NovelToon NovelToon
Mereka Mengira Aku Buta

Mereka Mengira Aku Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Balas Dendam
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Khanza

Elena adalah seorang tunangan dari pria bernama Marcus Leonhardt, dia adalah asisten di perusahaan pria itu. Suatu ketika Marcus membawa seorang perempuan bernama Selena Vaughn yang seorang konsultan komunikasi. Di suatu malam mobil yang di kendarai Elena ada yang mengikuti dan terjadilah BRUUKKK , kecelakaan…dimana Elena akhirnya sadar dan dia membuat keputusan berpura - pura buta. Apakah semua akan terungkap? Siapakah yang mengikuti Elena? Dan bagaimanakah kisah Elena selanjutnya?

On going || Tayang setiap senin, rabu & jumat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Khanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 04 Detik yang Mengubah Segalanya

Bunyi itu datang tanpa aba-aba.

Logam beradu. Kaca pecah. Dunia berputar.

Tubuh Elena terhantam ke depan saat sabuk pengaman itu menahan dadanya dengan kasar. Kepalanya membentur sandaran, lalu gelap menyambar dalam sekejap—bukan pingsan, lebih seperti kehilangan orientasi. Ia masih sadar. Terlalu sadar.

Suara klakson memekakkan. Orang-orang berteriak. Aroma karet terbakar bercampur bensin menusuk hidungnya.

Elena menarik napas panjang, memaksa pikirannya tetap jernih. Tangannya gemetar, tapi ia menahannya. Ia membuka mata—lampu merah masih menyala di depan. Mobil di belakangnya ringsek, kapnya terangkat seperti mulut yang menganga.

Seseorang mengetuk kaca. “Mbak! Mbak bisa dengar?”

Elena mengangguk pelan. “Saya… bisa.”

Pintu dibuka. Udara dingin menerpa wajahnya. Ia keluar dengan bantuan dua orang. Kakinya lemas, tapi ia berdiri. Selalu berdiri. Itu kebiasaannya.

Di seberang, ia melihat mobil hitam itu—berhenti beberapa meter jauhnya. Mesinnya hidup. Tidak ada yang keluar. Tidak ada yang mendekat.

Lalu mobil itu pergi.

Elena mencatatnya. Dalam hati.

******

Ambulans datang cepat. Terlalu cepat. Petugas bergerak rapi, efisien. Elena duduk di tandu, menatap langit yang memutih. Sirene melolong, memotong udara.

“Nama?” tanya paramedis.

“Elena Rowena.”

“Ada pusing? Mual?”

“Sedikit.”

Ia tidak menyebutkan kilatan cahaya yang muncul di pinggir pandangannya. Ia tidak menyebutkan rasa berat di belakang mata. Ia menunggu. Selalu menunggu.

Ponselnya bergetar. Marcus.

Ia tidak mengangkatnya.

*******

Rumah sakit dingin dan terang. Terlalu terang. Elena dibawa masuk, dipindahkan, ditanya, dipindai. Kata-kata dokter terdengar seperti air yang mengalir—ia menangkap maknanya, bukan nadanya.

“Benturan di kepala.”

“Observasi.”

“Risiko sementara pada penglihatan.”

Sementara.

Marcus akhirnya muncul. Wajahnya cemas—terlalu tepat. Tangannya menggenggam tangan Elena.

“Kau membuatku khawatir,” katanya pelan.

Elena menatapnya. Tatapannya lurus. Tenang.

“Aku baik-baik saja.”

Marcus menghela napas. “Syukurlah.”

Di belakangnya, Selene berdiri. Wajahnya pucat. Matanya berkabut oleh sesuatu yang bukan sekadar cemas.

“Ini mengerikan,” kata Selene. “Kau harus istirahat total.”

Elena mengangguk tipis. “Tentu.”

******

Pemeriksaan lanjutan dilakukan. Lampu kecil diarahkan ke matanya. Elena berkedip—lalu berhenti.

Gelap menyebar perlahan, seperti tirai yang ditarik setengah.

“Apa yang kau lihat?” tanya dokter.

Elena menahan napas. Ia melihat bayangan. Siluet. Cahaya yang pecah. Ia bisa mengatakan kebenaran—dan melihat apa yang akan terjadi.

