NovelToon NovelToon
Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Sistem Perdagangan Dunia Paralel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: SiPemula

Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.

Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.

Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga

Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.

Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.

Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.

Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.

Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.

Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Munculnya Amarah Dalam Diri Alina

“Ayah, ini sudah terlalu lama. Kenapa anak buah Ayah belum memberikan kabar terbaru?” tanya Raziel.

“Aku akan menghubunginya.” Hendra mencoba menghubungi anak buahnya.

Panggilan telepon terhubung, tapi tidak ada jawaban dari pihak yang dihubungi, membuat Hendra mengernyit heran.

Usaha pertama diabaikan, Hendra kembali mencoba menghubungi orang yang sama, tapi lagi dan lagi panggilan hanya sekedar terhubung, tidak kunjung dijawab.

“Aneh~, panggilan terhubung tapi tidak ada jawaban dari orang itu,” ucap Hendra.

“Ayah, apa mungkin telah terjadi sesuatu pada orang itu?” ujar Rafael.

“Apa yang mungkin terjadi pada mereka? Keberadaan mereka saja akan sulit ditemukan oleh orang lain, bahkan aku saja tidak bisa menemukan mereka!” ungkap Hendra.

Ia menyebut mereka karena ada dua orang yang ditugaskan mengawasi Alina, tapi hanya satu dari mereka yang membawa alat komunikasi untuk menghubunginya.

“Coba sekali lagi Ayah menghubungi orang itu, dan kalau masih tidak ada jawaban, besar kemungkinan memang ada sesuatu yang buruk terjadi pada mereka!” ucap Elena.

Cepat saja Hendra kembali menghubungi orangnya, tapi kembali ia dibuat kecewa karena tak ada jawaban dari orangnya.

“Sudah pasti ada hal buruk yang terjadi pada mereka!” ucap Raziel yakin.

“Kalaupun itu terjadi, siapa yang menemukan keberadaan mereka?” Hendra bingung menemukan jawaban dari pertanyaannya sendiri.

“Raka!!” seru Rafael tiba-tiba, “kalau ada yang berhasil menemukan mereka, pasti dia orangnya!”

Mendengar itu seketika Hendra teringat sosok Raka, sosok yang membuatnya ketakutan hanya dengan melihat keberadaannya.

“Hah, kalau benar dia, sepertinya kita tak ada harapan untuk kembali membawa pulang anak itu!” ucap Hendra, tapi cepat Martha tidak setuju dengan ucapan itu.

“Mas, bagaimana kalau kita kembali ke Desa itu, kita bicarakan baik-baik supaya anak itu bersedia kembali bersama kita?!” usul Martha, “sebelumnya kita datang menemuinya tanpa persiapan khusus, jadi sekalian kita bisa bawakan oleh-oleh saat kembali menemuinya,” lanjutnya.

Hendra menganggukkan kepala setuju, tapi disaat seperti ini sifat pelitnya justru keluar, dimana ia enggan mengeluarkan banyak uang hanya untuk membeli oleh-oleh untuk Alina.

“Kita beli saja oleh-oleh itu di pasar, kalau perlu suruh anak buah Ayah untuk membeli barang murahan di pasar, jadi kita tak perlu sudah payah membelinya!” ucap Raziel.

Hendra setuju, dan cepat dia menyuruh anak buahnya pergi ke pasar terdekat, “beli saja buah murahan dalam jumlah besar!” perintahnya.

Sambil menunggu anak buahnya membeli oleh-oleh untuk dibawa saat bertemu Alina. Hendra dan seluruh anggota keluarganya menikmati makanan mewah di hotel tempat mereka nginap.

Sementara itu~

Disaat Hendra dan yang lainnya menikmati sarapan disaat hari sudah beranjak siang.

Saat ini Alina dan Raka akhirnya tiba di kecamatan, dimana tujuan pertama mereka adalah toko elektronik, yang mana Alina ingin membeli barang-barang seperti televisi keluaran terbaru, kulkas, juga ponsel yang lebih baik dari ponsel judulnya.

Untungnya di kecamatan sudah ada toko elektronik yang lengkap menjual barang-barang yang dibutuhkan Alina, jadi ia tak perlu pergi ke kota kabupaten untuk membeli barang-barang itu.

Dalam waktu singkat Alina mendapatkan semua barang yang ingin ia beli, bahkan ia menyempatkan diri meminta pemasangan jaringan internet di rumahnya.

Dengan adanya jaringan internet, ia bisa lebih mudah terhubung dengan dunia luar, membuatnya tak akan ketinggalan informasi penting.

Meski sebelumnya ia sudah terhubung dengan jaringan internet, tapi semua itu ada batasannya, dan lagi kuota internet sangat mahal, membuatnya tidak sebebas saat menggunakan jaringan internet seperti WiFi.

Selesai dengan pembayaran, semua barang yang dibeli Alina segera dinaikkan ke dalam bak mobil milik Raka.

Menggunakan tali, barang-barang itu diikat dengan kuat, mencegahnya terguling atu bahkan jatuh saat mereka kembali ke Desa.

“Apa Kakak tidak penasaran darimana aku mendapatkan uang untuk membeli barang-barang ini?” tanya Alina.

“Penasaran, tapi aku yakin suatu saat nanti kamu akan menceritakan semuanya padaku!” jawab Raka yakin.

