NovelToon NovelToon
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Roh Supernatural / Hantu / Mata Batin
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Di sudut sepi Yogyakarta, di bawah naungan pohon beringin yang tua, terdapat sebuah warung tenda yang tidak terdaftar di peta manapun. Warung itu tidak memiliki nama, tidak memiliki daftar harga, dan hanya buka ketika lonceng tengah malam berdentang.
​Pemiliknya adalah Pak Seno, seorang koki bisu dengan tatapan mata setenang telaga namun menyimpan ribuan rahasia. Pelanggannya bukanlah manusia yang kelaparan akan kenyang, melainkan arwah-arwah gentayangan yang kelaparan akan kenangan. Mereka datang untuk memakan "hidangan terakhir"—resep dari memori masa hidup yang menjadi kunci untuk melepaskan ikatan duniawi mereka.
​Kehidupan sunyi Pak Seno berubah ketika Alya, seorang gadis remaja yang terluka jiwanya dan berniat mengakhiri hidup, tanpa sengaja melangkah masuk ke dalam warung itu. Alya bisa melihat mereka yang tak kasat mata. Alih-alih menjadi santapan makhluk halus, Alya justru terjebak menjadi asisten Pak Seno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Ingkung Ayam dan Raja Tanpa Mahkota

Malam itu, Warung Tengah Malam tidak berbau seperti angkringan biasa. Tidak ada aroma arang yang santai atau bau mie instan yang homey.

Malam itu, warung berbau sakral.

Seno telah sibuk sejak sore. Dia menyembelih seekor ayam kampung jantan besar—bukan ayam cemani kali ini, tapi ayam putih mulus. Dia memasaknya utuh, tidak dipotong-potong. Teknik ini disebut Ingkung.

Ayam itu diikat dengan tali bambu agar posisinya seperti sedang bersimpuh atau bersujud. Lalu direbus perlahan dalam kuah santan kental yang kaya rempah: ketumbar, kemiri, bawang putih, kunyit, daun salam, dan lengkuas.

Blukutuk... blukutuk...

Suara kuah santan yang mendidih terdengar berat dan kental. Aromanya gurih, creamy, dan menyengat hidung dengan nuansa upacara adat keraton.

Alya duduk di dingklik cuci piringnya, memeluk lutut. Dia memakai jaket denim bekas yang dibelikan Seno di pasar loak tadi siang. Lebih hangat, tapi tetap tidak bisa mengusir dingin yang merambat dari tanah.

"Pak," bisik Alya. "Kenapa apinya dikecilin? Nanti nggak mateng."

Seno menggeleng. Dia menunjuk papan tulisnya.

INGKUNG TIDAK BOLEH DIMASAK DENGAN API MARAH. HARUS API SABAR. DAGINGNYA HARUS LEMBUT SEPERTI KAPAS, TAPI TIDAK HANCUR.

Alya mengangguk paham. Masakan Seno selalu filosofis.

Pukul 02.00 dini hari.

Waktu kedatangan tamu VIP.

Kali ini, tidak ada suara langkah kaki. Tidak ada suara angin berdesir.

Yang terdengar adalah suara derap kaki kuda.

Tak... tik... tuk... tak... tik... tuk...

Suara itu terdengar berat, seolah kuda itu memakai sepatu besi yang menghantam aspal. Suaranya bergema di jalanan Kotagede yang sempit, memantul di tembok-tembok rumah tua.

Alya menahan napas.

Kabut tebal turun mendadak, menutupi pandangan di luar radius cahaya lampu tenda.

Dari dalam kabut, muncullah seekor kuda hitam gagah. Matanya menyala merah seperti bara api. Hidungnya menghembuskan uap panas.

Dan penunggangnya...

Alya menutup mulutnya dengan kedua tangan agar tidak menjerit.

Penunggang itu mengenakan pakaian perang Jawa kuno. Rompi kulit pelindung dada (kawung), celana panji, dan kain batik motif Parang Rusak yang merupakan motif larangan (hanya untuk raja/bangsawan tinggi). Di pinggangnya terselip keris dengan warangka emas yang berkilauan magis.

Tubuhnya gagah, tegap, dan berotot. Kulitnya sawo matang.

Tapi di atas bahunya... kosong.

Tidak ada kepala.

