NovelToon NovelToon
Teluh Kiriman Tetangga

Teluh Kiriman Tetangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Dendam Kesumat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

"Mulutmu harimaumu"

Demikian lah peribahasa sederhana yang seringkali kita dengar. Dijadikan pengingat agar kita berhati-hati dalam bertutur kata.

Sayangnya itu tak berlaku untuk seseorang di luar sana. Dengan ringan lisannya berucap tanpa peduli imbas negatif yang ditimbulkan.

Malam-malam yang tenang dalam sekejap berubah jadi menegangkan.

Hadirnya sosok tak kasat mata yang selalu mengawasi, tak hanya membawa rasa sakit tapi juga ketakutan.

Lalu siapa yang bisa bertahan sampai akhir, 'dia' atau mereka ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Diludahi Pocong

Disaksikan semua orang, pocong Ginah yang berdiri tegak itu nampak memindai para pelaku yang berdiri merapat di atas pendopo satu per satu.

Lalu tanpa sebab, dua orang diantara para pelaku, yang mengaku telah mengirim guna-guna kepada Laras, tiba-tiba terjatuh di lantai pendopo. Setelahnya tubuh mereka mengejang hebat seperti orang yang mengalami epilepsi. Kedua mata terlihat membelalak ke atas dan dari mulut mereka terdengar suara mengggeram disertai keluarnya busa berwarna putih.

Tentu saja itu mengejutkan semua orang terutama Danu, Rama dan belasan pelaku lainnya. Mereka terlihat panik.

Di sisi lain terlihat ustadz Firman dan Sastro yang saling menatap sejenak. Nampaknya mereka paham apa yang terjadi.

"Kalian minggir. Menjauhlah dari dua orang itu!" pinta ustadz Firman lantang.

Refleks semua orang menjauhi kedua orang yang terbaring di lantai pendopo itu.

Setelah semua orang menjauh, ustadz Firman menghampiri kedua orang yang diketahui bernama Burhan dan Narti itu. Dia menempelkan telapak tangannya yang berbalut sarung tangan itu ke puncak kepala mereka.

Tapi sesaat kemudian ustadz Firman nampak mendengus kesal. Nampaknya sang ustadz menemukan sesuatu yang salah.

Usut punya usut ternyata Burhan dan Narti adalah sepasang kekasih. Hubungan mereka disebut terlarang karena mereka sama-sama telah memiliki pasangan juga anak.

Hubungan terlarang mereka sudah dicurigai banyak orang. Tapi hanya almarhumah Ginah yang menyaksikan apa yang keduanya lakukan.

Meski dalam kondisi kejang, tapi Burhan dan Narti masih sadar. Mereka bisa merasakan, mendengar dan melihat apa yang terjadi tapi tak bisa melakukan apa-apa. Mereka merasa ada sesuatu yang tak kasat mata yang memaksa tubuh mereka bergerak tanpa kendali. Bayangan saat bertemu Ginah pun melintas di benak Burhan dan Narti.

Beberapa Minggu yang lalu, Burhan dan Narti yang sedang makan siang bersama di sebuah rumah makan yang ada di luar desa tak sengaja bertemu Ginah.

Ginah yang tak menaruh curiga pun berniat menghampiri dan menyapa keduanya.

Saat langkah Ginah kian dekat, dia terkejut mendengar percakapan Burhan dan Narti. Terutama saat Burhan memanggil Narti dengan sebutan sayang, begitu pula sebaliknya. Setelahnya Ginah juga menyaksikan bagaimana tangan Burhan dan Narti saling menggenggam di atas meja.

Yang membuat Ginah makin terkejut adalah saat Burhan dan Narti saling mendekatkan wajah seolah ingin berciuman.

Tanpa basa-basi, Ginah yang terkejut sekaligus kesal itu pun menegur Burhan dan Narti. Tidak dengan suara lantang, tapi kalimat yang dia ucapkan mampu membuat Burhan dan Narti tersinggung.

"Kalian ... ngapain bermesraan siang bolong begini. Apa kalian lupa kalo kalian masing-masing udah nikah dan punya anak?. Dan kamu Burhan, dasar laki-laki ga tau diri. Istrimu kerja banting tulang di kota, eh kamu malah enak-enakan selingkuh," kata Ginah tiba-tiba.

Burhan dan Narti terkejut bukan kepalang melihat Ginah ada di hadapan mereka. Keduanya refleks menjauh lalu melepaskan genggaman tangan masing-masing. Wajah keduanya terlihat pucat pasi.

Burhan dan Narti tak menyangka ada orang dari desa mereka yang menyaksikan apa yang mereka lakukan siang itu. Mereka khawatir Ginah akan menyebarkan berita itu ke desa mereka. Padahal selama ini mereka berhasil menyembunyikan hubungan terlarang itu dari jangkauan warga desa.

"Bu Ginah. Ini ga seperti yang Bu Ginah liat. Saya dan mas Burhan cuma ... " ucapan Narti terputus karena Ginah memotong cepat.

