NovelToon NovelToon
Wanita Terakhir Sang Playboy

Wanita Terakhir Sang Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Playboy / Harem
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Swan

Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semesta Tak Mendukung 1

Setelah melakukan banyak hal manis di pagi hari bersama sang kekasih, Raihan maupun Kanaya, sama-sama melakukan aktivitas mereka seperti biasa. Kanaya dan Raihan tak bertemu lagi Setelah pertemuan mereka itu, pasangan itu hanya membuat janji untuk pulang bersama saat kelas mereka sama-sama selesai sore nanti. Raihan bahkan sudah mengajak Kanaya merayakan hari kebersamaan mereka dengan makan malam berdua, dan tentu saja di setujui Kanaya.

Jadwal pulang Kanaya yang lebih cepat dari Raihan, membuat Kanaya terpaksa harus menunggu kekasihnya itu sore ini. Kanaya pun memutuskan untuk menunggunya di kantin Fakultas, sambil menyantap beberapa cemilan disana.

Dan disinilah Kanaya sekarang, sedang duduk di kantin dengan semangkok bakso dan segelas Orange juice, yang telah di pesannya.

Tiba-tiba, seseorang datang  menghampiri Kanaya yang duduk seorang diri, seorang pria tampan yang pernah sangat di cintai Kanaya dulu, Rangga.

"Sendirian Nay..?"Tanya Rangga sambil mengulas senyum manis, yang mungkin bila di lihat oleh beberapa wanita akan langsung terpesona, tapi sudah tak berlaku lagi untuk Kanaya. Rangga pun ikut duduk di meja itu, berhadapan dengan Kanaya.

Kanaya menatap Rangga malas, karena tak juga berhenti mengganggunya, namun ia sadar ia pun tak bisa lagi melakukan apa-apa, karna meminta Rangga berhenti pun sudah percuma.

"Iya"Jawab Kanaya singkat, Kanaya hanya mengacuhkan Rangga dengan fokus pada makanan di hadapannya, juga ponsel ditangannya.

"Nay, apa gak ada lagi kesempatan buat aku?"tanya Rangga, yang membuat Kanaya menatap matanya sejenak.

"Aku tau, kesalahan aku fatal Nay, tapi aku hanya manusia biasa kan Nay, aku bisa khilaf. Dan sekarang aku udah menyadari kesalahan aku, aku akan berubah jadi pria yang lebih baik dan setia buat kamu. Jadi please Nay., I'm sorry, I still love you very much."Ucap Rangga, lalu berusaha menyentuh tangan Kanaya untuk di genggamnya, namun Kanaya lebih dulu menarik tangannya.

"Ga, aku udah maafin kamu, kamu tau itu.Tapi aku gak bisa dan gak mungkin balikan lagi sama kamu. Kamu pasti juga udah tau kan, kalo aku udah punya pacar sekarang. So please  Ga, jangan ganggu aku lagi, ikhlasin semuanya,  mungkin kita emang ga di takdir kan bersama."Jawab Kanaya tenang.

"Tapi Nay..."Ucapan Rangga harus terhenti, karena kehadiran  Raihan yang tiba-tiba ke meja itu.

"Apa gak bisa lo biarin Kanaya hidup tenang hah?"Tanya Raihan yang terlihat emosi melihat kehadiran Rangga di tempat yang sama dengan Kanaya.

Bukannya takut atau sungkan dengan kehadiran Raihan, Rangga justru malah tersenyum sinis pada Raihan.

"Kenapa emang, lo cemburu?"

"Lo takut, Kanaya balik sama gue, hah?"

"Lo pasti tau kan, kalau hati Kanaya masih buat gue, iya?"Tanya  Rangga beruntun yang semakin memancing emosi  Raihan.

Bugh!!!

Tiba-tiba Raihan memukul wajah Rangga, yang membuat pria itu terhuyung ke belakang, membuat Kanaya langsung berdiri  panik. Namun belum sempat Kanaya memisahkan, Rangga sudah lebih dulu maju dan balas memukul Raihan.

Bugh!!!

Kali ini Raihan lah yang terhuyung kebelakang, membuat Kanaya semakin panik, dua pemuda tampan itu kini saling memukul, tak mempedulikan Kanaya yang histeris berusaha menghentikan mereka.

"Rai udah, Rai..!!"

"Ga, please berhenti Ga!"Teriak Kanaya namun tak di gubris oleh keduanya, dan sayangnya di kantin itu keadaan sedang cukup sepi membuat Kanaya kesulitan meminta pertolongan.

Kanaya yang sudah sangat panik, akhirnya memutuskan untuk menelepon Gavin, berharap pria itu bisa membantu menghentikan perkelahian kekasihnya.

"Gav, lo bisa ke kantin Fakultas gue sekarang, please tolong, Raihan lagi berantem."Ucap Kanaya, ketika sambungan telepon tersambung dengan Gavin.

