Lintang Arum gadis berusia 20 tahun putri dari Dio Fandi Prdika dan Hanifah Azzahra.
Lintang Arum bukan gadis remaja biasa, ia lahir dengan kemampuan khusus, kemampuan yang tidak di miliki oleh manusia pada umumnya.
Lintang bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk astral, bahkan bisa memusnahkan Meraka menjadi abu.
Bersama Arin sahabatnya putri dari Reyhan, keduanya menjelajahi dunia lain, dan membasmi hantu - hantu yang jahat yang ingin mencelekai manusia yang tak bersalah.
Rayyandra Manggala seorang Casanova yang memiliki banyak kekasih, yang tak pernah percaya dengan dunia mistis atau dunia perhantuan dan selalu berfikir realistis.
Setelah pertemuannya dengan Lintang dunianya langsung jungkir balik, apalagi setelah nyawanya hampir melayang akibat dari makhluk yang tak kasat mata.
Selanjutnya saksi kan kisah keduanya ya.....dukung selalu karya author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DIA WANITA YANG ADA DI DALAM MIMPI
" Wanita itukan yang ada di dalam mimpi kita ?" tanya Lintang.
" Hemmm.." Sahut Rain sambil memijat keningnya.
" Apa masih pusing ?"
" Iya..kenapa tiba-tiba kepala ku jadi pusing begini " ucap Rain.
" itu pengaruh sihir dari wanita itu "'
ucap Lintang.
" Sihir? maksudmu ?" tanya Rain sambil menoleh ke arah Lintang yang masih mengemudi mobil.
" Sepertinya gadis itu yang mengirimkan makhluk itu padamu, ia ingin mengguna-gunain kamu lewat makhluk itu " sahut Lintang.
Rain terdiam ada ke tidak percaya di dalam hatinya tentang hal-hal seperti itu, tapi kejadian-kejadian akhir ini semua di luar nalar dirinya.
" Nanti akan aku jelaskan, sekarang Kita mau kemana?" tanya Lintang.
" Ke rumah ku, ikuti saja petunjuk dari mobilku " sahut Rain.
" bukalah minuman itu " ucap Lintang sambil menunjuk sebuah botol air minum.
" kamu Haus "
" buka saja "
Rain membuka botol itu dan kemudian menyerahkannya pada Lintang.
Lintang menerima botol itu, kemudian membacakan doa dan kemudian meniup pelan botol itu dan kemudian menyerahkannya pada Rain.
" Minumlah "
Rain mengeryitkan dahinya dan menatap minuman itu dan kemudian beralih menatap Lintang.
" Minum saja, Aman...aku tak akan mengguna-gunain Dokter, itu hanya untuk menetralisir sihir dari wanita tadi " ucap Lintang.
" Apa kamu seorang dukun "
Lintang hanya tersenyum tipis.
" Bukan seperti itu, aku hanya memiliki sedikit kelebihan"
" indra ke enam "
" semacam itu "
" Fajar asistenku juga memiliki indra ke enam, ia peka dengan hal-hal ghaib tapi ia tak bisa melihat makhluk halus ia hanya biasa merasakan ke hadiran nya, aku dari dulu tak pernah mempercayai hal-hal semacam itu " ucap Rain dan kemudian meneguk minumannya.
Lintang hanya tersenyum tipis.
Lintang menghentikan mobilnya di depan rumah Rain.
" Ayo " ucap Rain saat Melihat Lintang masih berdiri di depan rumah Rain,
" Kenapa ia membawaku ke rumahnya?" tanya Lintang dalam hati.
" Hei, ayo kita masuk "'ucap Rain sambil menarik tangan Lintang.
Seorang penjaga rumah membukakan pintu gerbangnya.
" Tuan muda sudah pulang, kebetulan tuan muda pulang, tuan... sedari tadi tuan kecil menangis terus dan badannya panas sekali, ini baru saja mau di bawa ke rumah sakit sama nyonya, tuan besar juga sudah dalam perjalanan" ucap Penjaga yang terlihat panik.
Mendengar itu Rain langsung melepaskan tautan tangannya dan berlari ke dalam.
" Silahkan masuk Nona " ucap penjaga.
Lintang tersenyum tipis dan perlahan masuk kedalam rumah Rain, Lintang menelisik semua keadaan di sekitar rumah Rain.
" Kakek, bapak, apa kalian mendengarku, tolong bantu Lintang untuk menyelamatkan keluarga ini, iblis jubah merah itu semakin kuat tenaganya, iblis itu bisa menghabisi keluarga ini "' gumam Lintang.
Saat masuk ke dalam rumah, suasana semakin tidak enak, hawanya sudah berbeda.
Lintang mendengar tangisan dari lantai atas, ia langsung naik melewati tangga, perlahan langkahnya menapaki tangga satu persatu.
Lintang tiba di sebuah kamar yang begitu besar dan mewah seperti kamar papa dan mamanya.
" Ia melihat seorang pria kecil yang terus merintih dengan mata yang terbuka lebar dan terlihat wajah dari beberapa orang di sana terlihat panik, dan ada seorang wanita setengah baya terus menangis di sisi pria kecil itu sambil menggenggam tangan kecil itu.
" Assalamualaikum" sapa Lintang dan membuat semua orang menatap ke arah nya.
" Waalaikumsalam " sahut Yunita dengan mengeryitkan dahinya.
Lintang perlahan mendekati anak kecil itu, wajahnya sudah membiru, nafasnya sudah tak beraturan dan matanya menatap kosong ke atas.
" Sayang sadarlah, Rain kenapa dengan adikmu, kenapa ia menjadi seperti ini " ucap Keyla.
