NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Istri Petani Tampan

Tiba-tiba Jadi Istri Petani Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi Wanita / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Luna, seorang mahasiswi jurusan teknologi informasi semester akhir selalu begadang mengerjakan tugas-tugasnya yang menumpuk. Suatu malam ia tertidur di meja belajar bersama tumpukan kertas-kertas nya lalu tiba-tiba ia merasa seperti jatuh dari kursi. Tapi saat ia membuka matanya rupanya ia berada di dalam tubuh seseorang yang mirip dengannya. Ia yakin itu bukan dirinya yang sebelumnya. Tempat itu juga sangat asing baginya. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah seorang pria tampan berparas lembut berbicara padanya. "Annette, kau sudah lebih baik ? Bangunlah, aku membuatkan mu sarapan,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak takut

Leon melihat Annette yang di tangannya memegang kalung permata. Tatapan Annette kembali dingin padanya.

"Siapa pemilik kalung itu ?" tanya Leon. Ia tidak mau melakukan kesalahan dengan lebih memilih Emilie.

Mendengar pertanyaan Leon membuat Emilie gelagapan. Tidak mungkin ia mengatakan kalau itu bukan miliknya. Selama ini ia menjaga citra dirinya agar selalu baik di mata banyak orang termasuk Leon. Sebenarnya Emilie pun menyukai Leon. Tapi untuk diajak hidup bersama dan tinggal di gubuk ini tentu Emilie tidak mau. Lebih baik tidak menyatakan perasaannya daripada hidup susah.

Kini melihat Leon dan Annette bersama entah mengapa menyalakan api cemburu dalam hatinya yang sebenarnya memang sudah ada.

"Seorang pencuri tidak akan pernah mengakui kesalahannya," kata Annette sinis. Ia berjalan ke arah jendela lalu mengelap kakung tersebut menggunakan kain penutup nya.

"Jangan kurang ajar kau, Annette. Kau menuduh adikmu mencuri ?" tanya Nyonya Vivian geram. Sedangkan Emilie wajahnya sudah pucat menahan malu.

"Tidak. Aku tidak menuduhnya. Dia yang menunjukkan nya sendiri. Datang kemari dengan memakai kalung hasil curian. Pasti kalian mengobrak-abrik isi kamarku dan mengenakan semua barang-barang ku kan ?" sekali lagi tuduhan Annette membuat Nyonya Vivian dan Emilie tidak bisa menjawab.

Luna yang berada didalam tubuh Annette merasa heran sebab begitu lancarnya dia bicara. Padahal kenyataannya saja ia tidak mengerti. Seperti ada sesuatu dalam kepalanya yang menuntunnya bicara seperti itu.

"Kau sangat tidak sopan menuduh ibu mu seperti itu," kata Nyonya Vivian marah.

"Ibu tiri..." balas Annette memutar matanya.

Nyonya Vivian menatap Annette penuh keheranan. Annette biasanya tidak pernah membalas ucapannya dan tidak bersikap kurang ajar begini. Ia hanya jarang bicara dan pemarah jika ayahnya menyuruhnya melakukan sesuatu yang tidak ia sukai.

"Emilie, ayo kita pulang. Tidak perlu lagi mengunjungi anak kurang ajar ini," kata Nyonya Vivian berlalu sembari mengangkat gaunnya yang menyapu lantai.

Emilie menatap Annette sesaat lalu mengikuti ibunya keluar dari rumah. Ia tidak memiliki keberanian menatap Leon sebab ia malu.

"Jangan datang lagi kemari. Dan kembalikan semua barangku yang sudah kalian ambil. Jika sampai ada yang berkurang kalian akan tau akibatnya," teriak Annette dari jendela. Suaranya keras terbawa angin. Semakin menambah kemarahan ibu dan anak itu.

"Annette, kenapa kau bicara seperti itu pada mereka ? Apa kau yakin jika ibu dan adikmu mengambil barang-barang mu ?" tanya Leon yang sejak tadi diam mencoba mencerna keadaan.

"Tidak yakin, tapi Emilie sudah berani mengambil kalung milik ibuku. Aku hanya memberi mereka peringatan jangan sampai mengusik milikku," Jawab Annette.

"Mungkin dia hanya meminjam dan belum sempat mengatakannya padamu," kata Leon.

Annette menyipitkan matanya, menatap Leon tidak suka. "Sebenarnya kau suamiku atau suami Emilie ?" tanya Annette menyindir.

"Yah tentu saja aku suamimu," jawab Leon tertawa canggung. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Lalu kenapa dari tadi seperti membela Emilie ? Kalau kau menyukainya kenapa tidak mengatakannya," kata Annette melotot. Wajah Leon memerah antara malu dan merasa lucu dengan Annette. Istrinya itu jarang bicara panjang padanya. Dan sekali ia bicara mengapa membuat hatinya lagi-lagi berdebar kencang.

"Ah Annette, kau belum memakan makanan mu," kata Leon mengalihkan pembicaraan.

Leon mengambil piring makanan yang ia letakkan tadi kemudian menyuruh Annette untuk makan. Tapi Annette diam saja, wajahnya terlihat sedih dengan fokusnya tertuju pada kalung di tangannya.

"Ada apa ?" tanya Leon lembut.

"Ini kalung milik ibuku. Aku ingin menyimpannya. Aku tidak berani mengenakan nya karena takut rusak. Sekarang malah sudah rusak karena dipakai Emilie," kata Annette menekuk bibirnya. Air matanya pun sudah menetas.

Leon melihat itu menjadi kasihan. Tapi sungguh mengapa Annette terlihat cantik saat menangis. Wajahnya memerah, matanya berkedip-kedip cepat.

