NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:101.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nikung part 2

Jetro dan sepupunya melihat kepergian terburu buru Cakra yang sendirian meninggalkan kafe. Dia seolah tidak peduli dengan keadaan sekitarnya.

"Dia kelihatan marah." Abiyan tersenyum miring.

"Bukan kelihatan lagi. Kamu ngga khawatir, Jet. Mungkin saja polwan itu sekarang tidak sedang baik baik saja," hasut Baim.

Jetro sempat terpikir begitu juga. Dia langsung saja melangkahkan kakinya meninggalkan sepupu sepupunya yang kini terkekeh berderai mengetawakannya.

"Keren juga kalo Jetro berhasil nikung pacarnya polisi," tawa Abiyan lagi. Baim, Eldar dan Erland juga makin tergelak.

*

*

*

Jetro tersenyum melihat mata yang terbelakak dan wajah yang merona di depannya. Jetro mengulurkan gelas minuman gadis itu.

Febi menerimanya dengan gugup.

Jetro menarik kursi bekas Cakra tadi, bergeser ke sampingnya. Kemudian duduk tegang memperhatikan wajah Febi lekat.

Jetro lega karena tidak melihat pipi yang basah oleh air mata. Yang dia lihat malah wajah yang menahan kesal.

"Kekasihmu marah?" tanya Jetro tenang setelah Febi meletakkan gelas yang minumannya sudah dia habiskan setengahnya.

"Dia bukan kekasihku," bantah Febi.

Jetro mengerutkan alisnya

"Sikapnya seperti orang yang cemburu."

Teringat tatap tajam Cakra padanya saat memasuki kafe tadi. Waktu dia berjalan beriringan dengan Febi.

Jangan lupakan tatap ngga suka kapten itu di ruangannya tadi.

Febi malah tertawa mendengarnya

Kalo dia Fiola, baru bisa cemburu, ralatnya dalam hati.

Jetro suka melihat gadis itu tertawa. Baru pertama kali dilihatnya.

Febi menatap Jetro setelah tersadar dengan tawa spontannya tadi. Tawanya terhenti kini.

Dia berdehem sebentar untuk menghilangkan perasaan kikuk. Tatap laki laki itu membuat jantungnya berdebar cepat dan terasa aneh, tapi menyenangkan.

Dia akan berterus terang.

"Kami dijodohkan," ucapnya apa adanya. Tapi dia tidak melihat keterkejutan di mata laki laki di depannya ini.

"Aku masih boleh mengirimmu bunga, kan?" tanya Jetro santai, seolah perkataan Febi tadi buat batasan buatnya.

Febi merasa heran dengan dirinya, dia merasa tersipu mendengar ucapan Jetro.

"Boleh."

"Mengajakmu mancing?"

Febi tersenyum samar dengan rona tipis di wajahnya.

"Kapan?"

Jetro tersenyum simpatik dan Febi merasa beruntung sudah melihatnya.

Dia tampan sekali.

"Tidak lama lagi. Tunggu saja, pasti akan aku kabari."

Febi tersenyum, tidak menyahut. Tapi rona merah di pipinya makin tampak nyata.

*

*

*

Kata kata Febi membuat Cakra kepikiran juga.

Fiola tertarik dengan Jetro? Cakra menyeringai sinis.

Dia ngga percaya, tapi tetap ada yang mengganjal di dalam pikirannya.

Ngga mungkin, kan.

Tangannya meraih ponselnya. Dia harus menuntaskan rasa penasarannya sekarang. Jantungnya berdegup kencang, tetap berusaha menafikan pikiran buruknya.

"Ada apa lagi? Sebentar lagi aku mau terbang."

Cakra terdiam, sedang memikirkan kata kata yang tepat untuk mengutarakan ganjalan di dalam hatinya

"Cakra, ngomong yang cepat. Aku tutup, nih." Suara Fiola makin ngga sabar.

