NovelToon NovelToon
The Queen

The Queen

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Wanita Karir / Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:297
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Bagian I: Era Sang Ratu dan Awal Dinasti Kisah bermula dari Queen Elara, seorang wanita tangguh yang membangun fondasi kekuasaan Alexandra Group. Ia menikah dengan Adrian Alistair, pria dingin dan strategis. Dari persatuan ini, lahir dua pasang anak yang menjadi pilar keluarga: si kembar Natalie dan Nathan. Natalie tumbuh sebagai gadis yang tampak lugu namun memiliki sifat "bar-bar" yang terpendam, sementara Nathan menjadi eksekutor tangguh penjaga kehormatan keluarga.
Bagian II: Penyamaran Sang Pangeran Italia Masa muda Natalie Alistair diwarnai oleh kehadiran seorang pengawal misterius bernama Julian, yang sebenarnya adalah Giuliano de Medici, pewaris takhta mafia dan perbankan Italia yang sedang menyamar. Di tengah ancaman rival seperti Jonah dan Justin Moretti, cinta mereka tumbuh dalam gairah yang terjaga.
Bagian III: Dua Pewaris dan Rahasia Kelam Natalie dan Giuliano dikaruniai dua anak: Leonardo dan Alessandra. Leonardo tumbuh menjadi putra mahkota yang sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Keesokan harinya, Queen muncul di kampus dengan pakaian yang paling tajam yang ia miliki, setelan blazer hitam yang memberikan kesan otoritas penuh. Ia duduk di barisan paling depan kelas "Analisis Pasar Modal," namun perhatiannya sepenuhnya tertuju pada aplikasi trading di depannya.

Luna dan Rian duduk di belakangnya, bertindak sebagai tim analis dadakan.

"Rian, siapkan semua dana cadangan yang kita kumpulkan dari penjualan aset pribadi kita di luar negeri," perintah Queen. "Luna, hubungi kontakmu di media ekonomi. Berikan mereka bocoran tentang penyelidikan terhadap Alistair Group terkait manipulasi pasar Alexandra Group."

Tepat saat bel masuk berbunyi, Adrian masuk ke kelas. Ia duduk di sisi lain ruangan, mata mereka bertemu sejenak. Queen memberikan senyum tipis, setelahnya Adrian membalasnya dengan anggukan yang tidak terlihat oleh orang lain.

Pasar dibuka. Saham Alexandra Group awalnya terus turun, namun tiba-tiba terjadi lonjakan volume pembelian yang masif.

"Siapa yang membeli saham sampah ini?!" Tiba-tiba terdengar teriakan Clarissa dari kursi belakang, wajahnya panik melihat posisi short-nya mulai merugi karena harga saham tiba-tiba naik tajam.

"Aku yang membelinya, Clarissa," sahut Queen lantang, tanpa menoleh. "Dan bukan hanya aku. Seluruh investor yang kau tipu kemarin kini menyadari bahwa berita Tentang ayahku adalah manipulasi. Lihatlah layarmu."

Berita baru pecah: Pihak Berwenang Menyelidiki Keterlibatan Alistair Group dalam Skandal Alexandra.

Harga saham Alistair Group mulai bergetar. Panik melanda kelas. Anak-anak orang kaya itu mulai sibuk menelepon pialang mereka. Mereka yang tadinya memuja Adrian kini menatapnya dengan curiga, namun Adrian tetap tenang. Ia justru asyik memperhatikan Queen yang sedang menari di atas kehancuran yang ia bantu ciptakan sendiri.

"Ini belum selesai, Queen!" Clarissa berteriak, air mata mulai mengalir karena ia baru saja kehilangan uang saksi tahunannya dalam sekejap.

Queen berdiri, melipat laptopnya dengan suara klik yang memuaskan. Ia menatap ke arah Adrian yang masih duduk santai.

Teringat Pertemuan mereka Tadi Malam.

