NovelToon NovelToon
Legenda Pendekar Mata Naga Biru

Legenda Pendekar Mata Naga Biru

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Reijii

Cerita mengikuti Chen Wei, seorang pemuda dari keluarga Cina yang menjadi penerus kekuatan Mata Naga Biru – salah satu dari tiga artefak kuno yang mampu membangkitkan atau mengalahkan Kaisar Naga, makhluk yang pernah hampir menghancurkan dunia. Setelah kampung halamannya dihancurkan oleh Sekte Darah Naga yang mencari ketiga mata naga untuk menguasai dunia, Chen Wei memulai perjalanan panjang untuk melindungi artefak tersisa, belajar mengendalikan kekuatan naga dalam dirinya, dan mengumpulkan sekelompok sahabat yang setia.

Melalui ujian yang penuh bahaya, pertempuran dengan musuh yang kuat, dan pengungkapan rahasia sejarah keluarga serta hubungan dengan musuhnya, Chen Wei harus memilih antara menggunakan kekuatan untuk membalas dendam atau untuk melindungi keseimbangan alam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20: Perjuangan Antara Cahaya dan Kegelapan

Pertempuran di dalam gua bawah tanah Gunung Beku Abadi semakin sengit seiring dengan setiap detik yang berlalu. Kaisar Iblis bergerak dengan kecepatan yang luar biasa untuk ukuran tubuhnya yang besar, menyerang dengan cakar tajam dan semburan energi hitam yang mampu menghancurkan batu dengan mudah. Chen Wei dan teman-temannya bekerja bersama dengan koordinasi yang sempurna, masing-masing menggunakan keahlian khusus mereka untuk menghadang serangan dan mencari celah untuk menyerang balik.

Zhang Tian dan Wu Chen menghadapi Kaisar Iblis secara langsung dengan senjata mereka – pedang panjang yang menyala dengan energi merah dan kayu besi yang diperkuat dengan kekuatan alam. Mereka bergerak seperti satu kesatuan, mengimbangi kekuatan dan kecepatan masing-masing untuk membuat musuh mereka kesulitan fokus. Di sisi lain, Yan Ling menggunakan kekuatan angin untuk membingungkan Kaisar Iblis dan membuatnya sulit untuk bergerak bebas, sementara Chen Feng menggunakan keahlian bela diri tubuhnya untuk menyerang dari belakang ketika ada kesempatan.

Liu Qing dan Hong Yu berada di posisi yang terlindungi, bekerja tanpa lelah untuk menyembuhkan luka-luka sekutu sekaligus memberikan perlindungan spiritual dengan ramuan khusus dan doa-doa kuno. Lin Xue berdiri di dekat ketiga mata naga yang ditempatkan di sekitar ruangan, menggunakan kekuatannya untuk menjaga stabilitas lingkaran perlindungan dan memastikan bahwa energi dari artefak suci tersebut mengalir dengan lancar ke seluruh pasukan.

Chen Wei sendiri memegang Hati Naga di tengah pertempuran, mengumpulkan kekuatan dari semua sumber yang ada. Cahaya pelangi dari kristal besar itu menyala semakin terang seiring dengan setiap detik, menyerap energi baik dari semua teman-temannya dan meneruskannya kembali sebagai kekuatan perlindungan dan serangan. Dia bisa merasakan kehadiran Kaisar Naga yang membimbingnya dari balik bayang, memberikan kebijaksanaan dan kekuatan tambahan ketika dia membutuhkannya.

“Kalian tidak akan pernah mengalahkan aku!” teriak Kaisar Iblis dengan suara yang menggema di seluruh ruangan. Dia mengumpulkan seluruh kekuatannya ke dalam satu serangan besar, membentuk bola energi hitam yang sangat besar di atas kepalanya. “Dengan kekuatan yang telah kamu bebaskan ke dunia, aku akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya!”

Bola energi hitam tersebut dilemparkan ke arah lingkaran pertahanan yang dibentuk oleh ketiga mata naga. Ledakan yang dahsyat terjadi ketika kedua kekuatan bertabrakan, membuat seluruh gunung bergoyang hebat dan batu besar dari langit-langit mulai jatuh dengan cepat. Lingkaran pertahanan mulai retak, dan sebagian energi kegelapan berhasil menembus dan menyentuh beberapa anggota pasukan, membuat mereka merasa lemah dan pingsan.

