Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22 kehangatan di malam hari
Yasir melihat ke arah wanita paruh baya yang tampak sedang santai di depan perapian tungku, tangannya yang tua terulur ke depan api yang masih sedikit menyala .
" oh nak , sudah tadi , tinggal kalian bertiga , " kata wanita paruh baya yang mulai berdiri itu , " jangan lelah lelah ,umi tidak mau kamu sakit nak , " katanya sebelum masuk ke dalam kamar .
" tenang saja mi , aman " kata Yasir santai , ia segera menyalakan lampu biji jarak yang sebelumnya ia beli di pasar , dan cukup terang untuk ukuran kehidupan pada zamannya.
Dari arah pintu utama, muncul dua gadis muda yang tampak segar dan bersemangat, mata mereka kagum saat melihat lampu biji jarak yang menyala cukup terang .
" mas , apa ini dari kota , bagus sekali " katanya dengan mata menatap ke arah lampu biji jarak yang tertiup angin .
" ya hati hati , jangan menyentuhnya , itu bisa menyebabkan panas yang sangat kuat , " ucap Yasir tersenyum, ia perlahan mengambil barang barang yang sebelumnya ia beli di pasar kota kecamatan.
" coba aku belikan pakaian lengkap , bisa kalian pakai " ujarnya meletakan setumpuk pakaian yang berwarna putih dan biru muda .
Hati keduanya merasa tersentuh, perlahan dengan hati hati ,Lestari mengambil pakaian wanita yang sebelumnya hanya bisa ia pandang di kejauhan.
" mas ini bagus sekali, tapi pasti mahal kan ?"
" tenang saja , itu murah kok , dibandingkan pasar desa , di kota kecamatan Tasikmadu lebih murah , "
" pakailah, aku ingin lihat penampilan kalian berdua " kata Yasir menyerahkan bungkusan yang tampak menggelembung.
" apa ini mas ?"
" lihat aja sedikit, pasti tahu !" Senyum Yasir lebih lebar dan sedikit memalingkan wajahnya dari pandangan dua gadis yang tampak curiga .
Lestari sedikit membuka bungkusan yang ada di tangannya dan wajahnya seketika merah padam , " aku akan masuk dulu , imah ikuti kakak !" Katanya sedikit berjalan cepat.
Halimah tidak tahu apa yang terjadi, dengan segera ia mengikuti Lestari ke dalam kamar.
Yasir hanya tersenyum tipis saat melihat betapa malunya istri tertuanya saat membuka bungkusan yang dia berikan .
" aku akan mulai membuat bumbu dulu saja , "
Dengan cekatan, ia mengambil bahan bahan untuk membuat bumbu , berencana untuk mengganti rasa , dari rasa ayam menjadi rasa yang sedikit varian.
Satu persatu bahan seperti bawang merah, putih , merica , dan lainnya di timpuk dengan hati hati dan teratur .
" nah ini sudah halus , sekarang tinggal memasak keong sawahnya , untung sudah di rebus " gumamnya dengan mata fokus menatap ke arah tungku yang menyala terang.
Seperti biasa, ia menyiapkan panci besar dan mulai mengisinya dengan air yang ada di dalam gentong tanah liat yang cukup besar .
Brushh...
Air sudah masuk ke dalam panci besar , dan perlahan mulai terdengar bunyi di panci besar yang ada di atas tungku.
" airnya sudah mendidih , saatnya keong keong ajaib masuk ke dalam panci " gurau Yasir sedikit tertawa.
" harus menunggu dua jam " gumamnya kembali ke meja bambu yang ada di belakangnya.
" mas , apakah ini terlihat cantik ?" Suara lirih seorang wanita terdengar bagaikan angin sepoi di telinga Yasir, segera ia menoleh ke arah dua gadis muda yang tertunduk malu , busana khas zaman perabadan Eropa menengah terlihat sangat serasi dengan tubuh setinggi 156 cm untuk keduanya .
" cantik , sangat cantik.. kalian berdua bisa menggunakan pakaian itu saat sore atau malam , sedangkan untuk pagi dan siang, sudah mas siapakan " kata Yasir dengan mata berbinar, dengan cepat menarik kedua gadis muda yang masih berdiri itu ke sisinya .
" tapi apakah ini tidak terlalu mewah ?"
