Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membongkar Kejahatan Sendiri
"KANIA" teriak Regan panik, Yanto dan Asep melihat ke arah Regan berlari
DEG
"K-kania.... Tidak.. ini t-tidak mungkin.. dia pergi..."
BRUGH
Tubuh Yanto langsung jatuh terduduk, ia tak percaya dengan tubuh yang kini terbaring tak bernyawa. Gadis yang sudah lama, ia cintai diam-diam. Harus pergi untuk selamanya, karena kelelahan mendaki gunung bersamanya.
PLAK
"Ini salahku"
PLAK
"Seharusnya aku tak mengajaknya, harusnya aku melarang dia untuk ikut."
PLAK
"Hiks... Padahal aku tau, bila tubuhnya sangatlah lemah. Hiks... Kania... ini salahku, maafkan Aku Kan. MAAFKAN AKU..." tangisan Yanto pun pecah, setelah ia menampar pipinya sendiri berkali-kali.
Asep membantunya untuk bangun, baik Asep maupun Regan. Mereka tentu tau, bila Yanto memiliki perasaan terpendam pada Kania. Bahkan Fika juga menyadari hal itu, sehingga ia mempunyai rencana jahat ini. Ia tak terima, bila Yanto menyukai Kania. Padahal dia yang lebih dulu bertemu dengan Yanto, dia yang pertama kali kenal dengan pria tampan juga dewasa itu.
Hanya saja, Kania tak menyadari hal tersebut. Karena baginya, Yanto, Asep dan Regan sama di matanya. Sama-sama teman, tak lebih dari itu. Karena hal itu juga, yang membuat Yanto memendam perasaannya. Ia takut, bila ia mengakui perasaannya. Kania akan menjauh darinya, bahkan tak ingin bertemu lagi.
Tapi sekarang, ia menyesal tak mengungkapkannya. Bila ia tau akan ditinggalkan selamanya, ia pasti akan menyatakan perasaannya pada Kania. Kini hanya tinggal penyesalan, yang bersemayam kuat di hatinya.
"B-bagaimana bisa... Bagaimana bisa Kania..."
"Bisa, dia pelakunya" potong Anggun, seraya menunjuk Fika
"Fika?? Maksudmu, Fika yang sudah membunuh Kania?" Anggun dan yang lainnya mengangguk serempak
JEDEEERRRR
Pengakuan itu, tentu saja pukulan hebat untuk ketiga pria itu.
"K-kenapa?" tanya Yanto, hampir tak bersuara
"Karena dia cemburu, ia juga ga terima. Ga terima kalo lu, suka ma Kania. Dia yang mengenal dan mencintaimu lebih dulu, karena itulah ia merencanakan pembunuhan ini." jawab Haiba, Yanto menatap nyalang pada Fika.
Perlahan pria yang menjadi rebutan itu, berjalan ke arah Fika.
"LO..." tangan Yanto yang sudah terangkat, tertahan di udara. Ia mengepalkan tangannya itu, seandainya Fika laki-laki. Yanto sudah menghajarnya, bahkan mungkin menghabisinya.
"AAAAAARRRRGGGGHHHTTT.... BRENGSEK, SIALAN, BAJINGAN. KENAPA LO LAKUIN INI SAMA KANIA, BRENGSEK" teriak Yanto, di depan wajah
"KARENA GUE SUKA SAMA LO, YAN. TAPI DI MATA LO CUMA ADA DIA, CUMA ADA KANIA. SELAMA INI, JELAS-JELAS GUE SELALU KASIH LO PERHATIAN LEBIH. TAPI GA PERNAH LO HARGAI, GA PERNAH LO LIAT!!!" jawab Fika, yang juga ikut berteriak
DEG
Yanto menatap Fika tak percaya, ia mundur satu langkah.
"Karena itu, gue bikin rencana ini. Gue paksa dia buat ikut, supaya saat gue habisin nyawa Kania. Ga akan ada yang tau, semua orang cuma nganggap dia mati karena kelelahan dn dehidrasi. Tapi... SEMUA BERANTAKAN KARENA KALIAN, KALIAN UDAH HANCURAN RENCANA YANG UDAH GUE SUSUN LAMA. SIALAN!!!" Fika membongkar kejahatannya sendiri, lalu menunjuk Anggun dkk. Ia menyalahkan Anggun dkk, karena merekalah rencananya gagal.
Anggun, Haiba dan Hazley menahan tawa mereka. Menatap Fika, seolah melihatnya orang tolol di antara orang bodoh. Sok pintar, tapi salah tempat.
