NovelToon NovelToon
Ketika Istriku Berubah

Ketika Istriku Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:52.3k
Nilai: 5
Nama Author: hantari

Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.

Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.

"Aku mau bercerai"

"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"

"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beri kesempatan

Kini pria dengan tinggi 190 itu berdiri dengan tegak di depan Alessia, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku dan tatapan yang susah Ia tebak,namun yang membuat jantungnya berdebar lebih cepat adalah karena tidak pernah melihat ekspresi serius sekaligus menakutkan seperti itu sebelum-sebelumnya.

"Mau pergi kemana?"

Suara berat itu serasa mencekam,hingga membuat Lusia merasa takut dan menggenggam koper yang sejak tadi Ia pegang dengan semakin erat.

Sementara Alessia dengan ekspresi tenang,meski saat ini Ia juga sama takutnya seperti Lusia terlebih tatapan tajam pria itu yang tak lepas darinya mengeluarkan kertas yang Ia bawa dari dalam tas nya,"Tentu saja karna kita akan bercerai,jadi kita tidak mungkin berada di rumah yang sama lagi", jawabnya setenang mungkin.

Oliver justru tersenyum samar dan menangkap tangan Alessia yang menggantung di udara memperlihatkan surat cerai yang sudah di tandatangani.

"Siapa yang mengatakan kita akan bercerai?"

Deg

Jantung Alessia berdegup mendengar nya terlebih ekspresi serius Oliver yang benar-benar tak pernah Ia lihat sebelumnya."Jangan bermain-main, kita sudah sepakat untuk bercerai!!"

"Aku tidak pernah mengatakan setuju untuk bercerai"

Alessia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman kuat pria itu namun tenaganya jauh lebih kecil."Kau mempermainkan ku?,jadi kau ingin selalu membuat ku sebagai pajangan dan bahan tertawaan mu?!"

Suaranya bergetar menahan air mata dan menekan emosinya, sehingga tangannya terkepal kuat.

"Kau seperti nya sangat senang mempermainkan ku ya?"

Ucapnya lagi hingga setetes air mata tak bisa Ia bendung untuk mengalir,namun Ia sudah berjanji tidak akan menangis,jadi dengan cepat Ia menghapusnya dan menatap pria itu dengan lebih dekat dan tajam.

Oliver tak bergerak dan membiarkan Alessia berjalan semakin dekat dengan nya,namun di saat itu juga tiba-tiba Alessia memukul kan kepalanya ke hidungnya.

Alessia segera menarik tangannya dan menjauh dari pria itu saat melihat banyak darah mengalir dari hidungnya,Ia sengaja memukulkan kepalanya lebih keras karna amarah dan rasa benci yang entah kenapa semakin dalam.

"Alessia kau?"

Lusia terkejut dengan hal tiba-tiba itu,namun Ia lebih terkejut saat Alessia mengambil vas bunga di atas meja dan ingin melayang kan nya kembali pada Oliver.

"Alessia jangan!",teriaknya menahan tubuh sahabatnya itu dengan memeluknya.

Alessia saat ini membeku,sejak tadi tangannya bergetar hebat hingga pegangannya tak kuat lagi dan membuat vas bunga itu terjatuh ke lantai hingga hancur berkeping-keping.

Di lihatnya Oliver yang sejak tadi hanya diam membiarkan hidungnya mengeluarkan banyak darah,bahkan sejak Ia mengambil vas dan ingin melayangkan nya pria itu sama sekali tidak bergerak, ekspresi wajahnya seperti biasa sangat tenang.

Ia juga tidak tau kenapa Ia bisa mempunyai pikiran yang seperti itu,dimana Ia memang berniat membuat pria itu pingsan sehingga akan dengan mudah membuatnya tanda tangan,tapi Ia tidak pernah berfikir kalau saja Ia memukulkan vas bunga yang berukuran cukup besar itu bisa saja akan membuat pria itu mati pada saat itu juga,dan Ia akan menjadi seorang pembunuhan.

Memikirkan hal itu tubuhnya semakin bergetar hebat,hingga terhuyung hampir jatuh, beruntung Lusia memeluknya.

"Lusia apa yang sedang ku lakukan?", ucapannya dengan gumaman kecil dengan pandangan kosong.

Lusia mengusap-usap punggung nya."Tidak apa-apa Alessia,kau tidak jadi melakukan nya.Itu hal yang lumrah saat dalam keadaan marah"

Oliver menarik tangan Alessia dan sedikit mendorong Lusia ke samping,hingga membuat Alessia berada di dekapannya, memeluk pinggang kecil itu dengan erat.

Bau darah begitu menyengat hingga membuat Alessia tidak tahan dan ingin muntah,Ia berusaha mendorong pria itu namun hal yang tak terduga justru membuat matanya langsung membola.

Oliver tiba-tiba mencium nya dan menekan kepala nya,hingga membuat nya kesulitan bernafas dengan tak berhenti berusaha melepaskan diri.

Lusia gelagapan,Ia antara ingin menolong dan tidak enak sehingga lebih memilih berbalik badan merasa tidak enak jika memisahkan keduanya dalam posisi itu.

Air mata Alessia mengalir tak tertahan,rasa bencinya kian tak membendung tenaga nya juga hampir habis dan memilih menyerah dan tak bergerak.

Melihat hal itu,Oliver dengan perasaan campur aduk melepaskan nya."Maaf",ucapnya dengan wajah sesal.

Plak!

Sebuah tamparan langsung mendarat di wajah tampan itu,hingga membuat suasana begitu hening.

