NovelToon NovelToon
Istri Yang Tertindas

Istri Yang Tertindas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

"Dia mencintaiku sampai mati, tapi justru membunuhku perlahan setiap hari."
Di balik kemewahan gaun sutra dan rumah bak istana, Yati hanyalah seorang tawanan yang jiwanya diremukkan oleh suaminya sendiri, Stevanus. Bagi dunia, Stevanus adalah pahlawan; bagi Yati, dia adalah iblis berwajah malaikat.
Puncak pengkhianatan terjadi saat Stevanus membuangnya dalam keadaan hancur demi kekuasaan dan wanita lain. Mereka mengira Yati sudah tidak berdaya dan terkubur bersama rahasia gelap mereka.
Namun, rasa sakit tidak mematikan Yati—ia justru melahirkan sosok baru yang kuat dan tangguh. Kini Yati kembali dengan identitas berbeda, menyusup ke jantung kehidupan Stevanus untuk merebut kembali hidup dan harga dirinya.
Ini adalah kisah tentang perjuangan Yati membuktikan bahwa dari kehancuran, ia bisa bangkit lebih kuat.
Bersiaplah, karena kisah ini akan membawamu pada perjalanan emosional yang penuh liku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: SUDUT SEMPIT DI UJUNG BELATI

Udara di dalam kamar tamu itu terasa membeku. Aku berdiri mematung di ambang pintu, menatap Maya yang duduk angkuh di atas tempat tidurku. Botol putih kecil di tangannya tampak seperti bom waktu yang siap meledakkan seluruh rencana yang telah kususun dengan darah dan air mata.

"Kenapa diam, Widya? Atau aku harus memanggilmu 'Ibu'?" Maya tertawa, suara yang dulu terdengar ramah di telingaku kini terdengar seperti gesekan pisau pada logam. "Kasihan sekali Stevanus. Dia berpikir sedang mengejar rekan bisnis yang berkelas, padahal dia hanya mengejar janda hamil yang entah membawa benih siapa."

Jantungku berdegup sangat kencang hingga aku bisa merasakan denyutnya di ujung jari. "Kembalikan botol itu, Maya," suaraku rendah, bergetar bukan karena takut, melainkan karena amarah yang mulai mendidih.

"Oh, kau mengancamku?" Maya berdiri, melangkah mendekat. Matanya yang penuh riasan tebal memicing tajam. "Stevanus sedang mengamuk di bawah karena rekaman suara itu. Jika aku membawa botol ini dan mengatakan bahwa kau adalah mata-mata yang sedang hamil, menurutmu siapa yang akan dia habisi lebih dulu? Aku... atau kau?"

Aku melirik ke arah pintu yang setengah terbuka. Di luar, aku bisa mendengar suara benda pecah dan teriakan kalap Stevanus yang masih mencari pengirim pesan misterius itu. Aku terdesak. Jika Maya membuka mulut, tidak akan ada operasi plastik atau identitas palsu yang bisa menyelamatkanku dari kegilaan Stevanus.

Anakku. Hanya itu yang ada di pikiranku. Aku tidak boleh membiarkan monster itu menyentuh anak ini lagi.

"Kau pikir Stevanus akan percaya padamu?" aku mencoba tenang, melangkah perlahan mengitari Maya. "Kau adalah tersangka utama pengkhianatannya saat ini. Kau yang ada di rekaman itu, Maya. Kau yang berencana membunuhnya untuk harta. Jika kau masuk ke sana sekarang, dia tidak akan mendengarkanmu. Dia akan mencekikmu sebelum kau sempat mengucap satu kata pun."

Wajah Maya sedikit berubah pucat, tapi dia tetap bertahan. "Mungkin. Tapi setidaknya aku tidak akan mati sendirian. Aku akan menyeretmu ke neraka bersamaku."

Dia berbalik, hendak lari menuju pintu.

Tanpa berpikir panjang, insting bertahan hidupku mengambil alih. Aku menerjangnya. Kami terjatuh ke atas karpet tebal dengan suara debum yang teredam. Aku menindih tubuhnya, tanganku mencengkeram pergelangan tangannya yang memegang botol itu.

"Lepaskan!" desis Maya, dia mencoba mencakar wajahku.

"Tidak akan pernah!" aku membalas, rasa sakit di perutku mulai terasa sebuah peringatan bahwa aku tidak boleh melakukan gerakan seekstrem ini. Namun, aku tidak punya pilihan.

Kami bergulat di lantai dalam kesunyian yang mencekam. Maya adalah wanita yang manja, dia tidak pernah merasakan kerasnya latihan fisik seperti yang kualani bersama Aris. Dengan satu sentakan kuat, aku berhasil merebut botol itu dan melemparnya ke bawah lemari.

Aku mencengkeram leher Maya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya membekap mulutnya. Mataku menatap langsung ke matanya yang membelalak ketakutan.

