NovelToon NovelToon
Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Cinta Murni
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Aurely Tania Baskoro, dulu percaya hidup akan selalu memihaknya. Cantik, mapan, dicintai, dikagumi. Ia tak pernah mengenal kata kekurangan.

Namun ketika kebangkrutan merenggut segalanya, Aurely harus meninggalkan kota, kampus, dan orang-orang yang katanya mencintainya.

Desa menjadi rumah barunya, tempat yang tak pernah ia inginkan.

Di sana, ia melihat ayahnya berkeringat tanpa mengeluh. Anak-anak kecil bekerja tanpa kehilangan tawa, orang-orang yang tetap rendah hati meski punya segalanya... Dan Rizky Perdana Sigit, pemuda desa yang tulus menolongnya..

Pelan pelan, Aurely belajar bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Harga diri tidak selalu lahir dari kemewahan. Dan kadang pertemuan paling penting… terjadi saat kita berada di titik paling rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 26.

Perempuan itu masih muda, belum genap tiga puluh tahun. Ia melangkah keluar paling akhir. Rambutnya dikuncir rapi, wajahnya bersih tanpa riasan berlebihan. Seragam catering Bu Wiwid yang ia kenakan tampak sedikit menonjolkan bagian bagian tubuhnya yang berlebih. Begitu matanya menangkap sosok Rizky, senyumnya langsung mengembang lebar.

“Mas Rizky!” sapanya nyaring, terdengar tulus. “Sudah kita tunggu tunggu.””

Rizky yang baru saja turun dari mobil menoleh. Wajahnya terlihat sedikit terkejut, lalu membalas senyum itu.

“Oh, Mbak Nisa. Sudah datang?” tanyanya.

“Iya, Mas. Dari tadi kami beres-beres di dalam. Alhamdulillah, kiosnya lebih luas dari yang saya bayangkan,” jawab perempuan bernama Nisa itu sambil melirik ke dalam ruko.

Dua pemuda tadi langsung menghampiri Elin dan Elang.

“Wah, bos bos kecil sudah datang!” goda salah satu dari mereka.

“Elin yang bos!” Elin menyahut cepat sambil berkacak pinggang, membuat semua orang tertawa.

“Tak apa kamu bos di sini, aku bos di kios pasar.” Elang tak mau kalah. “Dik Embul bos di rumah.” Lanjutnya sambil tersenyum.”

Aurely berdiri sedikit di belakang Rizky, memperhatikan suasana itu dengan perasaan asing sekaligus hangat. Ada kesan hidup, ramai, dan penuh semangat. Aura itu ikut menular pada dirinya.

Rizky menoleh ke arah Aurely. “Mbak Aurely, kenalin. Ini Mbak Nisa, dia yang bertanggungjawab di bagian dapur.”

Nisa segera mengalihkan pandangannya ke Aurely. “Oh, ini Mbak Aurely?” katanya antusias. “Aku sering dengar nama Mbak dari Bu Wiwid dan Bu Retno.” Ucapnya, “Aku biasa bantu di rumah produksi satu Mbak. Di rumah bukan di kios. Sekarang aku diboyong Mas Rizky ke sini.”

Aurely sedikit terkejut, namun segera tersenyum sopan. “Iya… saya Aurely.”

“Senang akhirnya ketemu. Bu Wiwid dan anak anak juga Mas Rizky sering cerita tentang Mbak,” lanjut Nisa lagi dengan ramah.

Santi yang berdiri di dekat Aurely berdehem lirih.. Pipi Aurely terasa menghangat dan reflek dia menunduk.

Rizky terkekeh kecil. “Okey sekarang kita masuk ke dalam, kita meeting sebentar.” Ucap Rizky lalu melangkah masuk.

Mereka tertawa ringan. Suasana canggung yang sempat Aurely rasakan perlahan mencair.

Aurely mengangguk dan melangkah masuk. Di dalam, masih terlihat bersih. Belum ada makanan di dalam etalase. Meja-meja sudah tertata rapi, dan di depan ada komputer kasir dan kursi. Konsep sama dengan kios di pasar. Ada warung makan dan tempat dagangan roti.

“Kapan resmi buka Mas?” tanya Aurely.

“Besok,” jawab Rizky. “Nanti siang kita bagi bagi nasi kotak gratis, untuk promosi.”

Aurely mengangguk. Matanya menyapu ruangan itu sekali lagi. Di benaknya, kios kecil ini bukan sekadar tempat usaha. Ada harapan, kerja keras, dan mimpi yang pelan-pelan sedang dibangun. Tanpa sadar, bibirnya tersenyum.

Mungkin… ia memang sedang berada di tempat yang tepat, pada waktu yang tidak pernah ia rencanakan.

