Caramel Willem, cucu mafia terbesar di dunia mengalami transmigrasi ke dalam buku novel.
Ding!
"Selamat datang di dunia paralel, saya sistem 014 akan menemani perjalanan anda."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi pertama
Setelah keputusan pengadilan Kevin di umumkan, Kevin harus berada di lapas remaja selama 9 bulan. Erlangga cukup senang mendengarnya karena masa hukuman tidak terlalu lama, kabar jika Ayah Kevin yang seorang konglomerat kelas atas cacat permanen membuat bisnis nya merosot.
Saingan bisnis sangat menunggu moment seperti ini untuk menghancurkan pesaing. Ayah Kevin yang marah tentu saja melampiaskan amarah pada Ibu Kevin, meskipun tidak separah saat masih sehat. Tapi masih saja sikap arogannya itu tidak hilang setelah cacat.
Ibu Kevin sudah mulai muak dan lelah. Selama ini dia bertahan demi Kevin, dia ingin Kevin mendapatkan hak warisan. Dia bisa tahan di selingkuhi dan di pukuli berulang kali demi anaknya, dia juga sengaja membuat Kevin di penjara supaya terbebas dari Ayahnya yang terkutuk ini.
"Aku sudah cukup lama bersabar, bisnis mu merosot dan sudah diambang kehancuran. Aku sudah tidak mau lagi bertahan dengan orang gila seperti mu, Kevin juga sudah menemukan dunia baru yang dia inginkan. Aku ingin bercerai." Ucap Ibu Kevin.
"APA YANG KAU KATAKAN WANITA GILA. SEKARANG SETELAH AKU CACAT KARENA PERBUATAN ANAKMU KAU INGIN BERCERAI, JANGAN BERMIMPI." Teriak Ayah Kevin marah besar.
"Kau hubungi saja para selingkuhan mu itu untuk mengurus mu. Aku sudah memproses perceraian kita, suka atau tidak suka kita akan tetap bercerai dan Kevin akan menjalani hidupnya sendiri tanpa orang gila sepertimu." Ucap Ibu Kevin.
"Jalang gila, kau pikir Kevin akan jadi apa tanpa ku? dia sudah menjadi narapidana sekarang. Apa kau pikir manusia dengan masalalu suram sepertinya bisa sukses?! jangan bermimpi." Ucap Ayah Kevin.
"Aku percaya dia bisa. Bahkan dia bisa membuat orang gila sepertimu cacat, kenapa dia tidak bisa meraih kesuksesan di jalan nya sendiri? dia sudah besar, dia bisa memilih sendiri jalan yang dia inginkan. Aku sudah berjuang sekuat tenaga sebagai Ibu nya, dan sekarang aku akan percaya pada putraku." Ucap Ibu Kevin, berusaha tegar saat dirinya sudah hancur.
Ayah Kevin marah besar dan melempar barang-barang. Ibu Kevin hanya menatap dingin dan pergi, dia sudah membeli apartemen dan proses perceraian sudah di urus. Dia akan membawa Kevin pergi dari jeratan gila ini, selama ini dia bersabar karena tidak mau Kevin di rebut oleh Ayahnya.
Kevin sejak kecil di monopoli oleh Ayahnya, anak itu sudah di doktrin dan Ibunya sulit membawanya kabur. Karena itu tidak ada pilihan lain selain bersabar menunggu Kevin tumbuh dewasa, agar Kevin bisa memilih jalan hidupnya sendiri dan terbebas dari bayang-bayang Ayahnya yang gila. Dan yang terpenting warisan Kevin akan tetap menjadi milik Kevin, karena sejak awal Ibu Kevin tidak diam saja. Dia sudah mengamankan segala hak milik Kevin yang di lindungi kuasa hukum, agar segala pengorbanan mereka berbuah manis.
Caramel dan Arga mengamati bagaimana akhir dari keluarga protagonis pria. Semuanya jadi semakin masuk akal, karena di cerita asli watak Kevin itu bukan anak teladan. Dia hanya memiliki sisi naif tapi sikapnya berandalan, seperti anak yang kehilangan jati dirinya sendiri.
"Apa di cerita asli orangtua Kevin memang bercerai?." Tanya Caramel.
"Tidak ada keterangan tentang keluarga. Tapi yang pasti Kevin tidak pernah masuk penjara atau melukai Ayahnya, mungkin Kevin di cerita asli memberontak dengan cara yang lain." Ucap Arga.
"Apa memberontak dengan cara jatuh cinta pada protagonis wanita?." tebak Caramel.
"Benar." Jawab Arga.
Ding!
Misi : Jadi kan protagonis pria menjadi main character.
Hadiah : Membuka Skin terkunci.
