NovelToon NovelToon
LUKA CINTA

LUKA CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Pelakor jahat / Selingkuh
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: MartiniKeni

Dari kecil Perlita Cascata selalu di perlakukan tidak baik oleh keluarganya, dan sekarang dia juga harus merasakan sakitnya penghianatan dari kedua orang terdekatnya tepat di hari pernikahannya. Perlita harus merelakan calon suaminya menikahi kakak perempuannya yang bernama Ariana karena saat dirinya akan melaksanakan akad nikah, sang Kakak ketahuan hamil anak dari calon suaminya Perlita. Berharap mendapat simpati dari keluarganya tapi apa yang Perlita dapatkan, mereka semua malah mendukung pernikahan tersebut dan meminta Perlita untuk mengalah.

Bagaimana kehidupan Perlita selanjutnya? Apakah dia bisa melupakan pria yang sudah menyakitinya?

Ikuti terus kisahnya di sini ya!!😊
Terima kasih🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartiniKeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arisan

    "Selamat datang Mbak." Kata Mama nya Vito menyambut kedatangan Kakak perempuannya, yaitu Sophia Maminya Nathan.

       Hari ini Silvi mendapat giliran untuk mengadakan arisan di rumahnya. Setiap satu bulan sekali Silvi dan saudara-saudaranya akan mengadakan acara arisan dengan bergiliran di setiap rumah mereka.

      Siang itu hanya Sophia yang baru datang di rumah Silvi.

     "Yang lain belum pada datang Vi?" Tanya Sophia ketika tidak melihat satu pun saudara-saudaranya di rumah Silvi.

      "Belum Mbak, katanya sih masih di jalan."

      "Sophia memiliki delapan saudara dan semuanya perempuan. Mereka rutin melakukan arisan semenjak mereka sudah menikah. Hubungan Sophia dengan saudaranya memang selalu akur selama ini. Tidak ada pertengkaran di antara mereka, walaupun di antara mereka ada juga yang saling iri dengan kehidupan masing-masing.

       Sophia dan saudara-saudaranya hanya berbeda umur beberapa tahun saja.

      "Duduk dulu Mbak!"

      "Oh iya, ini kado dari Mbak buat Vito Vi. Maaf yah, Mbak sekeluarga nggak bisa datang ke acara Vito karena saat itu masih di luar negeri."

     "Iya nggak apa-apa kok Mbak. Aduh Mbak kenapa mesti repot-repot kasih kado buat Vito segala. Tapi nanti aku sampein ke Vito kadonya Mbak."

      "Vito dan istrinya tinggal di mana sekarang Vi?"tanya Sophia sembari menaikkan alisnya.

       "Vito tinggal di rumah mertuanya Mbak. Istrinya belum bisa pisah sama orang tuanya. Padahal Vito maunya hidup mandiri bersama istrinya. Mungkin dengan seiringnya waktu istrinya Vito akan mampu berpisah dengan orang tuanya Mbak. Kan lebih baik kalau tinggal mandiri Mbak." Ucap Silvi menjelaskan.

       "Iya Vi, memang kalau bisa sih tinggal mandiri tapi kalau memang mau tinggal dengan orang tua ya nggak masalah juga sih Vi, yang terpenting di mana nyamannya aja."

      "Iya Mbak."

      Beberapa menit kemudian saudara-saudaranya Silvi pun berdatangan dan acara pun dimulai. Mereka menikmati makanan yang sudah disajikan oleh Silvi sebagai tuan rumah.

      "Vi, istrinya Vito itu dokter juga yah? Mbak juga baru tahu loh. Tapi apa kamu dan Vito sudah minta maaf ke Perlita, mantan nya si Vito? Pasti Perlita sedih dan merasa sakit ketika akan akad nikah tapi suaminya malah ketahuan menghamili kakaknya," ujar kakak tertua Silvi.

      "Udah kok Mbak, yah mau gimana lagi Mbak. Namanya juga udah hamil kan. Sebagai adik yang baik tentunya Perlita harus mengalah ke kakaknya. Kan kasihan juga dengan calon bayinya Vito dan Ariana kalau Vito nya jadi menikah dengan Perlita. Lagian Ariana lebih baik dibanding Perlita. Aku mah lebih setuju Vito sama Ariana dibanding dengan Perlita. Ariana mah dokter sedangkan Perlita cuma pedagang kecil aja. Nggak setara lah sama Vito Mbak," jawab Silvi.

