NovelToon NovelToon
Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Gacha Sultan: Auto Kaya Sejagat Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Raka Adiyaksa adalah definisi nyata dari "Sobat Misqueen". Mahasiswa biasa yang rela makan mie instan diremas setiap akhir bulan demi menabung untuk gebetannya, Tiara. Namun, pengorbanannya dibalas dengan pengkhianatan. Di malam konser yang seharusnya menjadi momen pernyataan cintanya, Raka justru melihat Tiara turun dari mobil mewah milik Kevin, anak orang kaya yang sombong, sementara Raka ditinggalkan sendirian di trotoar GBK dengan dua tiket yang hangus.

Di titik terendah hidupnya, saat harga dirinya diinjak-injak, sebuah suara mekanis berbunyi di kepalanya.

[DING! Sistem Sultan Gacha Tanpa Batas Telah Diaktifkan!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Misteri Push-Up Bra dan Serangan Ani-Ani

|Grand Indonesia - West Mall|

Setelah sesi makan siang yang mewah dan penuh drama, Raka mengajak Sindy dan Hani menyeberang ke area West Mall.

Berbeda dengan East Mall yang lebih family friendly, West Mall lantai dasar (Ground Floor) adalah hutan rimba bagi para pecinta kemewahan. Di sinilah "Kasta Brahmana" dunia retail berkumpul.

Nama-nama besar terpampang angkuh di setiap etalase kaca yang berkilau: Gucci, Chanel, Dior, Hermes, dan tentu saja, sang raja monogram, Louis Vuitton.

Raka berjalan santai dengan kedua tangan di saku celana, sementara Sindy dan Hani berjalan mengapitnya.

Sepanjang jalan, Raka tidak bisa menahan dirinya untuk tidak melirik ke arah Sindy. Gadis itu mengenakan kaos putih ketat yang dimasukkan ke dalam rok mininya.

Raka mengerutkan kening, menganalisis dengan serius seperti ilmuwan yang sedang memecahkan rumus fisika kuantum.

"Sistem bilang ukurannya 36C," batin Raka. "Tapi kalau dilihat dari sudut ini... kok kayaknya lebih condong ke D ya? Meluap banget."

Matanya menyipit sedikit.

"Apa mungkin... dia pake 'teknik sipil'?"

Raka menduga Sindy menggunakan Push-Up Bra dengan kawat ganda atau busa tambahan. "Hmm... C diubah jadi D. Teknik marketing yang bagus. Sistem emang nggak pernah salah deteksi, tapi mata gue juga nggak bisa dibohongi soal visual."

Sindy menyadari tatapan Raka yang intens. Wajahnya memerah. Dia tahu kemana arah mata Raka, tapi anehnya, dia tidak merasa risih. Justru ada perasaan bangga terselip di hatinya.

Papi suka liat ya? batin Sindy nakal.

Namun, di dunia nyata, Sindy tetap memasang topeng "Gadis Baik-Baik". Dia pura-pura tidak sadar, membenarkan rambutnya dengan anggun, dan bersikap sedikit dingin.

Raka tersenyum miring melihat tingkah laku Sindy. Ini menarik. Di PandaLive (Online), Sindy adalah streamer yang bisa disuruh-suruh, manja, dan berteriak "Papi" demi saweran. Tapi di dunia nyata (Offline), Sindy adalah mahasiswi Fashion Design yang cool, jaim, dan bertingkah seolah dia "Ice Queen" yang sulit didapatkan.

Dua kepribadian dalam satu tubuh. Sensasi menaklukkan "Ice Queen" di dunia nyata, padahal Raka sudah "memiliki"-nya di dunia maya, memberikan kepuasan tersendiri bagi Raka.

"Tunggu aja sampai lo tau siapa Papi sebenernya," kekeh Raka dalam hati.

Mereka tiba di depan butik Louis Vuitton yang megah. Antrean pengunjung terlihat mengular sedikit di depan pintu kaca yang dijaga satpam berjas hitam.

"Gila... Kak Raka serius mau masuk sini?" bisik Hani, matanya melotot melihat tas yang dipajang di etalase. "Itu tas yang di depan aja harganya 40 juta loh."

Sindy juga menelan ludah. Meskipun dia anak Fashion Design dan sering melihat barang branded, membelinya adalah cerita lain. Uang saweran Raka semalam memang banyak, tapi sayang kalau habis buat beli satu tas doang.

"Kenapa? Takut?" tanya Raka santai.

