NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:203.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Tidak Perduli Lagi

Ratih membuka matanya, lengannya terasa pegal. Seperti ada yang menimpanya.

Benar saja, ketika dia menoleh ke samping. Ben sedang tidur di atas lengannya. Mata Ratih terbelalak, dia sungguh terkejut.

"Ben!" panggilnya keras.

Ratih bahkan berusaha menarik tangannya. Tapi rasanya malah sangat kebas.

"Ratih"

Ben yang baru membuka matanya, masih belum sadar apa kesalahannya?

"Apa yang kamu lakukan? kamu tinggalkan Rafa..."

Ben langsung bangkit begitu mendengar nama Rafa.

"Rafa!" ujarnya sambil berlari keluar dari kamar itu.

Ratih mengernyitkan keningnya. Dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat tadi. Kenapa Ben tidur di lengannya? apa yang pria itu lakukan semalam?

Ratih mengusap wajahnya dan merapikan rambutnya. Setelah itu dia turun dari tempat tidur dan pergi juga ke kamar Ratih.

Ben membuka pintu kamar Ratih. Tapi dia tidak menemukan Rafa.

"Rafa!"

"Rafa!"

Ben membuka pintu kamar mandi. Tapi dia juga tidak menemukan anak kecil yang usianya masih 1 setengah tahun itu.

"Rafa, Rafa dimana, Ben?" tanya Ratih yang baru masuk juga ke kamarnya itu dan melihat Ben panik mencari Rafa.

"Semalam di atas tempat tidur, dimana ya?" Ben terlihat bingung.

Ratih sampai memeriksa pintu balkon. Tapi masih terkunci. Dan tidak mungkin juga anaknya bisa membuka pintu balkon.

"Lagipula kenapa kamu malah ada di kamar tamu, kenapa tidak menemani Rafa?"

Ratih terdengar cukup kesal.

"Maafkan aku Ratih, lain kali aku akan menjaga anak ki..."

"Rafa!"

Ben terdiam, dia hampir saja keceplosan. Tapi Ratih juga tidak terlalu mendengarkan. Ratih masih terus memanggil anaknya, Ratih bahkan keluar dari kamar itu dan mencari Rafa di lantai satu.

Ben yang sudah tenang setelah hampir keceplosan tadi. Juga segera keluar dari tempat itu dan mengikuti Ratih.

"Rafa"

"Mama"

Rafa melambaikan tangannya ke arah Ratih. Anak itu sudah berada di pangkuan Panji, dan sedang menikmati sarapan paginya. Bahkan sudah dalam keadaan bersih, rapi dan wangi sekali, wangi minyak telon yang sabar menyegarkan.

"Kalian sudah bangun?" tanya Maya yang membawa secangkir teh hangat untuk suaminya.

"Maaf nyonya, tuan. Semalam..."

"Tadi pagi ibu yang membawa Rafa turun. Semalam Ben tidur dimana?" Tanya Maya.

"Aku..." Ben terdengar ragu mau mengatakan yang sebenarnya.

Maya hanya tersenyum tipis.

"Sebelum berangkat ke kantor, sarapan dulu ya. Ratih, ikut ibu ambilkan pakaian ganti untuk Ben!"

"Nyonya, tidak usah. Aku akan kembali ke apartemen..."

"Sudah punya apartemen, jadi lupa rumah ini?" sela Maya.

"Bukan begitu, nyonya!"

"Waktu dari luar negeri, ibunya Ratih membeli banyak pakaian untukmu. Belum sempat di berikan!" sahut Panji.

Ratih hanya diam. Sejak dulu ayah dan ibunya memang begitu. Selalu memperlakukan Ben dengan baik.

"Ayo Ratih!" ajak Maya.

"Iya, Bu!"

Setelah Ratih dan Maya pergi, Panji bicara pada Ben.

"Kamu mandi dulu, pakai saja kamar tamu itu!" tunjuk Panji pada kamar tamu yang ada di lantai satu, "Lagipula rumah ini juga rumah mu!"

Rafa kecil mendongak melihat ke arah kakeknya.

"Kata kakek, semuanya punya Rafa?" tanya anak kecil itu.

Panji dan Ben terkekeh pelan.

"Tentu saja, semua ini punya Rafa. Tapi paman Ben juga paman Rafa, kan?" tanya Panji.

Rafa mengangguk dengan cepat.

"Hemm!"

Panji mengusap kepala cucunya itu perlahan. Dia sungguh manis.

"Dia cerdas sekali kan, Ben? sama sepertimu!"

Deg

Ditodongg pertanyaan seperti itu. Ben membeku di tempatnya.

"Mandilah! dan bergabung secepatnya ke meja makan!"

"Baik tuan!"

Ben menuju kamar tamu dengan cepat.

Sementara itu Ratih melihat banyak sekali pakaian yang harus dia berikan pada Ben.

"Ibu membeli sebanyak ini untuk Ben?" tanya Ratih.

