"Entah ini awal baik atau awal yang buruk, aku tak tau, tapi hati ini telah memilihnya menjadi pedampingku, baik atau buruknya adalah konsekuensi ku yang mencintainya."Rara
Menurut Rara pernikahan adalah awal yang baik, awal yang akan membuatnya bahagia, tak di sangka awal yang menurutnya bahagia berubah menjadi kehancuran, kesalahan di masa lalunya yang tidak bisa di maafkan membuat rumah tangganya hancur .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bagian 22
Tok Tok Tok
Suara ketukan pintu terdengar di seisi Ruangan Rumah Mama Lita, dengan malas Mama Lita pun membukan pintu, saat Mama Lita membukakan pintu terlihat Adam dengan wajah bersalahnya menatap Mama Lita.
" mau kamu kesini ?" ucap Mama Lita dengan nada kesal " mau nyakitin anak saya lagi ? "
" Ma, ini gak seperti yang Rara bayangin Ma, Adam harus jelasin ini semua ke Rara " Adam
" kamu belom puas nyakitin anak saya? "
" Ma plis kasih aku kesempatan buat jelasin ini semua " Adam memohon kepada Mama Lita
Mama Lita hanya diam menatap Adam
" Ma, Alvi itu cuma sekretaris aku, aku sama sekali gak ada hubungan ama dia, Rara itu cuma salah paham Ma. Sebenarnya aku itu lagi lihat lihat Apartemen sama Rara bareng Alvi " Adam menjelaskan dengan sungguh sungguh " sebenernya Adam mau hadiahin Rara Apartemen pas kandungan Rara 7 bulan, Adam mau kasih Rara hadiah karena Adam tau Rara butuh refresing, butuh suasana sejuk dan Asri, makanya Adam beli Apartemen buat Rara di deket laut Ma "
Mama Lita hanya diam tak menjawab perkatanya Adam, entah kenapa hatinya sangat ragu untuk menerima penjelasan Adam.
" Ma, plis percaya sama Adam, Ma plis pertemuan Adam sama Rara " Adam dengan memohon
" Dam, untuk sekarang Mama gak bisa mempertemukan kamu sama Rara, kamu harus ngertin bagaimana perasaan Rara saat ini, Rara juga punya hati untuk di tenangkan, beri waktu Rara untuk sendiri " Mama Lita Sambil menatap Adam
" Iya Ma, maafin Adam ya udah ngecewain mama " ucap Adam sambil menyesali semua perbuatannya
" Dam segala sesuatu yang sudah terjadi itu adalah sebuah proses pendewasaan, mungkin dengan cara ini kamu jadi bisa lebih pengertian Rara sebagai istri kamu, nggak bersikap egois lagi sama Rara, Rara cuma butuh waktu untuk sendiri untuk menenangkan pikiran dan hatinya " Mama Lita sambil menatap Adam
" Ya makasih atas pengertiannya "
" Ya udah sana kamu pulang nanti kalau Rara udah mau ngomong sama kamu Mama akan kasih tahu, kamu juga butuh waktu buat tenangin pikiran kamu, mengoreksi semua kesalahan - kesalahan kamu "
" Iya Ma, Ya udah mah Adam pamit pulang dulu ya"
Mama Lita mengangguk sambil tersenyum pada Adam,
Adam pun mencium tangan Mamah Lita lalu pergi dari hadapan mama lita dengan hati yang kecewa karena tidak bisa menemui Rara. setelah kepergian Adam Mama Lita pun menutup pintunya dan berjalan untuk menuju kamar Rara
" Ma, apa kata Mas Adam ? " tanya Rara pada Mama Lita
" katanya dia mau ngomong sama kamu dia mau mau jelasin semuanya sama kamu " Mama Lita Sambil duduk di samping Rara
" semuanya udah jelas Ma, gak ada yang perlu di jelasin Rara ngeliat dengan mata Rara sendiri kalo Mas Adam itu masuk Apartemen sama Alvi ma " Rara menahan tangis
Mama Lita pun mengelus rambut Rara " udah jangan nangis, tenangkan diri kamu, Mama yakin semuanya akan baik baik aja "
" makasih Ma udah ngertin Rara " Rara sambil memeluk Mama Lita dengan erat
Mama Lita hanya bisa diam, hatinya begitu merasakan sakit, kenapa harus anaknya yang merasakan kekecewa kenapa bukan dirinya atau orang lain saja, dirinya merasa tak tega melihat putri kesayangan terluka.