"Dengar baik-baik, Maya," bisikku, suaraku terdengar asing, bahkan bagi telingaku sendiri. "Kau pikir kau mengenalku? Kau pikir aku adalah Yati yang lemah yang bisa kau injak-injak? Yati sudah mati di tangga itu. Yang ada di depanmu sekarang adalah malaikat mautmu. Jika kau berani mengeluarkan suara, aku akan memastikan Stevanus menemukan bukti bahwa kaulah yang mencuri uang perusahaannya selama ini. Aku punya datanya, Maya. Aris punya semuanya."

Maya meronta, air mata mulai mengalir di sudut matanya. Dia melihat kegelapan yang murni di mataku—kegelapan yang diciptakan olehnya dan Stevanus.

Tiba-tiba, langkah kaki berat terdengar di koridor. Langkah itu berhenti tepat di depan pintuku.

Tok! Tok! Tok!

"Widya? Kau di dalam? Aku dengar suara gaduh," suara Stevanus terdengar berat, penuh kecurigaan.

Aku membeku. Maya mencoba berteriak di balik bekapanku. Aku menekan tanganku lebih keras ke mulutnya, sambil berusaha mengatur napasku yang memburu.

"Widya! Buka pintunya sekarang!" Stevanus mulai menggedor pintu.

Aku menatap Maya, memberinya tatapan 'diam atau mati'. Perlahan, aku melepaskan bekapanku tapi tetap menekan nadinya di leher.

"I-iya, Stev... sebentar. Aku baru saja menjatuhkan lampu meja," jawabku dengan suara yang dipaksakan setenang mungkin.

"Buka pintunya, Widya. Aku tahu Maya ada di sana. Aku melihatnya masuk ke kamarmu lewat CCTV koridor!" teriak Stevanus.

Mataku terbelalak. CCTV. Aku lupa bahwa di tahun 2026 ini, setiap jengkal rumah pintar ini diawasi oleh mata elektronik.

Aku berdiri, membiarkan Maya tergeletak lemas di lantai sambil terbatuk-batuk. Aku merapikan rambutku dan membuka pintu. Stevanus berdiri di sana dengan wajah merah padam, matanya menyapu seisi ruangan hingga berhenti pada Maya yang bersandar di kaki tempat tidur.

"Apa yang kalian lakukan?!" gertak Stevanus.

Maya mendongak, matanya menatapku lalu menatap Stevanus. Dia membuka mulutnya, bersiap untuk membongkar segalanya. "Stev... Widya... dia..."

Sebelum Maya menyelesaikan kalimatnya, dia tiba-tiba memegang lehernya sendiri. Wajahnya membiru, matanya melotot, dan dia mulai kejang-kejang hebat di lantai. Cairan bening berbusa mulai keluar dari mulutnya.

Stevanus terpaku ketakutan. Aku menatap tanganku sendiri yang tadi membekapnya, lalu menatap botol minum Maya yang tergeletak terbuka di atas meja nakas. Seseorang telah menaruh sesuatu di sana... dan itu bukan aku.

1
Abang imbran
gak bertele" 👍
Abang imbran
kurang ngajer banget ni stevanus/Right Bah!/
grandi
up lagi thor/Kiss/
Chici👑👑
Kak kamu keren bisa up banyak, aku nulis 1 bab aja kelar nya 2 sampe 3 hari baru selesai🤧
christian Defit Karamoy
TRIMAKASIH SUDAH MAMPIR🙏
JANGAN LUPA UNTUK SELALU BAHAGIA🫰

Like Setiap Bab Kalau selesai 👍

Rate Bintang 5 🌟

Vote setiap hari Senin 🙏

Kalau Ada Poin Boleh Mawar sebiji🌹

Tinggalkan komentar, penyemangat, kritik & Saran, 🎖️

Makaseh banya samua 🙇🙏😇
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
christian Defit Karamoy: okey siap trimakasih🙏
total 1 replies
Bela Viona
wow lumayan cepat juga ya thor,dlm 3 bln op kelar,blm lagi merubah karakter seseorang. sebenar nya gak mudah. minimal setahun lh.
tapi ini kisah sat set beres. gak bertele tele. langsung pada inti nya...
christian Defit Karamoy: iya kak🙏
total 1 replies
Bela Viona
Iblis berbadan manusia.
semoga mati ny tdk mudah.
gila stevanus.
Bela Viona
sesekali klo bikin kopi,di kasih 3 tetes racun tikus kn gak masalah thor...
biar ad sensasi buih buih ny tuh lakik
Bela Viona
baru baca bab awal udh di suguh kn dgn sebuah pengkhianatan,kdrt,penipuan dan manipulatif.
sakit jiwa nih lakik...
Bela Viona
Mampir thor...
Bela Viona: siapppp
total 3 replies
grandi
ngeri
grandi
apakah aman Thor
grandi
kata kata yang terpaksa/Scowl/
Chici👑👑
Thor kamu kuat banget apdet nya bisa banyak...kalo aku udah kriting jempol nya /Hammer/
Chici👑👑
Semangat thor💞
Chici👑👑
Lanjut lagi semangat thor apdet nya
christian Defit Karamoy: siap kak ku🙏
total 1 replies
Chici👑👑
Lanjutkan thor
christian Defit Karamoy: siap kak🙏
total 1 replies
Chici👑👑
Kak aku mampir
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!