NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Setelah Tewas Bersama Istri

Terlahir Kembali Setelah Tewas Bersama Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Cinta Seiring Waktu / Keluarga
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Setelah hidup lontang-lantung selama separuh hidupnya, Denzel Bastian mengacaukan kehidupannya dengan tangan sendiri. Dia kehilangan istri dan ketiga anak kembar untuk selamanya. Hingga saat berada dalam lautan api, istri yang sudah bercerai bertahun-tahun dengannya tanpa ragu menerjang masuk ke kobaran api untuk mati bersamanya.

Denzel pun sadar, ternyata istrinya begitu mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Bab 32 Seharusnya Tidak Lama Lagi Bisa Memeluknya

Setelah Denzel memarkirkan truknya, dia langsung membuka pintu dan turun dari truk.

Baru saja dia tiba di belakang kontainer truk, sekumpulan ibu-ibu seketika langsung datang mengelilingi saat melihatnya.

"Hei! Ternyata memang si penjual stroberi! Akhirnya kamu datang juga, hari ini berikan Bibi sepuluh buah stroberi!"

"Heh bocah, berikan juga Bibi delapan buah stroberi! Hari ini Bibi sudah membawa cukup uang!"

"Bibi yang berada di depan, biarkan aku membelinya dulu, aku harus segera berangkat kerja. Dik, aku harus pergi

bekerja jam setengah dua, berikan dulu sepuluh buah stroberi."

Denzel menatap ke arah sekumpulan ibu-ibu yang terus-menerus menyodorkan uang ke hadapannya dan mengernyit. Lalu, dengan segera dia berkata, "Ibu-ibu, kalian sabar dulu. Hari ini aku membawa banyak stroberi, jadi jangan berebutan. Mengantrelah dengan rapi dan datang satu per satu. Jika kalian berebutan, aku tidak bisa menjualnya. Aku akan mulai menjualnya setelah

kalian mengantre dengan rapi."

Denzel baru saja berpikir kenapa begitu banyak orang di sini, ternyata mereka sedang menunggunya.

Ucapan Denzel sepertinya berpengaruh. Sekumpulan ibu-ibu itu seketika menjadi tenang dan segera berbaris.

Stroberi, lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik.

Sedangkan wanita itu memanfaatkan kesempatan untuk bertanya kepada Denzel yang sedang mengambil stroberi. "Dik, kapan kamu akan ke sini lagi, anak perempuanku sangat suka makan buah stroberimu."

Selain suka makan, wanita ini juga menyadari bahwa setelah anak perempuannya memakan buah stroberi, anaknya yang dulu sampai menangis karena tidak bisa mengerjakan soal matematika, sekarang sudah bisa menyelesaikannya. Benar-benar menyegarkan!

Ujian akhir akan diadakan di tahun depan, stroberi ajaib ini harus tersedia selama setahun!

Denzel memasukkan sepuluh buah stroberi, lalu berbalik dan memberikan pada wanita itu

Saat yang bersamaan, dia tersenyum dan berkata, "Terima kasih atas dukunganmu, Kak. Setelah hari ini habis terjual, mungkin aku tidak akan berjualan stroberi di sini dalam waktu dekat."

Denzel juga tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan agar stroberi yang ditranplantasikannya ke ruang angkasa dapat berbuah.

Sekarang, stroberi ini sangat disukai dan dia merasa semakin khawatir.

Jika ke depannya masih bisa datang ke sini, itu adalah saat dimana stroberi bisa ditanam dengan kualitas yang sama tanpa bergantung pada ruang angkasa.

"Ah? Tidak dalam waktu dekat itu berapa lama?"

Saat wanita itu mendengar perkataan Denzel, seluruh tubuhnya meniadi tidak bersemangat

Dia masih berpikir untuk membeli stroberi sesering mungkin di masa depan.

"Kak, aku juga tidak pasti. Aku akan memberi tahu kalian jika aku datang berjualan lagi di sini."

Mendengar perkataan Denzel, wanita itu mengernyit. Akhirnya dia hanya bisa berkata, "Kalau begitu, berikan aku empat buah stroberi lagi."

Denzel tersenyum. "Baik, aku akan memasukkan empat buah stroberi lagi."

Setelah mengatakan ini, Denzel berbalik dan membungkus stroberinya dengan cepat.

Sedangkan ekspresi wajah orang-orang yang mengantre di belakang saat mendengar percakapan Denzel dengan wanita itu juga terkejut.

"Ah? Tidak akan datang dalam waktu

Dekat? Bukankah bisnis ini cukup bagus?

Bukankah seharusnya datang setiap hari?"

"Benar, apakah merasa tidak cukup menghasilkan uang? Setidaknya jual saja lebih banyak, bahkan empat puluh buah stroberi pun aku sanggup membelinya!"

"Aku juga!"

Mengetahui bahwa Denzel tidak akan berjualan dalam waktu dekat, sekumpulan ibu-ibu pun membicarakannya dengan kecewa.

Denzel kembali membungkus lima buah stroberi dan menyerahkannya kepada seorang ibu. "Kak, ini empat belas buah stroberimu, totalnya empat ratus dua puluh ribu."

Seseorang yang berdiri di belakang wanita itu mendengar harga yang

Disebut Denzel, tidak bisa menahan diri untuk berbisik padanya. "Ketua Kyra, kamu sangat menyayangi anak perempuanmu, bahkan sekali membeli buah saja, kamu mengeluarkan banyak uang!"

Ketua Kyra menerima stroberi itu dan mengeluarkan uang dari saku seragam kerjanya. Dia mengeluarkan uang empat ratus ribu dan dua puluh ribu, lalu menyerahkannya pada Denzel. Pada saat yang bersamaan, Ketua Kyra menatap Denzel dan berkata, "Mau bagaimana lagi, kita tidak tahu kapan dia akan ke sini lagi, jadi aku harus membeli sedikit lebih banyak."

