mengisahkan perjalanan Liu Wei, seorang pemuda yang kehilangan desa dan keluarga karena serangan kelompok jahat Pasukan Bayangan Hitam. Setelah bertemu Chen Mei dari Sekte Bintang Penyusun, ia mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu dari enam Pendekar Bintang terpilih yang bertugas menjaga keseimbangan alam semesta.
Dengan membawa Pedang Angin Biru pusaka keluarga dan Kalung Panduan Bintang, Liu Wei harus mencari Pendekar lainnya sebelum Pasukan Bayangan Hitam yang dipimpin oleh Zhang Feng menangkap mereka semua dan mendapatkan Lima Batu Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Perjalanan penuh bahaya menantinya, di mana ia harus menguasai kekuatan batinnya dan menyatukan kekuatan rekan-rekannya untuk menghadapi ancaman kegelapan yang semakin besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan Ke alam Semesta
Setelah sistem perisai pelindung global beroperasi dengan sempurna dan hubungan dengan peradaban Andromeda semakin erat, pihak Andromeda mengundang delegasi Bintang Penyusun untuk mengunjungi planet mereka. Tujuan utamanya adalah untuk belajar tentang teknologi mereka dan membahas strategi bersama dalam menghadapi ancaman pasukan Zorak yang pasti akan kembali. Liu Wei memutuskan untuk mengirim kelompok generasi muda dipimpin oleh Xiao Ming, beserta Wei Tian sebagai pembimbing dan ahli teknologi.
“Perjalanan ini akan menjadi pengalaman berharga bagi kalian semua,” ucap Liu Wei pada malam sebelum keberangkatan. “Anda akan belajar banyak hal yang bisa membantu kita melindungi Bumi. Ingatlah bahwa kalian adalah duta Bumi—tunjukkan kepada alam semesta bahwa kita adalah peradaban yang damai namun kuat.”
Pada hari berikutnya, kapal luar angkasa dari peradaban Andromeda tiba di dekat Kuil Bintang. Kapal itu memiliki bentuk seperti bintang delapan sisi dengan permukaan yang bersinar seperti kristal. Ahli teknologi dari Andromeda bernama Lyra menjemput mereka dengan senyum ramah. “Selamat datang di Kapal Harmony,” ucapnya dengan bahasa yang diterjemahkan secara otomatis melalui alat komunikasi baru. “Perjalanan ke planet kita akan memakan waktu sekitar tiga hari menurut waktu Bumi.”
Selama perjalanan, Xiao Ming dan teman-temannya—Li Na, Zhang Tao, dan Lin Lin—belajar dengan giat tentang teknologi luar angkasa. Lyra mengajari mereka tentang sistem energi yang ramah lingkungan, cara berkomunikasi melalui frekuensi pikiran, dan teknik pertahanan yang menggunakan energi alam semesta. Wei Tian bekerja sama dengan insinyur kapal untuk membandingkan teknologi Andromeda dengan teknologi kuno Bintang Penyusun yang dia pelajari dari catatan kuno.
“Saya menemukan kesamaan yang luar biasa,” ucap Wei Tian satu hari saat sedang bekerja di ruang teknologi kapal. “Prinsip dasar energi yang digunakan oleh kedua peradaban sangat mirip. Jika kita menggabungkannya, kita bisa menciptakan kekuatan yang jauh lebih besar tanpa merusak keseimbangan alam.”
Xiao Ming dan teman-temannya juga mendapatkan kesempatan untuk berlatih dengan prajurit dari Andromeda. Mereka bertukar ilmu seni bela diri—Xiao Ming mengajarkan teknik mengendalikan Api dengan hati, sementara prajurit Andromeda mengajarkan teknik memanfaatkan energi ruang untuk meningkatkan kecepatan dan kelincahan. Lin Lin bahkan menemukan bahwa kekuatan Cahaya yang dia miliki bisa disinkronkan dengan energi kristal kapal, membuatnya bisa melihat jauh ke dalam ruang angkasa.
