NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Ah sialan. Batin Reno sesampainya dia di hotel bersama melinda.

"Sayang tenanglah". Melinda dengan lembut menenangkan Reno

"Bagaimana aku bisa tenang, dia terang-terangan menggoda kakak kedua ku seperti itu jalang memanglah jalang".

"Sudah sini kamu tenang dulu". Melinda mengajak Reno duduk di kasur sambil mengobati lebam di wajahnya.

Kenapa kakaknya Reno ganteng banget sih, nyesal banget aku sudah macarin Reno modelan begini. Batin Melinda.

"Pelan-pelan Lin,sakit tahu".

"Iya iya maafkan aku".

Reno dan Melinda larut dalam fikiran mereka masing-masing.

Reno merasa Leana semakin cantik setelah sekian lama mereka berpisah, dan Melinda tidak secantik dia yang dulu. Reno meragukan bahwa Melinda benaran anak orang kaya, sedangkan semua yang dia gunakan adalah pembelian dari Reno sendiri.

Dulu saat dia dan Leana masih bersama, dia jarang mengeluarkan untuk Lea selain dari makanan. Melinda sering bilang padanya bahwa semua yang Leana kenakan adalah barang palsu, atau barang KW, namun kini Leana semakin terlihat bahwa dia tidak menggunakan barang palsu ataupun barang KW.

"Ah mungkin uang dari Ray". Guamam Reno

"Kenapa Ren?". Tanya Melinda yang berada di sampingnya.

"Nggak apa-apa, tidurlah sudah malam".

"Apa kamu nggak mau sentuh aku?". Goda Melinda di punggung Reno

"Aku sedang nggak mood Lin, tidurlah".

Dengan perasaan kesal dia membalik tubuhnya membelakangi Reno.

Paginya keduanya berangkat bersamaan ke kampus, karena hari ini mereka akan ujian akhir.

"Rusak banget tuh muka Mel?". Tanya Fira

"Biasalah Reno nggak mood".

"Alasan aja tuh, kaget paling dia lihat mantannya datang". Ucap Luna sambil merapikan buku di mejanya.

"Eh tapi ya kok sekarang si Leana itu beda banget dari yang dulu".

"Ih Luna biasa aja sih menurutku, lagian masih cakepan Melin juga".

"Iya sih, lagian anak orang miskin begitu bisa apa coba kalau nggak jual badan". sahut Luna pada Fira.

"Ya jelas lah, kalian tahu sendiri kan bagaimana Leana. Dulu aja waktu sekamar sama aku dia sering pinjam-pinjam barangku terus".

"Duh nggak usah bahas Leana deh dia jauh juga dari kita". Ucap Fira dengan sombong

"Mel, kamu kenal nggak sama kakaknya Reno itu dia cakep banget loh". Tanya Luna

"Iya kenalin dong Mel, kan dia kakaknya Reno".

"Duh gimana ya, kakaknya itu dingin banget dan jarang juga dirumah".

"Di lihat dari kenampilannya kemarin kayaknya dia sudah kerja ya".

"Iya Fir dia sudah kerja".

"Waa mau dong di kenalin, jadi nggak perlu capek-capek lagi dirumah kayak kamu nanti Mel". Luna berangan-angan sambil menutup matanya.

Melinda hanya bisa tersenyum, dia juga sudah membayangkan bagaimana nyamannya hidupnya nanti saat menikah dengan Reno, namun dia juga harus berhati-hati agar identitas dirinya tidak di ketahui siapapun, bahwa ibunya hanyalah seorang ART di rumah pacarnya.

Melinda pamit kepada teman-temannya untuk menemui Reno di ruangannya.

Melihat dari luar jendela, terlihat di sana Reno sedang berbincang dengan salah seorang teman sekelasnya seorang wanita dan tampak mereka tertawa bersama. Saat pertama kali kenal Reno dia juga begitu di belakang Leana mereka begitu dekat hingga dia nekat memberikan tubuhnya kepada Reno agar dia berpaling kepadanya.

Tanpa perasaan tidak enak dia masuk menemui Reno dan duduk di depannya.

"Sayang, hari ini kita kemana?". Tanya Melinda dengan lantang.