Chen Wei tahu bahwa mereka tidak bisa bertahan lama jika terus bertempur dengan cara ini. Dia melihat ke arah Mei Hua yang telah diam-diam mengamati pertempuran dari sudut ruangan, mencari celah atau kelemahan pada Kaisar Iblis.

“Kita perlu mengubah strategi!” teriak Chen Wei kepada teman-temannya. “Kekuatan fisik saja tidak akan cukup untuk mengalahkannya. Kita harus menggunakan kekuatan hati dan semangat kita yang sebenarnya!”

Mei Hua mengangguk dengan sepakat dan mulai bergerak ke tengah ruangan. Dia mengangkat kedua tangannya ke langit-langit, dan suara nyanyian kuno yang merdu keluar dari bibirnya. Suara tersebut menyatu dengan nyanyian Liu Qing dan Hong Yu, membentuk harmoni yang indah yang mulai menyebarkan energi positif ke seluruh ruangan.

Saat nyanyian itu terdengar, anggota pasukan yang sebelumnya lemah mulai merasa kekuatan kembali mengalir ke tubuh mereka. Bahkan beberapa batu yang jatuh mulai melambat dan mendarat dengan lembut di tanah, seolah dipengaruhi oleh energi positif yang ada di udara. Chen Wei merasakan bahwa Hati Naga di tangannya mulai bersinar dengan lebih terang, dan dia bisa merasakan koneksi yang lebih kuat dengan semua orang di ruangan tersebut.

“Kita semua adalah bagian dari satu kesatuan yang besar!” teriak Chen Wei dengan suara yang penuh kekuatan dan kebenaran. “Setiap orang dari setiap daerah, setiap agama, setiap latar belakang – kita semua memiliki kekuatan baik yang sama di dalam diri kita! Mari kita gabungkan kekuatan itu untuk mengalahkan kegelapan yang ingin menghancurkan kita semua!”

Satu per satu, anggota pasukan mulai bergabung dalam nyanyian yang sama. Suara mereka menyatu menjadi satu aliran kekuatan yang luar biasa, mengalir ke arah Chen Wei dan Hati Naga yang dia pegang. Cahaya pelangi dari kristal itu semakin menyilaukan, dan sosok Kaisar Naga muncul kembali di udara di atas mereka, menyatu dengan kekuatan yang datang dari seluruh pasukan.

Kaisar Iblis melihat hal ini dengan wajah penuh ketakutan dan kemarahan. “Ini tidak mungkin! Kekuatan manusia tidak bisa menjadi begitu kuat!”

“Kamu salah besar!” balas Chen Wei dengan suara yang sekarang terdengar seperti suara banyak orang sekaligus. “Kekuatan kita tidak berasal dari kekerasan atau keserakahan seperti milikmu. Ia berasal dari cinta, persahabatan, dan keinginan untuk membantu satu sama lain. Dan itu adalah kekuatan yang jauh lebih besar dari apa pun yang kamu bisa bayangkan!”

Dengan kekuatan yang terkumpul dari seluruh pasukan dan dukungan Kaisar Naga, Chen Wei melangkah maju untuk menghadapi Kaisar Iblis secara langsung. Dia mengangkat Hati Naga ke atas kepalanya, dan cahaya pelangi yang luar biasa menyala dari kristal tersebut, membentuk sosok naga pelangi raksasa yang menjulang tinggi ke langit-langit ruangan.

Pertempuran puncak antara sosok naga pelangi dan Kaisar Iblis segera terjadi. Cahaya yang menyilaukan memenuhi seluruh ruangan, membuat semua orang harus menutup mata mereka dengan cepat. Energi baik dan kegelapan saling bertempur dengan kekuatan yang luar biasa, menyebabkan seluruh Gunung Beku Abadi mulai runtuh dan memicu getaran yang dirasakan hingga ke ujung terjauh daratan tengah.

Chen Wei merasakan bahwa dirinya sedang menyatu dengan Hati Naga dan Kaisar Naga, menjadi satu kesatuan yang penuh dengan kebijaksanaan dan kekuatan. Dia bisa melihat ke dalam hati Kaisar Iblis dan menemukan bahwa di sana terdapat kesedihan dan rasa sakit yang dalam – akibat dari kesalahan masa lalu yang membuatnya terpaksa menjadi makhluk jahat.