"Diam kamu Narti, dasar perempuan ga tau diuntung. Punya keluarga harmonis malah dikhianati. Dimana sih pikiranmu itu?. Bisa-bisanya selingkuh sama laki-laki kaya gini dan melupakan anak sama suami di rumah. Kamu tau ga, kalo Burhan bisa mengkhianati istrinya, dia juga bakal melakukan hal yang sama ke kamu nanti!" kata Ginah sambil melotot.

Mendengar ucapan Ginah, Burhan pun bangkit berdiri. Dia bersikap seolah membela Narti tapi yang diucapkan justru membuat Ginah tertawa.

"Ga usah sok tau Ginah. Ini ga ada urusannya sama kamu ya. Selama ini saya dan Narti ga pernah ribut ngurusin urusanmu, kami juga ga minta uangmu, jadi ga usah ngurusin kami bisa kan?" tanya Burhan kesal.

"Ga bisa. Uang itu emang bukan uang saya tapi uang istrimu!. Sebagai sesama perempuan yang pernah kerja di luar desa, saya dan istrimu adalah perempuan senasib. Jadi wajar kalo saya ga terima dia dikhianati kaya gini. Liat aja, saya bakal kasih tau istrimu tentang kelakuanmu ini!" ancam Ginah sambil mengeluarkan ponselnya.

Burhan dan Narti tampak panik. Keduanya saling menatap sejenak lalu mengangguk. Kemudian Burhan sigap menarik tangan Ginah dan berusaha merebut ponselnya tapi gagal.

Melihat Burhan gagal meraih ponsel Ginah, Narti tak tinggal diam. Narti tahu Ginah sangat menyayangi uangnya, maka dia berusaha mengambil dompet Ginah lalu membawanya kabur keluar dari rumah makan itu. Ginah pun menjerit lalu mengejar Narti.

Tak mungkin lari keluar rumah makan karena khawatir makin banyak saksi, Narti pun berhenti berlari.

"Kamu mau ini Bu Ginah?" tanya Narti sambil melambaikan dompet Ginah di atas kepalanya.

"Iya Narti. Balikin sekarang!" sahut Ginah gusar.

"Boleh. Tapi kasih dulu ponselnya sama mas Burhan," pinta Narti.

"Enak aja. Ini ponselku, dibeli pake uangku, ngapain aku kasih ke Burhan. Kalo dia mau ponsel kaya gini, suruh dia beli sendiri lah!" sahut Ginah ketus.

"Saya ga bakal mencuri ponselmu Ginah. Saya cuma mau menghapus nomor kontak istri saya dari ponselmu," sela Burhan sambil merebut ponsel Ginah.

Ginah terkejut tapi tak bisa berbuat apa-apa saat Burhan menghapus nomor telepon istrinya. Bahkan Burhan juga menghapus nomor lain yang sekiranya berhubungan dengan istrinya.

Setelah menyelesaikan aksinya, Burhan mengembalikan ponsel Ginah bersamaan dengan Narti yang menyerahkan dompet wanita itu.

"Ingat, jangan macam-macam sama saya Ginah. Saya bisa lakukan sesuatu yang bakal kamu sesali nanti," kata Burhan sebelum berlalu.

"Coba aja. Saya ga takut!" tantang Ginah.

Burhan menoleh dan bersiap meladeni ucapan Ginah tapi Narti keburu mencegah.

"Ga perlu diladeni. Kita cari cara lain aja buat membungkam mulutnya itu Mas," bisik Narti.

Burhan menatap Narti sejenak lalu mengangguk.

"Kamu betul Sayang. Orang kaya Ginah cuma bisa dibungkam pake sesuatu yang ga bisa dia pegang," kata Burhan sambil menyeringai.

Dan sesuatu yang dimaksud Burhan adalah mengalahkan Ginah menggunakan ilmu hitam. Dia dan Narti sepakat untuk mengguna-gunai Laras, anak perempuan Ginah.

Sebelumnya Burhan dan Laras meminta bantuan dukun untuk membuat Ginah melupakan pertemuan mereka di rumah makan siang itu. Setelahnya mereka meminta sang dukun menutup pintu jodoh Laras agar gadis itu tak bisa menikah dengan pria mana pun sepanjang hidupnya.

Selanjutnya, tak ada apa pun yang terjadi. Ginah seolah lupa untuk 'menggibahi' Burhan dan Narti sehingga keduanya bisa melanjutkan hubungan mereka tanpa diketahui siapa pun hingga hari ini.

Kemudian bayangan saat Laras menangis pun melintas di ingatan Burhan dan Narti. Keduanya tertawa puas menyaksikan Laras bertengkar hebat dengan kekasihnya lalu menangis karena ditinggalkan tanpa kepastian. Tak hanya sekali tapi berkali-kali.

Seolah bisa melihat apa yang ada di benak Burhan dan Narti, tubuh pocong Ginah nampak bergetar. Suara menggeram juga terdengar jelas hingga membuat Sastro dan ustadz Firman pun menoleh kearahnya. Mereka terkejut melihat kedua mata pocong Ginah yang menatap Burhan dan Narti nampak membulat seolah akan terlepas dari rongganya. Setelahnya pocong Ginah melesat cepat menghampiri Burhan dan Narti.