"Apa sih Lin, malu-maluin". Keluh Reno

"Loh, aku kan pacar kamu wajar dong seorang pacar jengukkin pacar sendiri".

Reno sangat tidak suka dengan apa yang Melinda lakukan, bahkan dulu Leana tidak mempermasalahkan aku mau berteman dengan siapapun, sampai dia tergoda dengan Melinda yang saat itu seseorang yang benar-benar mengerti dirinya.

Reno menarik paksa tangan Melinda keluar kelasnya.

"Apa-apaan sih Lin".

"Kamu tu ya kok asik banget ngobrolnya sama aku aja ketus melulu. Wajarkan kalau aku cemburu".

"Udah lah sana kembali ke kelasmu aja".

Reno kembali ke kelasnya dan meninggalkan Melinda sendirian di sana.

"Kenapa Ren". Tanya teman sebangkunya

"Tau tuh Melin".

"Yah wajar lah namanya juga pacar kamu kan".

"Pacar apaan posesif begitu".

"Duh Ren harusnya kamu bersyukur itu artinya Melinda benar-benar sayang sama kamu. Bobi juga begitu kalau aku dekat dengan cowo lain".

"Beruntung banget Bobi punya cewe kayak kamu".

"Haha apa sih Ren, aku sebagai sesama perempuan mengerti kok Melin itu nggak mau kehilangan kamu. Kata kamu dulu Leana nggak pernah begitu kan, itu artinya Leana nggak sayang sama kamu, masa ada cewe yang nggak pernah larang cowoknya begini begitu".

Mungkin benar apa yang di ucapkan pacar Bobi, batin Reno.

Sepulang dari kampus, Reno menunggu Melinda keluar dari kelasnya.

"Lin, mau pulang". Tanya nya ketika Melinda keluar dengan kedua temannya.

"Kamu kenapa Ren? Tadi marah-marah sekarang nungguin aku pulang?".

"Ayo".

Dia menarik tangan Melinda untuk segera masuk ke mobilnya yang telah lama berada di bengkel.

Dia mengajak makan siang bersama di sebuah restoran.

Melinda yang merasa heran dengan sikap Reno semakin membuatnya bertanya-tanya ada apa dengan prianya ini.

"Kamu free nggak Lin".

"Iya kenapa?".

"Hari ini mau ya, aku mau minta maaf sama kamu".

"Hmmm. Baiklah".

Reno dan Melinda menuju ke hotel milik keluarganya karena di sana dia tidak harus membayar uang cekin.

"Selamat datang tuan. Ini kunci kamar anda". Sambut resepsionis.

"Tapi maaf tuan, untuk kamar yang biasa anda gunakan anda tidak di perbolehkan lagi untuk menggunakannya".

"Kenapa begitu, kamu mau aku bilangin ke ayahku biar kamu di pecat". Marah Reno pada resepsionis itu

"Maaf tuan muda, ini perintah langsung dari tuan dan nyonya besar kepada manager, sebagai karyawan tentu kami harus mematuhinya".

Apalagi ini. Batin Reno

"Antarkan kami ke kamar". Perintah Melinda

"Baik nona, silahkan mengikuti karyawan kami".

Mereka di antar ke kamar hotel paling murah di hotel keluarganya itu, bukan seperti kamar yang biasanya dia tempati ketika malas berada dirumah.

Walaupun kamar biasa, tapi syukurlah AC di kamarnya itu sangat dingin tidak apa yang biasa tapi bisa membuat keduanya merasa nyaman.

Pulang kerumah orang tuanya Reno ingin menanyakan kenapa dia tidak boleh menggunakan kamar hotel yang biasanya.

Tapi, dia harus melihat pemandangan yang membuatnya naik darah. Di sana ada Leana dan Ray sedang berduaan diruang santai, Reno melihat kulit Leana yang sekarang jauh lebih cerah dari pada saat bersama dirinya dulu bahkan dia sekarang lebih terawat, apa ini karena kakaknya Ray.

Ray menggenggam erat tangannya, harusnya yang sekarang bersama Leana adalah dirinya bukan kakak keduanya, namun sekarang dia sudah memiliki Melinda di sampingnya.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!