NovelToon NovelToon
Dicampakkan Kekasih, Dilamar Sang Kapten

Dicampakkan Kekasih, Dilamar Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:102.8k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Follow;
FB~Lina Zascia Amandia
IG~Deyulia2022
WA~ 089520229628

Seharusnya Syapala sangat bahagia di hari kelulusan Sarjananya hari itu. Namun, ia justru dikejutkan dengan kabar pertunangan sang kekasih dengan perempuan lain.

Hancur luluh hati Syapala. Disaat hatinya sedang hancur, seorang pria dewasa menawarkan cinta tanpa syarat. Apakah Syapala justru menerima cinta itu dengan alasan, ingin membalaskan dendam terhadap mantan kekasih?

Ikuti terus kisahnya dan mohon dukungannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Calon Menantu Idaman

     "Hal, aku harus segera pulang," ujarnya setelah menyudahi sambungan telpon secara sepihak.

     "Lho, kenapa? Apa karena telpon barusan? Emang siapa yang menghubungi barusan?" Haliya penasaran.

     "Aku bingung, ahh amit-amit deh. Kenapa nasibku begini banget," racaunya dengan muka yang benar-benar kusut.

     "Kenapa, cerita dong!" desak Haliya.

     "Nanti saja ceritanya. Sekarang aku harus buru-buru pulang, sebelum pria itu keburu ditemui Ibu."

     "Pria? Pria mana?" Haliya terkejut, keningnya mengkerut dalam. "Akhhh...jangan-jangan pria asing abang mantanmu itu. Pucuk dicinta, ulam pun tiba."

     "Haliya, jangan godain aku terus. Aku benar-benar bingung tahu. Ahhhh...sudahlah, aku harus segera pulang."

     Dengan hati yang dongkol, Syapala bergegas dari kediaman Haliya.

     "Aku pulang," pamitnya seraya bergegas dengan wajah ditekuk.

     "Kamu mau naik apa, gojek? Ya udah hati-hati. Nanti cerita ya kalau udah sukses. Sorry, aku nggak bisa antar ke rumah," teriak Haliya diiringi tawa.

     Syapala bergegas dari kediaman Haliya tanpa menoleh lagi. Untuk sejenak, ia berdiri menunggu gojek yang dipesannya.

     "Ya ampun, pria itu, kenapa nekat banget. Apa sih yang dia mau?" gumamnya tidak mengerti.

     "Gimana kalau dia melihat wajah aku yang sembab ini?" Syapala berpikir sejenak. "Oh iya, aku pakai kaca mata hitam saja. Kebetulan dibawa," gumamnya lagi merasa beruntung.

     Tidak lama, gojek yang dia pesan sudah tiba.

     "Dengan Mbak Syalapa?" tanya Pengojek salah sebut nama.

     "Syapala Mas, bukan Syalapa," ralatnya.

     "Oh iya, maaf Mbak. Silahkan naik." Pengojek itu memberikan helm berlogo warna hijau. Setelah itu, motor yang ditumpangi Syapala melaju menuju alamat rumahnya.

     Lima belas menit kemudian, gojek itu tiba di depan rumahnya. Syapala turun kemudian membayar ongkosnya.

     "Terimakasih, Mas."

     "Eh, tunggu, Mbak," tahan Pengojek. Syapala kebingungan lalu membalikkan badan.

     "Kenapa?"

     "Helmnya kebawa."

     Syapala meraba kepalanya. Benar saja, ia buru-buru membuka helmnya. Namun sayang sekali susah banget. Menyesal dia tadi mengunci tali helm.

     "Sini Mbak, biar saya bukain." Pengojek menawarkan bantuan. Syapala terpaksa mendekat, meskipun hatinya merasa tidak enak.

     "Sudah Mbak."

     "Terimakasih, Mas," ujarnya dan kembali membalikkan badan. Gojek itu segera pergi setelah helm di kepala Syapala dibuka.

     Hari ini Syapala benar-benar merasa mengalami hal apes bertubi-tubi. Baru beberapa langkah, tiba-tiba langkah kakinya terhenti, karena sebuah mobil menghalangi jalannya tepat di halaman rumah.

     "Mobil siapa? Ya ampun, bukankah mobil ini punya ...."

     "Alhamdulillah... Pala, akhirnya kamu pulang. Itu anak saya baru saja pulang," seru Bu Syabina gembira, yang sejak 30 menit lalu sudah menyambut tamunya di teras rumah.

