"Aku hamil" Tiara akhirnya mengatakan rahasia yang di tutupinya selama beberapa minggu ini pada atasan sekaligus kekasihnya, Rex Hamilton, setelah kegiatan panas Mereka berdua yang baru selesai beberapa menit lalu.
Rex yang tengah mengenakan kembali pakaian dalamnya, terdiam sejenak.
"Gugurkan" Ucap Pria itu datar, tanpa melirik Tiara sama sekali.
Rex memang seperti itu, sikapnya dingin dan datar pada siapapun, termasuk pada Tiara yang telah menjadi sekretaris sekaligus teman tidurnya selama 3 tahun terakhir.
"Aku ingin melahirkan anak ini"
Rex menatapnya tajam. Pria itu kemudian menghampiri Tiara dengan langkah pelan tapi penuh ancaman.
"Hanya karena Kamu bisa naik ke ranjangku, bukan berarti Kamu bisa menjadi Nyonya Hamilton. Sadarlah dengan posisimu. Kamu hanyalah simpananku"
"Jika Kamu mau mempertahankan janin sialan itu, maka enyahlah dari hidupku. Tentukan pilihanmu"
"Aku akan mempertahankannya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa Bersalah
Jayden bisa dibilang adalah bayi yang tenang dan penurut. Tiara sama sekali tidak kerepotan menjaga anak itu, dibandingkan dengan Zayn yang aktif dan sangat lincah.
Mungkinkah karena Jayden lahir kurang bulan? Bi Surti bilang Jayden lahir lebih awal di usia kandungan 32 Minggu atau sekitar 8 bulan?
Tiara tidak bisa dibilang menyukai bayi ini, tapi Dia juga tidak membencinya. Bagaimanapun, karena menjadi Ibu susu Jayden Dia bisa mendapatkan 100 milyar dan bisa mewujudkan rencana balas dendamnya. Jadi, bukankah keberadaan anak ini cukup bermanfaat baginya?
Jayden masih berusia 4 bulan jadi Dia masih dalam masa ASI eksklusif. Setelah kenyang anak itu biasanya akan tertidur tapi siang ini, setelah kenyang Jayden malah menatapnya terus, sesekali bayi itu tampak tersenyum.
Zayn. Wajahnya sangat mirip dengan Zayn. Tiara mengalihkan pandangannya sambil berkata,
"Tidurlah... Jangan ngeliatin Aku kaya gitu" Tiara tahu bayi itu mana mungkin paham apa yang Dia katakan, Dia hanya berusaha menyingkirkan rasa nyeri yang tiba-tiba muncul di hatinya.
belum sampai sebulan semenjak kematian Zayn. Tiara tentu masih mengingat anaknya dengan sangat jelas.
Saat tengah berusaha menidurkan Jayden dengan menimang-nimang bayi itu, ponselnya berdering.
Nomor baru?
Setelah ragu sejenak, Tiara menjawabnya, namun tidak berbicara terlebih dulu.
"Tia, ini Saya"
Ternyata Viona. Tiara membuang nafas lega. Mungkin karena dalam misi menghancurkan hidup orang, Tiara yang tidak pernah bermasalah siapapun masih sering gelisah karena takut ketahuan. Jadi saat menerima telepon dari nomor asing secara tiba-tiba, Dia pun menjadi gugup.
"Ya, Nyonya, ada apa?"
"Saya lagi di Bogor, mau beli beberapa camilan untuk stok di rumah, Kamu suka apa nak?"
'Nak?' tanpa sadar Tiara mengerutkan kedua alisnya. Dia jadi merinding.
"Saya nggak punya pantangan Nyonya, Saya makan apa aja"
"Well... kalau gitu Kamu mau kue suka Strudel Bogor nggak? Atau lapis talas? Manisan buah juga ada loh"
'Apa Nyonya Viona kerasukan dedemit Bogor? Kenapa tiba-tiba jadi aneh begitu?' Tiara bertanya-tanya dalam hati.
"Terserah Nyonya saja. Saya beneran nggak pilih-pilih"
"Ya masa Kamu nggak pengen makan sesuatu apa gitu?"
"Enggak, Nyonya"
Viona terdengar menghela nafas panjang mendengar jawaban Tiara yang keras kepala menolak tawarannya. Tiara bukan hanya memberi garis batas diantara dirinya dan keluarga Hamilton, melainkan mendirikan benteng pertahanan yang kuat dan tinggi.
"Ya sudah. Saya beli suka-suka Saya kalau begitu"
"Baik, Nyonya"
Tut. Tiara langsung mematikan panggilannya. Ia merasa risih dengan keramahan mendadak yang ditunjukkan oleh Viona, padahal beberapa hari lalu Ibunda Rex itu masih sangat garang seperti singa betina.
Tiara kemudian menatap Jayden yang ternyata sudah tertidur dalam gendongannya. Tangannya agak pegal karena Jayden termasuk bayi yang cukup gemoy, jadi saat si gendong terlalu lama, rasanya berat juga.
Setelah menaruh bayi itu dalam box, Tiara kembali di sibukkan dengan kegiatannya memantau rencana awalnya. Dia pun melihat hasil dari kinerja para influencer yang di bayarnya itu.
Tiara awalnya tersenyum saat melihat video para influencer itu mendapatkan view yang memuaskan. Tapi senyumnya langsung lenyap begitu Ia membaca kolom komentarnya.
Banyak sekali yang menghujat para influencer itu, dan komenannya hampir seperti template.
