NovelToon NovelToon
Nightshade

Nightshade

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Komedi
Popularitas:490
Nilai: 5
Nama Author: Bisquit D Kairifz

Di Jepang modern yang tampak damai, monster tiba-tiba mulai bermunculan tanpa sebab yang jelas. Pemerintah menyebutnya bencana, masyarakat menyebutnya kutukan, dan sebuah organisasi bernama Justice tampil sebagai pahlawan—pelindung umat manusia dari ancaman tak dikenal.

Bagi Shunsuke, atau Shun, dunia itu awalnya sederhana. Ia hanyalah pemuda desa yang hidup tenang bersama orang tuanya. Sampai suatu hari, semua kedamaian itu runtuh. Orang tuanya ditemukan tewas, dan Shun dituduh sebagai pelakunya. Desa yang ia cintai berbalik memusuhinya. Berita menyebar, dan Shun dicap sebagai “Anak Iblis.”

Di ambang kematian, Shun diselamatkan oleh organisasi misterius bernama Nightshade—kelompok yang dianggap pemberontak dan ancaman oleh Justice. Perjalanan Shun bersama Nightshade baru saja dimulai.


PENTING : Cerita ini akan memiliki cukup banyak misteri, jadi bersabarlah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisquit D Kairifz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketua Badan Keamanan

CHAPTER 22

Satu minggu telah berlalu.

Shun baru saja menyelesaikan latihan bersama Riot. Keduanya beristirahat sebentar sebelum akhirnya berjalan-jalan mengelilingi kediaman Nightshade.

Saat tengah berjalan, Shun terkejut mendadak karena kedatangan seorang sosok penting — Yoshida, Ketua Badan Keamanan Negara.

Yang membuatnya semakin tercengang adalah mengapa sang ketua datang ke kediaman Nightshade, apalagi tanpa ditemani seorang pun pengawal.

Sementara itu, Riot terlihat tidak terpengaruh sama sekali, seolah hal semacam ini adalah kejadian biasa. Ia langsung menarik Shun pergi ke dapur dengan alasan mereka merasa lapar.

Di sisi lain....

Di ruangan Kai, terdengar suara ketukan di pintu. Kemudian pintu terbuka, dan Yoshida masuk ke dalam ruangan tersebut.

"Yo, Kai...." ujarnya sambil mengangkat satu tangan menyapa, "Lama tidak bertemu ya." Ia mendekati Kai dan kemudian duduk di sofa dekatnya.

"Astaga.." Kai menghela napas sambil memegang kepalanya, "Kalau mau kesini setidaknya bilang dulu dong."

Keduanya berbincang seperti orang-orang yang sudah akrab lama. Yoshida mengucapkan terima kasih karena Nightshade telah membantu membersihkan para pejabat yang korupsi.

"Oh iya Kai, kamu bilang ada anggota baru yang bergabung kan?" tanya Yoshida.

"Ohh, kamu maksud dia ya... Sebentar lagi datang kok, aku sudah menyuruh Riot membawanya kesini," jawab Kai.

Tak lama kemudian, pintu diketuk dan terbuka. Shun dan Riot telah tiba. Saat melangkah masuk, Shun kembali terkejut karena sekali lagi melihat Ketua Badan Keamanan Negara ada di sana.

Yoshida mengalihkan pandangannya ke arah Shun, kemudian melangkah mendekatinya. Setelah berada tepat di depan Shun, ia menatapnya dengan tatapan mendalam.

Shun merasa gugup. Ia benar-benar tidak mengerti mengapa sang ketua berada di sini dan bahkan berbincang dengan Kai, pemimpin Organisasi Nightshade.

Setelah beberapa saat, Yoshida tertawa pelan melihat wajah bingung Shun. Shun diperintahkan untuk duduk di sofa, sementara Riot sudah lebih dulu menjelajahi tempat duduknya.

Kemudian Kai mulai menjelaskan alasan seorang Ketua Badan Keamanan Negara berada di kediaman Nightshade.

