NovelToon NovelToon
Mencairnya Es Cinta

Mencairnya Es Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Athariz271

Pernikahan yang diawali dengan perjodohan, tanpa adanya rasa cinta membuat Zayn dan Raras merasa kaku, bahkan terkesan formal layaknya rekan kerja. Tapi seiring berjalannya waktu, Raras mampu mencairkan gunung es dengan kesabarannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Athariz271, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Calon pelakor

“Hallo pak.”

“Hallo Dav, tolong kirimkan rekaman cctv sekitar ruangan saya satu minggu kebelakang!”

“Baik pak. Apa ada masalah?”

“Kirimkan saja!”

“Baik pak, akan segera saya kirim.”

Sambil menunggu sekretarisnya mengirim rekaman, Zayn bersiap pergi ke kantor. Tak lupa ia juga membawa lipstik yang Raras berikan. Zayn berjanji siapapun orang itu dia gak akan lolos begitu saja.

Begitu masuk kedalam ruang kerja, Zayn langsung duduk dan membuka ponselnya. Ada beberapa pesan masuk dari sekretarisnya.

Zayn langsung membuka dan melihat siapa orang yang akan menghancurkan rumah tangganya.

Hingga tak lama kemudian Zayn menyuruh Dav memanggilkan seseorang.

"Pak, sudah saya hubungi dan dia sedang dalam perjalanan kesini," lapor Dav setelah memasuki ruangan CEO.

Zayn mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya. "Baik, bawa dia masuk segera setelah tiba. Dan pastikan tidak ada yang mengganggu."

"Baik pak," jawab Dav sebelum keluar dari ruangan.

Beberapa menit kemudian, pintu ruangan diketuk dan seorang wanita dengan pakaian cukup mini masuk.

"Pak Zayn, apa bapak memanggil saya?" Tanyanya dengan senyum terkembang.

"Silakan duduk," ucap Zayn singkat sambil menunjuk kursi di hadapannya.

Zayn mengeluarkan lipstik merah itu dari dalam laci dan menaruh nya di atas meja. "Apa barang ini milikmu?"

Seseorang yang tak lain adalah Bu Mega melihatnya dengan cermat, kemudian mengangguk pelan. "Iya pak, itu milik saya."

Zayn menatapnya dengan tatapan semakin dingin. "Kenapa lipstik kamu ada di saku jas saya?”

“Mm, maaf pak. Saya tidak tahu.” elaknya.

Zayn menaikan satu alisnya, matanya menatap tajam pada lawan bicara. “ Apa anda sedang bermain-main dengan saya?”

“Bu-bukan begitu pak, sa-saya…”

Bu Mega mulai terlihat gelisah, tangan nya saling meremas di atas pangkuan, matanya tidak berani menatap langsung ke arah Zayn.

“Apa bisa jelaskan maksud semua ini?” Zayn menyodorkan ponselnya ke hadapan Mega yang tengah menayangkan rekaman dirinya.

“Sa-saya… saya..”

“Jelaskan!” Bentak Zayn keras, otot-ototnya mulai mengencang menahan emosi.

Tapi Mega hanya diam menunduk, tak berani mengeluarkan sepatah katapun untuk menjelaskan maksudnya.

"Lihatlah! Anda masuk ke ruangan saya tanpa izin, dengan sengaja Anda mengambil sesuatu dari kantong Anda lalu menyimpannya dalam saku jas saya." jelas Zayn dengan tatapan menyala.."Jangan bilang itu tidak sengaja!”

Mega melihat layar ponsel dengan wajah memucat, dia merasa inilah akhir hidupnya. Dia terlalu gegabah untuk melakukan semuanya, dan membuat semua rencananya berantakan.

“Ma-maaf pak,”

“Untuk apa anda melakukan semua ini?” Tanya Zayn menatap lekat kearah matanya.

"Sa-saya... saya memang sengaja meletakkan nya di saku jas bapak," ucapnya dengan suara mulai gemetar,

Zayn menjepit rahangnya, wajahnya semakin memerah karena marah. "Mengapa kamu melakukan itu? Apakah kamu tidak tahu konsekuensinya?"

"Sa-saya mencintai bapak.” Ucapnya dengan gemetar.

Zayn menyipitkan mata, seakan tak percaya dengan jawaban yang terlontar dari wanita dihadapannya.

“Sejak tiga tahun lalu bapak membantu saya dan menerima saya bekerja disini, saat itu juga saya langsung menyukai bapak.”

“Kalau suka, kenapa gak mengatakannya dari dulu? Bukankah menahan rasa selama itu sangat menyakitkan?” Tanya Zayn tak melepaskan wajah datarnya.

“Saya tidak memiliki keberanian, dan untuk kemarin sa-saya benar-benar tak kuat lagi menahannya. Saya berharap bisa dekat dengan bapak lebih dari sebagai karyawan.”

Zayn mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja, menatap serius pada Mega yang masih tertunduk.

"Saya membantu Anda karena Anda memiliki potensi sebagai karyawan, bukan untuk memicu perasaan yang tidak seharusnya ada. Setiap interaksi kita hanya sebatas hubungan atasan dan bawahan. Anda yang memilih untuk membaca makna lain di dalamnya."

Mega mengangkat wajahnya dengan mata merah karena menangis, “Bapak benar, saya yang tak bisa mengendalikan diri. Tapi berhubung bapak belum menikah dan tidak sedang dekat dengan siapapun. Saya rasa masih ada kesempatan untuk siapapun untuk mendapatkan hati bapak.”

“Saya tidak keberatan memiliki status, tapi saya hanya ingin dekat dengan bapak. Sungguh saya sangat mencintai bapak lebih dari apapun.”

