NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat Ayah turun tangan

Ting! Tong!

Dewa yang sedang fokus menatap layar laptopnya dan beberapa lembar map yang kertas berhamburan di atas meja, menghela napas kasar saat suara bel kembali berbunyi.

"Ya Tuhan, siapa lagi ini..." gumamnya pelan.

Mau tak mau, Dewa bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu apartemen. Begitu pintu dibuka—

"Siapa sih..." ucapnya terpotong saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya.

"Tuan Albert..." gumam Dewa lirih, hampir tak terdengar.

"Dewa, apa kamu sibuk?" ucap Albert dengan nada dingin dan datar.

Dewa buru-buru menggeleng. "Tidak, Tuan... silakan masuk." Ia mempersilakan Albert masuk sambil bergegas merapikan mejanya yang penuh kertas dan berkas pekerjaan, meski tangannya tampak sedikit gemetar.

Albert duduk di sofa single, lalu menatap sekeliling apartemen Dewa yang sederhana namun penuh dengan tumpukan dokumen.

"Tuan mau minum apa?" tanya Dewa, berusaha bersikap tenang meski jantungnya berdegup keras. Tidak biasanya Ayah Nona Elina datang menemuinya secara langsung, pasti ada hal penting di balik kedatangan ini.

"Apa saja," jawab Albert singkat.

Dewa langsung menuju dapur kecil dan menyiapkan secangkir kopi. "Silakan diminum, Tuan. Maaf seadanya."

Albert hanya mengangguk, lalu menatap Dewa dengan seksama. Tatapan itu membuat Dewa menelan ludah dengan kasar.

"Dewa, kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Elina dan Ares?"

Dewa sudah menduga pertanyaan itu akan muncul sejak Albert duduk di sana.

"Jangan pernah mencoba menyembunyikan apa pun dari saya, Dewa," lanjut Albert, nadanya tetap tenang, namun sarat tekanan.

Albert memiliki firasat bahwa hubungan putrinya dengan sang suami sedang tidak baik-baik saja. Ia sudah beberapa kali menanyakan hal itu langsung kepada Elina, namun Elina selalu mengalihkan pembicaraan. Sikap tersebut justru membuat Albert semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan, hingga akhirnya pikirannya tertuju pada Dewa, salah satu orang kepercayaan Elina yang mengetahui hampir setiap langkah dan rencana putrinya.

Dewa menunduk sesaat. Tangannya mengepal di sisi tubuh, jelas ia sedang menimbang-nimbang antara takut dan kewajibannya pada Elina. Namun tatapan Albert yang dingin membuatnya tak punya ruang untuk berkelit.

"Baik, Tuan..." ucapannya akhirnya lirih. Ia duduk di sofa berhadapan dengan Albert. "Semua bermula sejak Tuan Ares diam-diam menjalin hubungan dengan Maya. Hubungan itu bukan sekadar main-main. Maya hamil, dan sejak saat itu Tuan Ares berubah total."

Albert menyepitkan mata, wajahnya mengeras. "Lanjutkan."

"Tuan Ares mulai memanfaatkan Nona Elina. Dia memecat karyawan lama tanpa alasan jelas, mengalihkan proyek ke orang-orangnya sendiri, bahkan berencana memindahkan dana perusahaan ke rekening pribadinya."

Dewa menelan ludah sebelum melanjutkan. "Bukan hanya itu, Tuan. Orang tua Tuan Ares ikut terlibat. Mereka berencana mengambil seluruh aset Nona Elina, termasuk perhiasan dan berlian yang dimilikinya."

Albert bangkit berdiri dengan tiba-tiba. Tangannya mengepal, rahangnya mengeras. "Kurang ajar." Suaranya bergetar menahan amarah. "Anakku diperlakukan seperti itu di rumahnya sendiri?"

"Belum selesai, Tuan." Dewa ikut berdiri, mencoba menenangkan. "Nona Elina sudah mengetahui semua rencana mereka. Dia memasang CCTV di beberapa ruangan dan merekam pembicaraan Tuan Ares dengan orang tuanya. Bahkan rencana pemindahan aset pun sudah kami balikkan arahnya."

Albert terdiam, menatap Dewa tajam. "Maksudmu?"

"Kami menjebak Tuan Ares lewat Bayu dan Dirga. Mereka berpura-pura membantu pemindahan dana, padahal semua bukti transaksi dan percakapan sudah kami simpan. Nona Elina ingin membuat Tuan Ares dan keluarganya hancur dengan cara yang sah di mata hukum."

"Dan kau membiarkan putriku menghadapi semua ini sendiri?" suara Albert meninggi.

Dewa buru-buru menggeleng. "Tidak, Tuan. Saya dan tim selalu mengawasi. Keluarga Bi Wati kami jaga. Tapi Nona Elina memohon agar Tuan tidak turun tangan langsung."

Albert menghela napas kasar. "Dia terlalu lembut. Kalau saja dia menyerahkan semuanya padaku, saya bisa menghancurkan mereka dalam satu malam.”

Dewa menatapnya penuh hormat. “Itulah yang ingin saya sampaikan, Tuan. Nona Elina punya rencana yang jauh lebih menyakitkan untuk mereka. Dia tidak ingin balas dendam dengan emosi. Dia ingin Tuan Ares kehilangan segalanya perlahan, kepercayaan, jabatan, uang, hingga reputasi.”

