NovelToon NovelToon
VELVET & GASOLINE

VELVET & GASOLINE

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Di bawah langit London yang selalu kelabu, Juliatte Fontaine hidup dalam jadwal yang diatur ketat. Baginya, keamanan adalah segalanya.
Maka, ketika gerombolan motor The Ravens menderu di depan gerbang sekolah dengan asap knalpot dan aroma pemberontakan, Juliatte hanya merasakan satu hal, kejijikan.

Puncaknya adalah William Wilson. Cowok itu adalah personifikasi dari semua yang Juliatte benci. William adalah alasan adiknya hampir celaka dalam sebuah tawuran antar-geng motor di Camden. Bagi Juliatte, William adalah kriminal, bagi William, Juliatte hanyalah gadis kaca yang akan pecah jika menyentuh realita.

Namun, sebuah insiden memaksa mereka dalam satu situasi pelarian. Juliatte melihat sisi London yang tak pernah ada di buku sejarahnya, dan William menyadari bahwa gadis kaca ini punya api yang lebih besar dari percikan mesin motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan William

Malam itu, langit London di kawasan dermaga End tampak merah tembaga, tertutup asap industri dan kabut tebal. Di sebuah lahan kosong di belakang panti asuhan Saint Jude’s, suasana mencekam.

Geng motor The Vultures, kelompok kriminal yang sering memeras panti asuhan tersebut sudah menunggu dengan balok kayu dan rantai di tangan.

Suara deru mesin yang berat memecah keheningan. Lampu-lampu motor The Ravens muncul dari balik kegelapan, membentuk barisan yang rapi namun mematikan.

William turun dari motornya tanpa melepas helm terlebih dahulu. Ia melangkah perlahan, namun setiap hentakan sepatunya di atas kerikil terdengar seperti lonceng kematian. Saat ia membuka helmnya, wajah yang biasanya penuh seringai sinis itu hilang. Yang tersisa hanyalah tatapan sedingin es yang sanggup membekukan nyali lawan.

"Aku sudah bilang, jangan pernah menginjakkan kaki di tanah panti ini lagi," suara William rendah, bergetar dengan kemarahan yang tertahan.

"Atau apa, Wilson? Kau hanya anak orang kaya yang bermain jadi pahlawan!" ejek pemimpin The Vultures.

William tidak membalas dengan kata-kata. Ia hanya memberi isyarat kecil dengan tangannya. Detik berikutnya, kekacauan pecah.

William bergerak seperti badai. Ia benar-benar beringas. Pukulan pertamanya mendarat tepat di rahang lawan hingga terdengar bunyi retakan yang mengerikan. Ia tidak menggunakan senjata, tangan kosongnya sudah cukup untuk menjatuhkan tiga orang sekaligus. Setiap gerakannya efisien, bertenaga, dan penuh amarah yang terpendam seolah ia sedang meluapkan semua rasa muaknya pada aturan dunia yang menyesakkan.

Di sudut lain, Leo mengamuk bak beruang, membanting lawan ke tumpukan tong besi. Ethan bergerak lincah, menghindar dengan elegan sebelum mendaratkan tendangan memutar yang telak. Sementara Jax, yang biasanya diam di depan layar, kali ini menggunakan helmnya sebagai senjata untuk memukul mundur orang-orang yang mencoba mendekati motor mereka.

Namun, William-lah yang paling menakutkan. Ia tidak membiarkan pemimpin geng lawan kabur. Ia mencengkeram kerah jaket pria itu dan menghantamkannya ke dinding bata.

"Panti ini punya adik-adikku. Panti ini punya keluarga yang tidak punya siapa-siapa lagi," desis William sambil mendaratkan satu pukulan terakhir yang membuat lawannya tersungkur tak berdaya. "Sekali lagi kau menyentuh mereka, aku akan memastikan kau tidak akan pernah bisa naik motor lagi seumur hidupmu."

Tanpa ada yang tahu, sebuah mobil sedan perak terparkir jauh di kegelapan. Di dalamnya, Juliatte duduk membeku. Ia baru saja pulang dari les tambahan dan melihat kerumunan motor itu. Rasa penasaran membuatnya mengikuti mereka.

Ia melihat semuanya. Ia melihat William yang beringas, William yang berlumuran darah di buku jarinya, dan William yang tampak begitu jahat namun sedang melakukan hal yang mulia.

Hati Juliatte bergejolak. Inikah sampah yang ia maki tadi pagi? Pria yang ia sebut tidak punya masa depan ini justru sedang mempertaruhkan nyawanya demi anak-anak panti yang bahkan tidak punya nama di mata sosial London.

William berdiri di tengah lapangan yang kini penuh dengan lawan yang mengerang kesakitan. Ia mengatur napasnya yang memburu, mengusap darah di sudut bibirnya dengan punggung tangan. Saat itulah, matanya tak sengaja menangkap pantulan cahaya dari mobil Juliatte di kejauhan.

William terpaku. Ia tahu itu mobil siapa.

Ia berdiri tegak, menatap ke arah kegelapan itu dengan pandangan yang sulit diartikan, seolah menantang Juliatte untuk tetap memandangnya sebagai sampah, atau melihatnya sebagai pria yang sebenarnya.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍

1
listia_putu
ngakak ketawa, pas surat cinta diselipin di knalpot motor ethan🤣🤣🤣
Zoya Humaira
Akuu sukaaaa tthoor,,💪💪💪
Zoya Humaira
Kereeeen otoor ,,,tetap semangaat yaaa
Fbian Danish
wow... crazy up...... tingkyu otor,....😄😄
Fbian Danish
terima kasih update nya Thor.... ceritamu bagusss sekali sukakkkkkkkkkkkk❤️❤️❤️
Lisna
suka banget sama cerita yang inii😍😍
Lisna
thor ini udah jam 8 lebihh🤭🤭nungguin🤭🤭
Ros_10: Terharuuu😍😍😍
total 1 replies
Lisna
lanjutt kakk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!