NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:257.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat Ayah turun tangan

Ting! Tong!

Dewa yang sedang fokus menatap layar laptopnya dan beberapa lembar map yang kertas berhamburan di atas meja, menghela napas kasar saat suara bel kembali berbunyi.

"Ya Tuhan, siapa lagi ini..." gumamnya pelan.

Mau tak mau, Dewa bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu apartemen. Begitu pintu dibuka—

"Siapa sih..." ucapnya terpotong saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya.

"Tuan Albert..." gumam Dewa lirih, hampir tak terdengar.

"Dewa, apa kamu sibuk?" ucap Albert dengan nada dingin dan datar.

Dewa buru-buru menggeleng. "Tidak, Tuan... silakan masuk." Ia mempersilakan Albert masuk sambil bergegas merapikan mejanya yang penuh kertas dan berkas pekerjaan, meski tangannya tampak sedikit gemetar.

Albert duduk di sofa single, lalu menatap sekeliling apartemen Dewa yang sederhana namun penuh dengan tumpukan dokumen.

"Tuan mau minum apa?" tanya Dewa, berusaha bersikap tenang meski jantungnya berdegup keras. Tidak biasanya Ayah Nona Elina datang menemuinya secara langsung, pasti ada hal penting di balik kedatangan ini.

"Apa saja," jawab Albert singkat.

Dewa langsung menuju dapur kecil dan menyiapkan secangkir kopi. "Silakan diminum, Tuan. Maaf seadanya."

Albert hanya mengangguk, lalu menatap Dewa dengan seksama. Tatapan itu membuat Dewa menelan ludah dengan kasar.

"Dewa, kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Elina dan Ares?"

Dewa sudah menduga pertanyaan itu akan muncul sejak Albert duduk di sana.

"Jangan pernah mencoba menyembunyikan apa pun dari saya, Dewa," lanjut Albert, nadanya tetap tenang, namun sarat tekanan.

Albert memiliki firasat bahwa hubungan putrinya dengan sang suami sedang tidak baik-baik saja. Ia sudah beberapa kali menanyakan hal itu langsung kepada Elina, namun Elina selalu mengalihkan pembicaraan. Sikap tersebut justru membuat Albert semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan, hingga akhirnya pikirannya tertuju pada Dewa, salah satu orang kepercayaan Elina yang mengetahui hampir setiap langkah dan rencana putrinya.

Dewa menunduk sesaat. Tangannya mengepal di sisi tubuh, jelas ia sedang menimbang-nimbang antara takut dan kewajibannya pada Elina. Namun tatapan Albert yang dingin membuatnya tak punya ruang untuk berkelit.

"Baik, Tuan..." ucapannya akhirnya lirih. Ia duduk di sofa berhadapan dengan Albert. "Semua bermula sejak Tuan Ares diam-diam menjalin hubungan dengan Maya. Hubungan itu bukan sekadar main-main. Maya hamil, dan sejak saat itu Tuan Ares berubah total."

Albert menyepitkan mata, wajahnya mengeras. "Lanjutkan."

"Tuan Ares mulai memanfaatkan Nona Elina. Dia memecat karyawan lama tanpa alasan jelas, mengalihkan proyek ke orang-orangnya sendiri, bahkan berencana memindahkan dana perusahaan ke rekening pribadinya."

Dewa menelan ludah sebelum melanjutkan. "Bukan hanya itu, Tuan. Orang tua Tuan Ares ikut terlibat. Mereka berencana mengambil seluruh aset Nona Elina, termasuk perhiasan dan berlian yang dimilikinya."

Albert bangkit berdiri dengan tiba-tiba. Tangannya mengepal, rahangnya mengeras. "Kurang ajar." Suaranya bergetar menahan amarah. "Anakku diperlakukan seperti itu di rumahnya sendiri?"

