NovelToon NovelToon
Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai / Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wedanta

Arka adalah pria biasa yang hidupnya selalu penuh kegagalan. Dipecat dari pekerjaan, ditinggalkan pacar, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun setelah kecelakaan misterius, hidupnya berubah total ketika sebuah Sistem Harem Legendaris muncul di dalam pikirannya.
Sistem itu memberinya misi aneh: bertemu wanita-wanita luar biasa yang akan mengubah takdirnya.
Dari CEO cantik yang dingin, idol terkenal, hacker jenius, hingga pembunuh bayaran misterius—setiap wanita yang mendekatinya membuka kekuatan baru bagi Arka.
Namun semakin banyak wanita yang masuk dalam hidupnya, semakin berbahaya dunia yang harus ia hadapi.
Akankah Arka mampu mengendalikan kekuatan sistem itu… atau justru tenggelam dalam permainan takdir yang lebih besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wedanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 – Hadiah dari Sistem

Arka masih merasa sedikit canggung ketika duduk di depan Livia. Lounge hotel itu terasa terlalu mewah untuk seseorang seperti dirinya. Sofa kulit yang empuk, meja kaca yang mengkilap, serta lampu redup yang elegan membuat suasana terasa seperti dunia yang berbeda dari kehidupan Arka sehari-hari. Ia bahkan bisa mencium aroma kopi mahal yang disajikan di meja-meja sekitar. Di hadapannya, Livia terlihat jauh lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Wanita itu menyilangkan kaki dengan anggun sambil menatap Arka seolah sedang mencoba menilai sesuatu.

Beberapa detik kemudian seorang pelayan datang membawa dua gelas minuman. Livia memesan kopi hitam, sementara Arka mendapatkan secangkir teh hangat. Arka memegang cangkir itu dengan kedua tangan, mencoba menghangatkan tubuhnya yang masih sedikit dingin setelah kehujanan. Livia mengamati gerakannya tanpa berkata apa pun selama beberapa saat. Akhirnya ia membuka pembicaraan.

“Kau bukan tamu hotel ini,” katanya datar.

Arka tersenyum kecil. “Kelihatan ya?”

“Penampilanmu cukup jelas,” jawab Livia tanpa ragu.

Arka tidak merasa tersinggung. Ia memang sadar bahwa dirinya terlihat sangat berbeda dari orang-orang yang biasa datang ke tempat ini. Ia hanya mengangkat bahu. “Aku hanya lewat.”

Livia mengangkat alisnya sedikit. “Lewat sampai masuk ke lounge hotel mewah?”

Arka hampir tertawa. Ia tentu tidak bisa mengatakan bahwa dirinya datang karena sistem misterius yang memberinya misi untuk menemui wanita ini. Ia harus memikirkan alasan lain. “Aku sedang berjalan di sekitar sini dan melihat seseorang yang tampak membutuhkan bantuan,” katanya akhirnya.

Livia menatapnya selama beberapa detik, seolah mencoba menentukan apakah Arka berbohong atau tidak. Namun akhirnya ia hanya menghela napas pelan. “Pria tadi memang menyebalkan. Dia selalu memaksa setiap kali bertemu denganku.”

“Pacar lama?” tanya Arka dengan santai.

“Tidak.” Livia langsung menjawab tanpa ragu. “Hanya seseorang yang terlalu percaya diri.”

Arka mengangguk pelan. Percakapan mereka terasa aneh bagi dirinya. Ia tidak pernah membayangkan akan duduk santai berbicara dengan seorang wanita kaya di lounge hotel seperti ini. Namun sebelum ia sempat mengatakan sesuatu lagi, layar transparan tiba-tiba muncul di depan matanya.

[Misi pertama selesai.]

Arka hampir tersedak teh yang baru saja ia minum.

Tulisan berikutnya langsung muncul.

[Hadiah diberikan.]

Skill acak diperoleh: Insting Sosial Lv.1

Arka mengedipkan mata beberapa kali. Ia langsung merasakan sesuatu yang aneh di kepalanya, seperti ada informasi baru yang tiba-tiba muncul begitu saja. Rasanya sulit dijelaskan, tetapi ia merasa seperti lebih peka terhadap ekspresi orang lain.

Sementara itu Livia masih menatapnya dengan ekspresi bingung.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya.

Arka segera menyadari bahwa ia mungkin terlihat aneh karena tiba-tiba diam. “Ya. Aku hanya sedikit… kaget,” jawabnya cepat.

Livia menyipitkan matanya sedikit, tetapi tidak melanjutkan pertanyaan.