Hanya ada potongan leher yang rapi dan rata, seolah ditebas oleh pedang yang sangat tajam dalam sekali ayun. Tidak ada darah yang muncrat. Luka itu sudah kering, menghitam, dan mengeluarkan asap tipis berwarna abu-abu.

Sang Raja Tanpa Kepala turun dari kudanya. Gerakannya anggun dan berwibawa, meski dia tidak punya mata untuk melihat jalan.

Kuda hantu itu meringkik pelan, lalu diam mematung di samping pohon beringin, mengunyah rumput gaib.

Sang Raja berjalan memasuki tenda. Setiap langkahnya membuat tanah bergetar halus. Aura kewibawaannya begitu kuat hingga Alya merasa ingin bersujud secara naluriah. Ini bukan hantu sembarangan. Ini adalah Roh Leluhur.

Seno segera keluar dari balik gerobak. Dia tidak berdiri. Dia melakukan laku dodok—berjalan jongkok sebagai tanda hormat tertinggi pada bangsawan.

Seno menundukkan kepala, menyatukan kedua tangan di depan hidung (sembah).

Sang Raja berhenti di depan meja. Tangan kanannya meraba-raba permukaan meja kayu, lalu mengetuknya tiga kali.

Tok. Tok. Tok.

Seno segera berdiri, tapi tetap membungkukkan badan. Dia mengambil piring besar dari tanah liat (gerabah), bukan piring seng biasa.

Dia mengangkat ayam ingkung utuh dari panci santan. Uapnya mengepul dahsyat.

Dia meletakkan ayam itu di meja, lengkap dengan kuah areh (santan kental) di atasnya.

Sang Raja "duduk".

Alya mengintip dari balik ember. Bagaimana caranya dia makan? Dia tidak punya mulut!

Sang Raja mengulurkan tangannya di atas ayam ingkung itu. Dia tidak menyentuhnya. Dia hanya menelangkupkan tangannya di atas uap panas masakan itu.

Lehernya yang terputus condong ke depan, tepat di atas asap.

Asap gurih dari ingkung itu... terhisap masuk ke dalam lubang leher yang menganga itu.

Alya bergidik ngeri sekaligus takjub.

Itu cara mereka makan. Menyerap sari pati lewat jalur napas yang tersisa.

Suara desisan terdengar.

Ssshhhhhh....

Suara kepuasan.

Tubuh Sang Raja yang tadinya terlihat agak transparan dan berkedip-kedip, kini menjadi padat. Otot-ototnya menegang kuat. Warna kulitnya menjadi lebih hidup.

Tiba-tiba, tangan Sang Raja menggebrak meja.

BRAK!

Alya terlonjak kaget. Seno tersentak mundur.

Apa yang salah? Apa masakannya kurang garam?

Tangan Sang Raja bergerak liar, meraba-raba pinggangnya, meraba meja, meraba udara kosong di sekitar kepalanya yang hilang.

Dia mencari sesuatu.

Dia gelisah. Aura di sekitar tenda berubah menjadi panas dan merah. Angin kencang berputar di dalam tenda, membuat lampu senthir nyaris mati.

Dia mencari kepalanya. Dia tidak bisa menikmati makanannya dengan tenang karena dia merasa tidak lengkap. Rasa frustrasi ribuan tahun meledak.

Seno panik. Dia mencoba menenangkan Raja itu dengan isyarat tangan, tapi Raja itu buta (secara harfiah).

"Pak!" teriak Alya, melupakan aturan untuk diam. "Dia nyari kepalanya! Dia butuh kepalanya!"

Sang Raja mendengar suara Alya. Tubuh tanpa kepala itu "menoleh" ke arah Alya.

Dia melangkah mendekati Alya. Aura membunuhnya menguar tajam. Dia mengira Alya menyembunyikan kepalanya.

Alya terpojok di dinding gerobak. "Bukan! Bukan saya! Saya nggak punya kepala Bapak!"

Seno melompat, berdiri di antara Alya dan Sang Raja. Dia merentangkan tangan, melindungi asistennya.

Tapi Sang Raja menepis Seno dengan mudah. Kekuatan fisiknya luar biasa. Seno terpental menabrak tiang tenda.

Bugh!

Seno meringis kesakitan, memegangi rusuknya.

Sang Raja mencengkeram leher baju Alya, mengangkat gadis itu seolah dia seringan kapas.

Leher buntung itu mendekat ke wajah Alya. Alya bisa mencium bau besi berkarat dan tanah kuburan dari luka itu.

