#timetravel
Sebenarnya aku seharusnya sudah mati kan? kenapa tiba tiba aku berada di dunia seperti manhwa... aku baru aja selesai baca ini novel? loh kok bisa masuk?
dan lagi kenapa aku jadi villainess kejam yang akan mengganggu tokoh utama cowok dan cewek yang ada di dunia ini! Elisia Verderick salah satu anak marquiss ternama di dunia novel itu, aku tidak mau berususan dengan pria pria obsesif di dunia ini.. bahkan sampai dikurung!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kensujishisu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Aku kemudian mengantarkan Varenze sampai kedepan gerbang,dia tersenyum kearahku, sejujurnya kalau bisa dibilang tidak ada pilihan lain dia akan kembali atau tidak.
Karena mansionnya itu tidak seharmonis seperti bangsawan biasanya, karena julukan itu dia menjadi terkucili.
Tapi untung sekarang aku hanya bisa membantu jika dia memerlukanku, karena kita berdua akan bersama di Akademi aku akan melindungi Varenze disana dan memperkenalkan dia ke Lea.
"Nona... terimakasih, saya tidak akan melupakan kebaikan anda saya harap kita bisa bertemu lagi di Akademi. "
Aku tersenyum kecil melambaikan tanganku kearahnya, kereta kuda itu sudah pergi menjauh.
Tidak disangka aku bertemu dengan Varenze lebih dulu, jika aku adalah Elisia yang asli mungkin aku tidak akan pernah membuat kenangan baik dengan Varenze.
Varenze terlihat sangat kurus sekarang, dikabarkan untuk kedepannya dia akan menjadi pria yang tangguh dan bentuk tubuhnya akan sama dengan pria utama yang lainnya.
Sekarang jelas dia kekurangan nutrisi karena pelayan yang tidak terlalu memperdulikannya itu sehingga dia lebih seperti bangsawan tanpa pelayan dan pengawal.
"Kurasa hidup menjadi Elisia itu tidak buruk juga apakah aku yang kurang bersyukur, namun tetap saja apalagi yang bisa disyukuri jiga aku nantinya akan mati juga ditangan pemeran utama. "
Aku menggelengkan kepalaku, setidaknya Edwin tidak akan menjadi seperti itu jika aku tidak memancing amarahnya dan mengusili Lea.
Namun kata kata yang pernah dia sampaikan kepadaku itu terus terngiang dikepalaku.
--------------------------------
Hingga satu bulan kemudian
"Anak ibu sudah benar benar akan keakademi, dan nilainya sangat memuaskan.. aku tidak percaya anak kita sepintar ini. "Ucap Marquisess Vederick masih mengulangi hal yang sama.
Sekeluarga itu terkejut ketika Elisia mendapatkan nilai sempurna, namun yang mengejutkan adalah papan pengungu man nilai ujian itu membuat Elisia tercengang.
Nilai sempurna dan rangking terbaik didapatkan oleh:
1.) Elisia Vederick/100
Edwin Areanoria/100
2.) Vion Jepentus/99
3.) Lea Alenaesa/98
4.) Varenze Tequeila/97
"Tentu saja anakku sangat luar biasa ternyata dia menyembunyikan kejeniusannya dibalik sikapnya itu. "
"Apa maksudmu? "
"Ah maksudku sikapnya yang tegas dan parasnya yang cantik sayangku. "
Sementara keluarga Elisia sedang ribut berbincang, Elisia hanya memandangi kertas rangking dan nilai yang sudah keluar seminggu kemarin.
Ah.. tamat lah riwayatku, Edwin... Vion?.... ah.. apakah aku mengundurkan diri saja.. tapi jika aku mengundurkan diri nasib Varenze dan Lea... tapi ancaman Edwin dan janjiku kepada Vion.
Elisia menghantam dahinya kedinding dia bingung harus melakukan apa dan situasi seperti ini persis di novel yang membedakan Elisia asli nilainya jauh diatas rata rata
Dan nilai para pemeran utama saling balap balapan dan selisih 1 sampai 2 saja.
Dia masih bertanya tanya apa yang menyebabkan Putra Mahkota Edwin masuk lebih cepat, apakah itu karena dirinya, sampai sekarang dia pun memerlukan jawaban dari semua pertanyaan yang berkecamuk dikepalanya itu.
Aku beruntung karena di cerita aslinya Edwin dan Vion tidak satu kelas dengan Elisia jadi ini cukup agar aku bisa menghindari mereka , namun buruknya Lea dan Vion satu kelas dan bukan Varenze yang bersamanya membuat aku semakin kesusahan untuk menyatukan mereka.
"Vion dan Lea membuat ku tercengang untuk saat ini, bagaimana jika Vion akan terus mengganggu Lea jika dia tau Lea mempunyai kekuatan seperti itu..... Hahhh... "