NovelToon NovelToon
Jerat Sumpah Sang Mantan

Jerat Sumpah Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Ibu susu / Mantan
Popularitas:66.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Bayinya baru saja lahir ke dunia. Namun, dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, mobil yang membawa sang istri duluan pulang, ternyata mengalami kecelakaan maut, sehingga menelan korban. Nyawa istrinya melayang.

Kini Kapten Daviko sedih sekaligus kalang kabut mencari ibu susu untuk sang putra yang masih bayi merah.

Saliha perempuan 26 tahun, baru saja patah hati dan ditinggal pergi kekasihnya, stress berat sehingga mengalami galaktorea, yaitu kondisi di mana ASI melimpah.

Selain stres Saliha mendapat tekanan dari tempat kerjanya, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk bekerja. Perusahaan memberhentikannya bekerja. Ia tertekan sana sini, belum lagi tagihan uang kos yang sudah nunggak.

Saliha butuh pekerjaan secepatnya. Tapi, siapa yang mau menerimanya bekerja, sementara perusahaan jasa tempat ia bekerja saja memilih mengeluarkannya tanpa pesangon?

"Lowongan pekerjaan, sebagai ibu susu". Mata Saliha terbelalak seketika, setelah ia membaca berita online.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Belenggu Tak Kasat Mata

     ​Kehancuran itu tidak selalu datang dengan suara ledakan yang keras. Kadang, ia datang dalam bentuk kesunyian yang amat sangat dingin.

    Sejak insiden pagi itu, rumah besar milik Daviko terasa seperti kuburan. Tidak ada lagi suara tawa kecil atau obrolan ringan dengan Bi Tita di dapur. Saliha telah menutup seluruh akses bagi Daviko untuk menyentuh kehidupannya, kecuali yang berkaitan dengan kebutuhan Kaffara.

     ​Saliha menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar bawah. Ia merasa kamar pengasuh yang sempit itu jauh lebih terhormat dan aman daripada ranjang mewah di kamar atas yang justru mendatangkan fitnah keji. Setiap kali ia memejamkan mata, suara melengking Bu Ratna yang menyebutnya "wanita jalang" terus terngiang, seolah-olah kata-kata itu telah terpatri di dinding otaknya.

     ​Sore itu, Daviko pulang dari kantor lebih awal. Ia membawakan sebuah kotak besar berisi perlengkapan bayi terbaru dan beberapa set pakaian untuk Saliha. Ia berharap, dengan pemberian ini, sikap dingin Saliha sedikit mencair. Namun, ia salah besar.

     ​Saat Daviko mengetuk pintu kamar bawah, Saliha membukanya dengan wajah datar tanpa ekspresi.

     ​"Ada apa lagi, Pak?" tanya Saliha. Suaranya datar, tanpa nada, namun terasa sangat menusuk.

     ​"Saliha, aku... aku membawakan ini untukmu dan Kaffara. Aku tahu kamu mungkin butuh baju baru untuk di rumah," ujar Daviko sambil menyodorkan kotak itu.

     ​Saliha tidak meraihnya. Ia justru menatap kotak itu dengan tatapan datar. "Simpan saja untuk calon istri Bapak nanti. Saya tidak butuh barang-barang mewah untuk menjalankan tugas saya sebagai pengasuh. Bapak pikir, dengan membelikan saya barang, saya akan lupa bagaimana mantan mertua Bapak menghina saya pagi tadi?"

     ​"Aku sudah mengusir mereka, Saliha! Aku berada di pihakmu." Daviko mulai frustrasi.

     ​"Membela saya?" Saliha tertawa getir, sebuah tawa yang mengandung luka mendalam. "Bapak membela saya dengan cara mengakui di depan mereka bahwa 'mau saya ngapa-ngapain di ranjang itu adalah urusan Bapak'. Tahukah Bapak, kalimat itu justru membenarkan tuduhan mereka bahwa saya adalah wanita murah? Bapak tidak melindungi saya, Pak. Bapak justru memamerkan kekuasaan Bapak atas diri saya seolah saya ini barang milik Bapak!"

     ​Daviko tertegun. Ia tidak menyangka kalimat yang ia maksudkan sebagai bentuk perlindungan justru ditangkap sebagai penghinaan baru bagi Saliha. "Maksudku bukan begitu, Saliha. Aku hanya ingin mereka tahu bahwa mereka tidak punya hak mengaturnya."