Sementara Gavin, yang baru saja tiba di parkiran bersama Alex di buat terkejut dengan telpon dari Kanaya.

"Kenapa Gav?"Tanya Alex, ketika melihat wajah terkejut sahabatnya saat menerima telepon.

"Raihan berantem."Ujar Gavin singkat, dan langsung berlari meninggalkan Alex, namun Alex langsung menyusulnya.

Sementara di kantin, Raihan dan Rangga masih bergelut, Rangga cukup keteteran dengan Raihan, sehingga kini posisinya sudah terkapar dengan Raihan yang terus memukulinya.

Gavin dan Alex, yang baru saja tiba langsung menghampiri sahabatnya itu. Gavin langsung menarik tubuh Raihan, dan Alex membantu Rangga untuk berdiri,.

Terlihat kondisi Rangga cukup memprihatinkan, dengan banyak lebam di wajah, bahkan terlihat ada darah dari hidung serta sudut bibirnya.

"Bawa dia !"Titah Gavin  mengkode Alex, untuk membawa Rangga meninggalkan tempat itu, sementara Gavin sendiri masih memegangi Raihan, yang masih terlihat cukup emosi.

Rangga yang kondisinya cukup parah, tak bisa melawan ketika Alex menarik tubuhnya.

"Rai, kamu gak apa-apa?"Tanya Kanaya panik, menghampiri Raihan yang kini di pegangi Gavin.

Raihan tampak menatap Kanaya sekilas kemudian memalingkan wajahnya, lalu melepaskan tubuhnya dari cengkraman tangan Gavin.

"Seneng ngobrol berdua sama mantan, iya?"

"Senang, masih di godain mantan, iya?"lanjut Raihan dengan mata tajam menatap Kanaya .Sementara Kanaya mematung mendengar ucapan Raihan.

"Kamu masih suka kan sama dia, pasti seneng kan, makanya tadi kamu biarin dia ngobrol sama kamu?"Ujar Raihan lagi yang membuat Kanaya terpaku.

"Kenapa diam aja, bener semua omongan aku, iya kan?" Raihan tak berhenti terus mencecar Kanaya. Sedang Kanaya tampak menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

"Jadi, seperti itu aku di mata kamu Rai?"Tanya Kanaya  dengan suara bergetar, matanya sendu menatap Raihan.

"Jadi seperti itu, pandangan kamu tentang aku?"

"Kamu pikir, aku seneng Rangga nyamperin aku kesini, gitu?"

"Kamu pikir aku seneng ngobrol sama dia, begitu?"

"Apa kamu juga liat aku ketawa-ketawa sama dia Rai?"

"Kalo kamu gak pernah percaya sama aku, lalu untuk apa kamu deketin aku selama ini Rai?"

"Buat apa?"tanya Kanaya dengan suara yang sedikit meninggi.

"Kamu bilang bisa nunggu aku, kamu bilang akan membuat aku jatuh cinta sama kamu, tapi di saat kamu melihat sesuatu yang belum kamu tau apa yang terjadi sebenarnya aja, kamu udah nuduh aku Rai!"ucap Kanaya, kini air matanya tampak menetes ke pipinya.

"Seharusnya emang hubungan kita gak terjalin sejak awal Rai, kalo ternyata pikiran kamu ke aku seperti ini."lanjut Kanaya.

Raihan menegang mendengar ucapan Kanaya, sepertinya ia tak berpikir sejauh itu efek dari kata-katanya pada Kanaya.

"Nay, a-aku..."ucapan Raihan  terjeda ketika tiba-tiba Kanaya memundurkan tubuhnya.

"Maaf, kayaknya aku ga bisa obatin luka kamu, aku harus pulang sekarang."Ucap Kanaya, kemudian langsung berlari meninggalkan Raihan dan Gavin yang membeku di tempat nya.

Raihan langsung beranjak, dan berusaha mengejar Kanaya, namun tiba-tiba ponselnya bergetar tanda ada panggilan yang masuk. Raihan pun langsung mengambil ponselnya, ternyata itu telpon dari sang ibu, yang tentunya seorang Raihan tak bisa menolak panggilan itu, Raihan tak akan pernah bisa melakukannya.

Dan akhirnya, Raihan terdiam sejenak dan menerima panggilan itu.

"Iya mom."

-Bersambung

1
Supri Yanto
lanjut kk💪👍
Aisyah Swan: Siappp, di tunggu ya😍😍
total 1 replies
D
Lanjuut👍
Supri Yanto
lanjut kk
Supri Yanto
bagus alur ceritanya menarik pingin baca terus kelanjutannya😊
Aisyah Swan: Makasih, semangat bacanya😍
total 1 replies
Supri Yanto
lanjut👍
Aisyah Swan: Siapp😍
total 1 replies
D
Lanjut
D
😍
D
Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!