" tidak, sama sekali tidak, itu sudah sepadan ," kata Yasir mengelus telapak tangan halus kedua gadis muda di samping kanan dan kirinya .
" terimakasih mas , ini pakaian pertama yang kami dapatkan , "
" tidak masalah, itu sudah kewajiban aku untuk memberi pakaian yang layak untuk kalian berdua " ujar Yasir berdiri, ia menatap ke arah panci besar dan masih belum ada tanda tanda matang , dan ia kembali duduk diatas meja bambu dengan kedua gadis yang sangat cantik .
" besok, mas tidak kemana mana , kerja di pasar desa dua hari lagi, Imran akan datang membantu mas mengangkut kayu dari hutan ladang jati di timur, jadi seperti yang mas katakan , masaknya yang banyak "
" iya mas , tapi masak nasi atau nasi campur ?"
" umhh untuk sementara kita semua hemat dahulu , masak nasi setengah dan nasi tepung jagung setengah , "
" umhh ...apa tari boleh kukus singkong?"
" iya tidak apa apa, itu juga mengenyangkan, juga buat teh yang sudah mas beli tadi pagi "
" ngomong ngomong tentang singkong, itu dapat dari mana ?"
" tadi umi bawa dari ladang singkong pak mantri , beli lima sen, dapat banyak , apa tidak apa apa mas ?"
" ya , itu murah dan bagus , mas kepikiran untuk membuat getuk lindri "
" getuk lindri, apakah mas bisa buat ?"
" hei jangan remehkan mas ini , aku bisa buat apapun, tapi ada satu yang belum," mata nakal ,Yasir sedikit menatap ke bawah dan kedua gadis yang penasaran itu tidak melihat ke arah mana pandangan pria itu tertuju.
" apa itu mas ?" Tanya Lestari dan Halimah bersamaan.
" membuat anak dengan kalian berdua .. !" Suara Yasir sedikit lirih , tapi di telinga kedua gadis muda itu seperti kode untuk mengabulkannya.
" mas , aku , bersedia. !"
" ya imah juga , aku iri lihat teh Nunung sudah memiliki anak tiga , huh .. "
" oke oke , nanti saja , lihat apa nyaman kalau dengan rumah seperti ini , tunggu dua minggu atau satu bulan , pasti mas akan kabulkan keinginan kita bersama " katanya dengan mencium masing masing pipi gemuk kedua gadis muda yang tampak merajuk itu.
" iya mas ..!"
Growllhh..
Tiba tiba suara bunyi perut terdengar nyaring , ketiga orang yang ada di dalam rumah itu tertawa bersamaan.
" ternyata mas sudah lapar , maaf tari lupa belum menyiapkan "
Dengan cekatan ,tangannya mengambil piring dan periuk, nasi yang sudah dingin begitu putih diantara cahaya lampu biji jarak , dan beberapa lauk sederhana seperti sayur keong sawah, goreng pucuk daun singkong, dan beberapa telur ayam kampung yang direbus utuh.
" makan yang banyak , kalian berdua harus segera tumbuh dengan cepat " ujar Yasir menggali nasi di dalam periuk.
Suasana makan tersebut sangat harmonis, sesekali canda tawa terdengar diantara mereka bertiga , dalam waktu sepuluh menit , ketiganya selesai menikmati makam malam yang terasa dingin dan suara rintik hujan menerpa atap anyaman daun aren yang sudah layu .
Tik
Tik
Yasir melihat lagi panci besar yang berisi keong sawah, dan masih menunggu sekitar satu jam tersisa.
" mas , bagaimana kalau kita beli kambing, kami berdua di rumah tidak ada pekerjaan, hanya sore hari saja ikut dengan mas jualan keong sawah " ucap Lestari memecahkan keheningan malam itu .
Yasir termenung sejenak, sedikit menggelengkan kepala " tidak, ini belum waktunya " kata Yasir dengan nada kosong dan pikirannya teringat dua tahun yang akan datang, ya tahun 1942 , di mana perubahan akan datang dengan drastis.
" kita tunggu sepuluh tahun lagi , baru kita pelihara dan saat itu mungkin adalah waktu yang pas buat pelihara kambing " katanya dengan nada pelan.
" ya , mas kami berdua patuh , kalau ayam apa boleh ?"..
" boleh ..!"