Setelah hidup lontang-lantung selama separuh hidupnya, Denzel Bastian mengacaukan kehidupannya dengan tangan sendiri. Dia kehilangan istri dan ketiga anak kembar untuk selamanya. Hingga saat berada dalam lautan api, istri yang sudah bercerai bertahun-tahun dengannya tanpa ragu menerjang masuk ke kobaran api untuk mati bersamanya.
Denzel pun sadar, ternyata istrinya begitu mencintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 Harus Menemui Dokter Spesialis Mata
Bab 5 Harus Menemui Dokter Spesialis Mata
Di kehidupan sebelumnya, kalau sebuah cincin tiba-tiba muncul di tangannya, Denzel pasti akan ketakutan.
Namun, bagi Denzel yang baru saja mengalami kelahiran kembali, dia sama sekali tidak mengeluarkan reaksi yang berlebihan.
Lagi pula, hal-hal berlebihan seperti kelahiran kembali pun sudah terjadi. Jadi, kalau muncul sebuah cincin dari kehampaan, itu sama sekali tidak aneh.
Model cincin itu terlihat sangat sederhana,
tapi dia malah melayang di lingkaran biru yang misterius dan aneh.
Meletakkan pisau. Dia hendak melepaskan cincin itu dari jari manis tangan kanannya.
Namun, begitu jari kirinya baru saja memegang cincin di jari manin tangan kanannya, daya tarik yang tak terlihat tiba-tiba menyerangnya.
Beberapa detik selanjutnya, Denzel hanya merasa pandangannya mengelap.
Ketika Denzel membuka matanya, tempat itu penuh dengan kabut putih yang tebal.
"Di mana tempat ini?"
Denzel tercengang sembari bergumam dan melihat sekeliling.
Kemudian dia mendapati bahwa sekarang dirinya sendiri sedang berada di alam semesta berkabut dengan tanah lembut di bawah kakinya.
"Apa yang terjadi?"
Denzel bergumam sembari
Bidang tanah ini cukup luas, terlihat seperti tanah yang sangat subur.
Di tepi bidang tanah ini, yaitu di sebelah tangan kiri Denzel, terdapat sebuah mata air gunung yang mengalir dari kabut putih.
Kedua sisi mata air gunung ditutupi oleh kabut putih. Tetesan air terus mengalir ke sungai dan berkumpul di kolam sekitar dua atau tiga meter persegi di depannya.
Meskipun mata air gunung sangat jernih, dasarnya malah tidak terlihat. Bahkan ada beberapa kabut biru muda yang menutupi permukaan air.
Denzel berdiri di tepi kolam untuk mendengar suara air yang mengalir dan melihat mata air gunung yang terus mengalir ke kolam, tapi sama sekali tidak bisa melihat dasarnya, dia tanpa sadar tenggelam dalam pikirannya.
Setelah berpikir sejenak, Denzel sepertinya membuat beberapa keputusan penting. Dia berjongkok dan memutuskan untuk mencicipi air itu, apakah mata air itu memiliki beberapa efek khusus seperti beberapa novel yang pernah dia baca sebelumnya?
Begitu memikirkan hal itu, Denzel langsung mengulurkan tangannya dan mengambil seteguk mata air dari kolam. Dia pun merasakan sentuhan dingin.
Denzel mendekatkan air itu ke mulutnya, tapi dia berhenti lagi ketika hendak meminumnya.
Mata air itu memang tidak mungkin meracuninya, tapi seandainya dia benar-benar keracunan, bagaimana dengan Fiona dan tiga anak itu?
Setelah memikirkan hal itu, Denzel pun membuang mata air yang dingin itu ke kolam.
Denzel tercengang, seolah-olah dia telah menemukan beberapa hal yang aneh. Denzel sepertinya telah tercerahkan, dia mengangkat tangannya untuk melirik cincin di tangannya.
Denzel memikirkan sesuatu, kemudian dirinya melintas dan kembali ke ruang angkasa yang misterius itu lagi.
Begitu Denzel memikirkan sesuatu lagi, dia sudah kembali ke dapur.
Mata Denzel berbinar. Tampaknya dirinya sendiri tidak hanya terlahir kembali, tapi juga mendapatkan sebuah ruang angkasa pribadi?
Namun, Denzel masih harus menemukan sesuatu untuk menguji mata air di ruang angkasa itu. Dia ingin melihat apakah mata air itu memiliki efek yang misterius.
Begitu memikirkan hal itu, Denzel pun melihat sekeliling dapur. Dengan cepat pandangannya tertuju pada
Menit. Begitu melihat tidak ada perubahan yang terjadi di bibit stroberi, Denzel tanpa sadar mengerutkan keningnya.
Denzel berpikir di dalam hatinya, apakah mata air ini tidak memiliki efek?
Namun, ketika Denzel memiliki pemikiran seperti itu, sebuah kejadian yang ajaib tiba-tiba muncul.
Akar dari bibit stroberi yang awalnya halus dan lemah berangsur-angsur menebal dengan sangat cepat.
Daun kuning yang sedikit melengkung juga terlihat seperti telah disuntik dengan sejumlah besar nutrisi sehingga terus memanjang di sekitar.