Atau—

“Tidak banyak,” jawabnya tenang. “Seperti… kabur.”

Ruangan hening.

Marcus menegang. Selene menutup mulutnya dengan tangan.

Dokter mencatat. “Kita perlu observasi. Bisa sementara. Bisa lebih lama.”

Elena menoleh sedikit. Ia menangkap pantulan wajah mereka di kaca—Marcus yang berusaha tetap tenang, Selene yang… lega. Sekejap saja. Tapi cukup.

Di detik itu, Elena tahu.

Ini bukan kecelakaan biasa.

Ini peringatan.

Atau percobaan.

Dan jika dunia mengira ia tidak bisa melihat—

maka biarlah.

Elena memejamkan mata, membiarkan tirai itu turun sedikit lebih jauh.

Ia akan melihat segalanya.

Dalam gelap.

Perawat membantu merapikan selimut di tubuhnya. Langkah kaki bergema menjauh, meninggalkan Elena dalam sunyi yang penuh dengan bisikan. Dari balik kelopak mata yang tertutup, ia masih menangkap cahaya—cukup untuk melihat gerak-gerik, cukup untuk membaca niat.

Marcus mencondongkan tubuh. Napasnya hangat di dekat telinganya.

“Kau aman sekarang,” bisiknya.

Elena tetap diam.

Ia tahu, mulai malam ini, keselamatan adalah ilusi.

Dan kebutaannya—akan menjadi senjata.

****

Halo teman-teman pembaca 🥰🥰🥰

Dukung author terus ya biar semangat menulisnya, makasih semua 🥰🥰🥰

1
cimownim
apa yang marscus sembunyi kan?
putrijawa
dia butuh sebuah pembuktian, bukan janji😌
MARDONI
Elena benar-benar beda… cara dia memotong rapat Marcus dengan tenang tapi langsung membalik situasi itu keren banget. Marcus kelihatan kuat, tapi Elena juga sama tajamnya. Dialog mereka di lorong sampai di apartemen itu terasa seperti dua orang yang sama-sama kuat sedang saling membaca.
SarSari_
gak ada ya selain tanda tangan...tanda tangan terus....gak capek tuh tangan..🫣
Serena Khanza: berkas nya banyak kayaknya kak 🤭
total 1 replies
Indira Mr
Datanya hilang, gak bisa tidur .Marcus..😂
Indira Mr
Marcus mencurigai Elena ???
Serena Khanza: mulai curiga dia kak
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
sabar dulu elena, tunggu momonet yang pas untuk yang paling kejam
Serena Khanza: setuju kak
total 1 replies
Hunk
Marcus udah mulai curiga terhadap sikap elena. Tapi entah apa yang akan di lakukan elena. Aku pikir elena adalah gadis paling pintar. Pasti nggak bakal ketahuan.👍
Sean Sensei
kamu jangan terlalu baik jadi orang sayangku /Cry/
Serena Khanza: kadang terlalu baik gampang di manfaatkan ya kak
total 1 replies
Anisa Febriana272
dia kasihan pura2 Buta biar tahu siapa yang jahat, Ellena hebat banget pas rapat, dia jawab pertanyaan itu tanpa emosi😱
Anisa Febriana272: wkwkwkwk, author GK mau ngaku nih🤣
total 4 replies
Tiara Bella
kita tunggu hasilnya....siapa yg menang
Sean Sensei
cantiknya itu fakta ya, masak masih nggak mau menerima kenyataan, mending kasih aku aja /CoolGuy/
Hunk
Wih, keren banget nih Elena.

Catatannya dihilangin dulu, terus dimunculin lagi—kayak sengaja ngejek Marcus 😆
Panda
🤔🤔🤔

tegang tapi belum show

beberapa frasa diulang

masih terlalu subtil
Serena Khanza: dikit lagi tamat
total 2 replies
Sean Sensei
aku tak rela dia mendekatinya /Angry/
Tiara Bella
Selena ternyata ada udang dibalik bawan ya .
Panda
mulai tegang ne
Syh.Mutiara
ehh kabur😯
Sean Sensei
kenapaaa? /Scare/
Serena Khanza
panik banget kak 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!