NovelToon NovelToon
Crowned Villains :The End Of Old World

Crowned Villains :The End Of Old World

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi
Popularitas:286
Nilai: 5
Nama Author: Asjoe the writer

Dunia adalah sebuah luka yang menolak untuk sembuh. Di Utara, perang suci antara Holy Kingdom dan Demon Realm tak kunjung usai. Di Selatan, tirani matriarki menciptakan perbudakan sistematis terhadap kaum pria. Sementara di Timur, jutaan nyawa menjadi tumbal bagi ambisi Federasi dan Aliansi. Bahkan di Barat, Kekaisaran Berline yang agung telah membusuk dari dalam akibat korupsi, nepotisme, dan kelaparan yang mencekik rakyatnya.Saat dunia memprediksi keruntuhan Berline akan menjadi awal dari domino kehancuran global, sebuah anomali muncul dari balik bayangbayang. Bukan pahlawan yang bangkit, melainkan Chara Initiative Organization (CIO). Sebuah organisasi villain yang kejam dan tak terduga. Lewat kudeta berdarah, mereka merebut tahta Berline dan memulai langkah radikal untuk menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama. Bagi mereka, dunia yang rusak tidak butuh diperbaiki; dunia butuh dihancurkan untuk dibangun kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asjoe the writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menuju Puncak Menara

Mereka terus naik melalui lift hidrolik yang bergetar hebat.

Di setiap lantai, mereka harus menghadapi jebakan mekanis.

Saat mereka berada di suatu lantai yang berputar, semburan gas beracun menyembur dari segala arah menuju mereka. Seketika memaksa mereka menaiki tangga ke suatu ruangan yang dipenuhi penjaga.

Prajurit dengan rangka skeleton baja memegang senapan dan yang lain menggunakan cakram gergaji yang diputar.

Kalean bertarung dengan mereka sambil dibantu oleh Elera dengan sihir prisai menahan tembakan senapan yang diarahkan ke Kalean.

Pertarungan begitu sengit begitu Elera berhasil membunuh para prajurit ber senapan dengan sihir fire bolt nya. hanya tinggal menunggu Kalean mengalahkan prajurit berbadan besar yang membatasi kapak.

Ukuran prajurit itu sangat besar seperti minautur. Prajurit itu pun berulang kali mengayunkan kayaknya dan nyaris mengenai leher Kalean.

Elera dengan sigap melepaskan sihir petir ke arah prajurit itu, membuatnya terdiam sementara Kalean mengambil kesempatan itu untuk menebas leher prajurit itu.

Prajurit berbadan besar itu pun tumbang oleh tebasan Kalean.

Suasana terasa mencekam dengan ruangan yang di penuhi darah yang berceceran di lantai. Tapi mereka tahu untuk tidak membuang waktu jika mereka ingin menghentikan mesin raksasa ini mengendalikan ibu kota.

Mereka bergerak maju menaiki tangga lainnya menuju puncak menara. hingga mereka menemukan ruang mesin raksasa dengan berbagai uap di mana-mana dan sebuah roda raksasa yang digerakkan oleh turbin air bawah tanah.yang dipompa dari pipa.

Dari Situ mereka terus merengsek masuk melewati pipa-pipa yang terhubung ke lantai atas melewati lift yang dijaga ketat oleh penjaga.

hanya ada satu jalan lain untuk naik ke atas yakni ada saluran khusus yang dirancang untuk petugas mekanis di samping ruang penyimpanan data.

Berdasarkan apa yang dikatakan Silas, melalui jalan itu mereka bisa sampai di lantaran teratas menara dimana mereka dapat menemukan ruang kontrol.

Ruang kontrol ini, Satu-satunya akses mereka agar dapat merusak komputer raksasa berbentuk menara ini melalui merusak kode sistem operasionalnya.

Silas yang tahu persis jalan ini sempat membuat Kalean dan Elara curiga hingga Elera bertanya.

"Silas, kau tahu persis letak semua jebakan ini," ujar Elara curiga di tengah kepulan uap.

"Aku yang memasang beberapa di antaranya saat masih menjadi teknisi... sebelum 'kecelakaan' itu," jawab Silas tanpa ragu. Ia menunjuk ke arah pintu perunggu raksasa di lantai teratas.

"Di balik itu adalah The Master Clockwork. Di sanalah Elara harus menyatukan sihirnya dengan frekuensi menara."

Jebakan Psikologis

Saat mereka memasuki ruangan utama, mereka tidak menemukan Aris. Ruangan itu dipenuhi oleh ribuan jam mekanis yang berdetak serentak, menciptakan frekuensi suara yang membuat kepala pusing. Di tengahnya, terdapat sebuah kursi listrik yang terhubung ke ribuan kabel tembaga.

"Elara, kau harus duduk di sana," perintah Silas.

"Hanya dengan begitu kau bisa mengakses jaringan The Governor."

Kaelen merasa ada yang salah.

"Tunggu, Silas. Bukankah kau bilang ini akan merusak sistemnya? Mengapa Elara harus terhubung langsung?"

"Karena untuk menghancurkan pikiran kolektif yang dibuat Aris, kita butuh satu pikiran yang lebih kuat untuk mengacaukannya dari dalam!" Silas berteriak di tengah suara mesin yang bising.

"Lakukan sekarang, atau pasukan Aris akan segera tiba!"

Di luar jendela menara, mereka bisa melihat lampu-lampu kota Oakhaven mulai berkedip-kedip tidak teratur. Frekuensi The Governor mulai meningkat, membuat ribuan warga di bawah sana mulai memegang kepala mereka karena sakit.

Kaelen menatap Silas, lalu menatap Elara yang mulai mendekati kursi itu. Ia tidak tahu bahwa setiap langkah yang mereka ambil di menara ini sebenarnya adalah bagian dari laporan rutin yang dikirimkan Silas langsung ke pusat komando Aris. Silas bukan sedang membantu mereka memberontak; ia sedang menggiring "kelinci percobaan" Aris ke dalam laboratorium yang paling megah.

Status Saat Ini:

Kaelen: Berada di puncak emosi dan kelelahan fisik, terjebak dalam dilema antara menghancurkan mesin atau menyelamatkan manusia di dalamnya.

Elara: Siap melakukan pengorbanan besar, tidak menyadari bahwa sihirnya adalah komponen terakhir yang dibutuhkan Aris untuk menyempurnakan kendali globalnya.

Silas: Mengendalikan situasi dengan sempurna, menunggu saat yang tepat untuk menjatuhkan topengnya.

1
anggita
mampir like👍 iklan ☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!