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
" Ra " Mama Eni sambil memenggang tangan Rara dengan lembut " Mama kamu udah kecewa banget sama Adam, tapi Mama mohon kamu bicara dulu dengan Adam, beri di kesempatan untuk menjelaskan semuanya sama kamu "
" Ma gak ada yang perlu di jelasin. Rara ngeliat dengan mata Rara sendiri, Mas Adam masuk ke Apartemen sama cewe " Rara menahan tangis,
" Ra bukan Mama ngebela Adam karena Adam anak Mama, tapi itukan sudut pandang kamu bukan sudut padang Adam maupun Alvi, kalo kamu kaya gini itu namanya egois, inget Rara kamu juga lagi mengadung Anak Adam, apa kamu mau anak kamu lahir tanpa sosok ayah ? " Tanya Mama Eni sambil menatap Rara
Rara hanya terdiam dengan pertanyaan mertuanya itu, hatinya terlalu kecewa dengan Adam tapi dirinya tak mau anaknya ini lahir tanpa sosok Ayah di sampingnya
" kamu boleh marah dan kecewa sama Adam, Mama Tau Adam udah salah masuk ke Apartemen sama cewe apa lagi itu bukan muhrim dia tapi, kita kan gak tau kebenaranya apa, kamu gak tau apa hubungan Alvi sama Adam, mungkin aja kamu yang salah udah salah sangka sama Adam "
" tapi Ma Rara " Rara tak bisa melanjutkan kata katanya
" Ra sebuah hubungan itu harus ada rasa percaya, Mama Tau kamu lagi hamil dan Mama juga pernah ada posisi kamu, semua wanita hamil itu mood nya selalu aja berubah rasa kecuriganya itu bertambah, tapi kamu gak tau apa yang sebenarnya terjadi, jadi Mama mohon kamu beri kesempatan Adam untuk jelasin semuanya sama kamu " Mama Eni
" Iya Ma, Rara akan pikir pikir lagi, tapi untuk saat ini Rara belum mau ketemu Adam " Rara sambil menunduk
" Iya Ra, itu terserah kamu, Mama akan nunggu kamu untuk siap ketemu Adam " Mama Eni sambil tersenyum
" Iya Ma makasih udah ngertin Rara dan ngasih nasehat buat Rara "
" Mama itu sayang banget sama kamu, kamu itu udah mama anggap seperti anak Mama sendiri, Mama harap kamu berpikir dengan jernih Ra, semua ada di tangan kamu baik buruknya adalah konsekuseni kamu jika kamu salah memilih "
" iya makasih "
" Iya udah ya Mama pulang dulu ya " Mama Eni sambil mengelus rambut Rara " salam buat Mama kamu "
" Iya Ma "
Rara pun mencium tangan Mama Eni setelah itu Mama Eni pun melangkah pergi meninggalkan Rara, Rara hanya terdiam melihat kepergian Mama Eni hatinya sangatlah bimbang
" udah pulang mertua kamu ? " tanya Mama sambil mencari keberadaan Besanya
" Iya Ma, katanya ada urusan mendadak jadi gak bisa lama lama " jawab Rara
" oh " ucap Mama Lita singkat
" Ma apa perlu Rara ngasih kesempatan buat adam ? " tanya Rara
" itu tergantung kamu sayang, semua ada di tangan kamu, kalo kamu masih percaya sama Adam, apa salahnya ? "
" tapi Rara takut adam kaya gini lagi, Rara takut adam bakal ngecewain Rara lagi "
" kamu cinta sama Adam "
Rara terdiam tak bisa menjawab perkatanya Mamanya
" Mama tau kamu masih sayang sama Adam, Mama Tau kalo kamu masih cinta sama Adam, di setiap rasa cinta pasti ada konsekuensi sayang, kecewa dan sakit hati adalah bumbu dalam hubungan " Mama Lita menasehati Rara
" Ma, Rara emang sayang banget sama Mas Adam, tapi " Rara tak bisa melanjutkan perkatanya
" udah jangan maksain diri kamu, kalo kamu masih belom bisa ketemu Adam, Mama gak papa koh, yang paling penting bagi Mama kamu dan cucu mama baik baik aja " senyum Mama Lita lalu memeluk anak semata wayangnya itu
" Makasih Ma, udah ngertin Rara "
♡
♡
♡
mama sma papa Adit yg anter seserahan
sehingga sering mmbuat aku salfok🤣🤣🤣
tapi aku suka bgt Thor SMA cerita kmu👍
siapa lgi ni
apa jgn2 mamanya Adit yaaaaa
sakit aku bacay thor
jahat Skali si Adam
koq Rara resain dari restoran koq gak ada kabar ya Thor .dan gimna cerita Adit yg bos restoran tpt Rara bekerja
gak lembut bilg lembur smpai pulg MLM segala katay
ngapain lagi dikasih kesempatan
tuk dimaafin
bodoh kmu Rara👎
rumh tangga pun hancur
siapa laki2 yg mmberikn Rara pekerjaan yaaa 🤔