NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:263
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

  Kenzo: "Aku sudah boleh pulang, pa. Aku akan menginap di rumah opa dan oma." ucapnya dengan mata yang berbinar.

  Aldo: "Papa ikut senang, nak. Kamu sudah sembuh." ucapnya sambil tersenyum tipis.

  Hana: "Ayo, sayang. Kita pulang, ya." ucapnya pelan. "Papa masih banyak pekerjaan." ucapnya lagi. Tante Laras mengambil Kenzo dari gendongan Aldo tanpa berkata-kata, lalu melangkah pelan sambil menggendong Kenzo menemui om Heri yang sedang menunggunya di dalam mobil. Aldo menatap wajah Hana dalam-dalam, kedua mata yang masih memancarkan perasaan mendalam.

  Aldo: "Sari mengalami kecelakaan semalam. Ia berada di rumah sakit ini." ucapnya pelan. Kedua alis Hana mengerut, dengan sabar ia menunggu perkataan Aldo tentang Sari. "Sari dan bayi kami selamat, tapi bayi kami mengalami cacat dalam kandungan." ucapnya dengan terbata-bata. "Sari tidak mengetahui hal ini." ucapnya lagi dengan ekspresi wajah yang sedih. Hana terkejut, ia memang marah dan kecewa pada Sari maupun Aldo namun ia tidak mengharapkan kejadian buruk menimpa bayi mereka yang tidak berdosa.

  Hana: "Aku turut prihatin dengan bayi kalian." ucapnya pelan. "Aku pergi dulu." ucapnya sambil melangkah meninggalkan Aldo, namun Aldo mengejar Hana dari belakang dan memegang tangan Hana dengan erat.

  Aldo: "Aku ingin bertemu denganmu lagi, Hana." ucapnya dengan penuh harap. "Aku ingin sekali bicara padamu lagi." ucapnya lagi. Hana menarik dan melepas genggaman tangan Aldo.

  Hana: "Tidak ada hal penting yang harus kita bicarakan lagi. Maaf, aku harus pergi." ucapnya dengan pelan namun tegas. Hana melangkah dengan terburu-buru meninggalkan Aldo yang masih berdiri menatapnya dengan wajah yang sedih.

  Aldo: "Aku masih mencintaimu, Hana. Kamu adalah wanita pertama yang membuatku jatuh cinta." gumannya sambil menghela nafas berat. Aldo melangkah kembali ke ruangan Sari sambil membawa obat di tangannya.

Hana menyetir mobilnya dengan hati-hati mengantar Kenzo ke rumah kedua orang tuanya. Om Heri dan tante Laras duduk di belakang, sedangkan Kenzo duduk di depan mendampingi Hana.

  Om Heri: "Apa yang dikatakan oleh bajingan itu padamu, Hana?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Hana: "Sari mengalami kecelakaan semalam, pa. Aldo membawanya ke rumah sakit itu." ucapnya pelan.

  Tante Laras: "Akhirnya wanita kejam itu mendapat balasannya." umpatnya.

  Hana: "Bayi Sari mengalami cacat dalam kandungan, ma. Bayi itu akan lahir cacat nanti." ucapnya.

  Tante Laras: "Apakah Sari mengetahuinya?" tanyanya dengan rasa penasaran.

  Hana: "Tidak, ma. Mas Aldo tidak ingin memberitahukannya." ucapnya.

  Om Heri: "Untuk apa bajingan itu memberitahukanmu? Apakah ia ingin mencurahkan kesedihannya padamu?" tanyanya dengan wajah kesal.

  Hana: "Entahlah, pa." sahutnya pelan. Sari terus melaju dengan mobilnya hingga akhirnya mereka tiba di depan rumah om Heri dan tante Laras. Mereka keluar dari dalam mobil, om Heri memegang tangan cucunya dengan hati-hati dan berjalan pelan masuk ke dalam rumah yang besar itu.

  Kenzo: "Aku ingin bermain di taman belakang, ya, ma." ucapnya sambil menatap wajah Hana.

  Hana: "Iya, sayang." sahutnya dengan lembut.

  Om Heri: "Opa akan menemanimu bermain." ucapnya sambil tersenyum lebar.

  Hana: "Aku pulang, ya, ma. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan di rumah." ucapnya.

  Tante Laras: "Iya, Hana. Nanti mama sampaikan pada papa." sahutnya sambil tersenyum kecil. Hana berjalan pelan keluar dari rumah kedua orang tuanya.