Queen bersembunyi di sudut perpustakaan Rumahnya. Ia tidak menangis. Baginya, air mata adalah pemborosan sumber daya. Ia sedang sibuk menganalisis pola transaksi saham Alexandra Group, Ada sesuatu yang janggal. Seseorang telah melakukan aksi jual besar-besaran tepat tiga menit sebelum berita itu dirilis. Ini adalah insider trading.

"Kau tidak akan menemukan jawabannya hanya dengan menatap grafik itu sampai matamu berdarah, Elara."

Queen tersentak. Adrian Alistair berdiri di balik rak buku, bayangannya jatuh menutupi meja Queen. Adrian tampak sangat tampan dalam balutan sweater kasmir gelap, namun ada sorot mata yang sulit dibaca antara rasa kasihan dan kekaguman.

"Kapan kau tiba, Adrian?"tanya Queen lembut, matanya kembali ke layar laptop.

Adrian menarik kursi dan duduk di hadapannya. Ia meletakkan sebuah flashdisk hitam di atas meja. "Ayahku yang melakukannya."

Gerakan tangan Queen terhenti. Ia menatap Adrian dengan tajam. "Apa maksudmu?".

"Thomas Alistair. Ayahku adalah orang yang menjebak ayahmu dalam skandal ini," bisik Adrian, suaranya berat. "Dia ingin mengakuisisi Alexandra Group dengan harga murah melalui skema hostile takeover. Dia menyuap orang dalam di perusahaanmu untuk memanipulasi laporan keuangan, lalu membocorkannya ke pers untuk menjatuhkan harga sahamnya."

Queen merasa jantungnya seolah berhenti berdetak. Pria yang selalu menciumnya di bawah hujan itu, kini mengaku bahwa keluarganya adalah dalang di balik kehancuran hidupnya.

"Kenapa kau memberitahuku ini?" suara Queen nyaris hilang.

Adrian mencondongkan tubuh, menatap Queen dalam-dalam. "Karena aku benci cara ayahku bermain. Dan karena aku ingin kau tetap berada di permainan ini, Elara. Tanpamu, kehidupan universitasku hanya berisi orang-orang bodoh seperti Clarissa. Aku butuh lawan yang sepadan... atau mungkin, aku hanya ingin kau berutang budi padaku."

Queen tertawa pahit. "Kau ingin aku Tetap Baik dengan putra dari pria yang menghancurkan ayahku? Kau gila, Adrian!."

"Bekerja samalah denganku Elara, aku bisa menghancurkan ayahku dari dalam Hanya untukmu," tawar Adrian dengan nada yang sangat serius. "Gunakan data di flashdisk ini. Ada bukti transaksi gelap yang dilakukan perusahaan cangkang ayahku. Jika kau memainkannya dengan benar besok pagi, kau bisa melakukan short squeeze yang akan membuat perusahaan ayahku kehilangan miliaran dolar dalam hitungan jam."

.

.

"Ayahmu jatuh hari ini, Adrian. Dan meskipun kau membantuku, jangan pikir aku akan melupakan siapa nama belakangmu," lirih kecil Queen saat melewati meja Adrian.

Adrian tersenyum tipis, sebuah senyum penuh luka namun juga penuh damba. "Aku memang mengharapkan itu, Elara. Ratu yang tidak memiliki dendam bukanlah Ratu yang menarik."

Di luar gedung, hujan mulai turun, menyapu debu di Alistair University. Queen Elara Alexandra berjalan menembus hujan, kepalanya tetap tegak. Keluarganya mungkin sedang dalam skandal, hartanya mungkin terkuras, tapi hari ini dunia tahu satu hal, Jangan pernah meremehkan seorang Ratu yang telah kehilangan segalanya, karena ia tidak lagi memiliki beban untuk menghancurkan apa pun yang menghalangi jalannya.

_______________________________

Luna (The Strategist): Sahabat Queen yang ahli dalam manipulasi media dan komunikasi massa. Dialah yang menyebarkan narasi serangan balik Queen

Rian (The Executioner): Ahli matematika dan algoritma trading. Ia yang mengeksekusi perintah beli dan jual Queen dengan presisi milidetik

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy reading😍

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!