NovelToon NovelToon
Sisa Cinta, Bara Dendam

Sisa Cinta, Bara Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Pernikahan rahasia / Selingkuh / Cinta Terlarang / Chicklit
Popularitas:49.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wida_Ast Jcy

Naila tak pernah menyangka hidupnya akan hancur dalam sekejap. Dihujani fitnah dan kebencian dari keluarga mantan suaminya, ia menjadi orang asing di rumah yang dulu dianggap tempat pulang. Difitnah suami dan dikhianati adik sendiri. Luka batin bertubi-tubi dan pengkhianatan yang mendalam memaksanya bangkit menjadi sosok baru yang tegas, penuh perhitungan, dan siap membalas setiap luka yang pernah diterimanya.

Lima tahun berlalu, Naila kembali dengan wajah dan tekad yang berubah. Bukan lagi wanita lemah, ia kini hadir sebagai ancaman nyata yang mengguncang rumah tangga mantan suaminya. Dalam perjalanan membalas dendamnya, ia akan menguak rahasia-rahasia kelam dan menetapkan aturan baru, tidak ada yang boleh melecehkannya lagi.

Siapakah yang akan bertahan saat permainan balas dendam dimulai?
Bersiaplah menyelami kisah penuh emosi, intrik, dan kekuatan wanita yang tak tergoyahkan dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida_Ast Jcy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. NAUFAL MURKA

Naufal mulai tersulut emosi. “Jangan sombong, Naila. Kamu sendiri sudah menduakan aku dan membagi tubuhmu dengan pria lain. Anggap saja semuanya impas.” ucapnya yang tak mau kalah.

Naila tertawa getir. Meskipun hatinya bergemuruh, ia berusaha tetap tenang. Ingin rasanya meluapkan amarah, namun ia sadar bahwa marah hanya akan menguras tenaganya. Ia memilih melawan semuanya dengan cara elegan.

“Kamu bahkan masih mempercayai fitnah dari Nadia, Mas?” ujarnya dengan nada dingin.

“Nadia tidak punya alasan untuk memfitnahmu!” seru Naufal, menatap Naila dengan mata berkilat marah.

Naila mengangkat alisnya.

“Tidak punya alasan? Kamu buta atau pura-pura bodoh, Mas? Dia mencintaimu! Bukankah itu alasan yang cukup? Dia akan melakukan apa pun untuk mendapatkanmu!” pekik Naila kemudian.

“Cukup, Naila!” bentak Naufal.

Beberapa pengunjung kafe menoleh, tetapi Naila tetap tenang.

“Kenapa, Mas? Malu? Kamu malu jika pertengkaran kita banyak dilihat orang? Atau kamu tidak bisa menerima kenyataan bahwa kamu salah menilai?” jawab Naila.

Naila pun bersandar di kursinya, menatap Naufal dengan pandangan penuh penyesalan, bukan untuk dirinya, melainkan untuk lelaki di hadapannya.

“Aku mencoba menyelamatkan kita, Naila. Aku bahkan menawarimu untuk rujuk kembali. Apa lagi yang kamu mau?” ucap Naufal dengan nada meremehkan.

“Rujuk?” Naila tersenyum sinis.

“Aku tidak mau rujuk dengan pria yang bahkan tidak percaya pada istrinya sendiri. Untuk apa aku hidup bersama seseorang yang lebih percaya pada wanita lain daripada aku istrimu? Aku tidak sebodoh itu, Mas. Lagi pula, aku tidak mau dimadu!” katanya dengan tegas.

Naufal mendengus kesal.

“Aku pikir kamu wanita salehah, Nai? Bukankah kamu tahu jika wanita yang ikhlas akan mendapatkan balasan surga? Kamu seharusnya...”

Naila tersenyum sinis. Akhirnya, kata-kata pamungkas itu keluar juga dari mulut Naufal. Mereka selalu beralibi bahwa surga adalah bagi wanita yang ikhlas jika dimadu. Namun bagi mereka, definisi ikhlas berarti wanita yang diam saja ketika suaminya menzalimi.