"Kau menganggap aku apa!!!"

"Aku bukan boneka yang bisa kau perlakukan sesuka hati mu!"

"Sejak dulu kau selalu mengabaikan ku!,menyia-nyiakan ku seperti barang yang tak ada harganya!..."

Teriaknya dengan terisak,hingga suaranya semakin melemah,"Menjauhi ku dan tidak pernah ingin berada di dekat ku, seperti aku adalah sampah yang paling menjijikkan", suaranya semakin mengecil namun air matanya tak bisa berhenti.

"Kenapa setelah aku memilih menyerah dan melepaskan semua nya agar kau bahagia...,kau justru berubah tidak ingin menceraikan ku?,kenapa"

Tanya nya memukul dada bidang pria itu dengan sisa tenaganya.

Bugh...bugh...

"Maaf"

Hanya itu yang bisa keluar dari mulut pria itu dengan perasaan berkecamuk mendengar semua ucapan istri nya itu,tanpa menghentikan tangan kecilnya yang terus memukul-mukul dadanya.

Alessia menghentikan tangannya yang terus memukul pria itu, dengan wajah yang basah dan mata sembab yang sangat jelas menatap nya."Aku akan memaaf kan mu,tapi tandatangani surat perceraian ini!"

Wajah yang sedikit berantakan karna air mata,tak membuat Alessia gentar untuk menatap Oliver dengan tatapan tajam dan sungguh-sungguh, memberikan kertas surat cerai dan pulpen dengan sedikit segukan karna sesak dan menangis sejak tadi.

Oliver menatap kertas itu hingga perasaan yang tak pernah Ia rasakan sebelumnya muncul begitu saja,rasa takut kehilangan,dan perasaan menusuk melihat kebencian di wajah wanita di hadapannya itu.Namun dengan gerakan sedikit lambat Ia mengambil surat itu.

Alessia tersenyum begitu dengan Lusia yang melihatnya,namun detik berikutnya mereka di buat kaget saat tiba-tiba Oliver justru merobek kertas itu.

Alessia tidak menyangka itu,namun Ia dengan percaya diri melihat wajah suaminya itu dengan senyum samar."Tidak apa-apa kita masih memiliki banyak kertas untuk di tandatangani"

"Semuanya sudah ku bakar"

Jawab Oliver tak kalah tenang dan ekspresi serius.

Baik Alessia maupun Lusi terkejut mendengarnya.

"Apa maksud mu?", Alessia mulai panik dan melihat ke pintu utama."Apa yang kau lakukan pada pengacara ku?",tanya nya sudah menebak apa yang terjadi.

"Tuan Oliver anda benar-benar keterlaluan kali ini,kenapa anda menahan Alessia kalau anda tidak mencintai nya?"

"Apakah hanya untuk menyakiti nya saja?",tanya Lusia tak habis pikir lagi.

"Kalian!,bawa wanita keluar"

Mendengar perintah Oliver,dua penjaga di luar pintu segera masuk dan membawa Lusia dengan paksa keluar dari dalam mansion.

Alessia belum sempat bertindak, tubuhnya tiba-tiba terasa melayang.

Oliver mengangkat tubuhnya ala bridal style.

"Beri aku kesempatan sekali lagi,aku akan menebus semua kesalahanku"

***

Jangan lupa selalu dukung author ya💖☺️

1
R⁴
lusia mengkhianati knp nih🤔
rose lilian
semoga baby twins girl ya
kil rifi gaming
mana ep baruuuuy nyaa kak
Dinda Putri
hamil deh alesia.. tokcer juga oliver 🤭🤣🤣
Adelia Rahma
semoga ale belum bertemu dengan olav lebih dulu biarkan dia merasakan penyesalan mendalam dulu baru ketemu itupun secara tidak sengaja dan biarkan ale bernapas dengan tenang dulu dan bisa memulai hidupnya walaupun belum lepas dari olavvv
Anonymous
OLIVER HARUS DIBUNUH
Ikramina Taufik
/Drool//Drool/
Ma Em
Thor jgn pertemukan dulu Alessia dgn Oliver biar Oliver dgn penyesalannya .
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
siapa cewek sombong itu..
Dinda Putri
semangat up thor... udah ku nanti" crazy up nya thot🤭
Mundri Astuti
jangan" masih ada hubungan keluarga sama Alessia.
rose lilian
author gadis dingin sang mafia enggak di lanjut kah, padahal seru banget loh cerita kamu
rose lilian
author lanjutan nya mana nih
Yeni Astriani
author kapan mulai up lagi nihhhh, saking penasaran akan kelanjutan ceritanya
Yeni Astriani
Oliver mencintai Alessia setelah tahu dia penyelamat nya atau saat Alessia pergi jauh.
tapi jika Yasmine benar2 penyelamat nya Oliver bakalan dilema antara pilihannya dan tidak akan memiliki ketegasan sikap.
jadi lebih baik Alessia pergi jauh saja menata hidupnya kembali sampai bertemu seseorang yang mencintainya dgn tulus, menerima apa adanya serta mampu melindunginya.
Asyatun 1
lanjut
Ma Em
penyesalanmu sdh terlambat Oliver , kamu sdh menyia nyiakan Alessia hanya untuk wanita seperti Yasmine , ternyata Oliver yg katanya cerdas bisa di bohongi sama Yasmine , biarkan Oliver dgn penyesalannya jgn dipertemukan dulu dgn Alessia .
Juna Dong
menarik
Teh Euis Tea
mudah2an si yasmine sakit kanker beneran karna udah menipu oliver
Mawar
bodohnya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!