"Belum selesai, Tuan." Dewa ikut berdiri, mencoba menenangkan. "Nona Elina sudah mengetahui semua rencana mereka. Dia memasang CCTV di beberapa ruangan dan merekam pembicaraan Tuan Ares dengan orang tuanya. Bahkan rencana pemindahan aset pun sudah kami balikkan arahnya."

Albert terdiam, menatap Dewa tajam. "Maksudmu?"

"Kami menjebak Tuan Ares lewat Bayu dan Dirga. Mereka berpura-pura membantu pemindahan dana, padahal semua bukti transaksi dan percakapan sudah kami simpan. Nona Elina ingin membuat Tuan Ares dan keluarganya hancur dengan cara yang sah di mata hukum."

"Dan kau membiarkan putriku menghadapi semua ini sendiri?" suara Albert meninggi.

Dewa buru-buru menggeleng. "Tidak, Tuan. Saya dan tim selalu mengawasi. Keluarga Bi Wati kami jaga. Tapi Nona Elina memohon agar Tuan tidak turun tangan langsung."

Albert menghela napas kasar. "Dia terlalu lembut. Kalau saja dia menyerahkan semuanya padaku, saya bisa menghancurkan mereka dalam satu malam.”

Dewa menatapnya penuh hormat. “Itulah yang ingin saya sampaikan, Tuan. Nona Elina punya rencana yang jauh lebih menyakitkan untuk mereka. Dia tidak ingin balas dendam dengan emosi. Dia ingin Tuan Ares kehilangan segalanya perlahan, kepercayaan, jabatan, uang, hingga reputasi.”

Albert memejamkan mata sesaat, seolah menahan gejolak di dadanya. “Anakku tumbuh terlalu cepat… terlalu keras.”

“Dia tidak ingin terlihat lemah di hadapan mereka, Tuan.” Dewa berkata pelan. “Dia ingin mereka jatuh karena kesalahan mereka sendiri.”

Albert membuka mata, menatap Dewa dalam-dalam. “Baik. Saya akan menahan diriku. Tapi satu hal yang harus kamu ingat, Dewa.”

Ia melangkah mendekat, nadanya berubah sangat dingin. “Kalau sampai satu saja rencana itu melukai Elina lebih jauh, saya sendiri yang akan turun tangan. Dan saat itu, tidak akan ada lagi ampun.”

Dewa menunduk hormat. “Saya mengerti, Tuan. Saya bersumpah akan menjaga Nona Elina dengan nyawa saya.”

♡♡

“Sial… sial, apes banget aku hari ini.”

Ares menghela napas kasar, teringat kejadian saat dirinya menghajar Radit di depan banyak orang, ditambah lagi kemunculan mertuanya yang sama sekali tidak ia duga.

“Kenapa Ayah Elina datang di saat seperti ini. Harusnya dia datang setelah anaknya hancur,” gumam Ares dengan nada kesal, menekan kemudi mobilnya dengan keras.

Ia kembali menghembuskan napas berat. “Aku harus cepat-cepat menghubungi Bayu dan Dirga. Semua aset Elina harus jadi milik aku.”

Tanpa menunda, Ares langsung menekan nomor Bayu. Tak selang lama, sambungan terangkat.

“Bayu, bagaimana? Apa semua aset sudah jadi milik saya?” ucap Ares tanpa basa-basi.

“Apa Tuan lupa jika pemindahan aset ini perlu waktu sebulan? Ini baru beberapa hari berjalan,” jawab Bayu di seberang sana dengan nada tenang.

Ares mengepalkan tangannya. Ia lupa akan hal itu. Sementara pengumuman CEO tinggal hitungan hari, ia ingin seluruh aset sudah berada di tangannya sebelum semuanya diumumkan.

“Apa tidak bisa secepatnya? Sebelum pengumuman CEO baru?”

Bayu terdiam sejenak. “Bisa saja, Tuan. Dua hari bisa selesai. Tapi membutuhkan tambahan biaya.”

“Langsung ke inti. Berapa?”