"Lo kalo salah, jangan ngajakin orang buat salah juga." ucap Anggun
"Bego tuh jangan di kekepin sendiri, bagi-bagi ngapa. Jadi lo keliatan, kek orang idiot tau ga." sambung Hazley
"Lagian kalo kita ga ikut campur, lo pikir apa yang ada di otak lo itu berjalan sempurna? Ga bego... Ciri-ciri keracunan pada tubuh Kania, teramat sangat jelas terlihat. Jadi lo, tetep ga akan lolos wirrr." lanjut Haiba
"Lagian lu mah jadi cewe aneh, laki bukan cuma si Yanto. Temen lo ada itu, si Asep si Regan.. iya pan itu nama lo pada?" Asep dan Regan mengangguk, mendengar ucapan Kaif
Tapi tak lama, keduanya menggelengkan kepala. Saat ingat, bila mereka di jadikan pilihan untuk Fika.
"Kenapa?" tanya Kenan
"Dia... Pick me, gue malah heran sama si Kania. Mau-maunya temenan ma si Fikareuseupeum peureup, jelas-jelas dia selalu bikin Kania jadi tersangka. Hiii..." jawab Asep, setelah menunjuk Fika
"Manipulatif dia mah, definisi umat munafik ya kaya dia. Kita mah tahan-tahan aja, padahal mah pengen banget ngeludahin mukanya." ucap Regan
Meski tengah berduka, namun mengeluarkan uneg-uneg tetap jalan. Fika menatap nyalang Asep dan Regan, jadi begitu mereka menilainya. Pantas saja sikap mereka berbeda, saat berbicara dengan dirinya juga Kania.
Fika kembali menatap Yanto, ia langsung menatap ke arah mata pria gebetannya.
"Apa selama ini, lo juga berpikiran kaya mereka tentang gue?" tanya Fika, Yanto tersenyum sinis
"Menurut lo?? Lo sadarkan?? Kenapa gue ga pernah liat lo?? Karena lo, ga bisa di bandingin sama Kania. Meski cuma sebatas kukunya dia, Kania apa adanya. Ga munafik, ga manipulatif atau ga pick me kaya lo. Ketulusannya terpancar jelas, dan itu yang bikin lo iri selama ini." jawab Yanto, langsung memberikan triple kill pada Fika
Fika menunduk, ia terkekeh. Lama-lama berubah menjadi tawa, di iringi isakan tangis.
"Jadi selama ini, gue ga emang ga pernah di terima oleh kalian?? Hahaha.... Lo bener Yan, gue iri, gue benci banget ma cewe yang lo suka. Karena itu, gue rencanain pembunuhan ini dari jauh-jauh hari. Hahahaha... "
PLAK
Bukan Yanto, melainkan Anggun. Ia begitu jijik melihat Fika, dengan mudahnya mengatakan kebobrokannya sendiri.
Tak lama, datang polisi dan juga tim SAR. Mereka datang menjemput jenazah Kania, membawa Yanto, Regan dan Asep. Sedangkan polisi, akan membawa dan menahan Fika. Pengakuannya tadi, sudah cukup untuk di jadikan bukti.
Kania, ia hanya diam menyimak perdebatan di depannya. Dengan hati yang hancur, mengetahui orang uang ia anggap sahabat. Ternyata dalang, di balik kematiannya.
.
.
"Lu... Mau nemuin keluarga lu duluan?" tanya Hazley, membuat Kania menatapnya lama.
'Bisakah?' tanya Kania
"Tentu, lo bisa tinggalin gunung ini. Temui keluargamu, berpisah lah dengan cara yang baik." jawab Haiba
PLOP
Arwah Kania menghilang...
.
.
"Loh, Nia??? Kamu pulang kok ga ngabarin kakak?? Udah dua hari kita lost contact, kamu ga papa kan?" tanya kakak lelakinya, Kania hanya tersenyum getir
Tak akan ada lagi, perhatian seperti ini di masa depan.
'Kak... Ibu sama ayah dimana?' tanya Kania balik, membuat kakaknya terdiam. Ia bisa merasakan ada yang tak beres, tapi apa??
"Ibu sama ayah ada di belakang, ibu minta nangkep ikan buat kamu. Ibu bilang kamu pulang hari ini, ternyata bener." jawab sang kakak
'Nia nyusul ibu sama ayah dulu ya??' Kania langsung pergi meninggalkan kakaknya
Pria yang jadi kakaknya, menatap lama punggung Kania. Sampai...
DEG
...****************...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
lgi serius matelengin ini😊
votenya emak😘
eh ternyata ada penguasa nya di rumah sakit
gasss kasus baru d mulai cussss beraksi