     "Maksudnya apa yah Vi?" Tanya Sophia pura-pura tidak tahu, padahal dia sudah mengetahui semuanya dari Nathan.

     "Ini loh Phi, si Vito ponakan kita nggak jadi menikah dengan calon istrinya karena menghamili kakak kandung dari calon istrinya. Mbak merasa kasihan dengan Perlita, padahal anaknya cantik dan baik lagi. Nggak sebanding lah dengan kakaknya yang jauh dari kata cantik. Walaupun kakaknya seorang dokter sih, tapi menurut Mbak yah perbuatan mereka itu tidak mencerminkan profesi mereka. Masa dengan teganya berselingkuh di belakang Perlita. Walaupun Perlita seorang pedagang kecil tapi kita nggak boleh seperti itu juga lah memandang orang kan," terang Santi menjelaskan pada Sophia.

      "Kasihan yah Mbak nasib si Perlita ini,"kata Sisi yang ikut bicara.

       "Memang kasihan sekali gadis itu. Andai Mbak punya anak laki-laki yang belum menikah pasti udah Mbak jodohin sama si Perlita ini. Anaknya memang baik, ramah, dan pekerja keras loh." Ujar Sintia ikut membela.

     "Sepertinya Mbak kenal sama Perlita ini yah?" Tanya Sophia pada Sintia.

      "Cuma tau aja sih, kebetulan keponakan suami Mbak ini dulu satu SMP dengan Perlita, jadi saat pernikahannya kemarin batal keponakan suami Mbak cerita tentang Perlita ini. Kan keponakan suami tinggalnya di rumah Mbak," jawab Sintia menjelaskan.

     "Udah lah Mbak nggak usah di bahas lagi lah. Lagian Vito juga udah bahagia dengan istrinya saat ini. Lagian Mbak jangan mudah percaya lah sama ponakan suami Mbak itu. Mana tahu dia cuma ngarang," balas Silvi yang terlihat tidak suka ketika saudaranya yang lain membela Perlita.

     "Mana mungkin dia ngarang. Ponakan suami Mbak ini anaknya jujur loh. Dari bayi dia tinggal sama Mbak, yah Mbak hafal lah sama sifatnya. Kan Mbak dan suami yang mendidiknya dengan baik."

      "Terserah Mbak lah. Sama anak pungut kok percaya sih." Balas Silvi lagi yang memang tidak menyukai keponakan suami dari kakak tertuanya.

     "Apa kata kamu Vi? Kamu makin hari makin kurang ajar aja yah. Mulut kamu itu yang harus di sekolahkan Vi, bukan malah menuduh anak Mbak nggak jujur. Malah ngatain lagi." Kakak tertuanya Silvi langsung kesal mendengar Silvi yang mulutnya kalau bicara suka tidak menenggang perasaan orang lain.

     "Seharusnya anak kamu itu yang perlu kamu ajarin. Kamu pikir anak laki-laki yang suka selingkuh itu sebuah kebanggaan apa? Seharusnya kamu sebagai orang tua pandai mendidik anak bukan malah sibuk dengan teman-teman sosialita kamu itu sampai-sampai tidak becus mengurus dan mendidik anak. Lihat aja, semua anak kamu malah hidup nyusahin kamu dan suami kamu aja kan? Heran deh sama kamu yang nggak bisa intropeksi diri," ucap kakak tertua Silvi lagi dan Silvi langsung terdiam mendengarnya.

     Anak-anak Silvi selama ini memang menumpang hidup ke dirinya. Mereka bekerja tapi gaji mereka tidak cukup untuk menutupi gaya hidup mereka. Dulu Silvi hidup dengan jaya karena perusahaan suaminya berada di puncak kejayaan sampai-sampai Silvi pensiun dini dari pekerjaannya sebagai dokter. Silvi memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan berfoya-foya dengan teman sosialitanya.

       ○○○○○○

      Siang itu Ariana kembali makan siang sendiri karena Vito yang beralasan makan di ruangannya karena tidak memiliki cukup uang. Bahkan Vito juga mengatakan akan membeli makan siang yang dijual di warung makan yang harganya tentu sangat murah. Mendengar hal tersebut Ariana lebih memilih makan siang sendiri dibandingkan menemani suaminya makan di ruangannya.