"Sialan, Dia pake buzzer ternyata"
Sudah sejauh ini, tapi Dia masih belum bisa menyentuh dokter Lina sialan itu. Tiara memejamkan matanya. Jika menyebarkan video dokter itu yang sering bolak-balik ke hotel dengan pria yang berbeda ke publik, meski dia menggunakan akun anonim, tetap saja kemungkinannya untuk berhasil sangat kecil karena dokter itu bukan dari kalangan biasa dan bisa membeli kepercayaan publik.
Walaupun zaman sekarang ada istilah no viral no justice, tapi kenyataannya, setelah beritanya tenggelam, korban akan kembali mengalami penderitaan, sementara publik sudah lupa.
Dia harus benar-benar merencanakan semua ini dengan matang. Anita dan Rizal sangat bekerja keras untuk membantunya, jangan sampai karena dendamnya, Ia menjadi gegabah dan akhirnya mencelakai orang-orang terdekatnya lagi.
"Yang penting bukti udah ada, Aku hanya perlu mencari bantuan seseorang yang punya power kuat supaya nggak gampang diusik publik dan orang-orang dzalim itu. Fiuh, duit banyak aja ternyata belum cukup. Karena orang yang berpower duitnya pasti lebih banyak. Aku harus cari-cari indo dulu sebelum bertindak sambil tunggu info terbaru dari mbak Nit dan mas Rizal"
***
Malam itu Rex tidak pulang ke rumah karena Ia pergi ke Solo bersama dengan Desmon.
Viona sudah pulang sejak sore dengan tumpukan makanan ringan, buah-buahan dan juga oleh-oleh khas Bogor.
"Ibu menyusui gampang laper. Ini kamu bawa ke kamar, jadi kalo laper Kamu tinggal nyemil aja" Ucap Viona dengan bersemangat, sementara Tiara hanya mengangguk namun bibirnya tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Dalam hati Ia hanya berfikir, Viona melakukan ini supaya Tiara tidak kelaparan, gizinya terpenuhi dan sehat, jadi Dia bisa menghasilkan ASI yang bagus dan melimpah.
Ya, namanya Ibu Susu, tugasnya sebagai produsen ASI, jadi dikasih makanan yang banyak bukanlah hal yang istimewa, karena Tiara menganggap dirinya seperti sapi perah. Dia dibayar mahal dan dikasih makan enak dan banyak karena Ia harus menghasilkan ASI untuk calon penerus satu-satunya keluarga Hamilton.
"Jayden lagi tidur ya?"
"Iya Nyonya"
"Malam ini, Rex nggak pulang karena keluar kota" Ucap Viona tiba-tiba
Tiara kemudian berkata, "??? itu nggak ada urusannya sama Saya nyonya, Saya disini buat jagain tuan muda Jayden"
"Iya, Saya tahu. Saya cuma ngasih tahu, nggak ada maksud apa-apa kok" Sahutnya
Setelahnya tidak ada lagi yang bicara karena suasana diantara Mereka yang masih canggung.
Rex sudah sampai di Solo pada sore harinya. Dia tidak menunda-nunda waktunya dan langsung meluncur ke makam Zayn setelah mendapatkan informasi dari tetangga dekat Budhe dari Tiara, Bu Sukarni.
Rex berdiri di depan makam kecil itu tanpa bergerak sedikitpun. Desmon tidak berkata apapun saat ini, Dia hanya memperhatikan Rex dalam diam. Dia tahu bahwa Rex tengah bersedih. Tidak, Pria itu tampak sangat terluka saat memandangi batu nisan yang masih baru itu.
Zayn Adrian
Putra Mutiara Andari
Lahir 14 Februari 2025
Wafat 9 Desember 2025
Tidak sampai setahun Anaknya hidup. Dan Rex tidak pernah mengetahui bahwa Dia pernah lahir ke dunia ini.
Hanya melafalkan namanya saja Rex sudah yakin bahwa bayi yang sudah terkubur dalam tanah ini adalah putranya. Putranya dan Tiara yang pernah Ia minta untuk di gugurkan.
"Anak itu sudah tiada, bukankah itu sesuai dengan keinginan Anda?" Kata-kata Tiara malam itu terus terngiang di telinganya, hingga Rex jatuh berlutut di depan makam Zayn.
"Pak Rex..."
Entah keberanian apa yang muncul di benak Desmon. Saat Ia melihat tubuh atasannya itu bergetar, Desmon lansung memeluknya.
"Tuan muda Zayn pasti senang Anda datang menemuinya Pak" Rex tetap diam. Tapi Desmon bisa merasakan bahwa kemejanya telah basah. Ini pertama kalinya Desmon melihat Rex menangis. Bahkan saat Ayahnya meninggal muda, Rex tidak menunjukkan ekspresi apapun. Apa kematian anak itu benar-benar melukai hati Pria berdarah dingin ini?
"Cari tahu, cari tahu tentang rumah sakit itu dan para bajingan yang telah membuatnya mati" Ucap Rex dengan suara serak dan dalam. Terdengar kemarahan yang membuncah dari suaranya hingga Desmon tiba-tiba merinding.
Dalam hati Desmon berkata,
'Orang-orang itu, tidak akan selamat'
terima kasih ya,udh buat tia tegas dan tdk menye menye. suka dgn karakter tia yg sekarang.
jgn jatuh ke lubang yg sama dan jatuh cnta lgi dgn tirex,manusia kaku,egois,kasar dan mulut tajam dan tdk peka.
lgi an ya,gw heran ama lu rex,kaga ad jiwa kebapakan lu dah,sama jayden aj kaya kaga ad ikatan batin ,minimal dekat dan sayang. darah daging sndri . 😒😒