" Iblis itu berusaha menghisab kehidupan anak itu, jiwa anak itu masih suci, kekuatan iblis itu akan terus bertambah jika ia bisa mengambil jiwa anak itu " ucap Lintang dalam hati dan matanya terus menatap ke arah Anak kecil itu.
" Permisi tante, boleh saya melihat putra Tante " ucap lembut lintang.
Keyla dan Rain menoleh ke arah Lintang.
" Apa dia di ganggu makhluk itu juga?" tanya Rain.
Lintang tersenyum tipis dan mengangguk.
Rain mendekati Lintang.
" Apa kamu bisa menolongnya?"
" insyaAllah "
Rain menatap mamanya.
" Ma...kemarilah, biar Lintang memeriksa Darren " ucap Rain sambil memegang bahu mamanya.
" Siapa dia Rain, apa dia seorang dokter?" tanya Keyla.
" nanti aku jelasin ma, sekarang biarkan Lintang memeriksa keadaan Darren " ucap Rain.
Rain membawa mamanya untuk mundur ke belakang.
Lintang duduk di atas tempat tidur dan mengusap rambut Darren.
" Hai...tampan, kakak akan bantu kamu untuk kembali ke ragamu " gumam Lintang dan masih bisa di dengar oleh mereka yang ada di situ.
Lintang mengambil air putih yang ada di atas nakas dan kemudian perlahan ia memejamkan matanya sejenak dan kemudian membuka matanya lantas meminumkan air minum pad Darren dengan menggunakan Sendok.
Lintang menatap ke arah sisi lainnya, ia melihat sosok berjubah merah yang terlihat marah menatap Lintang.
Sosok itu hendak menyerang Lintang tapi tiba-tiba ada sesuatu yang menyerang iblis itu sehingga iblis itu langsung terpental menatap tembok rumah.
" jangan berani-berani kamu menyentuh cucuku " ucap dari sebuah asap putih yang perlahan berubah menjadi Aswin, kakeknya Lintang, dan di belakang Aswin ada juga hafid yang tersenyum pada Lintang.
" Dia akan baik-baik saja, jangan tinggalkan dia sementara waktu ini, minta sama mamamu daun Bidara untuk di taman disini, minta juga mamamu untuk membuat ramuan untuk anak itu, Bapak sama Kakekmu akan mengurus iblis itu, " ucap Hafid.
Lintang tersenyum tipis dan mengangguk.
" siapa kalian, jangan menganggu aku untuk mengambil jiwa anak itu, dia milikku " geram iblis merah.
Aswin tersenyum tipis dan menatap tajam kearah makhluk itu.
" Sekarang ini akan menjadi urusan ku, aku tak akan membiarkanmu menjadikan dia tumbalmu " ucap Aswin.
" Dia sudah di serahkan padaku, pergilah kalian " ucap iblis itu dan langsung menyerang Aswin.
Ketiganya langsung beradu kekuatan yang mana itu hanya bisa di lihat oleh Lintang.
Lintang terus merapalkan Doa dan terus memeluk tubuh Darren yang nampak mengejang dengan mata yang terus terbuka lebar.
Keyla menutup mulutnya yang melihat putranya mengejang di dalam pelukan Lintang, Keyla ingin berlari memeluk putranya tapi tubuhnya di tahan oleh Rain.
" Rain, Darren Rain...lepaskan mama " tangis Keyla dan meronta ingin di lepaskan .
" Ma ..tenanglah, lintang akan menyelamatkan Darren "
" tapi ... lihat lah Darren Rain, ia kesakitan "
Yunita mendekati menantunya dan ikut memeluknya.
" Rain ada apa sebenarnya?" Tanya Yunita.
Rain hanya menghela nafasnya .
" Aku juga tidak tahu Oma, yang jelas saat ini sakit Darren bukan sakit medis "
Keyla dan yunita menatap ke arah Rain dengan tatapan penuh tanya.
" Nanti akan aku jelaskan" sahut Rain.
" Ada apa ini, apa yang terjadi dengan Darren..." seru suara dari depan pintu.
#######
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu.
Jika suka dengan karya Author Jangan lupa like dan bintangnya ya, vote juga boleh.
Terimakasih kasih pada seluruh readers yang sudah setia dukung karya Author.
sukses kak Mia
cuma update nya jgn lama" dong biar ngga penasaran
Semoga Darren baik2 saja dan bisa sembuh..., Halalkan segera Lintang & Rain agar biasa sepenuhnya membantu keluarga besar Papa Ken... 💙💛💙💛😘😘😘😘
tebakan ku benar Rain jumpa dg Dio ,, mu kira stlh jumpa dg Dio , Rain bisa dpt izin , tp ttp saja TDK bisa ,,,, Dio terlalu posesif bgt 🤣🤣
apa indukan dari wolfin dan belang msh hidup , kak Mia ❓🤔
secara kn indukan nya dari zaman papa Dio msh muda 🤣
untung Rain gak sampai terkencing di celana Krn sangkin ketakutannya 🤣🤣🤣🤣
semoga Rain bertemu dengan Dion ,, psti mereka saling kenal 🤣
kini Ken dan Keyla yg TDK paham akan perkataan Lintang 🤣🤣
beruntung lintang datang tepat waktu ,,, JK Rain terlambat sampai di rumah mgk Daren sdh metong.
Alhamdulillah kakek Aswin dan pak Hafid datang membantu Lintang.
kmna yaaa kakek buyut Lintang ( kakek nya Hanifah ,,, aku lupa nama nya ) ❓🤔