"Kamu ngga bohong, kan, penyebab kenapa kening kamu luka?" Cakra seolah tak peduli kalo dia sudah mengganggu ritme kerja Fiola. Dia butuh kejelasan.

"Kenapa kamu ngga percaya? Papa juga lihat kalo Febi yang mendorong aku." Fiola terdengar mendengus marah.

"Kamu membuang buang waktuku saja." sambung Fiola lagi dengan nada gusar.

"Kamu kenal Jetro?" Cakra tetap ngga peduli. Dia harus pastikan kebenaran ucapan Febi.

Hening sesaat.

"Kenapa kamu tanya begitu? Aku sempat menjadi pramugari di pesawat pribadi keluarganya."

"Kapan?" Jantung Cakra berdebar keras.

"Sudah lama. Memangnya ada apa? Mengapa kamu bertanya begitu?"

"Kata Febi, dia mendorong kamu karena kamu akan menginjak bunga dari Jetro."

Hening sesaat. Kemudian terdengar tawa berderainya.

"Bunga dari Jetro? Bukannya dari kamu? Papa juga bilang kalo buket bunga itu dari kamu. Sudah, ya, Cakra. Aku kira kamu mau ngomong apa tadi."

Cakra terdiam. Fiola terdengar jujur menjawab pertanyaannya. Hatinya jadi geram karena kata kata Febi hampir saja merusak kepercayaannya pada Fiola.

"Oke, aku percaya kamu," tukasnya merasa bersalah karena sudah mengganggu pekerjaan Fiola.

"Oh ya, Cakra. Ada kabar yang ingin aku katakan. Tapi nanti saja, ya. Aku harus buru buru terbang. Dah honey...." Fiola memutuskan komunikasinya tanpa menunggu jawaban balasan Cakra.

Perasaan leganya tergerus lagi dengan ucapan terakhir Fiola. Dia merasa Fiola akan mengatakan sesuatu yang sangat penting. Perasaannya jadi ngga nyaman.

*

*

*

"Kamu ingin Jetro lebih mengenal putrimu yang pramugari?" tanya Emir pada Anggareksa ketika temannya minta bertemu siang ini.

Mereka ngobrol sambil ngopi.

"Iya. Kata putriku, sudah beberapa kali bertemu Jetro dan orang tuanya ketika menjadi pramugari."

Emir menganggukkan kepalanya sambil memutar cangkirnya perlahan.

"Ya, Adriana juga sudah mengatakannya."

"Aku juga baru tau kemarin malam." Anggareksa tersenyum. Tidak menyangka putrinya pernah menjadi pramugari di pesawat jet keluarga Jetro.

"Putri baik dan sopan, kata Adriana. Juga pekerja keras. Padahal dia tidak perlu sengotot itu bekerja, ya. Kamu lebih dari mampu memberikan kedua putrimu bisa hidup mewah," senyum Emir hangat.

"Ya, dua dua putriku memang pekerja keras." Anggareksa bangga saat mengatakannya.

Emir tersenyum lebih lebar.

"Kenapa harus yang pramugari? Kenapa bukan yang polwan yang ingin kamu kenalkan pada Jetro?" Emir teringat dengan ucapan Adriana kalo putranya biasa saja dengan yang pramugari.

Anggareksa agak terkejut mendengarnya.

Padahal keluarga Jetro sudah mengenal Fiola. Tapi kenapa mereka ingin mengenal Febi? Bukannya baru ketemu tadi malam?

Banyak tanya memenuhi kepala Anggareksa. Dia menghela nafas sebelum menjawab.

"Febi sudah aku jodohkan dengan Cakra, anak wakilku dulu. Aku terikat hutang budi dengannya. Kamu pasti ingat saat wakilku pernah menyelamatkanku."

"Ooh iya iya. Aku masih ingat," angguk Emir maklum.

"Kebetulan putriku dan putranya Danu, wakilku itu, bekerja di kepolisian. Anak Danu, Cakra, jado kaptennya Febi." kekeh Anggareksa.