Denzel mengulurkan tangannya dan menerima uang dari wanita itu. "Terima kasih atas dukunganmu, Kak. Ke depannya jika akan datang ke sini, aku pasti akan berjualan di saat kamu pulang kerja."

Abadi cukup terkenal di kabupaten dan perusahaan itu berada di dekat sini.

Ke depannya, jika stroberi bisa ditanam dan dijual, tidak masalah bagi Denzel untuk datang lebih awal.

Saat Ketua Kyra mendengar perkataan Denzel, dia langsung tersenyum dan berkata, "Baiklah, kalau begitu kita sepakat, ya!"

Denzel tersenyum sambil menyapa wanita itu, kemudian melanjutkan sapaannya pada pelanggan selanjutnya.

Namun, pelanggan berikutnya yang mendengar perkataan Denzel yang tidak akan berjualan dalam waktu dekat, mulai membeli minimal sepuluh buah stroberi.

Mau bagaimana lagi, stroberi milik Denzel tidak hanya enak, tapi juga memiliki efek yang menyegarkan setelah memakannya

Bahkan kelebihan yang didapatkan jauh melebihi buah durian, ceri dan beberapa buah lainnya!

Jadi, harus membelinya sedikit lebih banyak!

Denzel baru saja berjualan sebentar di pasar sayur, antrean panjang pun berbaris di belakang truk sepanjang pinggir jalan.

Apalagi jumlah permintaan pelanggan hari ini cukup besar, hingga stroberi yang dijual Denzel lebih cepat habis daripada dua hari yang lalu.

Dalam waktu dua setengah jam, sebagian besar stroberi yang ada di dalam kotainer sudah kosong. Banyak ibu-ibu yang datang terlambat hanya bisa kembali dengan wajah yang muram.

Jam empat lewat.

Setelah menutup kios, Denzel duduk

Kembali di kursi kemudi truk, kemudian melihat tiga kantong plastik besar berisi uang dan sekantong stroberi di sebelah kursi kemudi. Dia berpikir sejenak, lalu menyalakan truknya dan melaju ke arah Rumah Sakit Ibu Anak.

Saat berada di rumah sakit kemarin, Denzel sudah berjanji akan menjual stroberinya kepada Dokter Laurence setelah dia pulang kerja.

Namun, penjualan hari ini selesai lebih awal dan juga sudah membuat janji sebelumnya. Bagaimanapun juga, saat perjalanan pulang, dia juga harus melewati Rumah Sakit Ibu Anak, jadi Denzel sekalian mengantarkannya.

Sepanjang hari ini ini, Denzel belum melihat Fiona. Pantas saja Denzel merindukannya.

Memikirkan Fiona membuat sudut bibir Denzel tanpa sadar sedikit

terangkat dan pikirannya tidak bisa

Berhenti berharap. Saat Fiona melihat tiga kantong besar berisi uang yang diperolehnya hari ini, ekspresi wajahnya pasti berubah.

Lagi pula, saat berada di rumah sakit kemarin, Fiona juga sudah menggandeng tangannya. Ini menandakan bahwa Fiona sudah mulai menerimanya.

Seharusnya tidak lama lagi sudah bisa memeluknya.

Tuhan tahu betapa tersiksanya dia, saat dirinya tidak bisa memeluk Fiona yang selalu berada di hadapannya.

Pada saat yang sama.

Di Kota Samara.

Di sebuah vila besar bergaya tradisional.

"Apa? Si berengsek Denzel membiarkan adikku yang sedang hamil pergi bekerja untuk menghidupinya?"

Di ruang tamu, mata Reza melebar dan menatap orang tuanya, lalu bertanya dengan marah.

Hari ini setelah menyelesaikan pekerjaannya di perusahaan, Reza bertanya kepada orang tuanya apakah mereka bepergian dua hari yang lalu karena dia tidak melihat siapa pun saat pulang.

Namun, dia sama sekali tidak menyangka kalau kedua orang tuanya pergi ke Unifia untuk menjemput adiknya dan sekarang adiknya hidup dengan sangat menyedihkan!

Terutama, adiknya yang bodoh ini masih saja bersama dengan Denzel, si bajingan itu!

Awalnya beberapa saat lalu

Mendengar masalah mengenai Denzel yang dulunya berada di Unifia, dan juga bermain dengan perempuan. Reza sudah memeriksanya, lalu mempersiapkan bukti untuk menemput Fiona. Dia berharap Fiona jangan terlalu bodoh untuk bersama dengan Denzel.

Tidak disangka, saat bertanya kepada kedua orang tuanya, dia baru tahu tentang masalah adiknya yang masih bekerja dalam kondisi hamil.

Sebelumnya, setiap kali Reza meneleponnya, adiknya yang bodoh ini selalu mengatakan bahwa Denzel adalah orang yang baik dan dia juga hidup dengan baik.

Ternyata Fiona berani berbohong padanya!

Semakin dipikirkan, Reza semakin marah. Reza menggebrak meja dan bangkit dari sofa, lalu berkata dengan

marah " si bajingan Denzel tolak

Mengkhianati adikku dan bermain dengan perempuan lain. Sekarang, dia masih bersikap begitu kejam pada adikku. Aku akan pergi ke sana untuk memberinya sedikit pelajaran dan menjemput Fiona pulang!"

Kedua orang tuanya yang berada di samping merasa tercengang saat mendengar perkataan Reza! Mereka menoleh ke arah Reza dengan tidak percaya.

Apa?

Si bajingan Denzel ini sudah mengkhianati Fiona dan bermain dengan perempuan lain?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!