Albert memejamkan mata sesaat, seolah menahan gejolak di dadanya. “Anakku tumbuh terlalu cepat… terlalu keras.”

“Dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan mereka, Tuan.” Dewa berkata pelan. “Dia ingin mereka jatuh karena kesalahan mereka sendiri.”

Albert membuka mata, menatap Dewa dalam-dalam. “Baik. Saya akan menahan diriku. Tapi satu hal yang harus kamu ingat, Dewa.”

Ia melangkah mendekat, nadanya berubah sangat dingin. “Kalau sampai satu saja rencana itu melukai Elina lebih jauh, saya sendiri yang akan turun tangan. Dan saat itu, tidak akan ada lagi ampun.”

Dewa menunduk hormat. “Saya mengerti, Tuan. Saya bersumpah akan menjaga Nona Elina dengan nyawa saya.”

♡♡

“Sial… sial, apes banget aku hari ini.”

Ares menghela napas kasar, teringat kejadian saat dirinya menghajar Radit di depan banyak orang, ditambah lagi kemunculan mertuanya yang sama sekali tidak ia duga.

“Kenapa Ayah Elina datang di saat seperti ini. Harusnya dia datang setelah anaknya hancur,” gumam Ares dengan nada kesal, menekan kemudi mobilnya dengan keras.

Ia kembali menghembuskan napas berat. “Aku harus cepat-cepat menghubungi Bayu dan Dirga. Semua aset Elina harus jadi milik aku.”

Tanpa menunda, Ares langsung menekan nomor Bayu. Tak selang lama, sambungan terangkat.

“Bayu, bagaimana? Apa semua aset sudah jadi milik saya?” ucap Ares tanpa basa-basi.

“Apa Tuan lupa jika pemindahan aset ini perlu waktu sebulan? Ini baru beberapa hari berjalan,” jawab Bayu di seberang sana dengan nada tenang.

Ares mengepalkan tangannya. Ia lupa akan hal itu. Sementara pengumuman CEO tinggal hitungan hari, ia ingin seluruh aset sudah berada di tangannya sebelum semuanya diumumkan.

“Apa tidak bisa secepatnya? Sebelum pengumuman CEO baru?”

Bayu terdiam sejenak. “Bisa saja, Tuan. Dua hari bisa selesai. Tapi membutuhkan tambahan biaya.”

“Langsung ke inti. Berapa?”

“Dua miliar, ditambah Tuan Ares belum membayar setengah miliar dari sebelumnya. Jadi jika Tuan Ares ingin cepat dalam dua hari ini, Tuan Ares harus membayar saya dua setengah miliar,” jawab Bayu.

“Brengsek! Kamu mau memeras saya, hah!” bentak Ares kesal.

“Saya tidak memeras Anda, Tuan. Kita ini kerja sama. Saya akan kirimkan bukti kerja saya yang tersisa tinggal beberapa persen lagi.”

Ting!

Ares langsung melihat notifikasi masuk. Ia membuka pesan dari Bayu dan membacanya dengan seksama. Raut wajahnya yang semula kusut perlahan berubah cerah, hasil kerja Bayu memang terlihat nyata.

“Bagaimana, Tuan Ares? Apa Anda masih meragukan saya? Uang segitu tidak akan membuat Anda rugi jika perusahaan Anderson Group Internasional sudah ada di tangan Anda,” jelas Bayu lagi.

“Baiklah, saya transfer sekarang semuanya. Ingat, dua hari lagi semua harus sudah menjadi milik saya.”

Tut!

Ares menyandarkan punggungnya di kursi dengan senyum puas, meski ia tahu saldo rekeningnya kembali menipis. Tak masalah, pikirnya. Sebentar lagi semua yang ia incar akan jatuh ke tangannya—dan setiap kerugian yang ia rasakan hari ini akan terbayar berkali-kali lipat.

1
Ma Em
Ares pasti akan ngamuk karena sdh dibohongi sama Elina , karena kedudukan CEO yg Ares inginkan ternyata zonk .
tia
lanjut Thor
Nona Jmn: Sabar yah🫶🥰
total 1 replies
Ma Em
Sudah ga sabar nunggu kehancuran Ares dan keluarganya , Elina cepat tendang para benalu yg nempel dirumah mu .
Nona Jmn: Sabar
total 1 replies
Ma Em
Duh sdh ga sabar Ares dan keluarganya diusir dari perusahaan juga rumah Elina
tia
cepat singkirkan benalu
Nona Jmn: Sabar😭😁
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
keterlaluan area
Nona Jmn: Sabar😁
total 1 replies
kaylla salsabella
pasti si maya
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kaylla salsabella
anak buah dewa
kaylla salsabella
lanjut
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 res Ares
kaylla salsabella
ayah belum tahu klu Ares selingkuh
kaylla salsabella
nah khawatir kan kamu res 🤣🤣
kaylla salsabella
lanjut thor
Nona Jmn: Besok ya kakak🥰 jangan lupa vote🙏😭🫶🫡
total 1 replies
@Mita🥰
😍😍😍
Nona Jmn
Besok ya kakak🥰
tia
lanjut Thor
kaylla salsabella
ooo ku kira Elina udah yatim piatu 🤭🤭
Ma Em
Semoga Elina selamat dari para benalu yg mau menguasai semua harta kekayaan nya , jgn sampai si mokondo Ares juga keluarganya yg benalu berhasil menguasai semua harta Elina .
kaylla salsabella
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!