"Ooh.... Jadi kamu pikir karena mereka satu kantor, keduanya sudah dekat?" tanya Emir setelah meneguk kopinya.

"Sebenarnya kedua putriku dekat dengan Cakra. Tapi Fiola menolak dijodohkan dengan Cakra. Karena itu aku menjodohkan Febi," jelasnya jujur apa adanya.

Emir manggut manggut.

"Febi dan Cakra tidak menolak?"

Anggareksa menggelengkan kepalanya.

"Malam ini kami akan membicarakan kesiapan pernikahan mereka."

Emir mengangguk lagi.

"Menurutmu, ngga apa apa,,kan kalo aku berharap bisa menjodohkan Fiola dengan Jetro? Aku lebih suka menikahkan putri putriku dengan orang orang yang sudah aku kenal."

Emir kembali menganggukkan kepalanya. Dia tentu saja mengerti. Dia pun sama seperti Anggareksa. Lebih suka menjodohkan anak anak mereka dengan orang yang mereka kenal.

"Nanti kita atur pertemuan Fiola dengan Jetro."

"Terimakasih, Mir." Sepasang mata Emir berbinar bahagia. Semoga saja keinginan putrinya bisa direalisasikan.

"Sama sama."

1
🔵MENTARY
Caca jodohnya Arsa nih
Toba Fio udh mau meninggal juga
partini
dihhh gumuss kapan dia methong sih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan dan 🌹👍
Evi Solina
penyakit hati itu gak ada obatnya, iri dengki dipupuk sampai mengembang , jadi ya gitu percuma
Tri Handayani
fiola...fiola...
bahkan d saat-saat terakhir kamu pun masih memendam kebencuan pda febi
Tri Handayani
cieee...cica'udah jatuh cinta sama arsa y
Lusi Hariyani
fiola km emang dasar iblis yg g bs sadar2 dgn kesalahanmu sendiri...febi dh g usah di jenguk aja biarn mati dgn dendam dia
Ariany Sudjana
mampus saja kamu fiola, sudah mau mati, masih juga membenci Febi dan menyalahkan Febi untuk semua masalah yang kamu hadapi. sudah Febi, kamu jangan terlalu berbelas kasih dengan fiola, lebih baik kamu segera mati fiola, kamu itu hanya pelacur murahan dan pembunuh
Zea Rahmat
mau mati aja sombongnya🤭🤭🤣
biby
hati2 feby jgn terlalu kasihan khawatir si fiola memanfaatkan kebaikanmu dg permintaan terakhir sblm metong dia mnta nikah sm jetro gawaaat jadix
Ernaaaaa
bener2 dah sekarat aja g tobat2
Herman Lim
pasti seru klo baik di gap sama bapak Mak nya 🤣🤣🤣 auto langsung suruh nikah 🤪🤪
Evi Solina
jangan di tolongin lagi feb, udah sakit juga gak ada tobatnya, serahkan ke ibu kandungnya aja itu juga kalau masih ada
Rahmawati
ayo mom gerbek aja baik, terus langsung di nikahkan
Tri Handayani
kayanya sebentar lagi baim bakal nyusul jetro' dech...tanpa oacaran langsung nikah
Ariany Sudjana
si pelacur murahan masih juga ga terima, kalau Jetro sudah jadi suaminya Febi, jadi jangan berharap jadi istrinya kamu fiola, tempat kamu itu cocoknya di penjara, karena kamu itu pembunuh
Lusi Hariyani
baim...tggu aja penggrebekan papi&mami mu langsng dech nikah dadakan🤣
Tri Handayani
fiola...semoga d sisa hidupmu'kamu bisa berubah menjadi baik dan mau menyadari kesalahanmu pda adikmu febi.
Tri Handayani
Baim...pinrar banget modusmu
Tri Handayani
stefi...mau kamu pulang cepat atau lambat jetro tetap akan jadi suaminya febi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!