NovelToon NovelToon
Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Mantan Suamiku Ternyata Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyelamat / Dokter Ajaib
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Hanya karena perbedaan gaya hidup yang kini tak lagi sejalan, Tiffany menceraikan suaminya demi menjaga citra sebagai seorang konglomerat.

Ia bahkan melupakan siapa yang telah berjuang bersamanya dari nol hingga mencapai posisi tersebut.

Hans Rinaldi tidak menyimpan dendam. Ia menerima keputusan itu dengan lapang dada.

Namun, setelah perpisahan mereka, Tiffany tetap menyeretnya ke dalam berbagai masalah. Hingga akhirnya, terungkaplah siapa sebenarnya sosok pria sabar yang selama ini telah ia buang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kematian Bimbo

Keesokan paginya, di Vila Panjaitan.

Sebagai orang terkaya di Jakarta, Jaguar sedang duduk santai sambil minum teh bersama seorang pria tua.

"Sayang sekali wanita itu terlalu waspada dan pergi sebelum obatnya bekerja. Kalau gak, aku pasti sudah menaklukkannya," keluh Jaguar.

"Tenang saja, Tuan Panjaitan. Dia tidak punya penawar untuk obat yang aku berikan. Kalau dia tidak ingin mati, dia pasti akan datang memohon. Saat itu Anda bisa melakukan apa pun yang Anda inginkan," kata Mikail sambil terkekeh.

"Benarkah? Bagus sekali!" Mata Jaguar langsung berbinar.

Sejak lama dia sudah mengincar Maureen, wanita cantik yang sulit ditaklukkan itu. Membayangkan bisa mempermainkan wanita seindah itu di ranjang saja sudah membuat jantungnya berdegup kencang.

"Tuan Panjaitan ...."

Tiba tiba seorang pengawal datang dan membisikkan sesuatu di telinga Jaguar.

"Apa? Bimbo sudah mati?"

Jaguar langsung memasang wajah muram. "Siapa yang ngelakuin ini? Siapa yang berani nyentuh orang aku?"

Bimbo adalah tangan kanannya, orang yang biasa melakukan pekerjaan kotor untuknya. Kematian mendadak itu jelas kerugian besar bagi Jaguar.

"Ada rumor yang bilang pelakunya anak angkatnya sendiri, Torra. Katanya dia buru buru mau mengambil alih posisi Bimbo, jadi dia membunuhnya."

"Torra?"

Jaguar menyipitkan mata. Dalam hati dia berpikir, bajingan itu benar benar kejam. Bahkan Papa angkatnya sendiri saja tidak dia sisakan.

"Tuan Panjaitan, aku rasa ada sesuatu yang janggal dalam masalah ini," kata Mikail dengan nada curiga.

"Oh? kamu punya dugaan?" Jaguar mengangkat alis.

"Kemarin Bimbo menelepon saya. Dia minta aku menyingkirkan seseorang yang berhubungan dengan Andy Palumbo. aku rencananya mau tanya lebih lanjut hari ini, tapi tidak menyangka dia malah mati secepat ini." Mikail mengelus janggutnya.

"Jadi maksud kamu orang itu yang membunuh Bimbo?" Jaguar langsung menangkap maksudnya.

"Mungkin saja," jawab Mikail sambil mengangguk.

"Kalau orang itu ada hubungannya dengan Andy, berarti masalah ini tidak sesederhana kelihatannya." Jaguar mengusap dagunya sambil berpikir.

Selama ini perhatiannya tertuju pada keluarga Wiraningrat. Kalau sampai memancing masalah dengan Andy dan kedua pihak itu bekerja sama, bahkan dia pun bisa berada dalam masalah besar.

"Tuan Panjaitan, kalau Anda khawatir menimbulkan masalah, aku punya ide."

"Coba katakan."

"Bukannya Bimbo punya kakak laki laki bernama Romeo? aku dengar dia sedang bertugas di medan perang wilayah barat. Dia juga seorang letnan yang memimpin ribuan prajurit. Kita tinggal memberi kabar tentang kematian Bimbo kepadanya, lalu biarkan dia yang mengurus sisanya. Kita tinggal duduk dan menonton saja," kata Mikail dengan senyum licik.

"Itu ide bagus!"

Mata Jaguar langsung berbinar.

"Kalau orang nekat seperti Romeo yang maju lebih dulu, aku pasti bisa memanfaatkannya."

