NovelToon NovelToon
Suami Posesif Untuk Istri Cuek ( Xavier-Aruna)

Suami Posesif Untuk Istri Cuek ( Xavier-Aruna)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.

Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.

namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Xavier-Aruna 12

Merlyn dan kedua temannya memutuskan untuk naik ke lantai Xavier berkantor. Mereka ingin protes karena merasa pemecatan mereka tidak sesuai dengan yang sudah mereka lakukan.

"Serius ini kita masuk ke dalam ruangan Pak Xavier? Apa dia tak akan semakin marah kepada kita?" tanya Nadia sedikit takut.

Ini pertama kalinya bagi dia dan Anggi yang bekerja sebagai staff biasa naik ke lantai tempat para pimpinan mereka bekerja. Sehingga membuatnya sedikit takut, sedangkan Merlyn berjalan di depan dengan penuh percaya diri.

"Maaf kalian mau kemana?" cegah seorang pria yang merupakan asisten dari Xavier.

"Kami ingin bertemu dengan Pak Xavier," jawab Merlyn sedikit angkuh.

"Baik Bu Merlyn. Anda bisa tunggu sebentar di sini," jawabnya kemudian masuk ke dalam ruangan Xavier.

Tak lama dia kembali dan mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam ruang Xavier.

"Apa beneran kita datang langsung bertemu Pak Xavier? Bagaimana kalau hasilnya malah semakin buruk dari sekarang?" tanya Anggi yang mulai merasakan tak enak saat baru saja berada di depan ruangan Xavier.

"Tenang saja, aku yakin surat ini tak akan berguna lagi karena setelah keluar dari ruangan Pak Xavier kita akan tetap bekerja!" jawab Merlyn percaya dirinya memang patut di acungi jempol.

"Selamat siang Pak Xavier," sapa Merlyn dengan penuh percaya diri.

Betapa kagetnya Nadia dan Anggi karena yang ada di ruangan itu bukan hanya Xavier, melainkan Mami Violet dan Papi Devan juga ada di sana. mereka bertiga sedang duduk di sofa.

"Baik, silahkan katakan apa yang ingin kalian katakan karena kami sedang ada pembicaraan penting!" jawab Xavier dingin.

"Begini Pak Xavier, kenapa anda memecat kami secara tak hormat dengan alasan yang tak masuk akal? Anda mengatakan kalau kami berusaha menyakiti dan menyerang istri anda? Justru wanita yang mengaku-ngaku sebagai istri anda itu sudah membuat saya terluka. Apa anda tak lihat ini, tangan dan pipi saya terlu-ka! Tapi malah saya yang di salahkan dan di pecat? Ini rasanya tak adil! Apalagi saya merupakan salah satu orang yang berbakat dan di butuhkan di perusahaan ini. Saya bahkan baru di angkat dua bulan menjadi wakil manager pemasaran," jawab Merlyn sambil menitikkan air mata karena merasa menjadi wanita yang terdzolimi.

Mendengar ucapan Merlyn membuat Mami Violet tertawa terbahak sedangkan Xavier terlihat kesal dan mengepalkan tangannya. Papa Devan menahan bahu Xavier. Apalagi di depannya adalah seorang wanita.

"Oh begitu ya Bu Merlyn yang baru di angkat menjadi wakil manager pemasaran? Sepetinya seleksi kita harus lebih di perketat untuk menaikan jabatan karyawan. Jangan sampai kita salah memilih orang-orang yang berada di jajaran tinggi, tapi memiliki bad attitude seperti dia! Wanita yang kau tuduh mengaku-ngaku istri Xavier itu adalah menantu kesayanganku! Dia tak mungkin melukai orang lain kalau tak kamu duluan yang menyerangnya! Aku lebih hafal menantuku, tak akan mengusik kalau tak di usik lebih dulu!" emosi Mami Violet.

Melihat kemarahan Mami Violet membuat Nadia dan Anggi terlihat ketakutan tapi tidak dengan Merlyn yang merasa tak salah sedikitpun kepada Aruna.

"Tapi buktinya menantu kesayangan anda itu membuat saya terluka, Bu! Bisa saja anda hanya mengetahui sifat luar menantu kesayangan anda itu. Tapi aslinya dia sangat tega, lihat saja yang sudah dia lakukan kepada saya ini, dia bahkan tega menyakiti saya. Apalagi di pipi ini pasti akan sangat sulit untuk di hilangkan!" jawab Merlyn sambil menangis.

Tangan Mami Violet rasanya gatal sekali ingin menggampar mulut Merlyn yang keterlaluan. Apalagi dia sudah dengan sengaja menjelekkan nama baik menantu kesayangannya. Dia fikir dia siapa yang sudah berani sekali bicara seperti itu. Sedangkan Xavier tanpa banyak bicara memutar rekaman kejadian di dekat toilet. Bagaimana Merlyn mengeluarkan benda itu.

Bahkan Xavier tak hanya memutar di ruangannya. Melainkan di seluruh monitor yang ada di perusahaan Hananta. Sehingga membuat Merlyn merasa ketakutan dan malu luar biasa. Padahal sebelumnya dia sangat yakin di sana tak ada cctv. Tapi kenapa bisa ada yang merekam kejadian itu dengan jelas? Siapa yang merekam?

"Mau bicara apa lagi kau? Kau datang kesini mau menjelekkan menantu kesayanganku hah? Kau fikir aku akan percaya dengan mulut busukmu? Kau kira kau jauh lebih baik dari menantuku? Kau tak ada seujung kukunya di banding dia? Dan kau bilang apa tadi? Kau adalah karyawan yang bisa di andalkan di perusahaan Hananta? Kau fikir cuma kamu yang berbakat dan bisa di andalkan? masih banyak yang lain yang jauh lebih baik dan bahkan memiliki attitude yang lebih baik!" emosi Mami Violet.

