tahu itu sebuah ancaman dari kakaknya. Namun, tanpa adanya ancaman tersebut pun, Kezia sudah berjanji di dalam hati, tidak akan lagi menyakiti Mia setelah adanya kejadian hari ini.

Apa selama ini aku salah ya menilai kak Mia ? Kenapa sifat kak Mia sangat berbanding terbalik dengan cerita yang diceritakan kak Zizi selama ini.. Aku jadi tahu sekarang, apa alasan kak Tio menyukai kak Mia..

Batin Kezia.

Like, vote, gift dan komennya ya.. 🤗🤗😘

1
Violet
Suka bgt dgn ceritanya apalg dr jaman sekolah lanjut ke jenjang dewasanya jd ada proses pendewasaan karakter & cinta yg bertumbuh subur. Konfliknya ringan tp sesuai lho dgn realitanya pasti ada aja yg pny penyakit hati.
Terima kasih utk karya Kak 🙏🏻 Semangat utk karya2 terbarunya 💪🏻🌷
Violet
Kalo udah ditakdirkan berjodoh pastinya sejauh & sesulit apapun rintangannya pd akhirnya ttp bakal berjodoh jg
Dina Dwi
Saya banget nih di masa sekolah. Cuma untungnya sahabat saya juga 11 12 penampilannya sama saya hehehe... Dulu saya dideketin cowo karena sepupu saya yg cantik n pinter 😅
Durrotun Nasihah
semyum2 sendiri akuh....
Durrotun Nasihah
q pling suka cierit masa sekolah....love you thor
Citoz: love u 2 sistahh.. baca juga novelku yang judulnya "sekretaris papaku" ya sis ☺
total 1 replies
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
KNP GK KSIH NAMA ISLAMI YG BRMAKNA DO'A2, KNP HRS KSIH NMA KAFIR2 KOREA.
Sebatang Surya: bro ini fiksi loh...
total 1 replies
Sulaiman Efendy
WAHHHHH AKHIRNYA HAMIDUN JUGA MIA... TIO JUNIOR SIAP2 OTW...
Sulaiman Efendy
KIRAIIN MAU PERGI KMNA, RUPANYA KE KMAR BUAT KUDA2AN..😅😅😅😅😅
Sulaiman Efendy
MMPUS LOO MEDUSA ZIZIK...
PASTI RAHMA SBNARNYA GK TAU KLAKUAN SI ZIZIK MEDUSA..
Sulaiman Efendy
KN MMG O'ON & BEGO SI MIA ...
Sulaiman Efendy
TEMAN2 TIO KLO NGOMONG GK PNY AHKLAK, LGI2 MNCIPTAKN KSALAHFAHAMAN.. SPRTI YG PRNH RICKY LKUKAN DLU
Sulaiman Efendy
PADAHAL DLM HATI LO NGIRI, DASAR TEMAN GK PNY AHKLAK
Sulaiman Efendy
KYKNYA JODOH NI AFKAR MA KEZIA,, ORG YG BRU PERTAMA KENAL DN KYK TOM & JERRY, ITU BIASANYA DITAKDIRKN BRJODOH
Sulaiman Efendy
UNTUK APA CANTIK KLO GK DIIKUTI KCANTIKAN HATI & AHKLAK YG MULIA..
Sulaiman Efendy
MKANYA JGN TRIMA MNTAH2 OMONGAN SSEORANG TNPA DICROSSCHEK DLU, KLO ZIZI NGAKU TMAN SMA MIA, PSTI TDK AKN MMFITNAH MIA..
Sulaiman Efendy
TEMAN IBLIS GK PUNYA AHKLAK NI ZIZI,,
Sulaiman Efendy
PNJANG UMUR PULA PPA MARTADINATA... KLO MMANYA TEDY JGN2 UDH MNINGGAL
Sulaiman Efendy
GMN REAKSI AVKAR JIKA TAU KEZIA ADIK TIO...
Sulaiman Efendy
BRARTI AVKAR YG BRTEMU KEZIA DI BANDARA...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!