Mereka duduk di bangku. Elin dan Elang ikut duduk di samping Rizky. Tampak dua bocil itu siap ikut meeting.

“Aku sengaja memilih kalian yang masih muda muda untuk di sini.” Ucap Rizky pelan namun tegas penuh semangat, “Yang muda melayani kaum muda juga. Target sasaran pelanggan kita kaum muda.”

Lima pemuda karyawan Rizky itu mengangguk angguk paham dan setuju.

“Kalian masing masing punya tanggung jawab di bagian masing masing. Tapi kalian harus saling bantu. Jika pekerjaan kalian sudah selesai, bantu kerjaan temannya.” Ucap Rizky lagi..

Kelima pemuda dan dua bocil itu kembali mengangguk angguk.. Dan Rizky terus memberikan arahannya.. kemudian dilanjut dengan diskusi kecil..

Waktu pun terus berlalu, beberapa jam kemudian dua mobil catering Bu Wiwid datang.. Membawa nasi kotak yang akan dibagikan gratis..

Dua mobil catering Bu Wiwid berhenti tepat di depan kios. Suara pintu geser dibuka, disusul aroma nasi hangat dan lauk yang langsung menyebar ke udara.

Beberapa mahasiswa yang kebetulan melintas di depan kios spontan menoleh.

“Wah, wangi,” gumam salah satu dari mereka tanpa sadar. “Sedap.”

Rizky berdiri dan menepuk tangannya pelan. “Oke, kita mulai. Yang dua bantu turunin nasi, yang lain siap di depan. Elin, Elang…” Rizky menoleh ke dua bocil itu, “…kalian jadi tim senyum. Tugasnya cuma satu: ramah.”

Elin langsung berdiri paling depan. “Siap!”

Elang mengangguk mantap. “Aku jago senyum.” Lalu mendongak menatap Rizky memberikan senyum termanisnya..

Semua tertawa kecil.

Aurely ikut berdiri, refleks hendak membantu mengangkat kardus nasi. Namun sebelum sempat melangkah, Nisa sudah lebih dulu menahannya.

“Mbak Aurely duduk saja dulu. Nanti kalau sudah mulai rame, baru bantu,” ucap Nisa ramah tapi tegas.” Duduk di kursi kasir.” Lanjutnya .

Aurely sempat ragu, lalu mengangguk. Ia mencoba mengaktifkan komputer.

Tak sampai lima menit, mahasiswa mulai berdatangan. Awalnya hanya dua-tiga orang, lalu bertambah. Ada yang penasaran, ada yang tertarik karena tulisan Gratis Hari Ini yang dipasang di depan kios, ada pula yang sekadar mengikuti aroma makanan.

“Mas, gratis beneran?” tanya seorang mahasiswa sambil tersenyum setengah tak percaya.

“Gratis,” jawab Rizky ringan. “Besok baru bayar.”

“Wah, mantap,” sahut yang lain.

Elin sibuk menyodorkan nasi kotak dengan dua tangan. “Ini, Kak. Jangan lupa besok datang lagi ya!” ucapnya ramah tak lupa tersenyum

Elang tak mau kalah. “Besok ada roti juga Kak, enak dan murah.”

Aurely memperhatikan semuanya dengan dada terasa hangat. Ia tak menyangka suasana bisa sehidup ini.

Rizky bergerak lincah, kadang membantu membagikan nasi, kadang menjawab pertanyaan, kadang menepuk bahu karyawannya sambil memberi semangat. Tidak ada jarak antara pemilik dan pekerja.

Sesekali, pandangan Rizky bertemu dengan Aurely. Tak lama, hanya sekilas. Namun entah kenapa, setiap kali itu terjadi, Aurely merasa seperti ikut menjadi bagian dari kesibukan itu.

“Kasir siap, Mbak?” tanya Rizky ketika menghampiri Aurely.

“Siap,” jawab Aurely cepat. “Walaupun belum ada yang bayar.” Ucapnya lagi sambil tersenyum..

Rizky juga tersenyum. “Besok bakal sibuk.”

Menjelang siang, nasi kotak hampir habis. Mahasiswa masih berdatangan, beberapa tampak kecewa saat tahu stok tinggal sedikit.

“Besok ya, Mas,” kata Rizky sopan. “Insyaallah buka resmi.”

“Pasti datang,” jawab mereka.

Saat keramaian mulai mereda, semua menarik napas lega. Elin langsung duduk sambil mengipas wajahnya sendiri.

“Capek, tapi seru,” katanya.

Elang mengangguk. “Aku merasa jadi orang penting.” Ucapnya dengan nada sangat bangga.

Nisa tertawa kecil. “Kalian memang orang penting.”

Aurely membantu membereskan meja, menyeka permukaan meja kasir, dan menyusun ulang bangku. Dan menyiapkan pekerjaan esok hari.