Alya gemetar hebat. Dia akan mati. Dia akan mati di tangan hantu tanpa kepala.

Tapi di saat kritis itu, mata Alya menangkap sesuatu di pinggang Sang Raja.

Di samping kerisnya, ada sebuah kantong kulit kecil yang terikat longgar. Kantong itu bergoyang-goyang.

Insting Alya bekerja.

"Pak Raja!" teriak Alya. "Itu! Di pinggang! Bapak lupa!"

Sang Raja berhenti. Cengkeramannya melonggar sedikit.

Tangan kirinya meraba pinggangnya sendiri. Dia menemukan kantong itu.

Dia membukanya.

Dari dalam kantong itu, dia mengeluarkan sebuah benda kecil.

Sebuah Cincin Stempel Kerajaan. Cincin emas dengan batu rubi besar.

Raja itu terdiam (secara gestur). Dia meraba cincin itu.

Memori membanjirinya.

Dia tidak kehilangan kepalanya karena dicuri musuh.

Dia mengorbankan kepalanya sendiri demi menyelamatkan rakyatnya, demi menyegel perjanjian damai. Kepalanya dikubur di tempat terpisah sebagai tumbal tanah.

Dan cincin ini... adalah pengingat bahwa pengorbanannya tidak sia-sia. Bahwa dia mati dengan hormat.

Kemarahan Sang Raja surut seketika. Aura merah padam, berganti menjadi aura emas yang tenang.

Dia menurunkan Alya pelan-pelan ke tanah. Tangan besarnya menepuk kepala Alya dua kali—gerakan kaku namun bermaksud lembut, seperti seorang kakek pada cucunya.

Seno bangkit berdiri, terbatuk pelan. Dia lega.

Sang Raja kembali duduk di depan ayam ingkungnya. Kali ini dia makan dengan tenang. Dia menyerap habis sari pati ayam itu hingga daging ayam yang tadinya juicy berubah menjadi kering kerontang dan berwarna abu-abu dalam hitungan menit.

Setelah selesai, Sang Raja berdiri.

Dia mencabut keris dari pinggangnya.

Alya menahan napas lagi. Mau ngapain lagi ini?

Raja itu tidak menyerang. Dia menancapkan ujung kerisnya ke tanah di depan warung tenda.

Cahaya kebiruan menjalar dari titik tancapan itu, membuat garis lingkaran mengelilingi warung Seno.

Pagar Gaib.

Raja itu baru saja memperkuat pertahanan warung Seno. Dia tahu ada ancaman gelap (Sang Penagih) yang mengintai tempat ini, dan sebagai ucapan terima kasih atas Ingkung yang mengingatkannya pada martabatnya, dia memberikan perlindungan.

Raja itu menarik kembali kerisnya, menyarungkannya.

Dia berjalan keluar, menaiki kuda hantunya.

Kuda itu meringkik, lalu berlari menembus kabut, menghilang ke arah makam raja-raja di Imogiri.

Hening.

Alya merosot duduk di tanah, kakinya lemas seperti jeli.

"Gila..." desis Alya. "Itu tadi... gila banget."

Seno menghampiri Alya. Dia memeriksa leher Alya, memastikan tidak ada memar.

Lalu Seno tersenyum lebar. Dia mengacungkan dua jempol.

Dia mengambil papan tulisnya.

KAMU BERANI. KAMU MENYELAMATKAN KITA. KALAU TADI KAMU DIAM SAJA, KITA SUDAH JADI PERKEDEL.

Alya tertawa histeris, tawa pelepasan stres. "Perkedel... Bapak bisa ngelawak juga ternyata."

Seno membantu Alya berdiri.

INGKUNGNYA SUDAH HAMBAR. TAPI KUAH AREH-NYA MASIH ADA DI PANCI. MAU MAKAN?

"Mau!" jawab Alya cepat. "Saya laper banget abis dicekik hantu."

Malam itu, mereka makan nasi hangat disiram kuah santan kental sisa ingkung. Rasanya gurih luar biasa.

Dan di sekeliling tenda, garis cahaya biru tipis peninggalan Sang Raja berpendar samar, menahan bayangan-bayangan jahat yang mencoba mengintip dari kegelapan.

Namun, Alya tahu, dan Seno tahu...

Pagar gaib ini hanya sementara.