Warnanya pun berubah menjadi semakin hijau dan berbunga!
Dalam waktu beberapa menit, beberapa bibit stroberi mengalami perubahan drastis.
Bibit stroberi yang awalnya tak bernyawa malah berubah menjadi berbunga. Ranting dan daun pun memanjang tiga kali lipat dari sebelumnya.
Buah-buahan yang tumbuh dari bibit stroberi juga mengalami perubahan yang sangat signifikan.
Dapat dilihat dengan jelas bahwa salah satu cekungan stroberi yang sedikit cacat pun mulai pulih kembali dan berangsur-angsur menjadi kuat.
Begitu melihat adegan di depannya, Denzel sepenuhnya membelalakkan matanya.
Dia tahu bahwa mata air itu mungkin memiliki beberapa efek yang ajaib, tapi dia tidak menyangka bahwa mata air itu malah begitu ajaib.
Namun tepat saat ini, suara langkah kaki yang keras tiba-tiba terdengar di
Dalam ruang angkasa.
Denzel mengerutkan kening sembari melihat sekeliling, dia mendapati bahwa tidak ada orang di sini.
Apakah ada orang yang datang di luar ruang angkasa?
Begitu memikirkan hal itu, pikiran Denzel tergerak. Dia buru-buru keluar dari ruang angkasa.
Beberapa detik selanjutnya, sosoknya pun kembali ke dapur lagi.
Kali ini, cincin di tangannya malah berubah menjadi tak terlihat secara otomatis.
Terdengar suara langkah kaki yang samar dari luar pintu. Ketukannya hampir sama dengan yang didengar di ruang angkasa barusan.
Seperti dugaan, ada orang yang
Datang.
Denzel segera mengambil pisau dan memotong sayur asam dengan penampilan seperti tidak ada yang terjadi.
Saat ini, orang yang datang sudah berjalan ke pintu dapur. Denzel menoleh dan melihat sosok yang akrab itu, dia mengerutkan kening sembari bertanya, "Kenapa kamu tidak beristirahat dengan baik? Buat apa kamu datang ke sini?"
Fiona mengangkat kakinya untuk masuk ke dapur, dia tampak sedikit kaget ketika pandangannya tertuju pada sayur asam yang sudah dipotong oleh Denzel di talenan kayu.
"Apa kamu bisa memotong sayur?" tanya Fiona. Pada saat yang bersamaan, dia merasa sedikit tidak percaya ketika berjalan ke sebelah Denzel untuk melihat sayur asam di telenan kayu serta melihat panci yang sudah sedikit mengepul di
Atas tungku.
Apakah Denzel benar-benar bisa memasak?
Bukankah dia adalah seorang tuan muda yang hidup dalam kemewahan dan menjalani kehidupan yang dimanjakan?
Kenapa dia tiba-tiba bisa memotong sayuran dan menyalakan api untuk memasak?
Fiona masih ingat bahwa beberapa kali dirinya sendiri tidak bisa kembali untuk memasak di siang hari, bukankah pria ini pergi ke rumah teman-temannya untuk makan gratis dengan perut yang kosong?
Begitu mendengar pertanyaan Fiona, Denzel tidak mengatakan apa-apa. Dia mengambil sayur asam dari talenan kayu dengan santai dan memeras airnya, kemudian berkata, "Aku hanya tidak ingin memasak sebelumnya, tidak
Sulit bagiku untuk membuat semangkuk mi sayur asam."
Usai mengatakan itu, Denzel menoleh dan melihat Fiona, kemudian hendak menyuruhnya kembali untuk beristirahat. Namun, ketika melihat wajah wanita kecil di sebelahnya yang cantik dan putih, Denzel malah sedikit melamun.
Sebelumnya dia tidak pernah melihat Fiona dengan teliti.
Sekarang begitu melihat Fiona lebih dekat, bahkan jika wajahnya tidak berdandan dan kolagen di wajahnya mungkin sudah sedikit menghilang karena kekurangan gizi, serta pakaiannya yang sangat sederhana, tapi Fiona terlihat jauh lebih cantik daripada beberapa wanita yang mengelilingi Denzel.
Pantas saja wanita kecil itu bisa menjadi primadona selama empat tahun
Secara berturut-turut sejak dia masuk ke Universitas Atmajaya.
Dulu, Denzel benar-benar harus pergi ke rumah sakit spesialis mata untuk memeriksa matanya. Oh tidak, dia seharusnya pergi ke rumah sakit spesialis otak.
Saat ini, Fiona juga menyadari tatapan Denzel yang penuh gairah. Dia hanya merasa detak jantungnya berdebar dengan cepat.
Fiona merasa bingung dengan keanehan Denzel hari ini. Dia merasa malu, dia pun berbalik badan dan hendak berjalan pergi, tapi dia tidak lupa untuk berkata dengan nada berpura-pura tenang, "Kalau begitu, kamu masak dulu. Aku akan kembali."
Tidak ada seorang pun yang tahu obat apa yang dimakan oleh pria itu, sehingga membuatnya terus menatap Fiona.
Itu terus dirawat oleh wanita kecil itu dengan hati-hati. Namun, beberapa stroberi itu baru saja dicabut oleh Denzel dan di bawa ke ruang angkasa...