Di dalam hatinya, ada rasa puas yang asing tapi menyenangkan. Bukan karena lelahnya, melainkan karena merasa berguna.

Rizky berdiri di tengah kios, memandang sekeliling. Wajahnya terlihat lega.

“Terima kasih, semuanya,” ucapnya tulus. “Hari pertama ini… jauh lebih baik dari yang aku bayangkan.”

Pandangan Rizky berhenti sejenak pada Aurely. “Termasuk karena bantuan Mbak Aurely.”

Aurely terdiam sepersekian detik, lalu tersenyum kecil. “Saya juga senang bisa ada di sini, Mas.” Ucapnya pelan, “semoga bisa melewati tiga bulan ke depan dengan baik.” Gumamnya di dalam hati

Santi yang sedari tadi memperhatikan hanya tersenyum tipis, seolah paham sesuatu yang terjadi pada Aurely.

Di luar kios, matahari mulai condong ke barat. Jalan kecil itu masih ramai oleh lalu-lalang mahasiswa. Kios kecil itu berdiri sederhana, namun hidup.

Dan tanpa Aurely sadari, sejak hari itu, ada satu tempat baru yang pelan-pelan ia merasakan nyaman dan betah..

Di saat mereka bersiap untuk pulang. Terdengar bunyi dering ponsel Aurely.

Aurely cepat cepat meraih ponsel dari dalam tasnya. Dalam hati ia memang menunggu kabar dari Ayahnya..

Namun saat ia melihat layar ponsel nya keningnya mengernyit..

“Riko.” Gumamnya.

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lha dalah kenapa mlh jd 2 orang yg menjatuhan sih
ohh ndak kapok2 nya
apa mau dekam di pe jara lebih lama lagi
boar di intilin om wowo di teroro bru tau
Arieee
😡😡😡Nurul si biang kerok yang gak kapok kalo belum masuk penjara
Arias Binerkah: Iya tuh Nurul anak Pak Sastro pelit bin licik
total 1 replies
Lisa
Moga setelah diadakan pengajian org² yg biasa makan.di warung itu lebih yakin bahwa warung itu bersih dr hal² mistis
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
ini si Nenek Lyncah kenapa jadi ikut2an Nurul 🙄🙄
Ai Emy Ningrum: bikin duet maut 😹😹 nyanyi dangdut sambil ngedebus 👻👻
total 12 replies
Siti Naimah
woalah..itu kok ada aja orang yg mau disuruh sama Nurul dan Nelly..maklum mungkin diberi upah yg banyak ya?
nurul supiati
masuk penjara om wowo sekalian 🤣🤣🤣 nurul dan bpknya🤣🤣
Arieee
Nurul kalo gak masuk penjara gak mungkin kapokkkkkkK 😡😡😡😡😡
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lahfalah piye too iki
mlh dadi kocar kacir
mg2 wae dang di out ben dang kapok
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ehhh hayoo siapa neror itu

nahh udh di pringatin kok mlh ttp ngeyel aja
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaaa udh mimpi kek gtu malah masih di terusin lagi mau nyebar rumor klo pake pesugihan .blm kapok rupanya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ehh di bilang om wowo nanti ya kok pake pesugihan segala hadehh cari mati rupanya
udh kalah tp g ngaku mlah mau bikin masalh baru lagi wis iki fix dek e ora waras utek e
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
pas para mahasiswa ngecek dapur dan gudang harusnya sekalian di videoin, biar ada bukti tuuh /Shy/
Ai Emy Ningrum: hmm 🧐🤔 ada mungkin seksi video2 nya ...sungguh sangat ngeselin 😕🫤
total 1 replies
Lisa
Moga rumor itu terkalahkan oleh pernyataan dr mahasiswa² yg udh liat ke dapur.
Lisa
Wah jgn sampe para mahasiswa itu percaya pd rumor itu..
Lisa
Pak Sastro ini udh tau anaknya salah eh malah dibelain dgn cara spt itu..liat aj tuh mana yg akhirnya kalah..
Siti Naimah
hari gini masih percaya sama hal2 klenik.ingat lho Nurul..kamu itu mahasiswi.. seharusnya logika dipakai😄
Nancy Nurwezia
fitnah emang kejam ya..
Thewie
manusia Dajjal si Nurul ini ya. untung bacanya pas HBS magrib KLO gak hampir batallah puasa
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
gak mungkin ini om wowo kan..? om wowo kan gak punya hape 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🤣🤣🤣 atau skrg om wowo udah melek teknologi, udh punya akun efbi, igoy, dll 🙄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: yoi.. om wowo kan siaga selalu 👻👻👻
total 7 replies
Nancy Nurwezia
dasar anak dan bapak sama2 sifatnya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!