"Bu, Pak Xavier... Itu sebenarnya ..." Merlyn tergagap, seluruh kepercayaan diri yang tadi dia perlihatkan begitu menggebu di depan mereka bertiga seolah hilang begitu saja.

Sreeeeettttt

Aaaaaaawwwww

Terdengar suara kesakitan dari Merlyn saat Mami Violet dengan sengaja mencengkram tangan Merlyn yang terluka dengan sangat kencang sehingga membuatnya kembali mengeluarkan cairan merah.

"Bu ampun, ini sangat sakit ..." ucap Merlyn pelan.

"Oh sakit ya? Lebih sakit mana ini atau fitnah kamu untuk menantuku hah?" jawab Mami Violet.

Tak sampai di situ! Mami Violet memberikan dua tamparan keras di pipi Merlyn sebelum dia menyeret rambut Merlyn ke lantai bawah menuju lobby.

"Ampun Bu ... Sakit Bu,..."* teriak Merlyn tapi siapa yang bisa mengendalikan amarah Mami Violet saat dia marah.

Suruh siapa dia memancing singa betina kelurga Hananta, apalagi yang di senggol olehnya adalah anak kesayangan singa betina yang ganas. Akhirnya Merlyn malu sendiri dengan perbuatannya itu. Selain kehilangan harga diri, jabatan yang selalu dia banggakan dan sombongkan kepada semua orang. Dia juga harus menelan rasa malu di depan semua orang.

Braaaakkk

Mami Violet mendorong tubuh Merlyn dengan sangat kuat di lantai sehingga membuat dia tersungkur. Di lobby ada banyak karyawan yang berlalu lalang. Sehingga hal itu menjadi tontonan karyawan Houston.

"Silahkan kau keluar mantan wakil manager yang bad Attitude! Lihatlah, ini semua contoh bagi kalian semua! Mulai sekarang aku akan meningkatkan standar bagi kalian untuk naik jabatan. Aku ingin kalian juga memiliki attitude yang bagus baik di kantor maupun di luar. Jangan sampai seperti wanita ini yang tak tahu diri. Baru naik jabatan selama dua bulan saja sudah sok paling berkuasa dimana-mana hingga menantu kesayanganku di hina dan bahkan hampir di cela-kai kalau dia tak bisa menjaga diri. Dan wanita ini malah memutar kenyataan dengan fit-nahnya," ujar Mami Violet berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Ku ingatkan, untuk kamu. Bukan hanya di pecat secara tidak hormat, melainkan aku akan membuat kamu di blacklist dari semua kantor! Agar kamu bisa lebih menghargai orang lain siapapun itu! Tidak merendahkan orang hanya karena kamu memiliki jabatan mentereng!" tambah Mami Violet sebelum berbalik.

"Bu ... ini tak adil untuk saya ..." ujar Merlyn.

"Bahkan dari mulut busukmu itu kau tak sepatah kata pun mengucapkan kata maaf!" ujar Mami Violet dengan tatapan tajam membuat semua orang juga geleng kepala.

"Usir dia dari kantor ini! Jangan sampai dia menginjakkan kaki lagi di perusahaan Hananta! Aku haramkan bagi dia!" perintah Mami Violet tegas.

1
Heni Mulyani
lanjut
nely_48
kurung az s merlyn k kandang ular pyton,, biar dia d jadiin merlyn presto, lunak sampe tulang belulang nya
nely_48
njiiir serem oge sang ibu suri klau murka 🤭
nely_48
sundel bolong kau meylin
nely_48
wah s ulet nangka busuk beraksi nih,, salah lawan kau merlyn,, tunggu kehancuran mu dlm hitungan menit ya merlyn
nely_48
babang Xavier terllope lope lah pokok na mh
nely_48
kasian sekali nasib mu rexa,, meningan jd TKI az daftar tg k Jepang biar kau bebas dr siluman ubur² s Renata sekeluarga itu
nely_48
udh ter bucin bucin kan Xavier sm aruna
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
nely_48
akhirnya runa n Xavier udh akur, semoga Xavier junior cepat loncing 💃💃💃
nely_48
jd lah ratu d istana hananta ya runa,, dampingi putra mahkota Xavier, tenang ada ibu suri mami vio n pemegang tahta tertinggi hananta papi devan,,, 😍😍😍
Ria Lita
jgn lama2 thor lanjut cerita nya
Ria Lita
kenapa kok reka hrs tunduk dgn keluarga Renata katanya reka ortu nya punya perusahaan kan
Heni Mulyani
lanjut
Ria Lita
iya thor bener kata kak Winda aku jadi bingung judul nya aja udah beda lha gimana kakek Aruna dan bima udah dapet balesan belum gan kakek Aruna udah tau belum kebenaran tentang Aruna dan kok tiba2 si arka udah sama Aruna aja
nely_48
yakin nih ga ada belah duren d mlm pertama ❓❓
Yam_zhie: puasa 😭🙏
total 1 replies
nely_48
pasangan pengantin baru nih
nely_48
menantu mami vio itu, lady runa
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
Ayu Juwita
haadduuuhhh
ini mah harus baca ulang dari awal
Baek chanhun
kapan Mahardika dan bima meninggal dunia, di bab mana thort
thanks teh 💪
Diana Dwiari: yang ayah aku kembali? kog aku belum baca yg itu ya,kayaknya baru rencana mau gulingkan si bima,tapi penyerangannya belum,si kakek juga belum mati di buku itu
total 2 replies
partini
ya kalau yg mikir pasti ada kan yg ga mikir kata nanti ada badai datang dalam rumah tangga mereka,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!