Zayn menghela nafas panjang. “Dari siapa kamu tau saya belum menikah?”

Mega sempat mengernyit. “Semua orang juga tau, dari dulu tak pernah ada gosip bapak dekat dengan wanita manapun apalagi sudah menikah.”

Zayn jadi berpikir untuk mengumumkan pernikahannya dengan Raras, agar tak ada kejadian seperti ini lagi kedepannya.

“Ada hal yang perlu kamu tau Mega. Saya sudah menikah lebih dari setahun.”

Pernyataan itu membuat Mega menganga tak percaya, selama ini dia terus mencari informasi pribadi Zayn, tapi tak pernah ada berita kalau dia sudah menikah. Bahkan Zayn dikabarkan tidak memiliki ketertarikan pada lawan jenis, dan itu membuatnya semakin tertantang untuk menaklukan seorang Zayn Rafael Santoso.

“Apa anda sedang bercanda pak?” Tanya Mega tersenyum tipis.

“Tidak! Saya tidak bercanda, saya memang sudah menikah dan belum mengumumkannya.” Zayn memperlihatkan cincin nikah dijari manisnya.

Mega menggeleng kuat. “Gak mungkin, anda pasti bercanda. Tak ada seorangpun yang tau tentang pernikahan itu.”

“Ya. Memang, saya belum mempublikasikan pernikahan atas permintaan istri saya.”

“Saya tetap tak percaya. Kalaupun pak Zayn sudah menikah kenapa tak ada rumor apapun tentang anda dan anda tidak pernah terlihat dekat dengan siapapun?”

“Sudah saya katakan, saya belum mempublikasikannya. Hanya Dav dan keluarga saya yang tahu.”

“Bukan berarti hubungan anda tidak baik, kan pak?” Tanya Mega seolah meragukan.

“Setidaknya sebagai seorang istri akan bangga memiliki suami kaya raya yang tampan dan idola semua orang. Tapi pernikahan anda terkesan dipaksakan dan tidak bahagia, bahkan tak pernah diumumkan dimanapun, bukankah terkesan tidak dianggap?” ucap Mega tersenyum miring.

Zayn tertegun sejenak, apakah Raras berpikir seperti itu juga?

“Saya tidak keberatan meski hanya menjadi simpanan, pak.” ucap Mega lagi tanpa rasa malu.

Zayn mengepalkan tangannya, lalu duduk tegak menatap Mega. “Bu Mega, apa anda sedang merendahkan diri sendiri?”

Degh..

Mega terkejut. “Sa-saya hanya mengatakan kenyataan, bahwa saya rela melakukan apa saja untuk berada di sisi Bapak, bahkan siap untuk menggantikan posisi istri bapak." jawab Mega tersenyum penuh yakin.

“Lancang!”

Meski merasa takut, Mega terus melanjutkan perkataannya. Ini adalah kesempatan langka,jadi dia akan menggunakannya sebaik mungkin untuk mendapatkan Zayn.

"Jika istri Bapak benar-benar mencintai Bapak, dia akan bangga memamerkan Bapak ke semua orang, bukan menyembunyikannya seperti barang yang tidak bisa dilihat orang lain."

Zayn berdiri dengan cepat, meja sedikit bergetar karena gerakannya. "Jangan pernah menganggap istri saya seperti itu! Dia tidak mau mengumumkan pernikahan kita karena dia ingin kita memiliki kehidupan pribadi yang damai."

“Dan asal kamu tau, wanita terhormat tidak akan rela menjadikan dirinya sebagai simpanan seseorang. Apalagi mengambil yang bukan miliknya!”

“Silahkan anda keluar dan buat surat pengunduran diri hari ini juga!” Tegas Zayn tak ingin terbantahkan.

“A-apa?” Mega tak menyangka Zayn akan langsung memecatnya saat itu juga.

“Ta-tapi pak. Jangan pecat saya pak, saya mohon.”

Zayn menggeleng tegas, lalu duduk kembali di kursinya. “Silahkan keluar!”

Mega berlari memeluk kaki Zayn, “Saya mohon pak, jangan pecat saya. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini.”

Zayn tersenyum miring sambil beringsut menjauhi Mega. “Seharusnya anda tahu batasan anda sebelum melakukan hal itu!”

“Pak, saya benar-benar minta maaf.” Mega menangis sesenggukan, menyesali tindakannya.

"Jangan sentuh saya!" Bentak Zayn dengan suara menggema di ruangan. Dia dengan cepat berdiri dan menjauhi Mega yang masih merangkak di lantai.

Dav yang mendengar suara keras segera masuk ke dalam ruangan. "Pak, ada apa?"

"Bawa dia keluar sekarang juga!" perintah Zayn tanpa melihat Mega, matanya penuh dengan rasa jijik dan kemarahan. "Dan pastikan dia tidak menyentuh satupun barang di kantor ini lagi.”

Tanpa kata Dav langsung membawa Mega keluar meski harus dipaksa.

“Segera hubungi HRD, buka lowongan kerja untuk manajer keuangan!” Perintah Zayn tegas.

“Baik pak.” Sahut Dav, menyeret Mega yang masih menoleh ke arah Zayn.

“Pak Zayn, aya mohon.”

Bersambung…

1
jisung
lanjutt kak cerita bagus dan singkat aku suka.😍
Athariz271: di tunggu ya😍
total 1 replies
Bunda Sri
lanjut Thor
falea sezi
lanjut donk
falea sezi
jalang gk tau diri
falea sezi
abis di pake dia cuek kayak lacur aja qm ras hmmm kasian
Bunda Sri
lanjut Thor , jng berhenti ceritanya bagus
Bak Mis
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!