Semua itu bermula lima tahun yang lalu, ketika beberapa anggota Nightshade menjalankan misi untuk menangkap seorang pejabat yang diduga mengkorupsi dana tambang.

Saat misi hampir selesai dan pejabat tersebut sudah berada di tangan Nightshade, tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan yang membuat anggota Nightshade berhenti sejenak.

"Wah, wah.... Tak kusangka ternyata," ujar orang tersebut sambil menghentikan gerakan anggota Nightshade, "Organisasi yang dianggap pemberontak justru menjadikan pembersihan pejabat korup sebagai bagian misinya." Ia tersenyum ke arah anggota Nightshade.

"Ketua Badan Keamanan Negara bukan? Jika tidak salah, namamu Yoshida kan?" ucap salah satu anggota Nightshade.

"Benar sekali!" jawabnya dengan senyuman yang masih tetap ada.

Anggota Nightshade yang ada di sana mulai mengigil dan waspada, karena tak seorang pun tahu apa yang akan dilakukan Yoshida selanjutnya.

Salah satu dari mereka bahkan mengeluarkan senjata yang tergantung di pinggangnya. Namun, Yoshida dengan tenang meminta agar tindakan itu dihentikan.

Ia menyatakan bahwa mereka tidak akan mampu mengalahkannya sendirian. Tak lama kemudian, Yoshida mengusulkan untuk bekerja sama.

Pasalnya, Yoshida juga merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Organisasi Justice.

Sejak saat itu, kerja sama antara Nightshade dan Yoshida pun terbentuk. Shun yang mendengar seluruh cerita hanya bisa melongo — bukan karena kejutan akan kerja sama tersebut, melainkan karena penasaran seperti apa kekuatan Yoshida yang bisa mengalahkan anggota Nightshade sendirian saat itu. Namun, ia segera berhenti memikirkan hal itu karena Yoshida mulai memberikan informasi yang sangat penting. Suasana di ruangan pun berubah ketika dia berkata:

"Oke..... Saatnya bagi informasi."

Raut wajah semua orang di ruangan itu langsung menjadi serius.

Singkatnya, ketika Yoshida mengunjungi markas Organisasi Justice, ia melihat sesuatu yang aneh — sekelompok orang yang dipimpin oleh salah satu dari Sepuluh Jari Voda.

Lebih tepatnya adalah Nine. Meskipun penampilannya berbeda — tubuhnya lebih besar dari biasanya, kulitnya kemerahan, dan giginya tajam — Yoshida yakin sosok yang dilihatnya adalah Nine.

Shun terkejut mendengar hal itu. Ia masih ingat pertarungan terakhirnya melawan Nine, ketika sang lawan masuk ke dalam markas yang tengah meledak dan terbakar.

Awalnya Shun berpikir bahwa Nine tidak mungkin bertahan dari kobaran api dan luka-luka berat yang dideritanya. Namun, ia segera menghentikan pemikiran itu.

Nine bukanlah sosok yang mudah mati. Yoshida melanjutkan ceritanya: ia mendengar suara Nine yang sedang memerintahkan pasukannya.

Kata-kata yang terdengar jelas adalah, "Kita akan menghancurkan Desa Hoshigawa."

Mendengar itu, Shun langsung berdiri dengan raut wajah yang menunjukkan ia sedang menahan amarah. Ternyata, Desa Hoshigawa adalah nama desa kelahirannya.

"Boss!, kita harus cepat!, kalau tidak—" ucap Shun dengan tergesa-gesa.

Namun, Kai langsung memotong pembicaraannya, "Tenang lah... Kita belum tahu kapan tepatnya Nine akan menyerang."

Shun tetap bersikeras untuk segera pergi menuju Desa Hoshigawa, bahkan sampai mengancam akan pergi sendirian. Namun, saat ia baru saja menyentuh gagang pintu, Riot menghalanginya.

"Sudah dibilang tenang dulu kan?" ucap Riot dengan nada yang santai.

Shun menggertakkan rahangnya, "Bagaimana mungkin bisa tenang!"