Arka mencoba fokus kembali pada percakapan. Sekarang ia memiliki waktu untuk benar-benar mengamati wanita di depannya. Dari jarak dekat, Livia terlihat bahkan lebih menawan. Kulitnya halus, matanya tajam, dan sikapnya memancarkan aura percaya diri yang kuat. Ia jelas terbiasa berada di posisi yang lebih tinggi daripada orang-orang di sekitarnya.

“Jadi,” kata Livia akhirnya, “siapa sebenarnya namamu?”

“Arka.”

Livia mengangguk kecil. “Aku Livia. Kurasa kau sudah tahu.”

Arka tersenyum. “Sulit tidak mengenal seseorang yang terlihat seperti bos perusahaan.”

Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, sudut bibir Livia sedikit terangkat. Itu bukan senyum penuh, tetapi cukup untuk membuat wajahnya terlihat lebih hangat.

“Orang biasanya mengenalku karena nama keluargaku,” katanya. “Bukan karena diriku sendiri.”

Arka memperhatikan nada suaranya. Dengan skill Insting Sosial yang baru ia dapatkan, ia bisa merasakan sesuatu yang berbeda di balik kata-kata itu. Ada sedikit rasa lelah di sana.

“Tekanan keluarga besar?” tanya Arka.

Livia terlihat sedikit terkejut. “Kau cukup cepat menebak.”

Arka hanya mengangkat bahu. “Aku hanya menebak.”

Beberapa detik berlalu dalam keheningan. Livia menatap jendela besar di samping mereka, memperhatikan hujan yang masih turun di luar. “Menjadi pewaris perusahaan besar tidak semudah yang terlihat,” katanya pelan.

Arka tidak mengatakan apa pun. Ia merasa bahwa wanita ini jarang memiliki seseorang yang benar-benar mau mendengarkannya.

Setelah beberapa saat, Livia kembali menatapnya. “Kau berbeda dari orang-orang yang biasanya kutemui di tempat seperti ini.”

Arka tertawa kecil. “Itu cara halus untuk mengatakan aku terlihat miskin?”

Livia hampir tersenyum lagi. “Aku tidak mengatakan itu.”

Namun sebelum percakapan mereka bisa berlanjut lebih jauh, suara langkah kaki terdengar mendekat dari arah lobi. Beberapa pria berpakaian jas hitam memasuki lounge dengan langkah cepat. Aura mereka langsung terasa berbeda dari tamu hotel biasa.

Livia langsung mengerutkan kening ketika melihat mereka.

“Masalah lagi?” tanya Arka pelan.

Livia menghela napas. “Sepertinya.”

Salah satu pria itu berjalan langsung menuju meja mereka. Ia membungkuk sedikit ke arah Livia dengan sikap hormat. “Nona Livia, kami sudah mencarimu.”

“Apa yang terjadi?” tanya Livia.

“Direktur perusahaan pesaing datang ke hotel ini. Ia ingin bertemu dengan Anda.”

Ekspresi Livia langsung berubah dingin.

“Aku tidak tertarik.”

Pria itu terlihat ragu. “Dia mengatakan bahwa pertemuan ini penting untuk masa depan perusahaan.”

Arka memperhatikan percakapan mereka dengan diam. Ia tidak benar-benar memahami dunia bisnis, tetapi ia bisa merasakan bahwa situasinya tidak sederhana.

Livia berdiri dari kursinya. “Baik. Aku akan menemuinya.”

Kemudian ia menoleh ke arah Arka. “Terima kasih untuk malam ini.”

Arka mengangguk. “Tidak masalah.”

Namun sebelum Livia pergi, layar sistem tiba-tiba muncul lagi.

[Event baru terdeteksi.]

[Mendampingi target dalam pertemuan penting.]

Arka menatap tulisan itu dengan ekspresi datar.

“Serius?” gumamnya pelan.

Livia yang sudah berjalan beberapa langkah tiba-tiba berhenti dan menoleh ke arahnya. “Apa kau mengatakan sesuatu?”

Arka berdiri dari kursinya.

“Tidak. Aku hanya berpikir… mungkin aku bisa menemanimu.”

Livia menatapnya dengan tatapan tajam.

“Kau bahkan tidak tahu siapa yang akan kutemui.”

Arka tersenyum santai.

“Mungkin. Tapi sepertinya malam ini hidupku memang penuh kejutan.”

Beberapa detik berlalu sebelum Livia akhirnya mengangguk kecil.

“Baiklah.”

Dan tanpa mereka sadari, keputusan kecil itu akan membawa Arka semakin dalam ke dunia yang jauh lebih berbahaya daripada yang ia bayangkan.

1
Apin Zen
Gk pakai paragraf, sulit dibaca percakapannya
Wedanta 05: makasi Saranya yaaa☺️
total 1 replies
3RSEL
apa ini..... bingung
3RSEL
gasss
3RSEL
masih nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!