       Kenyataan yang terjadi tidak seperti yang dikatakan oleh Vito, saat ini Vito makan berdua dengan Cici dengan bekal yang di bawa oleh Cici dari rumahnya. Hubungan Vito dan Cici memang makin dekat dan akrab saja.

       "Sendirian aja Riana?" Tanya teman satu prosesi Ariana dan duduk di hadapan Ariana. Siang itu Ariana makan siang di cafe seberang rumah sakit tempat dirinya bekerja.

     "Iya nih."

      "Aduh kasihan, pengantin baru kok makan sendirian sih. Padahal satu tempat kerja loh."

     "Mau gimana lagi, Vito lebih memilih makan di ruangannya. Vito lebih suka membawa bekal daripada beli makan di luar." Jawab Ariana yang berusaha memberikan alasan kepada temannya itu.

     "Oh begitu, mungkin dokter Vito mau hemat Riana."

      "Nggak tahu juga Yun. Kamu kan tahu kalau aku mah mana bisa seperti itu."

     "Aku juga sih Riana, kalau aku mah nggak kuat buat berhemat tapi untungnya ada suami yang bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga aku. Jadi gajinya aku bisa full buat aku sendiri. Kalau kamu gimana?"

    "Ya sama lah seperti kamu Yun, aku juga bisa menggunakan uang gaji aku buat kebutuhan aku sendiri. Kalau kebutuhan rumah tangga udah jadi tugasnya Vito sebagai Suami." Ariana meringis di dalam hatinya ketika mengingat suaminya yang dirinya anggap kaya ternyata kere juga.

     " Iyalah Riana, apalagi dokter Vito kan keponakan pemilik rumah sakit ini. Pasti uangnya banyak kan? Kamu bisa deh hidup dengan berfoya-foya. Lah aku mah mana bisa kayak gitu. Suami aku cuma punya usaha kecil-kecilan. Palingan aku bergaya ya sesuai dengan gaji aku aja."

     

Terima kasih untuk yg sudah mampir🙏Semoga kalian sehat dan rejeki kalian selalu lancar. Jgn lupa tinggalkan like n komentarnya ya🙏😊

1
partini
ya elah Lita bauanyk Banggt musuh mu ,,be strong ok
Thor jangan di bikin apes mulu peran utama pls aku baru selesai baca yg peran utama dari awal Ampe ending apes mulu
Sartika Bertha
Cukup menarik menurut aku
checangel_
Begitu juga Reader yang menanti Dokter Nathan balas komentar itu🤣
checangel_
Efek media sosial, no debate, comment yes/Facepalm/
checangel_
Memang bener, lebih enak makan di gerobakan pinggir jalan, daripada di tempat yang berasa high class, kenapa bisa begitu ya?🤧
checangel_
Ikhtiar, in syaa Allah tidak mengkhianati hasil, Ibu/Smile/
checangel_
Tak ada lagi kata terucap 🙏👍
checangel_
Definisi gaji suami adalah hak milik istri, uang istri tetaplah hak miliknya sendiri 🤭
checangel_
Kapan kamu sabar (sadar) Vito?!! /Drowsy/🤧
Yuningsih Nining
dito dito sampe segitu nya ya?
checangel_
Vito!!!!/Grimace/
checangel_
Ibu Diana, kapan dirimu berulah (berubah) 🤧/Facepalm/
checangel_
Tuh, Apa kan? Ariana terjuket 🤭
checangel_
Hadeuh Ariana ini ya /Drowsy/
Rosmayanti 80
lanjut thoor yg bnyk dong update nya
checangel_
Dia seperti itu, karena dia sudah lelah dengan drama yang terus berulang itu Ibu Diana🤭
Rosmayanti 80
lanjut dong thot
Tulisan_nic
Ingin ku terbangkan segera pada orang bernama Vito🔪🔪🔪
checangel_
Apakah mertua se-mengerikan itu? /Facepalm/, segitunya kata mertua itu menggema, bahkan di realita pun banyak bayang² menantu yang tak pernah bersuara, dan semua itu kembali lagi pada niat dan langkah awal saat menyapa🤧
checangel_
Ariana kamu itu ya /Drowsy/, memanfaatkan keadaan yang ada ternyata, dan semua karena uang/Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!