     ​"Hak?" Saliha melangkah maju satu langkah, menatap mata Daviko dengan keberanian yang luar biasa. "Satu-satunya orang yang punya hak atas hidup saya adalah saya sendiri. Dan saya katakan sekarang, jangan pernah lagi mencoba membawa saya ke dunia Bapak. Biarkan saya di sini, di kamar bawah ini, sebagai pengasuh. Itu posisi yang paling aman agar saya tidak kembali dihina oleh orang-orang dari masa lalu Bapak."

     ​Saliha menutup pintu kamar dengan perlahan namun pasti, tepat di depan wajah Daviko. Suara kunci yang diputar terdengar begitu nyaring di telinga Daviko, seolah-olah itu adalah suara hatinya yang kembali dikunci mati oleh Saliha.

     ​Daviko bersandar di pintu kayu itu, ia merosot duduk di lantai lorong yang dingin. Seorang perwira tangguh yang ditakuti di medan latihan, kini terduduk lesu di depan pintu kamar seorang wanita. Ia merasa sangat bodoh. Ia merasa sumpah yang pernah ia ucapkan dulu benar-benar telah menjadi jerat yang mencekik lehernya sendiri.

     ​Keesokan harinya, Saliha menyadari ruang geraknya semakin terbatas. Saat ia hendak mengajak Kaffara berjemur di taman depan, langkahnya terhenti di ambang pintu besar. Seorang penjaga yang biasanya hanya bersiaga di gerbang, kini berdiri di depan teras.

     ​"Maaf, Mbak Saliha. Perintah Kapten, Mbak hanya diperbolehkan mengajak Kaffara di taman belakang. Tidak diizinkan keluar dari area rumah tanpa seizin beliau," ujar salah satu penjaga dengan sopan namun tegas.

     ​Saliha hanya bisa tersenyum pahit. Ia tahu ini adalah babak baru dari kegilaan Daviko. Di dalam rumah pun, Daviko semakin sering muncul tiba-tiba di dekatnya. Saat Saliha sedang di dapur untuk menyiapkan botol susu, Daviko akan berdiri di sana, bersandar pada meja pantry hanya untuk mengawasinya dalam diam.

     Saat Saliha sedang menidurkan Kaffara, Daviko akan duduk di kursi dekat ranjang bayi, menatapnya tanpa bicara selama berjam-jam.

     ​Tatapan Daviko bukan lagi tatapan dingin yang dulu, melainkan tatapan yang sarat akan rasa lapar akan kasih sayang dan keinginan untuk mendominasi. Saliha merasa seperti mangsa yang sedang diawasi oleh singa yang terluka.

     ​"Bapak tidak perlu mengawasi saya seperti ini. Saya tidak akan lari, setidaknya belum sekarang," ujar Saliha suatu sore saat Daviko kembali mengikutinya ke ruang tengah.

     ​"Aku hanya ingin memastikan kamu aman," jawab Daviko datar sambil memperbaiki letak duduknya di sofa, matanya tak lepas dari gerak-gerik Saliha yang sedang melipat pakaian kecil Kaffara.

     ​"Aman dari siapa? Dari Bapak?" sindir Saliha tanpa menoleh.

     ​Daviko bangkit, mendekati Saliha hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa senti. Aroma parfum maskulinnya yang kuat mengepung indra penciuman Saliha. "Aman dari dunia luar yang tidak akan pernah menghargaimu seperti aku menghargaimu. Di sini, kamu berharga, Saliha. Meski kamu tidak mengakuinya."

     ​Saliha mendengus pelan, ia berbalik untuk membawa tumpukan pakaian itu kembali ke kamar. Namun, Daviko menahan lengannya.

     ​"Lepas, Pak. Nanti ada orang yang lihat," bisik Saliha tegas.

     ​"Biar saja. Biar semua orang di rumah ini tahu kalau kamu milikku," ujar Daviko dengan nada posesif yang sangat kental. Ia menarik Saliha sedikit lebih dekat, matanya menatap tajam ke arah mata Saliha. "Aku bisa memberikanmu apa saja, Saliha. Apa saja. Asal kamu berhenti menatapku dengan mata sedingin itu."

     ​Saliha menepis tangan Daviko dengan sekuat tenaga. "Bapak tidak memberikan saya apa-apa selain penderitaan batin. Sekarang, biarkan saya menjalankan tugas saya. Permisi."

