Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.
Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.
Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.
"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."
"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.
"Aku sudah menikah!"
Deg.
Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?
Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13 - Tak dianggap
Mulut Shakira di bekap oleh Fauzi, ia tidak ingin ada orang lain mendengar percakapan keduanya bahwa mereka suami istri, ia merasa malu setelah tahu Shakira seperti apa.
"Jangan pernah ucapkan kata itu dari mulutmu karena aku tidak mau jadi suami wanita sepertimu! Aku terlalu malu mengakui kamu sebagai istriku dan aku tidak ingin semua orang tahu kamu itu istriku, apalagi mereka tahu kalau kamu pernah menjajakan diri, terdengar memalukan," bisiknya penuh penekanan.
Shakira tertegun, bola matanya berkaca-kaca, ia tidak percaya sosok yang selama ini ia kira baik dan ia sayangi ternyata seperti ini. Hatinya teriris sakit mendengar perkataan itu dari mulut suaminya, setidak berharganya dia dimata suaminya? Kemana sosok Fauzi dulu yang dikenal lemah lembut, baik, dan menghargai perempuan?
Meski keduanya tengah berbisik, Mario bisa mendengarnya.
'Suami, istri? Jadi .. Ja-jadi Shakira sudah menikah.'
Rasanya lemas, kecewa, sekian lama bertahan dengan perasaan yang datang terlambat, Mario mengetahui satu fakta menyakitkan, orang yang ia cintai dari sejak SMA sudah menikah sementara dia masih bertahan tak bisa melupakannya. Terlebih perbuatannya menghantui dan hatinya menyadari jika dia mencintai wanita itu.
"Hmmm." Shakira melepaskan bekapan tangan suaminya. Menatap sendu penuh kecewa.
"Kamu malu punya istri kayak aku?"
"Jelas."
"Beri aku alasan kuat kenapa bisa malu selain kata melayani banyak laki-laki? Aku tahu hati kamu masih untukku, aku tidak yakin kenangan yang kita jalani selama saling mengenal semudah itu kamu lupakan."
Air mata yang sedari tadi menggenang kini berjatuhan, laki-laki yang dia sayangi nyatanya menyakiti. Padahal susah payah Shakira membuka hati setelah sekian lamanya, ketika hatinya mantap memilih dan menyadari cintanya, laki-laki ini malah menyakitinya.
"Bukankah dulu kamu bilang, masa lalu bukanlah masalah, kamu mau menerimaku dengan segala kekuranganku bahkan kamu bilang mau menerimaku meski sudah tak lagi ..." Shakira menggigit bibirnya, hanya mengatakan perawan saja rasanya sulit, kenangan itu ternyata masih membekas dan terasa sakit mengingat bagaimana pria itu mempermainkannya. Ia terlalu bodoh dan terlalu terbuai hingga rela menyerahkan diri pada cinta pertamanya.
Fauzi memalingkan wajahnya, tak dipungkiri kenangannya bersama Shakira begitu banyak, ia juga akui menerima soal Shakira tak lagi gadis, namun bayangan masa lalu istrinya yang berada di tempat hiburan malam membuat ia tidak bisa menerima.
Tadinya ia berpikir sudah tidak virgin tidak masalah, apalagi Shakira menceritakan awal mulanya, dia memaafkan dan mau menerima, tapi setelah melihat banyaknya foto Shakira berada di club malam membuatnya kecewa, itu artinya Shakira mempermainkannya dan membohonginya.
"Kenapa diam? Apa aku masih ada di hatimu?"
Tidak ada jawaban dari Fauzi, justru pria itu terdiam seribu bahasa sangat sulit mengekspresikan perasaan dirinya sendiri. Satu sisinya dia sangat mencintai Shakira tapi disisi lain kecewanya begitu dominan dan sangat sulit ia terima serta sulit ia maafkan.
"Diam mu menunjukan kalau aku masih ada di hatimu Mas," ujar Shakira menunjuk dadanya Fauzi. "Aku akan buktikan kalau rasa cintamu padaku bukan hanya sekedar singgah saja tapi menetap untuk selamanya dan akan aku buktikan aku adalah orang yang pantas untukmu."
Shakira balik badan seraya mengusap air matanya lalu pergi dari sana.
Fauzi menunduk, mengusap kasar wajahnya. Dia berada dalam kebimbangan, berada dalam dilema antara cinta dan kecewa, sulit baginya bersikap seperti biasa namun juga sakit melihat orang yang dia cinta menangis karenanya.