“Kakak terlalu yakin!” ungkap Alina.

“Keyakinan itu sangat penting, dan aku yakin semua itu pasti akan terjadi suatu saat nanti!” ucap Raja.

Alina hanya mengangguk sebagai balasan, dan karena urusannya telah selesai, kini gilirannya menemani Raka belanja.

Ternyata Raka ingin berbelanja di pasar, membuat Alina akhirnya ikut belanja, dimana ia hanya membeli barang-barang terbaik yang dijual di pasar.

Meski ada buah ataupun sayuran yang harganya miring, Alina tidak melirik semua itu karena tau barang dengan harga miring kualitasnya tak begitu baik.

“Kakak belanja untuk kebutuhan berapa lama?” tanya Alina melihat Raka banyak membeli barang.

“Ini belanja mingguan, dan satu minggu lagi aku akan kembali belanja ke tempat ini,” jawab Raka.

Alina menganggukkan kepala mengerti, dan ia turun tangan membantu merapikan barang belanjaan Raka.

Setelah semua barang yang ingin dibeli didapatkan, mereka pergi meninggalkan pasar tapi tidak langsung kembali ke Desa.

“Mau makan dulu?” tanya Raka sambil mengemudikan mobil.

“Lebih baik makan dulu baru setelahnya kita pulang!” jawab Alina.

Kali ini Raka tidak berhenti di warung pinggir jalan.

Dia pergi ke salah satu restoran terbesar di kecamatan, tapi walau dikatakan sebagai restoran, tempat itu lebih mirip ke warung yang sedikit lebih besar dari warung pinggir jalan.

Di restoran menjual banyak makanan yang memiliki rasa pedas, membuat Alina segera memesan makanan yang cukup pedas, berbeda dengan Raka yang memilih memesan makanan yang tak begitu pedas.

[Ding!]

[Terdeteksi pergerakan keluarga Kalingga menuju rumah milik Nona.]

[Mereka akan tiba beberapa jam lagi, dan tujuan kedatangan mereka masih sama, yaitu mereka ingin membawa Nona kembali ke Kota, tinggal bersama mereka.]

“Sepertinya semua ini ada hubungannya dengan harta warisan nenek yang hingga kini masih atas namaku,” ucap Alina yang hanya bisa didengar oleh Luna, tapi saat ini wujud Luna tidak terlihat karena sedang istirahat, hanya terdengar suara seperti biasa yang sedikit kaku.

Kondisi Luna belum stabil karena baru saja selesai dengan peningkatan Level. Oleh karena itu dalam beberapa waktu ke depan ia akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk istirahat.

[Ding!]

[Keluarga Kalingga ingin membuat Nona menuruti segala keinginan mereka, termasuk menyerahkan warisan milik Nona pada mereka, bahkan mereka berencana merebut rumah kayu juga ladang yang ada di Desa.]

Mendengar semua itu tiba-tiba muncul amarah yang tertuju pada keluarga Kalingga, terutama karena mereka menginginkan apa yang sejak awal sama sekali tidak memiliki hubungan dengan mereka.

“Menginginkan mili orangtuaku?! Mereka sepertinya ingin melakukan perang terbuka denganku, dan jangan kira aku gentar menghadapi mereka!~”

“Sedikitpun aku tidak gentar!” ucapnya lirih, sama sekali tidak terdengar oleh Raka yang sedang pergi ke toilet.

1
Tatang
keren
Andira Rahmawati
aaahhhh..lanjut thorrr..💪💪💪💪
Lala Kusumah
wow bang Raka mulai posesif ya nih 🤭🤭😂😂
Lala Kusumah
ciut juga tuh nyali pas ketemu Raka ya 😂😂😂🤭🤭
Lala Kusumah
hajar mereka Alina 💪💪💪
Murni Dewita
💪💪💪💪
Lala Kusumah
wow Raka selalu ada buat Alina ya, kereeeeeennn 👍👍👍
SiPemula: harus itu Hahahaha😄
total 1 replies
Rayyanah Rayya
alur x bagus, penulisan x juga bgus, ga bosen baca x
SiPemula: terimakasih! jangan bosan membacanya!
total 1 replies
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut, semangat sehat ya 💪💪😍
SiPemula: siap, lanjut dan terimakasih🙏
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: siap kak...
total 1 replies
Lala Kusumah
wah siapa Raka sebenarnya ya, penasaran 🤔🤔🤔
Lala Kusumah: ish....
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
siapa Raka sebenarnya hingga Hendrawan takut ketika melihatnya,jadi penasaran
SiPemula: nanti akan terungkap semua
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: ok siap.... 👍
total 1 replies
Rizki Rahmawan
selamat sore menjelang malam semua sehat selalu semangat semuanya 😄😄🙏🙏
SiPemula: sehat selalu juga gan.... 👍
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
SiPemula: siap, double mulai hari ini
total 1 replies
Lala Kusumah
wow....
SiPemula: hehehe
total 1 replies
Lala Kusumah
kereeeeeennn Alina 👍👍👍😍😍😍
SiPemula: makasih kak👍
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
SiPemula: siap kak
total 1 replies
Moh Rifti
lanjut 👍👍😍👍👍👍
SiPemula: siap....
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
SiPemula: ok kak...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!