...***...

Pada saat yang sama, di kantor Adiputra Group.

Baru saja Tiffany duduk di kursinya ketika Rachel mengetuk pintu dan masuk.

"Nona Rasheed! Ada sesuatu yang buruk terjadi!"

"Ada apa?" dada Tiffany langsung terasa sesak.

"aku dengar terjadi pembantaian di Rumble Group dan Bimbo terbunuh!"

Ucapan itu membuat Tiffany terkejut.

"Apa? Bimbo terbunuh?"

Dia benar benar tercengang. Bimbo adalah tuan Langodai, raja tanah Timur yang berbisnis dengan orang legal maupun ilegal. Bagaimana mungkin dia bisa mati begitu saja?

Apalagi kemarin mereka baru saja bertemu.

"aku juga belum tahu detailnya, tapi kabar ini sudah tersebar," kata Rachel. Lalu dengan suara pelan dia bertanya, "Nona Rasheed, menurut Anda ini ada hubungannya dengan Hans?"

"Hans?"

Tiffany mengerucutkan bibir. "Kayaknya gak. Walaupun dia jago berkelahi, dia gak punya keberanian buat membunuh orang."

"Belum tentu," Rachel menggeleng lalu berkata dengan nada misterius, "Ada pepatah bilang, orang yang terdesak bisa melakukan apa saja. Bimbo pasti tidak akan membiarkan begitu saja anaknya yang jadi cacat. Hans mungkin saja mempertaruhkan segalanya demi melindungi dirinya sendiri."

Tiffany tidak bisa menahan diri untuk mengernyit. Kemungkinan itu memang ada.

"Kalau begitu, bagus juga dia mati. Setidaknya kita tidak perlu khawatir lagi. Kalau benar Hans yang melakukannya, berarti dia justru melakukan hal baik," kata Rachel sambil tersenyum.

"Aku rasa masalahnya tidak sesederhana itu," kata Tiffany dengan serius. "Ada alasan kenapa Bimbo bisa bertindak semena mena. Dia punya seseorang yang sangat berpengaruh di belakangnya. Orang itu yang sebenarnya paling perlu kita khawatirkan."

"Ada yang melindunginya? Siapa?" tanya Rachel penasaran.

...***...

Sebelum kabar kematian Bimbo benar benar mereda, keesokan harinya muncul pengumuman mengejutkan.

Keluarga Wiraningrat telah memilih mitra kerja sama, dan hari itu juga menjadi hari peresmian perusahaan baru mereka. Begitu kabar itu keluar, banyak orang datang untuk memberikan ucapan selamat.

Pukul delapan pagi, deretan mobil mewah sudah memenuhi pintu masuk Gedung Emerald. Namun Maureen, salah satu tamu penting, justru tidak terlihat di sana.

Sebaliknya, dia sedang duduk santai di sebuah kedai kopi sambil menikmati secangkir kopi.

"Di sini, Pak Rinaldi!"

Begitu melihat Hans masuk, Maureen langsung berdiri dan melambaikan tangan.

"Bukannya hari ini acara pembukaan perusahaan baru kamu? Kenapa malah ngajak aku ketemu di sini?"

Hans duduk di seberangnya.

Hari itu Maureen mengenakan blus putih dan rok. Rambut hitamnya disanggul rapi, membuatnya terlihat lebih dewasa. Bagian atas pakaiannya membungkus tubuhnya dengan ketat.

"Ini cuma acara pembukaan perusahaan. Kencan sama kamu jauh lebih penting," kata Maureen sambil mengedipkan mata dengan nada menggoda. Bibir merahnya terlihat begitu menarik.

"Nona Wiraningrat, jangan bercanda. Kita bahas urusan saja," kata Hans. Dia mulai merasa sedikit canggung.

"Baiklah, aku langsung saja." Maureen tersenyum. "Pak Rinaldi, kematian Bimbo ada hubungannya sama kamu?"

"Kenapa kamu nanya begitu?" Hans mengangkat alis.

"aku cuma penasaran. Bimbo memang bajingan, tapi dia punya banyak anak buah. gak mudah membunuh dia. aku sudah memikirkan ini cukup lama, dan sepertinya cuma kamu yang punya kemampuan buat melakukannya," kata Maureen sambil berpikir.

"Haha, Nona Wiraningrat terlalu melebihkan aku." Hans tertawa tanpa memberi jawaban jelas.

