NovelToon NovelToon
JANJI CINTA SELAMANYA

JANJI CINTA SELAMANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Teen Angst / Romansa / Slice of Life / Konflik etika
Popularitas:699
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Vanya adalah putri kesayangan Hendra, seorang pria kaya yang memuja status sosial dan kasta di atas segalanya. Hidup Vanya terjepit dalam aturan emas ayahnya yang kaku, hingga sebuah tabrakan di pasar mengubah dunianya selamanya.

Arlan adalah pemuda liar, mandiri, dan hanya berbakti pada ibunya, Sujati. Sebagai seorang peternak dan penjual susu, Arlan dianggap "sampah" oleh Hendra. Namun, Arlan tidak pernah menundukkan kepala. Ia justru menantang dunia Vanya yang palsu dengan kejujuran dan cinta yang membara.

Saat cinta mulai tumbuh di antara perbedaan kasta, Hendra menyiapkan rencana keji untuk memisahkan mereka. Perpisahan tragis, pengorbanan nyawa, hingga munculnya Rayhan, seorang tentara gagah yang menjadi bagian dari cinta segitiga yang menyakitkan, akan menguji janji mereka.

Ini bukan sekadar cerita cinta biasa. Ini adalah tentang janji yang ditulis dengan air mata. Apakah Arlan dan Vanya bisa memenuhi Janji Cinta Selamanya mereka di tengah badai kasta dan rahasia masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: BAYANG-BAYANG DI BALIK TIRAI MEWAH

BAB 17: BAYANG-BAYANG DI BALIK TIRAI MEWAH

Langit Delhi malam itu tampak kelabu, seolah mencerminkan perasaan Vanya yang terperangkap dalam kemegahan rumah keluarga Vashishth. Sudah beberapa hari sejak pernikahan paksa itu terjadi di Simla. Di keningnya masih tertempel sisa-sisa sindoor merah, namun di hatinya hanya ada abu dari cintanya yang hangus bersama Arlan.

Vanya berdiri di tengah kamar pengantin yang luas dan dingin. Setiap sudut ruangan ini dipenuhi dengan barang-barang mewah, namun baginya, ruangan ini tak lebih dari sebuah sel penjara yang berlapis emas. Ia menatap gaun pengantinnya yang tersampir di kursi, lalu beralih menatap jendela besar yang menghadap ke taman belakang yang luas.

"Kenapa aku masih bernapas, Arlan? Jika kau sudah tidak ada, untuk apa aku terjebak di sini?" bisik Vanya dengan suara yang pecah oleh isak tangis.

Ingatannya kembali ke malam berdarah di Simla, saat ia melihat Arlan dihajar habis-habisan oleh anak buah ayahnya, Hendra. Ia masih ingat tatapan mata Arlan yang penuh luka sebelum pria itu jatuh tak sadarkan diri. Hendra meyakinkannya bahwa Arlan telah tewas, dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan Ibu Sujati adalah dengan menikahi Rayhan, sang Mayor dari Delhi.

Tiba-tiba, suara langkah sepatu bot militer yang berat terdengar mendekat ke kamar. Pintu terbuka, dan sosok Rayhan muncul. Ia masih mengenakan seragam kebanggaannya, tampak sangat disiplin dan berwibawa. Namun, saat ia melihat istrinya berdiri dengan bahu yang bergetar di depan jendela, raut wajahnya yang keras sedikit melunak.

Rayhan meletakkan tasnya dan berjalan mendekat, namun ia menjaga jarak yang sopan. "Kau belum tidur, Vanya? Ini sudah lewat tengah malam."

Vanya tidak menoleh. Ia tetap menatap kegelapan di luar. "Bagaimana aku bisa tidur di tempat yang asing ini, dengan pria yang tidak kukenal?"

Rayhan menghela napas panjang. Ia bukan pria yang pandai berkata-kata manis, tapi ia adalah pria yang memiliki integritas tinggi. "Aku tahu pernikahan ini bukanlah keinginanmu. Aku juga tidak pernah menyangka akan menikah dengan cara seperti ini. Tapi aku ingin kau tahu... aku menghormatimu. Aku tidak akan memaksamu menjadi 'istri' dalam arti yang sebenarnya sampai kau siap. Aku seorang prajurit, Vanya, bukan seorang penindas."

Vanya berbalik, matanya merah karena menangis. "Lalu kenapa kau setuju? Kenapa kau tidak menolak saat ibumu, Nyonya Suman, memintamu menikahiku? Kau punya pangkat, kau punya kekuatan. Kau bisa saja menolak!"

Rayhan terdiam sejenak. Sorot matanya menunjukkan beban yang sama beratnya. "Karena bagi seorang anak prajurit, perintah ibu adalah tugas suci. Aku pikir aku bisa memberimu kehidupan yang lebih baik daripada yang bisa diberikan oleh ayahmu di Simla. Tapi aku sadar... aku tidak bisa membeli hatimu dengan kenyamanan ini."

Rayhan kemudian mengambil selimut dan bantal. "Aku akan tidur di sofa ruang kerja. Jika kau butuh sesuatu, panggil saja pelayan atau ketuk pintuku."

