NovelToon NovelToon
Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Reinkarnasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wakasa Kasa

Kai di reinkarnasi setelah mengalami kecelakaan mobil akibat menolong anak kecil , setelah di Reinkarnasi , ia kembali menjalani kehidupan keduanya , tetapi suatu hari ini malah masuk kedunia ketiga , apakah ada sesuatu yang direncanakan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Hari demi hari berlalu.

Hari ini, Amane sedang menjalankan sebuah misi kecil—penyamaran.

Tujuannya hanya satu.

Membuntuti seorang petualang baru bernama Kai.

Amane berdiri di balik sebuah lorong kecil, mengintip dengan hati-hati ke arah jalan utama.

Matanya tertuju pada sosok pemuda yang sedang berjalan santai di depan.

Kai… seorang petualang baru.

Dia adalah orang yang menghebohkan guild dengan julukan aneh itu—“Losing Direction”.

Selama beberapa hari terakhir ini… dia juga terlihat cukup akrab dengan Marina.

Amane menyilangkan tangannya.

Marina adalah salah satu rekan berhargaku.

Dan dia termasuk orang yang jarang sekali tertarik pada orang lain.

Namun sekarang—

Dia malah sering terlihat bersama pemuda itu.

Amane menghela napas pelan.

Bukannya aku mencurigainya secara langsung…

Tapi belakangan ini muncul kasus tentang penyihir misterius.

Sebagai pemimpin party White Snow… wajar kalau aku sedikit berhati-hati.

Amane tersenyum tipis dari balik lorong.

"Tapi tetap saja…"

"Aku memang tidak sehebat Violet dalam hal seperti ini."

Ia sedikit membusungkan dada.

"Walaupun begitu, kemampuan membuntuti ku sudah cukup bagus juga."

"Dia pasti tidak akan menyangka kalau dia sedang diikuti olehku."

Namun—

Di saat yang sama.

Kai tiba-tiba menoleh ke arah lorong itu.

"...Apa yang dia lakukan di sana?"

Kai menyipitkan matanya.

Kenapa aku malah diikuti oleh ksatria cantik yang dulu pernah ku tolong…

Ia menghela napas panjang.

Bahkan tindakan yang dilakukan langsung oleh pemimpin party tingkat atas…

Cara membuntutinya payah sekali.

Kai berjalan sambil memikirkan banyak hal.

Tujuannya di dunia ini sebenarnya sederhana.

Ia ingin berakting sebagai penyihir misterius, membuat orang-orang penasaran, lalu menjadi pusat perhatian.

Namun itu hanya bagian kecil dari rencananya.

Kai juga ingin menjadi pedagang.

Apalagi ia memiliki pengalaman membuat potion.

Lalu setelah semuanya berjalan…

Aku bisa menikmati makanan lezat sambil menonton rumor tentang diriku sendiri dari balik layar.

Rencana yang sempurna.

Namun kenyataan tidak semudah itu.

Sejak ia bereinkarnasi dan tiba di kota ini…

Ia sudah membuat terlalu banyak keributan.

Sampai-sampai ia tidak punya kesempatan menikmati hidup santai.

Wajah Kai menjadi serius.

"Karena itu… lain kali, demi bisa makan makanan enak…"

"...aku harus lebih memikirkan aksi ala penyihir misterius ku."

Namun wajahnya kembali datar ketika mengingat sesuatu.

Masalahnya sekarang…

Kenapa aku malah dibuntuti oleh orang yang paling ingin ku hindari.

Dan cara membuntutinya juga terlalu jelas.

Kai menaruh jarinya di dagu.

Wajahnya sedikit panik.

Jangan-jangan identitasku sudah terbongkar…

Tapi itu seharusnya tidak mungkin.

Saat menolong mereka dulu, ia mengenakan jubah.

Dan setelah pertarungan selesai, ia langsung pergi tanpa menoleh.

Jadi wajahku tidak mungkin teridentifikasi.

Kai menghela napas.

Yah… sepertinya dia juga tidak akan melakukan apa-apa.

Aku juga tidak tahu apa sebenarnya tujuannya.

Lebih baik aku tidak bertindak gegabah.

Tepat saat ia sedang berpikir begitu—

"Kai, apa yang sedang kamu lakukan?"

Sebuah suara tiba-tiba menyapanya.

Kai menoleh.

"Marina-san…"

Marina berjalan mendekat.

Hari ini penampilannya sedikit berbeda.

Pakaiannya terlihat lebih modis, dan ia membawa tas selempang kecil di bahunya.

Ia langsung mengerutkan alisnya.

"Kok pakai ‘-san’ lagi sih?"

"Padahal sudah kubilang berkali-kali."