“Dua miliar, ditambah Tuan Ares belum membayar setengah miliar dari sebelumnya. Jadi jika Tuan Ares ingin cepat dalam dua hari ini, Tuan Ares harus membayar saya dua setengah miliar,” jawab Bayu.

“Brengsek! Kamu mau memeras saya, hah!” bentak Ares kesal.

“Saya tidak memeras Anda, Tuan. Kita ini kerja sama. Saya akan kirimkan bukti kerja saya yang tersisa tinggal beberapa persen lagi.”

Ting!

Ares langsung melihat notifikasi masuk. Ia membuka pesan dari Bayu dan membacanya dengan seksama. Raut wajahnya yang semula kusut perlahan berubah cerah, hasil kerja Bayu memang terlihat nyata.

“Bagaimana, Tuan Ares? Apa Anda masih meragukan saya? Uang segitu tidak akan membuat Anda rugi jika perusahaan Anderson Group Internasional sudah ada di tangan Anda,” jelas Bayu lagi.

“Baiklah, saya transfer sekarang semuanya. Ingat, dua hari lagi semua harus sudah menjadi milik saya.”

Tut!

Ares menyandarkan punggungnya di kursi dengan senyum puas, meski ia tahu saldo rekeningnya kembali menipis. Tak masalah, pikirnya. Sebentar lagi semua yang ia incar akan jatuh ke tangannya—dan setiap kerugian yang ia rasakan hari ini akan terbayar berkali-kali lipat.

1
Gintania nia
cukup bagus
THAILAND GAERI
kok tokoh perempuannya kek lucinta luna 🤣🤣🤣🤣
Sarminem Mimi
gitu Thor aga gambar nya 👍. biar bisa ngebayangin cantik nya Elina☺️☺️😍
Nona Jmn: Terima kasih🤭
total 1 replies
Sarminem Mimi
gitu Thor ada gambar nya👍
Ophelia Roosevelt
ga punya kaca apa gimana neng..
Raisha Mieyka
𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘬𝘬𝘬𝘬
Lies Atikah
mang enak ternyata bukan anak loh
Lies Atikah
si jala nk maya aman 2 saja masih tetatp bahagia ada yang ngelindungi lagi kebohongan mu hamil anak si ares aman menang banyak kamu maya
Lies Atikah
kebayang perasaan si Ares pastahu kalau anak yang di kandung si jala nk Maya adalah anak dari lelaki lain cian deh loh
Lies Atikah
semoga berjodoh yah oma
Lies Atikah
kayanya yang mandul teriak mandul 😄😄😄😄 semoga begitu
Lies Atikah
semoga yang di kandung bukan anak s Ares biar si ares jatuh dlm penyesalan yang patal
Lies Atikah
kirain lengah suka thor yang satset ginni sedikit lebih kejam bolehlah biarkan hancur merangkak dan punah.. puas👍
Lies Atikah
skalian putarkan juga perselingkuhan dan kebusukan si Arres dan si maya biar orang2 tahu
Lies Atikah
kelamaan makin lengket dan bahagia aja Si ares sama si amel bebas melakukan niu niu nya di man saja termasuk di kamar pribadi menang banyak Amel😄
Lies Atikah
nah gitu donk thor adakan saingan cowok janga menyedih kan kesan jadi lebih cantik si maya laku sampai si Ares kelepek2 jadi kasihan lina gakada pengagum yang bikin si ares cemburu
Lies Atikah
jangan lemah Lin jangan karna bucin sama si Ares berengsek kamu jadi bodoh sadar diri kamu sudah di campakan gitu harga dirimu mana ngenes banget
Lies Atikah
jangan ragu 2 untuk bertindak bener2 harus di hancur kan
Hasanah
🤣🤣 keluarga gila iri kok sama harta dan hidup orang lain mereka berada di titik itu kan Krena kerja keras lah Klian klau mau Kya gitu ya kerja jngan jdi benalu aj krjax
Hasanah
Klian ngak bersyukur udah di ksih berlian ee milih batu got 🤣🤣 ya udah nikmati aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!