Waktu : 1 bulan.
Jika gagal : MATI.
Tiba-tiba sebuah hologram muncul di depan Caramel, misi pertama sudah datang dengan hukuman yang mengejutkan.
"Wah apa lagi ini? kenapa hukumannya menakutkan sekali." Celetuk Caramel.
"Karena ini misi yang memang harus di lakukan dan harus berhasil. Hadiah nya akan sangat berguna untuk membantu kita selanjutnya." Ucap Arga.
"Membuka skin terkunci?." Gumam Caramel.
"Ya, seperti waktu itu kamu bertanya kenapa aku tidak memberikan informasi berguna. Itu semua karena banyak skin milikku yang masih terkunci, dan baru bisa terbuka jika menggunakan feedback. Nah misi ini lah feedback yang aku maksud." Ucap Arga.
"Ahhh begitu ya, tapi menjadikan Erlangga menjadi karakter utama artinya dia merebut posisi Kevin di cerita asli bukan?." Ucap Caramel.
"Bukan, main character di buku asli itu Karina. Buku di tulis berdasarkan sudut pandang antagonis wanita, dan Kevin hanya menjadi protagonis pria." Ralat Arga.
"Kalau begitu artinya Erlangga harus mati di akhir kisah?." Ucap Caramel, langsung khawatir.
"Bukankah alur harus di hancurkan, kita buat ending yang kita inginkan." Ucap Arga.
"Benar juga. Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang? cara menjadikan Erlangga menjadi main character?." Caramel bingung, harus memulai dari mana.
"Dengan cara membuat keberadaan nya sebagai bos." Ucap Arga.
"Bos apa?." Caramel memicing curiga.
"Membentuk semacam geng dengan Erlangga sebagai ketua nya. Main character itu harus memiliki aura yang kuat dan menarik, karena alur harus berporos padanya." Ucap Arga.
"Tapi aku lebih setuju jika Erlangga mencari teman sesungguhnya. Aku tidak mau dia di khianati teman sendiri, apalagi teman pertama nya saat ini masih di penjara. Mungkin dia tidak akan minat untuk mencari teman." Ucap Caramel.
"Kita pikirkan semuanya pelan-pelan." Ucap Arga, tidak mau Caramel stres.
"Aku akan mati jika gagal, kamu ingin aku mati?." Sungut Caramel.
"Aku tidak akan membiarkan mu mati, jadi percaya lah padaku." Arga ingin Caramel bergantung padanya.
"Aku percaya padamu, tapi aku lebih suka mengandalkan diri sendiri lebih dulu. Aku tidak ingin menjadi beban, meskipun saat ini aku masih bingung harus melakukan apa tapi aku ini bukan wanita lemah." Ucap Caramel.
"Setelah ini RUDE pasti akan menargetkan Erlangga. Kevin sudah di penjara dan kini dia sendirian, bisa menjadi santapan empuk bagi mereka. Dalam waktu dekat, mereka pasti akan mengirimkan orang untuk mendekati Erlangga." Ucap Arga.
"Ngomong-ngomong bagaimana dengan anak yang waktu itu?." Caramel teringat sesuatu.
"Apa maksudmu Gio?." Ujar Arga.
"Ya, bagaimana dengan nya. Apa dia bisa menjadi kawan atau lawan?." Tanya Caramel.
"Dia kabur, belum diketahui apa kah dia akan muncul menjadi kawan atau lawan. Yang pasti dia salah satu karakter kuat yang mempengaruhi jalan cerita." Jawab Arga.
"Kalau begitu apa boleh buat, kita harus memantau sekitar Erlangga. Ternyata menjadi karakter utama itu tidak enak, semua masalah berporos padanya." Keluh Caramel.
"Tapi keberuntungan juga selalu memihak pada karakter utama." Ucap Arga.
"Keberuntungan? lalu kenapa Karina justru mati padahal dia karakter utama di buku asli?." Ucap Caramel.
"Memikirkan nya aku jadi sakit kepala, bisa kah kita hentikan dulu pembicaraan ini?." Arga tersenyum tertekan.
"Ternyata kamu bisa sakit kepala? mau aku pijat?." Tawar Caramel.
"Aku akan sangat senang jika kamu mau melakukan nya." Arga tersenyum penuh harap.
"Kemari lah, kamu pasti juga lelah kan." Caramel meminta Arga tidur di pangkuan nya.
Arga dengan senang hati tidur di pangkuan Caramel, dia menikmati pijatan lembut di kepalanya. Mengesampingkan sebentar segala urusan yang memusingkan, sebagai manusia mereka juga memiliki rasa lelah.
aneh ga sih 🤔🤔🤔