Saat Rayhan menutup pintu, Vanya kembali terisak. Ia merasa bersalah karena membenci pria yang sebenarnya bersikap sangat baik padanya. Namun, cintanya pada Arlan terlalu besar untuk menyisakan ruang bagi pria lain, bahkan untuk seorang Rayhan sekalipun.

Di bagian lain rumah itu, di sebuah paviliun kecil yang tersembunyi di balik rimbunnya pohon-pohon besar, Suman sedang berjalan dengan terburu-buru. Ia memegang sebuah kunci tua di tangannya. Ia membuka pintu paviliun itu dan masuk ke dalam sebuah ruangan yang remang-remang.

Di dalam sana, seorang wanita paruh baya sedang duduk di lantai sambil memeluk sebuah kain tua. Dia adalah Sujati. Wajahnya tampak linglung, jiwanya terguncang karena kesedihan kehilangan Arlan.

"Makanlah," perintah Suman dengan nada dingin sambil meletakkan nampan makanan di meja.

Sujati mendongak, matanya yang cekung menatap Suman dengan benci. "Kenapa kau mengurungku di sini, Suman? Di mana putraku? Di mana Arlan?!"

Suman mendekati Sujati, matanya berkilat penuh dendam masa lalu. "Putramu sudah tidak ada! Dia sudah membusuk di dasar jurang Simla karena kesombongannya. Dan kau... kau akan tetap di sini. Jika Rayhan tahu siapa kau sebenarnya, itu akan menghancurkan karirnya. Aku tidak akan membiarkan 'noda' sepertimu merusak putraku."

Suman keluar dan mengunci pintu kembali. Ia tidak tahu bahwa di balik semak-semak taman, sepasang mata sedang mengawasi setiap gerakannya.

Sesosok pria dengan hoodie hitam dan wajah yang tertutup sebagian oleh perban tipis bergerak dengan sangat lincah di kegelapan taman. Dia bergerak seperti bayangan—sunyi namun mematikan. Pria itu adalah Arlan.

Arlan tidak tewas. Keajaiban dan dendam telah membuatnya tetap hidup. Meskipun tubuhnya masih terasa nyeri karena luka-luka yang belum sepenuhnya sembuh, amarahnya memberikan kekuatan luar biasa. Ia telah mengikuti jejak Vanya dan ibunya sampai ke Delhi.

Arlan memanjat pohon besar yang dahan-dahannya menjulur hingga ke dekat jendela kamar Vanya. Ia berdiri di sana, hanya berjarak beberapa meter dari wanita yang menjadi napas hidupnya. Ia melihat Vanya yang sedang menangis, ia melihat mangalsutra di leher Vanya, dan itu membuatnya ingin meledak.

"Vanya..." bisik Arlan dalam hati. "Tunggu aku. Aku akan menjemputmu. Tapi sebelum itu, aku akan memastikan rumah ini hancur berkeping-keping."

Arlan kemudian beralih menatap jendela ruang kerja di mana Rayhan sedang sibuk dengan berkas-berkas militernya. Arlan menatap Rayhan dengan kebencian yang mendalam. Ia belum tahu bahwa pria yang ia benci itu adalah saudaranya sendiri. Baginya, Rayhan hanyalah pencuri yang menggunakan seragam untuk merampas Vanya.

Tiba-tiba, Rayhan merasa seperti ada yang mengawasinya. Ia berdiri dan berjalan menuju jendela, menatap ke arah taman yang gelap. Arlan dengan cepat bersembunyi di balik rimbunnya daun. Rayhan menyipitkan mata, tangannya refleks meraba senjata di pinggangnya.

"Siapa di sana?" teriak Rayhan ke arah taman.

Para penjaga militer segera berlari menuju taman dengan lampu senter yang terang. Arlan dengan tenang melompat dari pohon dan menghilang ke dalam kegelapan lorong tikus yang sudah ia pelajari. Ia bergerak jauh lebih cepat daripada para penjaga itu.

Vanya yang mendengar teriakan Rayhan segera membuka jendelanya. Ia menatap ke bawah, ke arah pepohonan. Untuk sekilas, ia melihat sepotong kain hitam tersangkut di dahan pohon. Jantungnya berdegup kencang. Ia tahu kode itu. Ia tahu hanya satu orang yang berani memanjat pohon setinggi itu di malam hari.

"Arlan?" gumam Vanya. Harapan yang tadi mati kini mulai berdenyut kembali.

Malam itu, di bawah satu atap yang sama namun terpisah oleh dinding-dinding rahasia, takdir sedang menenun jaring yang sangat rumit. Rayhan menjaga keamanan, Vanya menjaga harapan, dan Arlan menjaga dendam. Tanpa mereka sadari, darah yang mengalir di nadi Rayhan dan Arlan mulai bergejolak, seolah mengenali satu sama lain dalam suasana perang yang bisu ini.

1
falea sezi
mending bawa pergi jauh deh arlan
falea sezi
ksian bgt arlan knp semua novel mu isinya sedih teros kapan bahagia nya q baca semua nya tp isinya menderita trs jd g mood baca pdhl mau ksih hadiah jd males
falea sezi
menyimakkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!