Kai menggaruk belakang kepalanya dengan canggung.

"Ah… maaf."

Sementara itu—

Dari balik lorong kecil.

Amane masih mengintip mereka berdua.

Matanya sedikit membesar.

"...Marina?"

"Apa yang dia lakukan di sini?"

Ia menyipitkan matanya.

"Jangan-jangan…"

"Dia memang punya janji dengan orang itu?"

Amane kembali memperhatikan mereka dengan lebih serius.

Kini rasa penasarannya semakin besar.

"Kayaknya gara-gara aku kasih kue itu deh…"

Kai bergumam pelan sambil melirik Marina yang berdiri di depannya.

"Sejak waktu itu, entah kenapa dia jadi nempel banget sama aku…"

Ia menghela napas.

Selain itu, sejak beberapa hari terakhir, nama Kai juga sering dibicarakan di Guild Petualang.

Bukan karena prestasinya.

Melainkan karena satu hal yang cukup menyebalkan.

Ia sering terlihat mengobrol santai dengan Marina.

Dan itu sudah cukup untuk memancing kecemburuan banyak petualang lain.

Kai masih ingat beberapa komentar yang pernah ia dengar.

"Si kampret itu lagi…"

"Lihat tuh, dia caper banget ke Marina-san."

"Paling juga sok-sokan mau gabung ke party White Snow."

Kai menggaruk pipinya dengan wajah datar.

"Reputasiku di guild jadi anjlok banget gara-gara dia…"

Ia menatap langit sebentar.

Belum lagi ada risiko identitasku terbongkar.

Sebaiknya sih aku tidak terlalu terlibat dengannya.

Namun Kai terdiam sejenak.

Ia melirik Marina yang sedang berdiri di depannya dengan ekspresi biasa.

Tapi…

Marina sudah menganggapku sebagai teman.

Dan dia teman pertamaku sejak aku sampai di kota ini.

Kai menghela napas pelan.

Rasanya juga tidak enak kalau aku tiba-tiba menjauhinya.

Tiba-tiba Marina membuka pembicaraan

.

"Hari ini kamu sibuk nggak?"

Kai berkedip.

"Nggak sih…"

Ia memiringkan kepalanya sedikit.

"Tapi pertanyaan itu tiba-tiba banget seperti biasa, ya."

Marina melangkah sedikit mendekat.

Lalu ia memegang bagian bawah baju Kai dengan tangannya.

"Kalau begitu…"

Ia menatap Kai lurus-lurus.

"Mau nggak ikut denganku… melakukan hal-hal yang nakal?"

Kai langsung membeku.

Wajahnya berubah merah dalam sekejap.

"Eh?!"

Otaknya langsung dipenuhi berbagai kemungkinan aneh.

Sementara itu—

Di balik lorong tempat Amane bersembunyi.

Reaksinya bahkan lebih parah.

"Haaaaaah?!"

Ia langsung menutup mulutnya dengan panik agar tidak bersuara keras.

Pipinya ikut memerah.

"Hal yang nakal itu apa maksudnya?!"

Amane panik sendiri dalam hati.

Melakukan hal yang nakal itu artinya…

Hal nakal macam itu, kan?!

Ia langsung menunduk sambil menutup wajahnya dengan tangan.

Sebagai ksatria dan pemimpin party White Snow, ia biasanya sangat tenang.

Namun kali ini imajinasinya malah berjalan terlalu jauh.

Tidak mungkin…

Marina mengajak laki-laki melakukan hal seperti itu di siang bolong?!

Ini gawat…

Ia menggigit bibirnya.

"Pengintaian ini dibatalkan."

"Aku harus segera menghentikan perbuatan salah itu…!"

Kai yang masih berdiri di depan Marina terlihat sangat gugup.

Pipinya masih sedikit merah.

"Eh… anu…"

Ia menggaruk pipinya dengan canggung.

"Cuma mau memastikan aja…"

Kai menelan ludah.

"Yang kamu maksud dengan hal yang nakal itu… apa sebenarnya?"

Di balik lorong, Amane yang mendengar itu langsung membeku.

"Apa , kenapa malah menanyakan hal seperti itu"

Namun Marina hanya memiringkan kepalanya sedikit, terlihat bingung dengan reaksi Kai.

"Hm?"

Lalu ia menjawab dengan nada datar seperti biasa.

"Maksudnya apa katamu?"

Ia melanjutkan dengan santai.

"Tentu saja makan dessert super manis yang sedang viral."

Kai berkedip.

Marina menjelaskan lebih lanjut dengan ekspresi serius.

"Ini dessert yang benar-benar bom kalori."

"Levelnya sudah sampai tidak boleh dimakan kecuali saat hari libur."

1
Khai
hai semua,
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!