"Bukan takut, Kak. Tapi dompet kita insecure," jawab Hani jujur. "Kita cuma mahasiswa, Kak. Liat label harganya aja bisa kena serangan jantung."

"Tenang aja. Cuci mata kan gratis," kata Raka sambil tersenyum. "Siapa tau ada yang cocok."

Padahal di saku celananya, Kartu Belanja Louis Vuitton Gift Card dengan saldo Rp 5.000.000.000 (Lima Miliar) sedang bergetar hebat minta digesek.

Baru saja mereka hendak melangkah masuk ke antrean, sebuah suara cempreng memanggil dari arah belakang.

"Loh? Sindy? Hani?"

Mereka bertiga menoleh. Di dekat gerai Dior, dua gadis cantik sedang berdiri sambil memegang bubble tea. Mereka adalah Jihan dan Yola, teman satu geng Sindy di kampus. Penampilan mereka tidak kalah modis, tipikal mahasiswi Jakarta Selatan dengan outfit "kain kurang bahan" tapi mahal.

"Eh, Jihan! Yola!" Sindy melambaikan tangan. "Kalian ngemall juga?"

"Iyalah, bosen di kostan," jawab Jihan sambil berjalan mendekat. Matanya langsung terkunci pada sosok Raka yang berdiri tegap di samping Sindy.

"Waduh... Siapa nih?" Jihan menyenggol lengan Sindy, matanya menatap Raka dengan lapar. "Ganteng banget, Sin. Kenalin dong."

Sindy buru-buru berdiri di antara Jihan dan Raka, naluri posesifnya menyala. "Kenalin, ini Kak Raka. Temennya... pacarnya temen gue." (Alibi yang rumit).

"Halo, Raka," sapa Raka ramah.

"Halo Kak Raka, aku Jihan. Ini Yola," Jihan mengulurkan tangan, mencoba flirting. "Kak Raka kuliah di mana? Atau udah kerja? Ganteng gini pasti model ya?"

"Kerja serabutan aja," jawab Raka merendah.

Yola, yang terlihat lebih dewasa dan protektif (tipe "Ibu Asrama"), menarik Jihan mundur. Dia menatap Raka dengan tatapan menyelidik/waspada.

"Sindy," bisik Yola ke telinga Sindy sementara Jihan masih berusaha tebar pesona. "Lo nemu di mana cowok ini? Hati-hati loh."

"Kenapa emang, Yol?" bisik Sindy balik.

"Cowok modelan gini... muka ganteng, gaya clean, senyum manis... biasanya Buaya Darat kelas kakap," Yola memberikan analisis sok taunya. "Liat aja matanya. Tatapan player. Jangan sampe lo dimainin, terus ditinggal pas udah baper. Inget kasus si Tiara anak sebelah yang hamil ditinggal kabur."

Yola menceramahi Sindy dengan nada serius. "Kita sebagai cewek harus jual mahal. Jangan gampang melted."

Sindy hanya mengangguk-angguk, padahal dalam hati dia ingin teriak:

"Tenang aja, Yol. Kak Raka baik kok. Tadi kita makan siang di The Langham," bela Sindy pelan.

"Hah? Langham?" mata Jihan dan Yola membelalak. "Seriusan? Dia yang bayar?"

"Iya."

"Anjir..." Jihan langsung mengubah strateginya. Dia menyikut Yola. "Yol, persetan sama buaya. Kalau buayanya kaya gini, gue rela digigit! Mintain WA-nya dong, Sin! Nanti gue traktir Seblak sebulan!"

Sindy cemberut. "Nggak ada! Gue nggak punya WA-nya!".

"Pelit lo!"

Saat mereka sedang asyik berbisik-bisik dan bercanda, tiba-tiba suasana berubah menjadi dingin.

Tak... Tak... Tak...

Suara langkah kaki high heels yang tajam terdengar mendekat. Aroma parfum yang menyengat dan berat (terlalu banyak semprotan) tercium di udara.

"Aduh, aduh... Liat nih siapa yang lagi ngumpul. Geng Asrama Putri lagi field trip ya?"

Suara itu terdengar melengking dan penuh nada merendahkan.

Sindy, Hani, Jihan, dan Yola menoleh serempak. Wajah mereka langsung berubah menjadi masam. Ekspresi jijik terlihat jelas di wajah Yola.

Seorang wanita muda berdiri di sana dengan pose angkuh. Namanya Felis.