"Ibu tahu dia suka warna biru, tapi banyak sekali warna biru jaman sekarang. Ibu beli semuanya saja!"

Ratih mengangguk paham.

"Ya sudah, berikan padanya. Biarkan dia yang pilih mau pakai yang mana!"

"Iya, Bu!"

Ratih keluar dari kamar itu, menuju kamar tamu yang tadi di tunjukkan oleh ayahnya sebelum pergi ke ruang makan.

"Ben!" panggil Ratih sebelum masuk, memastikan dia tidak masuk di waktu yang akan membuat dirinya canggung.

"Masih lama?" tanya Ratih.

"Bisa berikan padaku?" tanya Ben menjulurkan tangannya keluar pintu yang hanya dibuka sedikit.

Ratih terkekeh pelan. Adegan ini seperti pernah dia alami dulu. Dan dulu Ratih mengerjainya. Alih-alih memberikan pakaian yang benar, Ratih bahkan lima kali memberikan pakaian yang salah pada Ben.

Tapi, kali ini dia tidak mungkin melakukan itu.

"Ini" kata Ratih memberikan kemeja pilihannya pada Ben.

"Terima kasih!"

"Ben, aku mau katakan sesuatu!" kata Ratih di depan pintu kamar mandi.

"Katakan!" sahut Ben dari dalam sambil berpakaian.

"Masalah semalam, jangan sampai ayah dan ibu tahu ya. Kamu bisa menjaga rahasia ini kan? aku hanya tidak ingin ayah dan ibu khawatir!"

Di dalam kamar mandi, Ben merasa tidak senang mendengar itu.

"Baiklah!" tapi meskipun tidak senang, Ben masih menyetujui permintaan Ratih.

"Bagus! satu lagi, nanti cari tahu tentang sekertaris itu ya. Cari tahu juga, dia hamil atau tidak?"

"Apa yang mau kamu lakukan pada wanita itu, biar aku yang lakukan! kamu tidak perlu mengotori tanganmu!" kata Ben yang baru keluar dari kamar mandi.

"Memangnya kamu pikir, aku mau melakukan apa?" tanya Ratih dengan alis sedikit naik.

"Menyingkirkannya?" tanya Ben singkat, padat sesuai dugaannya.

Wajah Ratih langsung tidak senang.

"Kenapa harus disingkirkan, justru kalau dia hamil. Kamu harus melindunginya. Jangan sampai dia kenapa-kenapa. Pastikan supaya Fandi tidak memaksanya menghilangkan kehamilannya itu. Itu akan sangat berguna untukku di masa depan!"

"Kamu ini..."

"Aku kenapa?" sela Ratih.

"Yang namanya seorang istri, jika suaminya menghamili wanita lain. Bukankah..."

"Itu kalau aku masih perduli padanya!" sela Ratih lagi, "sekarang aku sudah tidak perduli lagi padanya! jadi tolong lakukan seperti katamu! kamu sudah di tunggu di ruang makan!" kata Ratih yang segera keluar dari tempat itu.

Ben masih terdiam di tempatnya.

"Benarkah? sudah tidak perduli lagi?" gumamnya.

***

Bersambung...

1
Alvia Vi
wahhh
Thor aku baru mampir...
seru cerita nya
Noer: terima kasih
total 1 replies
Achmad
bagus ceritanya
Noer: terima kasih
total 1 replies
guntur 1609
sadis Ratih. menhancutkna mental erma. tapi emang pantas kok
guntur 1609
dasar gk tahu diri, gk sadar juga kalian. gk tahu ja kalian klu bom yg di tanam Ratih tinggal tgu ledakan yg dahsyat🤣🤣🤣
guntur 1609
bagus ben
guntur 1609
kalajengking nya
guntur 1609
gak tahu ja kalian. bahwa cucumu yg kalian buang
guntur 1609
apa mngkn khalid ayahnya ben ya
guntur 1609
rasain kalian. di preteli satu oersatu
guntur 1609
brti Rafa anaknya ben
Elsa Devika
tamatlah sudah Al kisah Sarah
tinggal nunggu Fandi sma erma
راني
famdi kasihan bgt kmu
راني
bang ben ceo yang menyamar ya
Elsa Devika
aligator rawa² gak tuh🤭
gina altira
kebakaran jenggot tuh Trio ubur"
gina altira
Ratih mengulang waktu
Ika Yanti Unyil
meski ada fiksinya tentang kelahiran kembali Ratih,tapi tetap keren novelnya thor.bisa membalas mereka semua yang sudah berbuat jahat dan mendapatkan karma yang sesuai.
berbahagialah ben dan ratih...
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️
Noer: terima kasih
total 1 replies
adriani kd
seru.. seru..
Noer: terima kasih
total 1 replies
rumah poke
bagus
Noer: terima kasih
total 1 replies
Liana Simon
Alur ceritanya bagus untuk dibaca sampai selesai
Noer: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!