Ketika mereka tiba di planet Andromeda—yang bernama Aura—mereka terpesona dengan keindahan planet itu. Langit berwarna ungu muda dengan dua bulan yang bersinar lembut, dan permukaan planet ditutupi oleh kota-kota yang terbang di udara dan taman yang indah dengan tumbuhan yang bersinar. Raja Andromeda, Raja Orion, menyambut mereka dengan hormat di istana utama kota terbang.
“Kami sangat senang bisa menerima tamu dari Bumi,” ucap Raja Orion. “Kami telah mengamati perkembangan peradaban kalian selama berabad-abad. Perjuangan kalian melawan kegelapan dan kesediaan kalian untuk bekerja sama dengan peradaban lain menunjukkan bahwa kalian layak menjadi mitra kita di alam semesta.”
Selama tinggal mereka di planet Aura, mereka belajar tentang sistem pemerintahan yang berdasarkan prinsip persatuan dan keadilan, cara mereka menjaga keseimbangan alam dengan teknologi canggih, dan bagaimana mereka menghadapi ancaman dari pasukan Zorak yang telah mengganggu perdamaian di wilayah galaksi ini selama bertahun-tahun.
“Zorak berasal dari peradaban yang telah kehilangan cara untuk hidup berdampingan dengan alam semesta,” jelas Raja Orion. “Mereka hanya melihat kekuatan sebagai alat untuk menguasai, bukan untuk melindungi. Kita harus menghentikan mereka sebelum mereka menghancurkan lebih banyak peradaban.”
Pada hari terakhir kunjungan mereka, mereka diundang untuk menyaksikan uji coba senjata baru yang dikembangkan oleh peradaban Andromeda—senjata yang menggunakan energi cinta dan kebaikan untuk menetralkan musuh tanpa membunuh mereka. Xiao Ming dan teman-temannya membantu menguji senjata itu, menggunakan kekuatan Bintang Penyusun untuk meningkatkan efektivitasnya. Hasilnya luar biasa—energi yang dihasilkan mampu menetralkan pasukan tiruan Zorak dengan cepat dan menyembuhkan mereka dari pengaruh kegelapan.
“Seni bela diri kalian dan prinsip kebaikan yang kalian anut adalah kunci keberhasilan ini,” ucap Lyra dengan kagum. “Jika kita menggabungkan kekuatan kita, kita pasti bisa menghentikan Zorak dan membawa perdamaian ke seluruh galaksi.”
Sebelum mereka berangkat kembali ke Bumi, Raja Orion memberikan hadiah khusus—buah dari Pohon Keabadian yang hanya tumbuh di planet Aura. “Buah ini akan memberikan kekuatan tambahan bagi kalian dan membantu memperkuat sistem perisai Bumi,” katanya. “Kita juga akan mengirimkan tim ahli untuk membantu kalian mengembangkan senjata cinta dan kebaikan di Bumi.”
Perjalanan pulang terasa lebih cepat dengan semangat baru yang mereka miliki. Xiao Ming merasa bahwa wawasannya telah meluas jauh melampaui batasan Bumi. “Kita tidak hanya bertanggung jawab untuk melindungi Bumi,” ucapnya kepada teman-temannya di kapal. “Kita bertanggung jawab untuk membantu membawa perdamaian ke seluruh alam semesta.”
Wei Tian mengangguk dengan senyum. “Ini adalah awal dari sesuatu yang besar,” katanya. “Dengan kerja sama antara peradaban, kita bisa mengatasi setiap ancaman dan membangun masa depan yang lebih baik bagi semua makhluk hidup di alam semesta.”
Ketika kapal mereka memasuki orbit Bumi, mereka melihat bahwa sistem perisai global sedang beroperasi dengan sempurna, dan para Pendekar tua telah berkumpul untuk menyambut mereka. Liu Wei datang dengan senyum bangga. “Kita telah menunggu kabarmu,” ucapnya. “Kita tahu bahwa kalian telah membawa pulang harapan baru bagi dunia dan alam semesta.”