“Kau tidak sendirian!” teriak Chen Wei dengan suara yang penuh belas kasihan. “Kita semua pernah membuat kesalahan dan merasakan kesedihan. Tapi itu bukan alasan untuk menyebarkan kegelapan dan kehancuran. Ada jalan lain – jalan untuk memaafkan dan diperbaiki!”

Kata-katanya berhasil mencapai hati Kaisar Iblis, dan untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun, ekspresi wajahnya berubah dari kemarahan menjadi kebingungan dan akhirnya kesedihan. Energi kegelapan di sekitar tubuhnya mulai mereda, dan sosoknya yang mengerikan mulai berubah menjadi bentuk yang lebih manusiawi dan lembut.

Namun sebelum mereka bisa menyelesaikan proses pemulihan, sebuah ledakan besar terjadi dari dalam gunung. Tanah mulai bergoyang dengan sangat hebat, dan jelas bahwa Gunung Beku Abadi akan segera runtuh sepenuhnya. Chen Wei tahu bahwa mereka tidak punya banyak waktu lagi untuk keluar dari sana.

“Kita harus pergi sekarang juga!” teriaknya kepada semua orang. “Kita bisa melanjutkan ini nanti – sekarang yang penting adalah kita semua selamat!”

Mereka segera mulai bergerak keluar dari gua dengan kecepatan maksimal, membawa Kaisar Iblis yang kini lemah dan tidak berdaya bersama mereka. Saat mereka keluar dari gunung, letusan besar terjadi di belakang mereka, menghancurkan seluruh bagian atas Gunung Beku Abadi dan menyebarkan awan debu dan es ke seluruh langit.

Setelah mencapai tempat yang aman di kaki gunung, mereka berhenti untuk bernapas lega dan melihat ke arah gunung yang kini telah runtuh sebagian. Kaisar Iblis duduk di tanah dengan wajah penuh penyesalan, sementara energi baik dari pasukan mulai menyelimuti tubuhnya secara perlahan.

“Kita telah berhasil menghentikannya untuk sementara,” kata Mei Hua dengan suara yang penuh kelelahan namun juga lega. “Namun perjuangan kita belum selesai. Kita perlu membantu dia untuk benar-benar pulih dan menemukan jalan kembali ke kebaikan. Dan kita juga perlu memastikan bahwa kekuatan kegelapan tidak akan pernah muncul kembali untuk mengganggu kedamaian dunia ini.”

Chen Wei mengangguk dengan sepakat. Dia melihat ke arah teman-temannya yang terluka namun tetap kuat, ke arah pasukan yang telah menunjukkan keberanian luar biasa, dan ke arah Kaisar Iblis yang kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Dia tahu bahwa ini adalah babak penting dalam perjuangan mereka.

Di situlah mereka akan harus membuat keputusan terakhir tentang masa depan dunia ini – apakah akan menghancurkan kekuatan kegelapan secara total atau memberikan kesempatan bagi mereka yang telah salah untuk memperbaiki diri dan bergabung dalam membangun dunia yang lebih baik. Di situlah legenda Pendekar Mata Naga Biru akan mencapai puncaknya, dan di situlah cerita yang panjang dan penuh perjuangan ini akan menemukan akhir yang layak.

Tetapi pada saat ini, Chen Wei hanya merasa bersyukur bahwa mereka semua selamat dan bahwa ada harapan untuk perdamaian yang sebenarnya. Dia melihat ke arah langit yang mulai cerah setelah letusan, dan melihat pelangi yang indah terbentang di atas langit – simbol bahwa setelah setiap badai, selalu ada harapan untuk hari yang lebih cerah.

“Mari kita terus berjuang untuk dunia yang damai dan penuh kasih sayang,” kata Chen Wei dengan suara yang penuh harapan. “Bersama-sama, kita bisa mengatasi segala rintangan dan membangun masa depan yang lebih baik bagi semua makhluk di dunia ini!”

 

1
roso
luar biasa
roso
gaskan lanjutt
roso
🔥🔥🔥
asil
🔥🔥
asil
🔥🔥🔥
koco
niceee
koco
mantap👍
amon
lanjut👍
amon
👍👍
Tomiyama Choji
🔥🔥
suo
uraaa🔥
suo
uraa🔥
suo
🔥🔥🔥
agus
👍👍
agus
luar biasa
bagas
njut🔥🔥
bagas
menyala🔥🔥
adul
gaskan alnjur🔥
adul
okeee
zaka
okee👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!