Para suami bersikap semena-mena, bertindak sesuka hati, dan mementingkan ego sendiri tanpa sedikit pun peduli pada perasaan wanita yang mereka sakiti.

“Jika ada jalan lain menuju surga, mengapa aku harus bersamamu Mas, orang yang jelas-jelas telah membawaku ke neraka? Aku tidak mau, dan aku tidak akan pernah mau kembali padamu, Mas. Aku lebih baik menjanda seumur hidup daripada harus kembali kepadamu, Maaf Ma Naufal aku menolak untuk rujuk kembali. ”ucap Naila dengan nada sarkastik.

Ucapa Naila membuat wajah Naufal memerah menahan emosi. Ia semula mengira Naila akan langsung setuju ketika ia menawarkan untuk rujuk. Namun ternyata, wanita di hadapannya itu sangat keras kepala dan sama sekali tidak mau mengakui kesalahan.

“Jadi, kamu lebih memilih hidup sendiri? Dengan status janda yang memalukan itu?” bentak Naufal sambil memukul meja di depannya.

Beberapa orang yang berada di sekitar mereka sontak menoleh. Naila tetap tenang. Bahkan sedikit pun ia tidak tersentuh oleh perilaku Naufal yang sudah berang.

“Aku lebih memilih menjadi janda daripada istri yang terus-menerus direndahkan. Menurutmu, aku tidak punya harga diri?” ujarnya datar namun tegas.

Naufal menggeleng dengan wajah kesal.

“Kamu tidak tahu berterima kasih Naila. Aku bahkan tidak pernah mengumbar aibmu kepada siapa pun. Kamu betul betul-betul sudah berubah, Naila. Ini pasti gara-gara selingkuhanmu itu! Sejak kau bersama, kau jadi berubah dan kurang ajar. ”

Naila terkekeh kecil, kali ini benar-benar mengejek.

“Umbar saja, Mas. Aku tidak peduli. Kalau itu bisa membuatmu merasa lebih baik, silakan. Hidupku memang sudah hancur, tapi aku bersyukur karena Allah membuka mataku.”

Naila menatap Naufal dengan sorot mata tenang.

“Aku bersyukur, karena kini aku tahu siapa dirimu sebenarnya, Mas.”

Naufal terdiam. Kata-kata Naila menghantam egonya seperti badai. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Setiap kalimat yang ia lontarkan, selalu dibalas Naila dengan ketenangan yang justru terasa menusuk.

“Lalu, apa maksud ucapanmu waktu itu? Mengapa kamu bilang aku telah membunuh darah dagingku sendiri? Apa maksudmu…Nai?” tanya Naufal dengan nada penuh tanda tanya.

“Lupakan saja, Mas. Aku hanya asal bicara. Tidak ada yang kamu bunuh selain perasaanku,” potong Naila cepat, enggan memperpanjang pembicaraan.

Ia tahu, lebih baik Naufal tidak pernah tahu bahwa dirinya sempat mengandung anak lelaki itu.

“Kalau tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, aku pamit, Mas. Rasanya sudah cukup pembicaraan kita harini.”

“Tidak, Naila. Kita belum selesai. Aku yakin kamu masih mencintaiku dan mau rujuk denganku. Kamu hanya gengsi, bukan?” ucap Naufal dengan nada memohon.

Naila menyeringai.

“Jangan bermimpi, Mas. Kita sudah selesai sejak malam itu, saat kau menjatuhkan talak. Jangan pernah mencariku lagi. Kita bukan siapa-siapa lagi sekarang,” tegasnya.

“Kamu akan menyesal, Naila,” kata Naufal akhirnya, suaranya rendah namun sarat penyesalan.

“Tidak, Mas. Aku justru menyesal karena pernah mencintai orang yang salah seperti kamu,” jawab Naila mantap, tanpa sedikit pun keraguan.

Naila kemudian berdiri, merapikan tasnya dengan anggun. Ia menatap Naufal untuk terakhir kalinya tanpa setetes air mata, tanpa sedih sedikit pun di matanya.

“Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu, Mas. Selamat malam.”