Bulan purnama tinggal dua minggu lagi. Dan Sang Penagih tidak akan berhenti hanya karena ada pagar betis dari satu hantu raja.

Seno menatap Alya yang makan dengan lahap.

Dia mulai berpikir. Mungkin... hanya mungkin... gadis ini adalah kunci yang dia tunggu selama lima puluh tahun. Kunci untuk membatalkan kontrak terkutuk itu.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
Aku ikut terharu, tapi sesaat perasaan takut menggelayut.
kukira ini semua akhir dari perjuangan seno.
kukira sang koki melepas nyawa😭.
damai setelah sekian purnama memendam pergolakan hidup dari ribuan kenangan dan janji yang ingin dia tepati.
satu janji sdh terbayar ..
di sisa kekuatan pada tubuh renta, bahagia di dapat , tak apa ,tak ada kata terlambat.
tetep semangat pak seno, ajari alya tentang hidup, kejam dunia bisa di lawan dengan kekuatan cinta dan keluarga.
damai...lanjutkan usaha warung nya.
semoga malam ini bukan malam terakhir buat hidangan
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
Maju terus pantang mundur Al, berikan keahlianmu walau masih laku dan belum bervariasi .
Bangun imajinasi ,hancurkan penhalang dan calon pencuri bubur abadi.
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
ayok depcolektor, berani gak bertempur demi sesuap bubur keabadian?
tanpa dendam ,haru biru menyendok makanan ajaib ,campuran dari langit dan samudera .
seperti mereka menyatu dalam kasih lembut.

cinta sekali seumur hidup.
happy valentine thor
Fitri Yama
syediihhhh
Fitri Yama
gulllooo
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
Alya bocah ajaib 🥰🥰
Gulo si pemanis alami 🐵🐒
Pak Seno, chef dua dunia 👨‍🍳👨‍🍳

makin seru petualangan kalian 🥳🥳🥳
ny.KimJeongLee
namanya juga syaiton diblg jgn ganggu smpe THN depan tetap aja ganggu huuu
ny.KimJeongLee
😭😭😭 pedesnya jahe smpe ke mataa
tanty rahayu: bukan hangat di badan aja ya
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
putuskan semua hal yang mengikat diri Seno, kamu ditemani Alya dan Gulo pasti bisa mengakhiri .
Dan jangan pernah bersinggungan lagi dengan yang ghoib, berat dan menyiksa.
pasrahkan semua ke hadapan yang Maha Kuasa.
menjalani hidup di jalur yang sudah di garis kan .
percaya lah kebahagiaan akan menemani sampai ujung usiamu.
di akhir hayat di tempat tidur yang hangat ,didampingi putri angkatmu dan keluarga ajaibmu : Gulo
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR: Aamiin
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
yeaaayyy Gulo pahlawan nya 🥳🥳🥳
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: ho oh, jadi pengen pelihara 😂🏃🏻‍♀️
total 2 replies
Jenk Sry
👍👍👍👍👍👍👍
ny.KimJeongLee
😭😭 ada bawangnyaa yg epesodeini 😭😭😭
tanty rahayu: aku yang nulis aja ikut nangis loh hehehe
total 1 replies
ny.KimJeongLee
pokoknyaa keren deh
tanty rahayu: makasih kaka 😍
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
petualangan seru dan menegangkan
terselip rasa kekeluargaan tanpa mereka sadari.
petualangan batin dan raga yang harus selalu bisa menempatkan diri, singkirkan keangkuhan,keserakahan dan hubungan yang erat saling melengkapi,menjaga dan empati serta simpati yang tinggi.👍
ny.KimJeongLee
IHH kerenn
ny.KimJeongLee
uwow kerenn
tanty rahayu: terima kasih kaka sudah mampir baca novel ku
total 1 replies
☠ SULLY
mungkin pak Seno
menunggu datang nya tamu wanita dlm foto itu
☠ SULLY
yg baca mulai deg degan
alya 😂
tanty rahayu: hehehe berasa ya🤭
total 1 replies
Fitri Yama
go Alya go Seno go go go go,,kalian pasti menang
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
3 hari penuh pelajaran berharga
3 hari dalam ambang batas dunia nyata dan maya
belajar berdampingan
menghantarkan mereka pulang
mungkin hal yang tak pernah terpikirkan.
3 hari menyulam asa, dari keputus asaan.
haru, sedih dan gembira berbaur
ilmu yang berat baru saja terlewati
IKHLAS
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!