NovelToon NovelToon
My Girl

My Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:801
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Anindira Cewek yang dikenal “bar-bar”. Ceplas-ceplos, berani ribut kalau diremehin, dan gak pernah mau kalah. Di balik kerasnya, Dira cuma capek terus disalahpahami. Ia takut jadi lemah—padahal yang ia butuhin cuma dimengerti. Meskipun bar-bar dia juga memiliki sisi rasa penakut , terlebih pada hal - hal yang berbau horor

Elvan Bagaskara

CEO muda yang dingin di cap ceo dingin , rapi, dan perfeksionis. Hidupnya dikontrol logika. Emosi dianggap gangguan. Terlihat kuat, padahal ia memikul tanggung jawab terlalu berat di usia muda.

Albian Bagaskara
Adik Elvan Satu sekolah dengan Dira . Pendiam dingin, dan tertutup. Tidak suka konflik, tapi selalu ada di saat orang lain diserang. Cara pedulinya sunyi, itu yang membuat tidak terlihat .

Bagaimana jadinya .Dira cewek bar -bar bertemu Ceo dingin dan terjebak dalam kisah yang rumit antara Elvan dan Albian .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24

Gerobak seblak di pinggir jalan itu langsung ramai.

Dira berdiri di depan penjual dengan mata berbinar seperti anak kecil yang baru dapat hadiah.

Sementara Kenzo berdiri di belakangnya dengan wajah datar penuh penyesalan.

“Aku bilang level satu ya, Bu!” kata Dira semangat.

Penjualnya mengangguk.

Kenzo langsung menyela “Level nol.”

“Level satu!”

“Nol.”

Dira langsung menoleh ke Elvan yang berdiri santai di samping mobil.

“Om Elvan…”

Nada suaranya memelas.

Elvan menatapnya sebentar lalu berkata datar,

“Setengah.”

Dira langsung bersinar.

“Oke!”

Kenzo memijat pelipisnya.

Beberapa menit kemudian mereka duduk di bangku plastik kecil. Dira makan dengan lahap, wajahnya bahagia luar biasa.

“Enak banget,” gumamnya.

Kenzo menatap tajam. “Pelan-pelan.”

Dira malah nambah cabai sedikit.

“Elvan,” kata Kenzo pelan, “kalau dia kenapa-kenapa, aku serahkan ke kamu.”

Elvan hanya mengangkat bahu tipis.

Beberapa suap kemudian…

Dira tiba-tiba berhenti.

“Kok… pusing ya…”

Kenzo langsung menoleh cepat.

“ Ada Apa?”

Dira memegang kepalanya. “Kepalaku muter bang…”

Wajah Elvan langsung berubah serius.

“Dir.”

Dira mencoba berdiri… tapi tubuhnya limbung.

Refleks, Elvan langsung menangkap bahunya sebelum jatuh.

Kenzo berdiri panik.

“Astaga, Abang udah bilang jangan makan pedas!”

Dira meringis kecil.

“Aku kan cuma makan… sedikit…”

Elvan langsung mengangkat Dira setengah memapah.

“Masuk mobil.”

Nada suaranya tegas, jauh dari biasanya yang dingin.

Di dalam mobil, Dira duduk sambil memegang kepalanya. Kenzo dari kursi depan terus menoleh ke belakang. Ia masih khawatir dengan kondisi dira.

“Kamu lihat? Ini akibatnya!”

Dira meringis.

“Jangan marah-marah bang … kepalaku tambah sakit.”

Elvan menyetir lebih cepat dari biasanya.

Tangannya menggenggam setir kuat.

“Kita ke rumah sakit lagi,” katanya singkat.

Kenzo mengangguk setuju.

Tapi Dira langsung protes.

“Jangan! Aku malu om …”

“Kamu hampir pingsan!”

“Cuma pusing!”

Mobil berhenti sebentar di lampu merah.

Elvan menoleh ke belakang. Tatapannya tajam tapi khawatir.

“Kalau kamu pingsan lagi, aku langsung balik ke rumah sakit.”

Dira diam.

Ini pertama kalinya dia lihat ekspresi Elvan seperti itu.

Bukan dingin.Tapi… benar-benar khawatir.

Dira akhirnya bersandar di kursi.

“Aku nggak akan pingsan kok…”

Elvan baru kembali fokus ke jalan, tapi rahangnya masih tegang.

Kenzo memperhatikan itu dari samping.

Dan untuk pertama kalinya… Kenzo sadar sesuatu.

Elvan tidak bisa menyembunyikan lebih lama apa yang ia rasakan. meskipun ia harus bersikap cuek…Tapi selalu terlihat sangat peduli pada adiknya.

***

Mobil Elvan berhenti di depan rumah Kenzo.Dira sudah sedikit lebih baik, walau masih lemas. Kenzo membantu adiknya turun.

“Elvan, terima kasih.”

Elvan hanya mengangguk.

“Jaga dia. Jangan biarkan makan sembarangan "

Dira tiba-tiba berkata,

“Om Elvan…”

Elvan menoleh.

“Makasih ya om.”

Elvan tidak menjawab. Tapi tatapannya lebih lembut dari biasanya. Kenzo membawa Dira masuk ke rumah.

Mobil Elvan perlahan pergi.

Namun… di seberang jalan, sebuah mobil hitam lain sedang parkir.

Di dalamnya ada seorang pria dengan tatapan tajam.

Bara.

Dia melihat mobil Elvan menjauh.

“Jadi… mereka masih hidup.”

Bara tersenyum tipis. “Kali ini… aku nggak akan gagal.”

Malam hari di apartemen.

Elvan duduk di sofa dengan laptop terbuka, tapi matanya tidak fokus. Yang muncul di kepalanya hanya satu hal. Dira yang hampir jatuh tadi.

Dan tanpa sadar dia berbisik,

“Gadis itu… benar-benar bikin masalah.”

Tapi setelah beberapa detik…

Elvan mengambil ponselnya.

Dia mengetik pesan ke Kenzo.

“Dira sudah tidur?”

Kenzo membaca pesan itu di rumah.

Ia tersenyum tipis. Sebegitu khawatir nya elvan pada dira hingga harus kirim pesan malam-malam

Lalu membalas singkat.

“Sudah. Kenapa?”

Beberapa detik berlalu sebelum balasan muncul.

“Tidak apa.”

Kenzo menatap layar ponselnya lama. Kemudian bergumam pelan,

“Kamu tak pernah berubah … selalu peduli padanya”

Hening..

" Andai waktu itu aku datang cepat. Maaf. " batin kenzo

Bersambung........

1
Teh Sopiah
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!