Semenjak Hana berpisah dengan mantan suaminya, Hana mulai menata kehidupannya lagi dengan bekerja di perusahaan om Heri sebagai direktur menggantikan om Heri. Hana menguasai beberapa bahasa seperti bahasa inggris, korea, dan perancis. Kepintaran dan kelembutan hatinya yang membuat Aldo jatuh cinta padanya sejak pertama kali bertemu, walaupun saat itu Aldo sudah mengenal Sari lebih awal dalam waktu yang cukup lama.

Di tengah perjalanan menuju ke rumahnya, ponselnya berdering. Hana menatap layar ponselnya tertera nomor tak dikenal. Awalnya Hana tidak memperdulikan suara ponselnya, namun lama-kelamaan suara ponsel itu mengganggu telinganya. Hana memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan mulai menjawab panggilan telpon.

  Hana: "Halo, siapa ini?" tanyanya.

  "Ini aku, Meta." sahutnya dengan lembut. Hana sangat senang mendengar suara Meta di ponselnya.

  Hana: "Hai, Meta. Apa kabar?" tanyanya.

  Meta: "Aku baik, Hana. Maaf, aku mengganggu waktumu." ucapnya.

  Hana: "Tidak apa-apa, Meta. Aku senang kamu menelponku." ucapnya.

  Meta: "Aku ingin sekali bertemu denganmu, Hana." ucapnya pelan. "Apakah kamu punya waktu hari ini?" tanyanya dengan penuh harap.

  Hana: "Iya, Meta. Kebetulan aku sedang berada di pinggir jalan." ucapnya.

  Meta: "Baiklah, Hana. Kita bertemu di kafe dekat rumahku saja, ya." ucapnya dengan senang. Meta memberitahukan pada Hana alamat kafe yang berada di dekat rumahnya. Setelah mendapat alamat kafe itu, Hana kembali melaju dengan mobilnya menuju ke kafe tersebut. Tidak butuh waktu yang lama akhirnya Hana tiba di depan kafe itu, namun Hana belum melihat Meta berada di kafe itu. Hana mencari tempat yang nyaman dan mulai memesan secangkir kopi moka kesukaannya. 10 menit Hana menunggu, akhirnya Meta datang dan langsung menghampiri Hana di tempat duduknya. Hana memanggil seorang pelayan kafe dan memesan minuman untuk Meta.

  Meta: "Maaf, aku agak lama." ucapnya.

  Hana: "Tidak apa-apa, Meta. Aku juga baru 10 menit di sini, kok." ucapnya sambil tersenyum kecil. "Apakah ada sesuatu yang penting, Meta?" tanyanya dengan rasa penasaran. Meta menatap wajah Hana yang bulat dan putih, ia menghela nafas ringan dan tersenyum tipis kepada Hana.

  Meta: "Aku hanya butuh cerita saja. Aku sedang bimbang, Hana." ucapnya dengan raut wajah yang tegang.

  Hana: "Ada apa, Meta? Apakah ini menyangkut tentang Peter?" tanyanya dengan rasa penasaran. Meta menggelengkan kepalanya, ia kembali menghela nafas dan kali ini ia menghela nafas berat.

  Meta: "Aku merasa bersalah pada Peter." ucapnya. Aku tahu kandunganku sedang bermasalah." ucapnya dengan ekspresi wajah yang sedih. "Peter selalu memberiku harapan untuk punya anak." ucapnya lagi. Hana mendengarkan cerita Meta dengan seksama. "Aku tahu bahwa aku tidak bisa hamil lagi. Peter berharap hanya untuk menghibur dirinya saja." ucapnya lagi dengan mata yang berkaca-kaca. Hana mulai merasa iba pada Meta, ternyata dibalik wajahnya yang cantik, Meta sedang menyembunyikan banyak kesedihan.

  Hana: "Segala masalah pasti ada solusinya, Meta. Jangan putus asa." ucapnya dengan bijaksana.

  Meta: "Masalahku tidak punya solusi, Hana. Dokter menyarankan aku ke Singapura." ucapnya pelan.

  Hana: "Tidak ada salahnya kamu mencobanya, Meta. Kamu harus berusaha, biar Tuhan yang menentukan." ucapnya. Hana mencoba menghibur Meta sebisanya.

  Meta: "Mungkin aku akan mencoba mengadopsi seorang bayi." ucapnya dengan antusias.

  Hana: "Kamu harus membicarakannya kepada Peter." ucapnya.

***********************************

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!