"Atau kamu ingin latihan jadi lebih berat dari biasanya?" Wajah Riot tiba-tiba berubah menjadi menyeramkan.

"T-tidak usah..." Shun kembali duduk dengan terpaksa di sofa.

Kai menjelaskan bahwa ia akan mengirim mata-mata untuk mengawasi perkembangan situasi, jadi mereka hanya perlu menunggu tahu kapan serangan Nine akan terjadi.

Setelah itu, Kai dan Riot menyuruh Shun untuk melanjutkan latihannya. Saat Shun keluar dari ruangan Kai, topik utama pembicaraan pun muncul.

Ternyata, informasi mengenai Nine bukanlah hal yang paling utama. Yang menjadi fokus sebenarnya adalah tentang Ten Shun — energi yang dimilikinya semakin besar.

Riot mulai berbicara dengan nada serius. Ia menjelaskan bahwa energi Ten Shun tampaknya meningkat ketika Shun mengalami emosi kemarahan yang luar biasa kuat.

Riot menyadari hal itu saat mereka menjalankan misi di Kota Entertainia. Saat itu, Shun baru mengetahui bahwa Organisasi Justice membuat monster dari manusia dengan tujuan menciptakan makhluk yang bisa diperintah sesuka hati.

Pada saat emosi kemarahan Shun meluap-luap, Riot merasakan bahwa energi Ten miliknya benar-benar meningkat pesat.

"Hmmmm...." Kai berpikir sambil mengerutkan kening, "Mungkin karena umur Ten-nya masih sekitar satu bulan saja ya."

Yoshida juga ikut berpikir mendalam.

"Itu mungkin saja terjadi... Lantas, energi Ten Shun itu muncul karena apa?" tanyanya.

"Emosi amarah," jawab Kai dengan jelas.

Dalam sekejap, Yoshida menyusun kesimpulan dari semua informasi yang ada: energi Ten Shun yang baru berumur satu bulan dan terlahir dari emosi amarah menjadi penyebab utama peningkatan kekuatannya.

Secara umum, energi Ten memang berpotensi untuk tumbuh jika belum mencapai usia tiga bulan, namun faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhannya belum sepenuhnya diketahui.

Namun kali ini, Yoshida bisa menyatakan dengan yakin bahwa energi Ten akan meningkat jika masih dalam masa tiga bulan pertama dan jika Ten tersebut terlahir melalui kerja keras, keinginan yang kuat, atau emosi mendalam.

"Jika Ten belum berumur tiga bulan dan penggunanya terus bekerja keras — mungkin energi Ten akan meningkat, tidak, pasti akan meningkat," ujar Yoshida dengan nada serius.

Ternyata, peningkatan energi Shun saat di Kota Entertainia memang disebabkan oleh umur Ten-nya yang masih satu bulan dan emosi kemarahannya yang meluap saat itu.

Setelah mendengar penjelasan itu, Kai menyuruh Riot untuk lebih sering melatih Shun, baik dari segi kemampuan maupun kekuatan mentalnya.

Pasalnya, karena Ten Shun belum mencapai usia tiga bulan, mereka khawatir jika Shun sering mengalami emosi kemarahan yang kuat akan membuat energi Ten-nya tumbuh terlalu besar.

Yang paling ditakutkan adalah tubuh Shun mungkin tidak mampu menampung energi Ten yang semakin besar itu.

Saat ini saja, ia baru bisa melakukan Turn pada tiga benda, dan Turn yang ketiga sudah memberikan efek samping buruk bagi tubuhnya.

Jika tidak dikelola dengan baik, Shun bisa saja menjadi seperti bom waktu yang berbentuk manusia.

1
Panda
kak itu ngasih tag komedi bikin sendiri?
Bisquit Kairifz: ada kok dibagian bawah klo ga salah
total 1 replies
boyy
semngatt thorr,gw lagi nabung crta lu,poko ny ku lnjutt truss smpe nanti crta lu rmee,jngn ptah smngattt torr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!