dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
05.
seminggu berlalu luka ku pun sudah tidak sakit lagi, walupun belum sembuh total,
hari beranjak siang , dari atas gubuk, dari kejauhan aku melihat ayahku datang sepetinya untuk memeriksa ke adaan kami
dan tanpa pikir panjang aku membereskan barang barang ku untuk kubawa pulang kembali ke desa
karna aku akan ikut pulang dengan ayah apa pun yang terjadi aku harus bisa ikut pulang, aku tidak sudi tinggal di sini jauh kemana mana, apa lagi hanya berdua saja dengan suami ku bisa bahaya.
selama aku membereskan barang barang ku aku mendengar ayah dan suami sedang bicara serius, tp entah apa aku hanya mendengar gumaman mereka saja karna jarak nya dengan ku agak jauh
singkat cerita aku pun pulang, dan suamiku pun juga ikut pulang
dan sepulang nya dari gunung suamiku pamit kata nya dia akan pulang kerumah orang tuanya.
.
.
POV. Romi
perkenalkan namaku Romi Kusuma, umurku 22 thn, masih muda emang.
waktu aku baru saja lulus kuliah walu hanya lulus D3 saja, tidak masalah bagi ku, aku tetap bersyukur orang tuaku bisa memberikan pendidikan sampai jenjang itu, karna keluargaku bukan lah keluarga kaya raya.
suatu hari ibu ku memangil ku
" lek, kamu kan sudah lulus, dan ibu ingin kamu menikah"
" dengan siapa Bu" tanyaku
" anak nya buk Salwa"
" buk Salwa yang juragan kain itu kan Bu"
" iya yang itu, yang punya restoran Sama pelelangan ikan itu lek"
" mem, sama anak yang mana Bu, setau ku anak nya yang pertama udah nikah, yang kedua masih SMA klo tidak salah dan yang ke tiga juga masih SMP, yang mana Bu" tanyaku penasaran,
" itu yang nama nya Rana, lek yang SMA"
nih lihat foto nya cantik kan, dia itu kembang desa lek, paling cantik di antara saudaranya" kata ibu dengan menggebu gebu
aku pun mengambil foto itu dari tangan ibu, ku perhatikan seksama wajah cantik itu, benar benar cantik, aku bisa langsung jatuh cinta walau hanya melihat foto nya saja
"gimana lek maunya"
" kan masih sekolah buk kenapa mau dinikahkan sayang sekolah nya"
" alah lek lek wong wedok itu masuk dapur klon dah punya suami setinggi apapun pendidikan nya"
hemm dasar pemikiran kolot.
" buk Salwa, beliau bilang Rana udah mau lulus walupun baru 17 th Karan dia masuk SD nya umur nya masih 5 th, dia pintar"
"dan buk Salwa juga pengen cepet punya mantu biar ada yang bisa bantuin mengelola usaha nya, mereka kan banyak usahanya, dan menantu pertama nya orang jauh lek, dak mau tinggal di desa sepeti ini,"
" gitu bu," baik lah aku mau, kapan buk acara nya"
" em, buk Salwa pengen nya, pas anak nya selesai ujian, dan waktu nya 2 Minggu lagi lek"
" wah cepet baget buk"
" lebih lebih cepat lebih baik"
.
.
waktu pernikahan pun tiba, aku duduk di hadapan penghulu, hatiku dag Dig dug, keringat dingin saking grogi nya
dan setelah menunggu sekian lama akhirnya keluarlah pengantin perempuan itu
ya ampun cantik sekali, seperti bidadari calon istriku
aku memandang nya sampe lupa berkedip mata ini, kalu saja tidak ada nya menyenggol lengan ku aku seperti nya lupa juga untuk bernafas saking terpesona nya,
"ya ampun calon istri siapa sih itu,? ah itu aku.
lebay memang aku ini.
semangat