Ustadz Firman tahu, pocong Ginah sedang dikuasai amarah. Ingatannya tentang segala hal mungkin sudah tak akurat, tapi ikatan batinnya sebagai ibu dari gadis bernama Laras itu membuat api amarahnya berkobar.

Tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Burhan dan Narti, ustadz Firman pun bergerak cepat. Dia menepuk puncak kepala Burhan dan Narti dengan telapak tangannya. Kerasnya tepukan itu membuat Burhan dan Narti siuman.

"Cepat bangun!" perintah ustadz Firman.

Burhan dan Narti yang masih berusaha mengatur nafas sambil membersihkan sisa busa di mulut mereka pun terkejut lalu menoleh kearah ustadz Firman.

"Ada apa Ustadz? Kenapa ... " ucapan Burhan terputus.

"Ga usah banyak tanya. Kalian liat siapa yang di dekat kalian itu kan?" tanya ustadz Firman sambil melirik kearah pocong Ginah yang berdiri menjulang di hadapan Burhan dan Narti.

Narti yang ketakutan segera menghambur memeluk Burhan hingga pria itu terjengkang ke belakang. Saat itu lah Burhan bisa melihat sosok pocong Ginah berdiri menjulang di depannya. Karena ingin melarikan diri, dia refleks mendorong tubuh Narti, tapi gagal. Wanita itu seolah melekat kuat di tubuhnya.

Dilingkupi rasa takut yang amat sangat, Burhan pun menatap ustadz Firman sambil menghiba.

"Ustadz ... tolong, saya sudah mengakui semuanya dan minta maaf ke Pak Sastro.Tapi kenapa pocong Ginah masih mengejar saya?. Saya takut. Saya ga mau mati konyol kaya Padmi dan Oji. Tolong saya Ustadz, tolong ...," pinta Burhan dengan suara bergetar.

Belum sempat ustadz Firman merespon permintaan Burhan, tiba-tiba pocong Ginah menyemburkan air liurnya kearah Burhan dan Narti.

Tentu saja itu mengejutkan semua orang. Apalagi setelahnya Burhan dan Narti menjerit sekencang-kencangnya. Keduanya menutupi wajah masing-masing dengan telapak tangan. Dari sela jemari mereka terlihat cairan berwarna coklat pucat seperti daging larut disusul warna merah mirip darah yang mengalir cepat dan deras.

"I-itu. Mereka diludahi pocong Ginah. Mereka pasti mati. Mati ...!" kata salah seorang pelaku histeris.

Dalam sekejap suasana yang semula tegang itu berubah hiruk pikuk. Belasan orang menjerit sambil berlarian meninggalkan pendopo. Danu dan Rama yang berusaha menenangkan tampak tak bisa berbuat apa-apa melihat kekacauan itu.

\=\=\=\=\=

1
Nurr Tika
lanjut thor 💪
any Sulistiani: in syaa Allah siap 👌🏻😊
total 1 replies
Nurr Tika
dikasih suami baik mlh selingkuh
any Sulistiani: yup, begitu lah klo org krg bersyukur.

lanjut lg ya say, mksh 😘
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut
any Sulistiani: Alhamdulillah.., mksh kak 🙏🏻😊
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
ehh nemu bacaan yg baru
bru baca soalnya
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: iya kk tp maaf klo aq blm lanjut baca aoalnya aq ada kenadala kk di quota kadang ada kadang tidak
total 2 replies
Nurr Tika
pantesan ginah benci sma sartika ternya oh ternyata
any Sulistiani: betul. cinta masa lalu yg blm selesai berujung dendam yg ga berkesudahan 😖
total 1 replies
Nurr Tika
waktu hidup ngongnya nyinyir udah jdi pocong ja ngomongnya masih nyinyir ya ginah
any Sulistiani: he he 😄
total 1 replies
Nurr Tika
nyeselkan kamu ginah
Nurr Tika
sabar ya sastro
any Sulistiani: siaaapp 👌🏻
total 1 replies
Nurr Tika
somoga hubunganya langeng ya laras
any Sulistiani: aamiin ... mksh kak 🙏😊
total 1 replies
Nurr Tika
apa ginah kena santet
any Sulistiani: lanjut dulu ya kak ..
total 1 replies
Nurr Tika
kasiankan laras gara" kelakuan ibunya
Nurr Tika
mendinganurusin keluargamu sendiri drpada ngurusin hidup orang lain
any Sulistiani: yup, se7 kak 👍🏻
total 1 replies
Arlena Lena
cepet amat dibuat mati
Arlena Lena
si Ginah mirip si kokop kalo ngomong ta da remmm
any Sulistiani: in syaa Allah siaap KK 😊
total 3 replies
deepey
betul. ini tetangga julid satu ngajak gelud
any Sulistiani: he he ... iya KK 😄
total 1 replies
💎hart👑
dapet notif ada cerita baru dari ummibebs cus langsung baca...
any Sulistiani: Alhamdulillah.. mksh kak 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!