Felis adalah mahasiswi satu kampus dengan Sindy, tapi reputasinya... berbeda. Dia dikenal sebagai "Selebgram Kampus" yang hedon. Tasnya selalu ganti, bajunya selalu branded, dan gaya hidupnya jauh di atas uang saku mahasiswa normal.

Rahasia umum di kampus: Felis adalah "Ani-ani" (Wanita simpanan).

Saat ini, Felis sedang menggandeng lengan seorang pria paruh baya. Pria itu perutnya buncit, rambutnya mulai menipis, dan memakai kaos polo yang dimasukkan ke celana bahan yang terlalu ketat. Di lehernya ada kalung emas tebal.

Definisi mutlak dari "Gadun".

"Eh, Felis..." sapa Sindy kaku. Dia malas meladeni cewek ini.

Felis mengibaskan rambut panjangnya yang disambung. Dia menatap Sindy dan teman-temannya dari ujung kaki ke ujung kepala dengan tatapan meremehkan.

"Kalian ngapain di toko? Mau beli? Atau cuma mau foto-foto buat story doang biar keliatan kaya?" sindir Felis pedas. "Awas loh, jangan lama-lama di depan kaca, nanti kacanya burem kena napas orang miskin."

Om Rudi di sebelahnya tertawa terbahak-bahak, tawa yang terdengar basah dan menjijikkan.

"Hahaha, Beb. Jangan gitu dong sama temennya. Kasian," kata Om Rudi.

Namun, mata Om Rudi tidak tertuju pada wajah Felis. Matanya yang jelalatan langsung menelanjangi Sindy, Hani, Jihan, dan Yola.

Terutama Sindy. Om Rudi menatap kaki jenjang Sindy dan bagian dadanya yang menonjol dengan tatapan lapar yang tidak disembunyikan.

"Halo, Neng Geulis..." sapa Om Rudi dengan senyum mesum, memperlihatkan gigi yang agak kuning perokok. "Temennya Felis ya? Wah, ternyata temen-temen Felis spek bidadari semua ya. Kenalin, saya Rudi. Om-nya Felis."

Om-nya, pret, batin Yola jijik.

"Sindy, Om," jawab Sindy singkat, berusaha menutupi bagian dadanya dengan tas. Dia merasa risih ditatap seperti sepotong daging.

Felis menyadari tatapan "Om"-nya dan langsung cemburu. Dia menarik lengan Om Rudi lebih kencang.

"Beb, ayo masuk. Katanya mau beliin aku tas Capucines baru," rengek Felis manja.

Lalu dia menoleh lagi ke Sindy dengan tatapan menghina.

"Tuh denger kan? Kita mau belanja. Beli. Transaction. Bukan cuma liat-liat kayak kalian. Minggir dong, jangan ngalangin jalan VVIP," usir Felis sombong.

"Emang kalian punya duit buat masuk? Palingan patungan beli gantungan kunci doang," tambahnya sambil tertawa mengejek.

Wajah Sindy memerah karena marah dan malu. Jihan sudah mengepalkan tangan ingin menjambak rambut palsu Felis.

Tapi sebelum mereka sempat membalas, sebuah tangan kekar merangkul bahu Sindy dengan lembut namun tegas.

"Kalian ketemu temen lama?" tanya Raka santai"

1
:)
harus banget ya king scuma sungkem
Jujun Adnin
ngopi dulu mas raka
ABIMANYU CHANNEL
kasih yg banyak....
DipsJr: siap kak. paling nanti pindah ke max kalo nda lolos.
total 5 replies
Gege
kereen...ditunggu adegan kulit ketemu kulit dan bulu ketemu bulunya...kan udah gede..🤣🤭
Gege
kereen alurnya.. meski banyak mainkan durasi...lanjuuttt thoor..
DipsJr: wkwk. tau aja kak. 🤭
total 1 replies
Arya Rizki Sukirman
mana ini Thor updatenya
DipsJr: besok lagi kak, sehari 3 bab.
makasih sudah baca.
total 1 replies
DipsJr
besok lagi kak. saya updatenya jam 00.00 😁
ellyna munfasya
lanjut Thor 😤
ellyna munfasya
up lagi Thor nanti siang pokoknya 😤
Monchery
kalau ini menurut ku terlalu berlebihan
DipsJr: apanya yg berlebihan kak?. 🤭
total 1 replies
ellyna munfasya
alur nya seru
ellyna munfasya
gak mau tau nanti pagi harus up Thor 😤😤😤
DipsJr: siap kak, sebntar saya upload. 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!