"Makanlah dulu. Biar aku coba memperbaikinya. Kalau aku tidak bisa, kita bisa membawanya ke kota untuk diperbaiki oleh ahlinya," kata Leon. Ia menyerahkan piringnya pada Annette dan mengambil kalung di tangan Annette.

Annette duduk di atas ranjang sambil memakan makanannya. Makanan yang sama seperti yang tadi pagi ia makan. Sembari menyuapkan makanan ia memperhatikan Leon yang tengah fokus memperbaiki kalung.

"Annette, kau belum pernah menceritakan tentangmu dan keluarga mu. Aku juga baru tau jika Ibu Vivian bukanlah ibu kandung mu," kata Leon tanpa mengalihkan pandangannya.

"Ibuku bernama Isabela De Vries. Ia sudah tiada saat aku berusia sepuluh tahun. Berarti sepuluh tahun yang lalu. Saat ibuku hamil aku, ayahku menikahi Vivian kemudian hamil Emilie," Annette memulai ceritanya.

"Vivian dan Emilie tidak menyukaiku sejak ibuku tiada. Ayah hanya mendukung bakat Emilie. Dia membelikan Emilie piano yang sangat mahal dan mengabaikan ku. Aku menyukai seni melukis dan membuat kerajinan tapi mereka tidak mau tau tentang itu. Mereka mengatakan membeli peralatan itu sangat mahal. Aku membelinya dengan uangku sendiri yang ku dapat dari menjual bunga tulip di jalanan kota. Aku selalu sendirian, diabaikan,"

Lagi-lagi Luna yang berada di dalam tubuh Annette sangat bingung. Mengapa ia tau semua ini. Hatinya juga terasa sakit saat mengingat semua kejadian yang dia ceritakan.

Bayangan tentang ibunya, dan semua yang ia lakukan untuk menggapai mimpinya semua berputar perlahan.

Leon menghampiri Annette yang terlihat melamun. Lalu ia duduk di sebelah Annette.

"Kau tidak sendiri lagi. Aku ada bersama," kata Leon tersenyum. Annette menoleh, sepertinya yang jatuh cinta pada Leon bukan hanya Annette yang dulu. Tapi Annette yang sekarang pun juga mencintai Leon.

"Ucapan mu manis sekali, Leon" goda Annette. Wajah Leon berubah merah hanya karena mendengar Annette memujinya.

"Ini kalung mu sudah selesai ku perbaiki. Tapi aku tidak tau bisa bertahan lama atau tidak. Kita akan membawa nya ke kota nanti. Mau aku pakaikan ?" tanya Leon dan Annette mengangguk. Ia mengangkat rambut panjangnya yang diikat dengan pita agar Leon bisa memasangkan kalung itu di lehernya.

"Apa keadaan mu sudah lebih baik ?" tanya Leon.

"Iya, aku sudah baik" jawab Annette senang. Di dunia modern ia tidak memiliki kalung seindah ini. Jadi mana mungkin ia tidak senang.

"Apa kau mau ikut aku ke kota untuk menghadiri pernikahan temanku ?" tanya Leon. Annette segera berbalik badan dan mengangguk cepat.

"Iya iya aku mau," jawabnya. Ia ingin melihat keadaan di zaman ini seperti apa dan ada teknologi apa saja.

"Baiklah. Nanti malam kita berangkat. Kau beristirahat lah. Aku ingin melihat orang-orang yang sedang memanen sayuran," kata Leon. Ia mengelus kepala Annette sebelum pergi meninggalkannya.

Annette tersenyum malu kemudian segera berjingkrak-jingkrak ketika mendengar Leon menutup pintu rumah.

"Ya ampun, kepalaku yang diusap tapi mengapa hatiku yang tersentuh," kata Annette begitu senang.

"Oh, Tuhan memang adil. Di duniaku dulu tidak ada pria yang mau denganku karena aku miskin. Di dunia yang sekarang aku diberi suami tampan ya meskipun belum terlalu menyayangi ku. Aku juga memiliki ayah yang kaya raya,"

"Baiklah Annette ayo kita rebut kembali kasih sayang ayahmu dan semua yang seharusnya milikmu. Dan untuk Leon, aku pastikan kau hanya mencintai ku saja, Annette..." kata Annette bersorak-sorai. Lalu ia menutup mulutnya rapat-rapat sambil melihat ke luar jendela takut bila ada orang yang mendengarnya bicara.

....

Selamat pagi, selamat weekend..🤩

1
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti diracun
Susi Akbarini
apa rahasia yg akan anette temukan di kamaar ibunyaaa..

😍😍💪❤❤
Susi Akbarini
waaahhh..
paati meninggalnya diracun ama vivian..
❤😍😍💪💪💪❤❤❤
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Siap2 annette bakal dijebak lagi
Susi Akbarini
akankah vivian kerahuan sama suaminya😍😍💪💪
Susi Akbarini
lnjutttt😍❤❤💪
Susi Akbarini
so Sweet...
❤❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
mudah2an bapak anette nemu dakangnya dan ngehukum vivian dan emely..
🤣😄😄❤💪💪
Susi Akbarini
soga anettw selamat❤😍😍💪💪11
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nah loh kerjaan siapa tuh
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Moga aja bpk na cepet sadar
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waah bikin esmosi aja nih duo racun 😤😤
aku
sisilia klo bs jgn pggil anet dg KAU. kurang sopan bacanya 🙏
Aida: Oke kak, othor perbaiki 🙏😄
total 1 replies
Susi Akbarini
lanjutttttt
😍❤❤❤💪💪💪💪
Dew666
😍😍😍😍😍
Susi Akbarini
sekamat gatal2 ya emely...
🤣😄❤❤💪
Susi Akbarini
apalagi yg akan vivian lakukan...
❤❤😍😍💪
Dwi Agustina
Semangat up trs othor 💪💪💪🫰
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!