     "Ya ampun, pria itu benar-benar di sini. Apa yang sudah ia obrolkan pada Ibu? Oh my God," bisiknya dalam hati was-was. Syapala benar-benar kacau.

     Pria itu bangkit dari kursi rotan yang ia duduki lalu menoleh ke arah Syapala penuh senyum. Syapala menatap kesal dari balik kaca mata hitamnya.

     Perlahan dia berjalan mendekati teras rumah. Pria asing yang ternyata Arkala itu, bersikap sangat ksatria. Dia berdiri tegap sembari melemparkan senyum. Pesonanya jelas terpancar. Sudah tampan, tatapan kharismatik itu begitu kuat memenuhi wajahnya. Tidak lupa di kursi rotan tepat di samping pria itu duduk, sebuah buket bunga dahlia besar teronggok indah sekali.

     Tanpa berkata apa-apa, Syapala langsung masuk ke dalam rumah, diikuti Bu Syabina yang tadi berpamitan terlebih dahulu pada Arkala.

     "Pala, pria di depan itu ternyata kekasihmu. Dia sudah berbicara banyak pada ibu, kalau dia ingin segera mengajakmu menikah," cerita Bu Syabina, diimbuhi senyum merekah di bibirnya.

     "Kekasih, menikah?" kejutnya tersentak. Syapala benar-benar seperti ketiban kulit durian di kakinya. Dia merasa hari ini nyata apesnya.

     "Iya. Dia tadi bilang begitu, masa iya dia bohong. Kamu jangan keterusan ngambek gara-gara waktu wisuda dia tidak datang. Lihat, sekali datang dia melamarmu. Benar-benar lelaki sejati yang ksatria," sanjung Bu Syabina bahagia.

     Raut wajah sang ibu benar-benar bahagia. Lantas kalau ia mengatakan bahwa pria di depan rumahnya itu, hanyalah pria nyasar yang ngaku-ngaku sebagai kekasihnya, apa jadinya nanti sang ibu? Rasanya Syapala tidak ingin membuat wajah bahagia sang ibu berubah muram.

     "Siapa nama pria itu, Bu?" Pertanyaan itu meluncur refleks tanpa bayangan sang ibu bakal terheran-heran.

     "Ya ampun, Pala. Masa kamu tidak tahu nama kekasihmu sendiri?" Bu Syabina geleng-geleng kepala kaget.

     "Tapi, dia bukan kekasih Pala, Bu. Dia...."

     "Pala, ibu tidak paham maksudmu. Tidak mungkin dia bukan kekasihmu. Sebaiknya, kamu segera temui. Tidak enak mendiamkan tamu sendirian," tukas Bu Syabina seraya berlalu menuju dapur.

     "Ya ampun, kenapa jadi begini? Dia datang tiba-tiba lalu melamar dan mengajak nikah?" Syapala benar-benar merasa sedang dijebak.

     "Pala, segera temui dia. Jangan biarkan tamu apalagi kekasihmu menunggu lama. Itu tidak baik," tutur Bu Syabina mengingatkan.

     Syapala benar-benar bingung. Dia buntu harus apa.

     "Pergilah, temui dia," titah Bu Syabina lagi. Kali ini bernada lembut tapi tegas.

     Syapala mengangguk lemah, lalu berjalan menuju kamarnya untuk sekedar melepas baju bekas seharian berada di luar.

     Syapala keluar kamar, di depan pintu kamar Bu Syabina sudah menunggu.

     "Cepatlah, kasihan Nak Arkala menunggu lama." Akhirnya tanpa sengaja Bu Syabina menyebutkan nama pria asing di depan rumahnya itu.

     "Arkala? Jadi, namanya Arkala?"

     "Pala, apa perlu ibu antar? Ibu hanya mengantar saja. Nak Arkala sudah cerita banyak dan mengungkapkan niat baiknya. Sekarang giliran kamu. Ibu berikan kesempatan bicara empat mata sama calon suamimu," tutur Bu Syabina tanpa bisa dicegah tiba-tiba menyebut Arkala calon suami Syapala.

     "Ibu, Pala belum tentu menerimanya. Ibu jangan buru-buru senang dulu," protesnya.

     "Kalau sudah ada yang serius dan mapan, jangan menunda-nunda atau menolak. Itu tidak baik. Lagipula, ibu tidak suka kalau kalian pacaran terlalu lama. Lebih baik segera menikah, biar apapun yang kalian lakukan jadi halal," tukas Bu Syabina dalam.