"Egois, apa aku egois?" lirihnya menatap sendu tubuh Shakira perlahan menjauh dari pandangannya.
Sementara Vaughan, dia mencebik kesal kakak iparnya malah mengikuti dua orang tak di kenal, dia menghampiri Mario lalu merangkulnya mengajak pergi dari sana.
"Gue kan udah bilang jangan kepo sama urusan orang, ini bukan ranah pribadi kita, itu urusan rumah tangga orang, elo kan laki-laki, masa laki-laki kepo? Janganlah, malu sama penonton. Yang suka kepo dalam segala urusan hingga urusan kehidupan orang cukup perempuan saja, kebanyakannya sih gitu."
"Gue gak kepo ya, gue cuman penasaran saja."
"Sama aja Mario Abimanyu."
Mario tidak lagi menimpali celotehan Vaughan, dia diam dengan segala pikirannya.
*********
Kediaman Appa Huda.
"Senang sekali bisa bertemu kembali dengan nak Vaughan, gimana kabar istrinya, sehat?" tanya Appa Huda tersenyum ramah.
"Sehat Appa, maaf kedatangan saya kesini tanpa menghubungi dulu, saya juga dadakan datangnya, niatnya mau memantau proyek di depan sana."
"Tentang proyek itu, beberapa warga yang sudah berumahtangga semangat ingin membeli rumah di perumahan itu. Meski belum jadi sudah banyak yang daftar, Alhamdulillah sekali rencana nak Vaughan diterima baik oleh orang-orang sekitar sini. Mereka juga ada yang titip terimakasih karena sudah di berikan pekerjaan, baik yang kuli bangunan maupun yang kerja di perkebunan."
"Syukurlah jika diterima dengan baik, saya ikut senang mendengarnya, insyaallah harga perumahan masih bisa terjangkau sama kalangan bawah. Oh iya, perkenalkan, ini kakak ipar saya, Mario."
Yang disebut tersenyum ramah, dia cukup mendengarkan sesekali menimpali. Kedatangan Vaughan ke yayasan bukan tanpa alasan, selain silaturahmi dia juga memberikan uang donasi untuk keperluan yayasan maupun pondok, kebiasaan yang baru Mario ketahuan dari Vaughan.
Setelah banyak bercengkrama, keduanya pamit pulang, namun Mario memilih jalan-jalan sore disekitarnya.
"Ingat balik Mar, jangan nyasar," ucap Vaughan mengingatkan.
"Gak akan, cuman daerah ini aja gak akan sampai gue nyasar, ini bukan hutan," balas Mario seraya melenggang pergi ke daerah persawahan demi menenangkan diri atas keterkejutannya tadi.
************
Rumah tangga Shakira sedang di ujung tanduk, orangtuanya pun tidak lagi memihaknya. Ditambah sikap Fauzi semakin membuatnya terluka.
Demi menenangkan diri, Shakira memilih jalan-jalan ke luar pondok. Ia menghela nafas berat menghirup udara segar di sore hari tanpa terkena polusi. Pikirannya penat memikirkan nasib pernikahannya dan di sore ini sebelum bertemu pemilik pondok, Shakira ingin menenangkan dulu pikiran ini di tengah sawah menjadi tempat merenung.
Di bawah pohon rindang rambutan, Shakira duduk di atas rumput memeluk kedua lututku seraya menatap lurus ke depan.
"Tidak ku sangka pernikahan ku akan seperti ini, takdir memang tidak bisa kutebak."
Matanya terus memperhatikan setiap hamparan sawah sejenak menenangkan diri.
Setelah merasa tenang, barulah dia beranjak berdiri, memutuskan pergi dari sawah itu hendak kembali ke pondok.
Kakinya terus melangkah namun pandangannya tertuju pada tanah tanpa melihat ke depan. Setiap jalan menuju pondok, dia terus melamun seorang diri, hendak menyebrang jalan pun tak melihat kiri dan kanan.
Tiiidddd.
Shakira terkejut kala klakson motor berbunyi.
"Hei!!! Awasss!!"
Grep.
Tangannya di tarik seseorang ke belakang. Shakira terjengkang kedalam sentuhan hangat seseorang dengan rasa takut dan terkejut masih dia rasakan.
"Kamu tidak ..."
Shakira segera mendongak.
Deg.
Keduanya sama-sama terkejut.
"Kamu!"
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.