Ia melangkah keluar dari kafe dengan penuh percaya diri. Langkahnya mantap, meninggalkan Naufal yang masih terpaku membisu di kursinya. Beberapa menit kemudian, Olivia dan Renata segera menyusul, memberikan pelukan dan dukungan hangat untuk sahabat mereka yang akhirnya benar-benar berhasil melepaskan masa lalunya.

Saat mereka tiba di luar, Olivia menepuk bahu Naila sambil tersenyum lebar.

“Kamu keren, Naila! Ini baru sahabatku,” ucap Olivia dengan bangga.

Naila hanya tersenyum tipis. Ia menatap ke luar jendela mobil. Dari kejauhan, Naufal masih berdiri menatap ke arahnya, tampak frustrasi hingga menendang kursi di kafe tersebut. Semua pasang mata memperhatikan kemarahannya, namun Naila sudah tidak peduli lagi.

Pertemuannya malam ini hanya menegaskan satu hal bahwa Naufal masih menginginkan dirinya, tetapi di sisi lain, ia juga masih menginginkan Nadia. Pria itu bahkan masih mempercayai fitnah keji yang dilakukan Nadia kepada Naila kakaknya sendiri.

“Selamat tinggal, Mas. Semoga suatu saat nanti kamu merasakan kepedihan yang aku rasakan saat ini. Bahkan lebih perih, hingga kau tidak sanggup lagi untuk bangkit. Semoga suatu hari nanti kau tidak lagi dipercaya oleh siapa pun sama halnya seperti saat kau menutup pintu hatimu dan tidak mau mempercayaiku.”

Dan dicafe Naufal masih terus kesal melihat Naila pergi begitu saja meninggalkannya.

"Dasar wanita sombong. Kamu fikir kamu siapa hah? Aku yakin kamu tidak akan bisa bangkit tanpa diriku Nai. Kita lihat saja nanti, siapa yang akan jatuh setelah ini."

"Aaarrgghhh...Sialan."

BERSAMBUNG...

1
Chimpanzini Banananini
bencana akan segera datang🤭
Mingyu gf😘
aaa abi love youu
Mingyu gf😘
memjijikan
Mingyu gf😘
Baguslah kalau lo sadar
Mingyu gf😘
julian tulus tapi bego
Mingyu gf😘
/Chuckle/busuj
Mingyu gf😘
cihh lu yang mendukan senang senang aja
Panda
chapter ini kena ya bagian nya menyentuh menggetarkan hati

baguslah Najla ga benar benar sendiri karena ada Olivia sebagai moral sistem
PrettyDuck
alhamdulillah. selamat kamu dari laki2 judgemental yang gak cinta2 amat sama kamu nai.
semoga dikasih jodoh yg lebih baik sama author, aamiin.
PrettyDuck
kocak emang orang2 di sekitar naila ini. udah nai, pergi aja, toxic semua, bikin capek batin.
PrettyDuck
naufal tau yang namanya "konformasi" gak??
Suherni 123
mungkin maksud kak othor ucapnya lirih x ya bukan ucapannya lembut😄
Wida_Ast Jcy: Hahaha... iya kak. maaf buru buru update jadi kata-katanya gak disaring lagi🤭🤭🤭 Makasih kak atas komentar nya dan makasih lho selalu mampir nih jangan lupa like dan ikuti kisahnya ya
total 1 replies
Alfatia🌷
Tiba-tiba banget, Nadia. Pengen aku seret rasanya.
Alfatia🌷
Pasti ada dalang di balik semua ini
Tulisan_nic
Heh, main tangan aja Kau /Awkward/
Greta Ela🦋🌺
Ya harusnya kamu mikirlah dari awal. Kan kau yg dari awal itu udah terranam emosi. Udah dibilangi menyesal pun tiada guna oh Naufalll
Greta Ela🦋🌺
Dia itu mau menggoda Naufal pake baju kek gitu🤣
Greta Ela🦋🌺
Maksa kali beliau ini
Greta Ela🦋🌺
Eleh bekas orang itu
Indira Mr
iya banci kaleng gak bisa belaain isteri, udah Nail.. balas Nail.. gemes tahu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!