"Kematian Bimbo sebenarnya bukan masalah besar. Itu tidak akan terlalu memengaruhi situasi di Jakarta. Masalahnya justru orang orang di belakang dia," lanjut Maureen.

"kamu maksud Jaguar Panjaitan?"

"Dia salah satunya. Tapi dia tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri hanya karena Bimbo. Dia justru lebih mudah dihadapi."

"Berarti Bimbo punya pelindung lain?"

"Benar. Dia punya kakak bernama Romeo. Dia seorang letnan yang punya kekuasaan besar. Orang itu tidak bisa dianggap remeh," kata Maureen dengan nada serius.

Bahkan keluarga Wiraningrat pun tidak ingin berurusan dengan orang yang punya hubungan dengan militer. Itu juga alasan kenapa Maureen tidak langsung membalas saat Bimbo menculiknya.

"Makasih atas peringatannya, Nona Wiraningrat. aku bakal ingat itu," kata Hans sambil mengangguk. Dalam hatinya dia merasa berterima kasih.

"Oh ya, ada satu hal lagi." Maureen mengganti topik. "Soal ambergris itu, aku sudah dapat hasil penyelidikannya. Menurut informasi yang aku dapat, orang yang membius aku dikenal dengan nama Tuan Darco."

"Tuan Darco? Latar belakangnya apa?" tanya Hans.

"Orang ini mirip Bimbo. Dia tangan kanan Jaguar. Tapi identitasnya misterius. Selama ini dia selalu bergerak di balik layar, memberi saran dan menjalankan berbagai urusan gelap."

"kamu mau melakukan apa?"

"aku ingin memotong kekuatan Jaguar sedikit demi sedikit dan memberi dia pelajaran. Tapi ... anak buah aku gak mampu menghadapi orang seperti itu, jadi aku harus minta bantuan kamu," kata Maureen dengan nada lembut.

"Pancing dia keluar dan ciptakan kesempatan buat aku menghadapi dia," jawab Hans santai.

"Makasih, Pak Rinaldi!" Maureen tersenyum. "Hari ini aku juga mengundang Jaguar ke acara pembukaan perusahaan. Tuan Darco pasti datang juga. kamu bisa menjalankan rencana kamu di sana."

"Oke." Hans mengangguk.

"Pak Rinaldi, sudah hampir waktunya. Ayo kita berangkat."

Mereka tidak berlama lama. Setelah menghabiskan kopi, keduanya menuju Gedung Emerald.

Saat itu, kerumunan besar sudah berkumpul di depan gedung. Begitu turun dari mobil, Hans melihat Tiffany bersama keluarganya sedang masuk ke dalam.

Tiffany memang bagian dari perusahaan baru itu, jadi tidak aneh jika perwakilan keluarga Rasheed hadir di sana.

"Hans, kenapa aku selalu ketemu kamu?" terdengar sebuah suara dari belakang.

Hans menoleh dan melihat Othan Karimi.

1
Sihol Siallagan
sehari cuman satu,
hmmm😔
Sihol Siallagan: maunya sehari 3 chapter loh🤭
total 3 replies
james malalantang
Ceritanya bagus tidak bertele-tele.
james malalantang
Mati kamu jaguar.
james malalantang
Orang sombong pasti kalah, beda dengan hans.
james malalantang
Mikael pasti merasakan ketakutan kalau sudah mengetahui kekuatan hans.
james malalantang
kesombongan dokter tirta mulai terlihat.
james malalantang
Bimbo orang baik seperti hans jangan di lawan.
james malalantang
Kemarahan bimbo tidak ada gunanya, karena hans orang benar.
james malalantang
Hans memang laki-laki perkasa.
james malalantang
Othan menunjukkan kesombongan di depan tifany, namun merasa gemetar melihat bodyguard danilo.🤣
james malalantang
Tifanny masih di tolong oleh hans, memang hans orang baik.
james malalantang
Hans memang pria idola bagi wanita terpandang.
james malalantang
Mantap
james malalantang
Mantap pembuktian dari hans.
james malalantang
Kasian kalung peninggalan ibunya.
james malalantang
mengecewakan saat HUT perkawinan mendapatkan surat cerai.🤣
sitanggang
kenapa gak SARIMI sekalian🤣🤣🤣
Piw Piw: awkwkwkwk sarimi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!