     "Ayo. Segera temui. Ibu antar, ya?"

     "Tidak usah, Bu. Pala akan temui sendiri," tukas Syapala akhirnya.

     Bu Syabina senang, ia mendorong kecil tubuh Syapala ke depan.

     "Ya Allah, akhirnya Syapala mendapatkan jodohnya. Nak Arkala benar-benar sosok yang sesuai dengan kriteria menantu idaman," gumam Bu Syabina diimbuhi senyum yang bahagia.

     Syapala melangkah lemah menuju teras depan. Di ambang pintu dia berdiri, menatap sekilas ke arah Arkala. Tatapan benci dan muak tentunya, karena dalam sosok Arkala tentu saja akan selalu mengingatkan dirinya pada Erlaga.

     Syapala terpaksa duduk di sebrang Arkala, karena dari dalam ruang tengah, sang ibu tengah mengamatinya.

1
Nar Sih
semoga niat mu dan rencana mu lancar ya arkala ,bisa dptkan hak mu sbagai suami yg sbnr nya semagatt arkala 💪semagat buat kak othor nya💪🥰
Ghiffari Zaka
semoga selamat dlm bertugas laga......
Ghiffari Zaka
lanjut Thor...AQ GK bs berkata2 lg😓😓😓
Ghiffari Zaka
rasain km Prita....lok hasil dr merebut itu GK akan bahagia....dan yg jls GK akan langgeng....
Ghiffari Zaka
paling tamunya si dokter ganjen itu🤭🤭🤭filing q sih iya,tp ya gak tau jg

.
Ghiffari Zaka
lok kala nya pasti iya iya aja,kan dia GK cinta,yg hrs tegas tu ya kala dong....
Ghiffari Zaka
laaaa tambah ada uler Keket yg GK punya muka ini,ingat woyyy km cowat loh,mosok GK ada etika,ah emboh lah Thor....sak karep mu.....😓😓😓
Ghiffari Zaka
terserah mu lah pala,AQ no komen,AQ dukung bang kala aja,nnt lok dia ud lelah sm sikap km ya AQ dukung cari yg lain,uhuyyyyyy,asyik ya kan bang🤭🤭🤭🤭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
apakah arkala berhasil?
Ghiffari Zaka
kelaut aja lah km pala...egois bngt ya....
ud bng cari yg lain yg GK kyk pala yg keras kepala itu😓😓😓
Ghiffari Zaka
eneg AQ lihat pala ni.....AQ sumpahin ya nnt kamu yg bucin akut sm kala,sabar bang kala,Allah pasti kabulkan doa q,eh author Deng maksdnya🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
nah kan mulai lagi keras kepalanya,dia ni keras kepala atau egois ya???
Ghiffari Zaka
hih awas ya pala,lok masih keras kepala tak tinggal lu ya....,ud di manis2 sin ttp getol aja GK bs terima😓😓
Ghiffari Zaka
waah hebat pala,beneran ikut dia🤭🤭🤭,la itu perasaan cemburu x.....syukur aja loh ada rasa gitu ..biar CPT cinta🤭🤭🤭
Aniza
lanjut lagi thooor
Ghiffari Zaka
GK Caya kakaynya AQ Thor...gak taunya cmn pala ni mau plng ke rumah ibunya tp nebeng,gak taunya nnt blng minta di turunkan di jalan....
ini yg bikin sakit thor
Aniza
semoga hubungan kalian baik2 aja
Aniza
thooor kok gitu sih,pala sendiri yg jauh sma satu tempat lagi ma laga,konflik jngan berat2 y thooor ngfak sanggup bacany,kala bkalan sedih ni dengar beritany,bisa2 kala bkalan berpikir pala ma laga clbk😁
Aniza
si laga mau pergi aku yg mewek😭😭😭😭 thooor,selamatin laga ya thooor daru kkb,laga juga butuh bahagia,sekama ini laga terlalu mudah diadu domba si dokter
dan suatu saat pala mau memaafkan laga thooor
Lina Zascia Amandia: Wkwkkw..... sedih juga ya...
total 1 replies
Aniza
mang kenyataan kek gitu thooor,kelakuan
pangkat ,jabatan sekolah pekerjaan blum tentu mencermin kan semua juga baik
thooor meski laga ngeselin,penghianat,bodoh jangan sampe laga gugur disaat satgas papua thooor,kasih juga lah laga jodoh thoor biar dirasakan si dokter prita sakit hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!