     ​Saliha melangkah pergi menuju kamar bawah dengan kepala tegak. Di dalam hatinya, ia merasa sangat terhimpit. Ia menyadari bahwa Daviko kini benar-benar terobsesi padanya. Rasa bersalah pria itu telah berpindah menjadi rasa ingin memiliki yang tidak sehat.

     Saliha takut jika suatu saat pertahanannya runtuh bukan karena cinta, tapi karena ia tidak sanggup lagi menahan gempuran posesif Daviko yang semakin hari semakin gila.

     ​Sementara itu, Daviko yang berdiri di ruang tengah mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Dua tahun, Saliha... dalam dua tahun ini, aku akan membuatmu tidak punya pilihan selain tetap tinggal di sampingku selamanya. Aku tidak peduli jika harus menjadi antagonis dalam hidupmu, asalkan kamu tetap di sini."

1
cecla9
sukaaa
Nasir: Mksh banyak Kak.... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ai Oncom
❤️❤️❤️
Nasir: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Ai Oncom
Berbahagialah Saliha..❤️
Ai Oncom
koq blm up kak..?
Nasir: Nanti agak siang ya Kak. Kmrn bentrok sama kesibukan di rumah. Maaf ya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Anonymous
greget dengan alur yang mendayu-dayu..... bagus bgttttt.....lain dari yang lain.semangat thorrrr..... sekuelnya sampai Kafarra married ya
Nasir: Iya Insya Allah ya Kak... doakan idenya lancar..... 😄😄🙏🙏
total 1 replies
Eva Tigan
Habis ini Kapten Daviko pasti candu sama tubuh istrinya..ternyata Pak Kapten yg bekas..kal9 Saliha masih perawan..menang banyak kan Pak Kapten😄
Nasir: Banyak bgt dia Kak. Belum lagi pernah berpikir hasutan Huda. Dia memang kayak dpt durian runtuh dpt Saliha.
total 1 replies
Ai Oncom
jangan tamat dulu ya kak.. ceritanya lanjut sampe Saliha punya anak..🙏🤭
Nasir: Wkwkwkw.... takut bosan. Doakan sy idenya byk ya... 🙏🙏
total 3 replies
Eva Tigan
Eeehhh...malah tidur..aku kira ada malam pertama yg indah dan berbunga bunga🥰
kalo mau bulan madu ke Bali dan Lombok.. sekalian bawa bi tita dan kaffra ..biar sekalian jalan2 keluarga 😊
Eva Tigan: okey👍🙏
total 2 replies
Arin
Akhirnya sah......
Ayo..... kondangan. Jangan lupa amplopnya🤭🤭🤭🤭
cecla9: mantan mertua Dan mantan ipar Di undang Kan ...wajib biar pingsan wkwkwkwkw
total 3 replies
Ai Oncom
Alhamdulillah..❤️
Siti Maimunah
yaa sakit hati lah,di sumpahin emg lw.siapa viko???!!! TUHAN??!!!
Ai Oncom
❤️❤️❤️
Arin
Sebelum sampai hari H.... perlu diamankan dulu tuh mantan mertua sama mantan adik ipar biar tak mengacaukan pernikahan
Ariany Sudjana
memang seperti itu peraturan menikah dengan anggota TNI, saya tahu, karena saya juga anak anggota TNI
Nasir: Iya Kak.... 🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Farid Atallah
doubel up dong Thor 😥
Ariany Sudjana
dasar jalang murahan ga tau diri kalian berdua itu, harus dibinasakan
Nasir: Setuju Kak...
total 1 replies
Arin
Kan mana pernah jera mereka..... Sebelum mereka mendapat kan apa yang mereka ingin kan. Yaitu Tari harus bersanding dengan Daviko. Menggantikan Amara sebagai ibu sambung Kaffara
Eva Tigan
saatnya berbahagia..sudah cukup drama sedih dan luka nya selama ini
Nur Haswina
penantian 2 bulan serasa 2 tahun lama dan pasti banyak rintangannya, semoga saja mbak author tdk kasih rintangan yg menguras tenaga
Nur Haswina: masih slalu menunggu bab selanjutnya thor
total 2 replies
Arin
Jangan sampai menjelang pernikahan ada gangguan dari si Nenek Sihir dengan anaknya datang mengacau. Karena kurang setuju Daviko menikahi Saliha. Karena yang merasa berhak bersanding dan pantas adalah adik dari Amara
Arin: Soalnya yang bikin rumah Daviko rame selain tangisan Kaffara, ya itu si Ibu Ratna😁😁😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!